Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 144


__ADS_3

Hilang Kepercayaan


Sedangkan Dilain tempat tampak Dina sedang membuntuti seorang wanita yang sedang berjalan cepat menyusuri koridor RS, tanpa ba bi bu Dina langsung menghentikan langkahnya, dan...


" Stopped...!!" ucap Dina berteriak kencang.


" Minggir Kau perawat sialan..." ucap Wanita tersebut.


" Apa...??, Lo sudah meremehkanku...., Lo tahu yang akan Lo masuki ruangan siapa...??" tanya Dina sambil bersedekap dada.


" Bukan urusanmu minggir..." balas Risa dengan mendorong tubuh Dina hingga terhuyung kesamping.


Sreettt....


" Risa apa yang Lo lakukan..." ucap Dina tak terima dengan apa yang akan dilakukan Risa olehnya.


" Bukan urusanmu..., Kau tak perlu tahu..." balas Risa.


" Pengawal cepat bawa perawat sialan itu pergi dari hadapanku, dan jangan sampai biarkan Dia lolos begitu saja bisa hancur semua rencanaku..." sambung Risa menyuruh kedua pengawalnya untuk tidak menggagalkan rencananya.


" Apa...???, jadi Lo berusaha menghancurkan hubungan tuan Aditya dan Sahabatku..., langkahi dulu mayat ku Sa..." ucap Dina penuh dengan percaya diri.


" Apa...???, berani-beraninya Kau melawanku..." ucap Risa geram.


" Pengawal kenapa kalian hanya diam saja..., habisi Dia... " tuturnya lagi pada kedua pengawalnya.


Buk...


pukulan bogem mentah justru melayang di perut Dina, sedangkan Dina sendiri belum siap untuk berkelahi.


" Arrghh... " rengek Dina kesakitan.


" Dina..., Kau tak apa...??" tanya Clara yang tiba-tiba datang menolongnya.


" Risa... apa-apaan Lo...!!, lalu apa maksudmu masuk ke dalam ruang direktur secara diam-diam...??" tanya Clara penuh selidik.


" Jangan ikut campur urusanku, Ra..."


" Jelas ini urusanku..., Elo harusnya tau diri kalau Aditya itu sudah punya Istri..., bahkan mereka saling mencintai..." tutur Clara.


" Heh... memangnya Gue pikirin, dengan merebut aset RS ini ke tanganku, Aditya akan bertekuk lutut di hadapanku...." jawab Risa sambil tersenyum meremehkan.


" Apaaa...." ucap Clara dan Dina bersamaan.


" Ini semua demi menghancurkan Istri dari Aditya..." terang Risa, dan...


Plaakkkk


tamparan keras dilayangkan oleh Clara di pipi sisi kiri Risa.


" Kau beraninya menamparku Ra...." ucap Risa melotot tajam ke arah Clara sambil memegangi pipinya menahan sakit.


" Pengawal apa yang kalian lakukan kenapa diam saja hajar mereka..." titah Risa pada anak buahnya, dan pukulan pun dilayangkan oleh salah satu anak buah Risa ke tubuh Clara sayangnya pukulan itu dapat ditepis oleh pukulan Clara, dan.


Kreekkk


tangan anak buah Risa dipelintir oleh Clara dengan keras.


" Arrrghhh....


" Masih berani melawanku...??" ucap Clara sambil tersenyum menyeringai,pada salah satu anak buah Risa, dan


Buk...


tendangan keras dilayangkan Clara di perut salah satu anak buah Risa yang bernama Rico, sementara disisi lain Dina melawan anak buah yang satunya lagi dengan melontarkan pukulan bogem mentahnya berkali-kali ke arah anak buah Risa yang bernama Doni.


Buk... Ctaakkk.... Buk...

__ADS_1


" Masih belum nyerah..??, rasakan ini...." ucap Dina, pada sakah satu pengawal Risa yang bernana Doni.


Bukkk... bukkk....


" Arrrghhh...." rintih pengawal yang bernama Doni kesakitan, dengan posisi tersungkur di lantai.


" Din... Ayo cepat kita harus menggagalkan rencana Risa, sebelum Ia mendapatkan dokumen penting tentang RS ini...." ucap Clara, lalu pergi meninggalkan dua pengawal Risa yang sedang meringis kesakitan.


******


Sementara disisi lain Vanya yang tampak sedang keluar dari ruang tindakan bersama rekan yang lain pun terkejut ketika seorang suster memberi tahu padanya jika Clara dan Dina sedang bertengkar hebat dengan Dua preman.


" Dokter... Vanya..., gawat dok..., dokter Clara sama Suster Dina di dekat ruang Direktur sedang berantem melawan preman..." ujar perawat tersebut pada Vanya.


" Apa...???, Mbak Yuli tidak salah lihat kan...??" tanya Vanya terkejut tak percaya.


" Beneran dok..."


" Astagaa, ada apa lagi ini...??, ya sudah Saya kesana dulu, tolong bilang pada keluarga pasien jika tindakan sudah selesai, bye semua... " ucap Vanya panjang lebar, lalu perpamitan pada rekan-rekannya, segera menyusul kedua Sahabatnya.


******


Sementara Clara dan Dina, sedang berusaha membuka pintu ruang Direktur, yang ternyata di kunci Risa dari dalam.


Klekk.. kleekkk... klekkk...


" Di kunci Ra..., bagaimana ini...??" tanya Dina cemas.


" Ah iya Kita dobrak saja pintunya..." jawab Clara dengan idenya.


" Baiklah... Ayo..." balas Dina.


" Satu... Dua... Tigaa.... " belum sampai pintu terbuka kedua pengawal Risa pun terbangun, dan menggagalkan aksi dari Dina dan Clara.


Sreettt....


" Lepas kataku..." berontak Clara.


" Lepas nggak, jika tidak akan kalian rasakan akibatnya..." ucap Dina.


" Hahahaha..., percuma saja kalian berteriak, keamanan RS ini saja sangatlah buruk..." pengawal Risa tertawa meremehkan.


" Lepaskan kedua Sahabatku...!!" teriak seseorang dari kejauhan, dengan membawa pihak keamanan RS, seketika membuat kedua pengawal Risa pun menengok ke arah sumber suara, termasuk Dina dan Clara.


" Vanya..." ucap Clara dan Dina bersamaan, merasa kedua pengawal Risa tersebut lengah, mereka berdua pun lalu menendang kedua pengawal tersebut dari arah belakang.


Bukk.... Buk....


sontak membuat kedua Pengawal tersebut tersungkur ke lantai.


" Kerja bagus, Ra.., Din..." ucap Vanya.


" Cepat Pak..., bawa mereka pergi dari sini.." titah Vanya pada kedua pihak keamanan RS.


" Siap dok..." jawabnya.


" Cepat Ra kita tak ada waktu lagi..." ucap Dina pada Clara, disela-sela kedua anak buah Risa ditahan pihak keamanan.


" Eh... iya Ayo..." jawab Clara.


" Loh... ada apa ini...??" tanya Vanya mengerutkan keningnya bingung.


" Ck... sudah jangan banyak tanya, Ayo buruan bantu kita buat dobrak pintunya..." balas Clara pada Vanya yang bingung dengan apa yang terjadi, dan Vanya pun mengiyakan perkataan Sahabatnya, dan mereka bertiga pun segera mendobrak pintunya.


" Tiga.. Dua... Satu...


Braaakkk....

__ADS_1


pintu pun akhirnya terbuka, dilihatnya ternyata benar dugaan Clara dan Dina, Risa sedang mengacak-acak ruangan direktur untuk mencari sebuah dokumen.


" Risa.... dimana Lo..., jangan sembunyi Sa... keluar Lo..." teriak Clara meminta agar Risa segera keluar dari persembunyiannya.


" Risa keluarlah atau Kau akan menyesal.." timpal Dina.


tiba-tiba saja ada sebuah suara langkah kaki yang berjalan keluar ruangan direktur, tapi Vanya melihatnya.


" Tunggu....!!" panggil Vanya lalu mengejar Risa yang keluar ruangan tersebut, sementara Clara dan Dina terkejut jika Risa berhasil mendapatkan salah satu dokumen penting RS.Wijaya.


" Duh... bagaimana ini Ra...??" tanya Dina bingung.


" Tenangkan dirimu Din..., kita hubungi Aditya dan Erlin saja..., biarkan Vanya mengejarnya..." jawab Clara menemukan solusi.


Sedangkan Vanya kini terus mengejar Risa yang masih berjalan cepat menyusuri koridor RS, seketika Vanya pun mempunyai ide.


" Ahh ya... Gue harus menghubungi pihak keamanan untuk menghentikan langkah Risa..." gumamnya berbicara sendiri sambil berjalan cepat mengejar Risa.


Tutt.....tut....


Telepon tersambung.


" Pak... tolong hentikan Wanita yang memakai pakaian sedikit terbuka berwarna biru muda.. jangan biarkan Dia lolos Pak...


".....


" Terimakasih...." ucap Vanya lali mengakhiri panggilan teleponnya, segera berlari ke arah pintu samping yang berlawanan arah dengan Risa, Ia mempunyai cara tersendiri untuk menghentikan Risa.


*****


Di ruangan Direktur terlihat Clara sedang menghubungi Erlin dan juga Aditya, sayangnya tidak kunjung diangkat oleh mereka.


" Issshhh... ck... kemana sih mereka..., segitu sibuknya kah sampai-sampai tidak mengangkat telepon..." ucap Clara kesal, dan penuh rasa cemas, begitu pula dengan Dina yang mondar-mandir memikirkan sebuah ide.


Tak berselang lama akhirnya Erlin pun menelpon balik Clara.


Dreettt... dreeettt...


" Hah... Erlin... akhirnya Lo telpon juga..." ucap Clara dengan menghembuskan nafasnya kasarnya.


" Ada apa sih Ra..., kok sepertinya sedang terjadi sesuatu...??" tanya Erlin penuh rasa curiga, karena mendengarkan suara Clara yang terlihat sedang mencemaskan sesuatu.


" Huh.., Lo dimana...??" ucap Clara berbalik tanya.


" Di rumah baru Ra..." jawab Erlin apa adanya.


" Aditya ada...??" tanya Clara lagi, seketika Erlin mengerutkan keningnya he ran mengapa Sahabatnya tiba-tiba menanyakan keberadaan sang Suami.


" Ini disampingku, memang kenapa sih Ra...??" tanya Erlin bingung dengan maksudmu Sahabatnya.


" Sudah jangan banyak tanya, cepat speaker ponselnya lalu dengarkan baik-baik." ucap Clara.


" Ck... iyaa iyaa..."


" Jadi begini, tadi Risa kesini dan Dia mencuri salah satu dokumen penting RS untuk dijadikan bahan untuk merebut aset dari Aditya.


" Apaa..., bagaimana mungkin Ra.., Risa melakukannya..??" ucap Aditya tak percaya dengan pernyataan Clara, sementara Erlin merasa kecewa ketika sang Suami justru membela Risa.


*******


Ada-ada saja masalahnya..., Oh yaa Author memang sengaja munculkan tokoh utamanya kembali ya..., dan setelah kejadian itu apakah pernikahan Erlin dan Aditya akan bertahan lama?? tunggu episode berikutnya...


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


mampir yuk ke novel Author yang satunya, kisah dari Vitalia yang bertemu keluarga barunya setelah hilang saat kecelakaan pesawat.


__ADS_1


__ADS_2