
Erlin yang tampak keluar dari ruangan Direktur Utama RS Wijaya tampak kesal...
" Issshh yang benar saja.. dasar manusia kutub.. nyebelin dehhh... sebenernya apa sih maunya dia... belom juga kelar yang kemaren ehhh ini nambah lagi... gerutu Erlin di sepanjang koridor RS.
Ketika Erlin sedang menggerutu kedua sahabat nya muncul dari arah berlawanan dan Erlin pun tak tau...
" Doorrr..." teriak Vanya dan Dina bersamaan.
" Astaghfirullahalazim..... huh... kalian itu... nggak ada capek capeknya sih gangguin orang saja.... ucap Erlin kaget dan memutar bola matanya jengah.
" Heh... kenapa lo... habis dari ruangan Direktur..,, muka lo di tekuk kayak sendal gtu sih... ?? tanya Vanya pada Erlin yang mukanya tampak kesal.
" ishhh ck... enggak.... nggak kenapa kenapa... yaudah gue duluan....ya... bye... Assalamu'alaikum... ucap Erlin sambil menggelengkan kepalanya dan pura-pura tersenyum di hadapan kedua sahabatnya.
" Wa'alaikumsalam....,, jawab serentak oleh kedua sahabat Erlin.
" Iiiiihhh dasar Erlin anehh... awas aja lo sampai nggak kasi tau kita....,, senyum aja dibuat-buat keliatan kali Err... celoteh Vanya kesal tak di dengarkan oleh Dina sahabatnya.
" Kebanyakan emosi sih lo... ,,nggak di gubris kan??? Yaudah... ayo kita susul Erlin mumpung belom jauh tuh..... ucap Dina menimpali Vanya yang dari tadi berceloteh tak jelas.
Di ruangan Direktur Aditya tampak uring-uringan karna ulahnya sendiri
" Arrrggghhh.... harusnya tadi gue nggak terus terang sama Erlin.. kenapa jadi begini sih... ,, ucap Aditya kesal dengan dirinya sendiri sambil menjambak rambutnya nya.
Aditya pun langsung berlari keluar untuk mengejar Erlin dengan tingkahnya.
" Er.... teriak Vanya dan Dina yang sudah di ambang pintu RS, sedangkan Erlin sedang menuju ke parkiran mobil tempat ia memarkirkan mobilnya, akan tetapi teriakan Vanya dan Dina tak digubris nya, karna saking jengkelnya.
Tiba-tiba... ada seseorang yang menghampiri Erlin dari dekat, Erlin pun tersentak kaget.. dan
"Greeeppp....
Tangan Erlin pun dicekal dan mulut Erlin pun di bekap.
" Lo.... mmmmm lepas... ucap Erlin sambil memberontak berusaha melepaskan diri, akan tetapi dirinya tak bisa melawan nya, kekuatannya kalah dibanding orang yang membekapnya, seketika Erlin pun tak sadarkan diri, dan di bawa kabur oleh orang misterius itu...
Sedangkan Vanya dan Dina yang melihat sang sahabatnya sedang di culik, mereka pun kaget dibuatnya.
" Ehhh... astaghfirullah Erlin... ucap Vanya dan Dina kompak..
" Woyyy.....penculik... teriak Vanya dan Dina sambil mengejar mobil milik penculik sahabatnya.
__ADS_1
orang yang mendengar teriakan dokter Vanya dan suster Dina pun kaget termasuk satpam yang bertugas di RS Wijaya.
" Arrgghhh.... gimana nih din... ,ucap Vanya cemas
" Duhhh van... gue juga bingung..., gimana kalau kita telpun om sanjaya balas Dina bingung
" Haahh mana mungkin sih Din..,?? bisa-bisa kita yang kena marah nggak bisa jagain Erlin.. "
" Trus gimana dong ini... ucap Dina bingung.
" Hah iya.. din... Tuan Aditya... !! ucap Vanya
" Iya bener.... yaudah yok... buruan van...
mereka pun segera berlari masuk ke dalam rumah sakit lagi untuk menemui Aditya. di tengah lorong RS Vanya dan Dina terlihat buru-buru bahkan banyak staf karyawan RS yang bertanya-tanya kenapa dokter Vanya dan suster Dina terlihat khawatir dan buru-buru.
sedangkan disisi lain Aditya yang tengah sibuk mencari dokter Erlin yang tak kunjung ia temui, berpapasan dengan kedua sahabat dokter Erlin, Ya.. siapa lagi kalau bukan dokter Vanya dan suster Dina.
" Bruuukkk....
" Kalau mau lari-lari jangan di dalam RS mengerti.... !!! tegas Aditya, karna ulah Vanya dan Dina berlarian di dalam RS.
" Iya Tuan... gawat tuan ,dokter Erlin... hah.... hah... ucap suster Dina sambil terengah-engah.
" Gawat...?? dokter Erlin kenapa suster Dina... ??tanya Aditya panik
" Emmm anu tuan... emm dokter Erlin diculik... ucap Vanya panik.
Aditya pun tersentak kaget...
" Haaah... Apaaa?? bagaimana bisaa...??
" Iya Tuan tadi pas kami hendak mengejar dokter Erlin,tapi dia nggak menggubris teriakan kita Tuan...
" Astaga... Dasar.. wanita keras kepala.... ucap Aditya masih terdengar oleh dokter Vanya dan suster Dina.
dokter Vanya dan suster Dina pun heran dengan sikap Aditya entah ada hubungan apa di antara sang direktur utama RS wijaya dengan sahabatnya Erlin ,bisa-bisa nya Aditya berkata yang tidak-tidak pada sahabatnya akan tetapi juga ada rasa khawatir , masih banyak pertanyaan yang ada di dalam otak mereka berdua.
" Sebenarnya ada hubungan apa sih dengan mereka??ucap Vanya dalam hati
" Jangan-jangan mereka ada hubungan lagi...kok Tuan Aditya terlihat khawatir.. ya ?? batin Dina.
__ADS_1
" Emm....tapi kami tadi melihat dokter Erlin di bekap dari belakang, lalu dokter Erlin tak sadarkan diri, kita mau nolong juga percuma tuan karna jaraknya terlalu jauh.. sambung Vanya sepersekian detik.
" Arrggghhh sialan... Maaf in saya Er.... teriak Aditya menyesal dengan apa yang telah ia perbuat, sambil mengacak-acak rambutnya sendiri..
Aditya.. lalu segera mengambil Handphone dari saku celana miliknya, untuk segera menghubungi sahabatnya yang merupakan asisten pribadinya siapa lagi kali bukan Aldo.
" Halo... do.... tolong bantuin gue... Erlin di culik...
" Whaaattt bagaimana bisa dit... lo kan di RS kok bisa dia di culik..yang benar saja...??? ucap Aldo diseberang sana
" Isshhh ck..... Udah jangan banyak tanya... buruan cari tau siapa yang menculik Erlin... tut... tut.. tut...
ucap Aditya lalu memutuskan sambungan telponnya.
Aldo pun tampak kesal dengan kelakuan bosnya.
" Belom juga jawab udah maen matiin ajeee lo.. dit... dasarrr muka tembok... gerutu Aldo.
Sedangkan Aditya pun sekarang sudah dibuat bingung dengan hilangnya dokter Erlin,,, karna baginya dia merupakan kekasihnya lebih tepatnya kekasih bohongannya,,,tapi entah kenapa hatinya merasa sedih bercampur cemas dan ada rasa khawatir seperti ada separuh dari raganya yang hilang.
Sementara disisi lain, Erlin yang sudah tak sadarkan diri di bawa dan disekap di sebuah gudang yang kosong dan terbengkalai, bahkan jauh dari perkotaan dan berada di tengah hutan.
" Tap.. tap... tap...
suara sepatu itu menghampiri Erlin untuk mengajaknya berbicara padahal Erlin dengan kondisi belum sadarkan diri, dengan posisi duduk dan tangan diikat di kursi.
" Heh.... Dasar wanita bodoh..., kamu pantas mendapatkan hukumanmu... dokter Erlin...karna sudah berani melawanku... ucap pria misterius itu dengan tersenyum licik.
tak lama setelah itu Erlin pun sadarkan diri dan mengerjapkan matanya..
" Gue dimana ini... ??? batin Erlin sambil mengerjapkan matanya dan seketika teringat sesuatu....
" Erwin.... !!!! gumam Erlin lirih sambil melihat situasi disekelilingnya.
" Ohh... sudah sadar rupanya.... ,, ucap pria misterius itu sambil tersenyum licik
" Selamat datang dokter Erlin yang terhormat..... ucap penculik misterius itu lagi dengan tersenyum menyeringai.
" Lo..... !!! Tolong lepasin gueee.... teriak Erlin, ingin melepaskan diri., akan tetapi orang misterius itu hanya menanggapinya dengan tersenyum menyeringai...
Maafin Author baru up lagi nih.. karna baru sibuk nganter anak untuk keperluan medis... 🙏🙏
__ADS_1