
" "Stop Tuan... sebenarnya anda mau ajak saya kemana sih...??? tanya Erlin kesal, sementara Aditya tetap menarik tangan Erlin.
sesampainya mereka di depan pintu mobil perdebatan pun dimulai
" Apa kamu bilang tadi..?? Tuan...??? aku tak salah dengar kan?? kata Aditya sambil melepaskan pegangan tangannya.
" Isshhh mmm maksudku Aditya... maaf saya belum terbiasa... kata Erlin lirih.
" Kamu mulai sekarang harus terbiasa memanggilku dengan sebutan nama. " titah Aditya.
" Hmmm ck iya.. iya.... biasa aja kali... , nggak usah tensi tinggi. cibir Erlin
" Apa kamu bilang? tanya Aditya dengan suara lantang sambil melotot.
" enggak... nggak ada.,,. udah jangan banyak tanya, jadi apa nggak nih.. ??? ucap Erlin nggerutu kesal.
" lagian kamu ngapain diam disitu ayo masuk.... !!! perintah Aditya.
" Ishhhh ck Iyaaa iyaa...
Di dalam mobil
Setelah perdebatan panjang antara mereka berdua. akhirnya mereka pun hanya diam di dalam mobil, hanya ada suara musik yang mengiringi mereka berdua selama perjalanan. Hanya kecanggungan yang ada diantara mereka berdua.
" Emm Aditya...?? ucap Erlin memulai obrolan
" hmmm... "
" Sebenernya maumu apa sih...?? dari awal ketemu kamu selalu nyebelin..." kata Erlin sambil memegang keningnya.
" Yang nyebelin itu kamu....!! jawab Aditya lantang.
" Hah... yang bener saja.... jelas-jelas kamu yang nyebelin, selalu muncul di manapun saya berada.. kan aneh...?? " Kesal Erlin tak trima,dan memanyunkan bibirnya.
" Yang aneh itu kamu, dari awal ketemu kamu di taman kamu bersama pria yang nggak jelas, sedangkan di rumah sakit kamu menabrak saya... dan.... ucap Aditya tertahan.
" Dan yang terakhir kamu menabrak saya...." sambung Erlin masih tak trima.
akan tetapi di balik kekesalan Erlin Aditya terkikik geli melihat tingkah hadis yang baru saja menjadi kekasih bohongannya itu.
" hmm pfff.......
Aditya berusaha menahan tawanya.
" Tuan Aditya yang terhormat... kalau mau ketawa ketawa saja jangan di tahan... !! seru Erlin.
" Ha... ha... ha... ha..
Aditya tertawa terbahak-bahak..
" Ishhhh,,, dasar manusia kutub....nggak peka banget sih... cibir Erlin terdengar oleh Aditya.
Seketika Aditya menghentikan tawanya lalu terdiam dan menatap wajah Erlin, dan menghentikan mobilnya mendadak.
Ciiiiitttt.....
" Loh kenapa berhenti siiiihh....?? tanya Erlin bingung menatap Aditya yang tiba-tiba menghentikan mobilnya.
" Sudah... ceramahnya... ?? tanya Aditya kesal
" Siapa juga yang ceramah... " kata Erlin melipat kedua tangannya lalu memalingkan wajahnya.
__ADS_1
" Yasudah.... Ayo turun...!!
" Hmmm iyaaaa..iyaaa.... jawab Erlin pasrah dia benar-benar tak tahu, sebenarnya mau di bawa kemana oleh Aditya,dia males untuk berdebat panjang dengan Aditya.
Lalu mereka turun dari mobil bersamaan. Erlin seketika mengedarkan pandangannya,yang ia lihat di hadapannya sekarang adalah sebuah butik.
" Butik..?? Tanya Erlin dalam hati sambil mengerutkan keningnya.
" Kok kesini sih dit...?? tanya Erlin memberanikan dirinya untuk bertanya pada Aditya.
" Sudah... ayo masuk kedalam jangan banyak tanya... nanti kamu akan tau sendiri..
Sesampianya di dalam butik mereka berdua disambut dengan ramah oleh para karyawan butik itu.
" Selamat datang Tuan muda dan Nona ada yang bisa saya bantu?? . tanya salah satu karyawan kepada Aditya dan Erlin.
Erlin pun heran kenapa karyawan butik itu memanggilnya Tuan muda. Erlin berfikir kalau butik yang ia kunjungi bersama Aditya merupakan butik milik keluarga Aditya.
" Tolong carikan gaun yang cocok dan pas untuk kekasih saya untuk makan malam.
" hah.... yang benar saja.. ??dia mau ngajak gue makan malam?? maunya dia apa sihh.... trus kenapa dia di panggil Tuan Muda?? batin Erlin yang banyak pertanyaan dikepalanya, sambil menatap Aditya.
" Baik Tuan muda....,, mari nona saya pilihkan gaun untuk anda.
hanya dijawab anggukan oleh Erlin.
Lalu Erlin disibukkan dengan memilih gaun yang cocok untuknya, bahkan dia belum sempat bertanya pada Aditya,akan ada acara apa sampai-sampai ia harus sibuk memilih gaun untuk dirinya.
Diam-diam Aditya sedang memperhatikan Erlin sorot matanya tak bisa di
artikan,kalau saat ini Aditya seorang CEO yang di kagumi banyak orang,ternyata sedang mengagumi seseorang, siapa lagi kalau bukan seorang dokter cantik dihadapannya sekarang.
Erlin yang merasa diperhatikan pun malu karena dilihat oleh Aditya.
Erlin pun akhirnya menghampiri Aditya.
" Dit.... gimana nih penampilanku kalau pakai yang ini..?? tanya Erlin pada Aditya.
Yang ditanya pun tak menjawab pertanyaan dari Erlin, melainkan hanya diam tak berkedip, karna terpesona oleh kecantikan dokter cantik tersebut.
Yaa Erlin sekarang sedang memakai gaun hijab berwarna biru muda.
" Dit.... hey.... kenapa....? ucap Erlin lagi membuyarkan lamunan Aditya.
" Oh.... hmmm bagus.... " ucap Aditya datar.
" Cuma gitu aja dit.... ?? tak terima dengan ucapan Aditya.
" Cantik... Balas Aditya.
Blushh....
Erlin pun bersemu merah karena perkataan Aditya, lalu menatap Aditya tak percaya.
" Kenapa kamu menatapku... ?? haa.. tanya Aditya halus.
" Eh.... emmm enggak... pede banget sih..., ucap Erlin.
" lagian namanya juga cewek pasti cantik lah... gumam Erlin masih terdengar oleh Aditya.
Aditya pun hanya menggelengkan kepalanya dan tanpa ia sadari ia menyunggingkan senyumnya, bisa-bisanya dokter cantik itu memberikan alasan, sudah jelas wajahnya terlihat malu-malu seperti kepiting rebus.
__ADS_1
" Ya sudah.... kalau kamu suka... pakai saja... ucap Aditya pada Erlin lembut.
" Iya.... tapi saya belum mandi dit...??
" Kamu bisa memakai kamar mandi butik ini untuk membersihkan diri...,karna setelah ini saya akan mengajakmu untuk bertemu dengan kedua orangtua saya " kata Aditya dingin
Deg.....
" Hah.... ap... apaa katamu??? harus sekarang kah?? bagaimana bisa Aditya.. ??? tanya Erlin tak percaya apa yang dikatakan Aditya barusan.
" Lagian...,belum ijin juga sama orangtuaku dit... kata Erlin berusaha mencari alasan.
" Sudah.... jangan mencari alasan lagi Erlin... , kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan saat ini,?? seperti perjanjian kita diawal...!! " tegas Aditya..
" Huuh... ok ok... baiklah... kata Erlin pasrah, lalu meninggalkan Aditya. dia males untuk berdebat panjang dengan Aditya, karna percuma saja dia berusaha mencari alasan tetapi selalu kalah. Tanpa mereka sadari saat mereka berdebat panjang banyak mata menatap kedua pasang kekasih bohongan tersebut.
Akhirnya tante dari Aditya pun keluar dari ruangannya karena suara gaduh di luar.
Yaa butik itu adalah milik tante Aditya yang bernama Aira.ia pun menghampiri Aditya.
" Aditya... kapan kamu datang nak.. kenapa ribut-ribut?? tanya tante Aditya.
" sudah kalian kembali bekerja lagi, titah Aira pada para karyawannya.
" Ehh tante... maaf tante ada sedikit masalah tadi.." kata Aditya dingin.
" Iya nggak papa dit... , Siapa wanita yang sedang bersamamu tadi dit.. ??? tanya Aira meyelidik.
Ya tante Aditya bernama Aira.
" Hmmm iyaa tan... dia wanitaku...
" Ohh.. tapi sepertinya dia terlihat cantik, dan baik dit... tante suka... , jaga dia jangan sakiti dia ya...walau tadi tante belum ketemu dia sihh ucap Aira.
hanya di balas deheman oleh Aditya
" Hmmmm.....
" Oh ya dit.. kamu tau nggak,tadi tante habis dari RS jenguk mamah mu?
" Apaa... mamah sakit apa tan..... ??
" Lohh kamu belum tau dit.. ?apa mamah kamu nggak cerita sama kamu?? mamah kamu tadi katanya sempat pingsan waktu antri di RS, karna antriannya cukup banyak.
" Belum tan... Aditya bener-bener nggak tau?? kenapa bisa-bisanya mamah nggak kasih kabar sihh...,papah juga nggak ada kabar..kata Aditya.
" Mungkin mamahmu nggak mau kamu tau dit.. ,lagian papahmu juga tidak tau mengenai hal ini kata mamahmu. " terang Aira.
" Ishhh ck...
" Yang terpenting mamahmu sekarang sudah sembuh dit...,dia sudah dirumah, tadi saya yang anter mamahmu. ucap Aira menenangkan keponakan itu.
" Bagaimana bisa... ?? mamah harus mengantri di RS nya sendiri.. ?? batin Aditya.
" Yasudah dit... kalau gitu tante mau keluar dulu, tante ada perlu... sampaikan salam pada kekasihmu itu... ucap Aira terburu-buru.
" Baik tan..... balas Aditya.
...Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu...
__ADS_1