Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 56


__ADS_3

Dendam dr.Irsyad


Kini dr.Irsyad sedang menjalani proses masa tahanan, karena telah berusaha mencelakai seseorang...,,ia juga dikeluarkan oleh pimpinan RS Wijaya tempat ia bekerja, yang dipimpin oleh direktur utama Aditya Bramasta Wijaya. akan tetapi hari ini ia bisa bebas,karena orangtuanya telah membayar jaminan untuk membebaskannya dari jeruji besi,, dr.irsyad juga sudah mengetahui jika Aditya dan Erlin telah menikah, karena ia telah mendapatkan informasi berita itu dari media cetak maupun elektronik, tetapi dr.Irsyad tak mengetahui jika Clara dan Alex telah resmi menjadi suami istri yang sah, dr.Irsyad kini ia sedang berusaha mencari cara untuk membalaskan dendam pada Aditya dan Erlin.


"Aditya Bramasta Wijaya tak kan kubiarkan kalian hidup tenang bersama wanitaku..."gumam dr.Irsyad yang sehabis menandatangani persetujuan bebas dari tahanan.


"Tuan... lebih baik anda jangan berurusan dengan mereka lagi tuan... karena pengawal mereka terlalu banyak...,, apalagi mereka mempunyai kata-kata yang sangat pintar tuan."ucap seseorang yang merupakan asisten pribadi dr.Irsyad.


"Diam.. kau.... jangan ikut campur urusanku...


"Tapi tuan... ayah anda sudah memperingatkanmu bukan....


"Pers*t*n dengan semua itu...,, jangan ada yang mencoba menghalangiku untuk menghabisi mereka.... ingat itu... !!" ucap dr.Irsyad penuh amarah.


"Ayo.... Diki... kita pergi dari sini...., kita susun strategi untuk menghabisi mereka..."ucap dr.Irsyad dengan sorot mata yang tak dapat di artikan.


Di Hotel


Kini kedua insan yang telah resmi menjadi suami istri yang sah secara hukum maupun agama,masih terlelap dalam tidurnya, karena semalam mereka begadang menghabiskan malam pertamanya.sedangkan Keluarga Richard memutuskan pulang lebih awal ke negara mereka,bersama Putri dan menantunya,yaitu Clara dan Alex.


Sementara keluarga Wijaya dan Sanjaya,kini sudah berkumpul di bawah untuk makan pagi,yang telah disiapkan oleh para pelayan hotel mewah itu.


"Ini kenapa pengantin barunya malah belum datang kemari ya.... " ucap tuan Sanjaya pada semua orang yang ada di meja makan.


"Mungkin masih kelelahan kali Pih..." ucap Mamih Dewi pada suaminya.


"Bisa jadi...." balas tuan Sanjaya.


"Vit....cepat panggil kakak sama kakak iparmu itu,suruh turun Vita..... " titah Mamah Ita pada Vitalia, tapi hanya dijawab deheman saja oleh Vitalia,yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Hmmm..."jawab Vitalia.


"Vitalia...mamah panggil kamu nak....


"Ehh... maaf Mah... hehehheh.... gimana tadi...

__ADS_1


"Panggilkan Kakak sama Kakak Iparmu,


"Tapi Mah...emang Mamah nggak kasian apa... ganggu mereka tidur...


" Lagian kenapa mereka belum turun-turun jugaa sih....??" ucap Mamah Ita.


"Yaa mana Vita tau sih Mah... , lagian nih mah... mereka kan baru malam pertama...,,yaa jadi maklumlah mah...., jangan anggap mereka seperti anak kecil dong mah...,posesif amat sih jadi orang.... "ucap Vitalia panjang lebar menasehati sang Mamah.


"Kamu jugaa... Vit.. sok tau banget sih,nasehati Mamah...." ucap Mamah Ita ketus.


"Yeee..... Mamah... gimana sih... orang Vita itu cuma ngingetin mamah saja kok..., lagian nih ya... kayak Mamah itu nggak pernah nikah saja.... " cerocos Vitalia sambil memutar bola matanya malas.


"Huuusshh kamu itu sembarangan kalau ngomong.... " ucap Mamah Ita sambil menyentil kening Putrinya.


"Aduhh Mah... nggak gitu juga kali mah....,sakit tauukk... "ucap Vitalia sambil Mengerucutkan bibirnya.


"Ehh... sudah.. sudah....kalian ini nggak malu apa....?? ada besan tetep saja bertengkar..." ucap tuan Wijaya pada Istri dan Putrinya.


"Bukan begitu Pah... tapi Mamah nyebelin sih..." adu Vitalia pada sang Papah.


"Loh kok jadi Mamah yang disalahin..." ucap Mamah Ita tak terima.


"Hehehe iya Jeng... , maafin Putriku yang satu ini ya... biasa sukanya bikin ribut melulu..." ucap Mamah Ita pada Mamih Dewi yang sekarang sudah menjadi besan.


"Mah....ucap Vitalia sambil menatap tajam Mamahnya, tapi tak dihiraukan.


"Lagian ya Jeng.... ,, Erlin juga sama Saya sering seperti itu.., biasalah Jeng.. keributan antara Ibu dan anak.., kalau nggak rame nggak seru..." ucap Mamih Dewi.


"Huh... iyaaa memang Vitalia dan Erlin itu sebelas duabelas ya Jeng" ucap Mamah Ita.


"Haaaah.... nggak gitu juga konsepnya Mah..." ucap Vitalia tak terima.


"Astagaaa... bikin pusing sajaaa...,,ya begini nih kalau emak-emak sudah bersatu." gerutu Vitalia sambil memijit pelipisnya, tapi masih terdengar oleh semua orang yang sedang berada di meja makan.


Semua yang ada di meja makan pun hanya menggeleng-gelengkan saja melihat tingkah ibu,dan anak itu..

__ADS_1


"Yasudah... jangan ribut lagi... ,,sekarang sudah waktunya kita untuk makan pagi...." ucap tuan Sanjaya memecah keributan tersebut.mereka pun lalu menyantap hidangan yang sudah disediakan oleh para pelayan hotel.


Sementara itu Erlin dan Aditya masih sangat terlelap dalam tidurnya..., tiba-tiba saja ponsel milik Erlin berbunyi..


"Sweet...sweet... time.... sweett time.... " Erlin pun terbangun dari tidurnya karena suara ponselnya.


"Halo.....??? "ucap Erlin sambil menyibakkan rambutnya yang tergerai panjang.


"Erlin Putri Sanjaya.... masih ingat denganku... ?? tanya seseorang diseberang sana.


"Siapa Lo.... ???? tanya Erlin serius.


"Masih bertanya saya siapa.... ??? apa suara saya begitu asing bagi anda dokter Erlin.... ucap orang yang ada diseberang sana.


"dr.Irsyad.... ?? ngapain Lo... hubungi gue.. jangan macam-macam denganku..." ucap Erlin terkejut, karena dr.Irsyad tiba-tiba saja menghubunginya. Aditya yang mendengar Erlin berbicara di telpon mengerutkan keningnya..


"Siapa Yang... ??? tanya Aditya sambil mengerjapkan matanya. Erlin hanya menyuruh suaminya untuk diam, lalu ia membesarkan volume telponnya.


"Hahahahaha... apa katamu... ,?? setelah apa yang kau lakukan, kau mencoba untuk menghindariku.... jangan harap dokter Erlin... karena aku akan datang menghancurkan kalian semua... ingat itu.... !!!" ucap dr.Irsyad penuh penekanan.,


"Tut.... " sambungan telpon pun dimatikan sepihak oleh dr.Irsyad.


Aditya seketika terkejut, dalam benaknya bertanya-tanya, kenapa dr.Irsyad bisa telpon Erlin, setahunya dr.Irsyad sedang berada di penjara karena ulahnya sendiri.


"Bagaimana ini mas... kita hampir melupakan dr.Irsyad...sepertinya ia benar-benar sangat marah pada kita mas... "ucap Erlin khawatir.


"Tenangkan dirimu Yang... jangan takut ok..." ucap Aditya sambil berusaha menenangkan sang Istri.


"Tapi....aku takut Mas...."ucap Erlin ketakutan.


"Sayang.. hey... kamu kenapa...hemmm...?? nggak perlu takut gitu.... kan ada Mas disini...." ucap Aditya berusaha meyakinkan Erlin.


"Tapi Mas.... dia itu jahat Mas.... ,, segala cara bakal dilakuin sama dia...." ucap Erlin.


"Hmmm... pokoknya sayang tenang saja.. selama Mas ada bersamamu, Mas akan selalu melindungimu.... " ucap Aditya lalu memeluk Erlin.

__ADS_1


"Trimakasih Mas...,, Erlin sangat beruntung bisa memiliki suami seperti Mas Aditya..." ucap Erlin sambil membalas pelukan suaminya, lalu Aditya pun mengecup kening Erlin, sambil mengelus-elus rambutnya.


"Yasudah kalau begitu sekarang mandi,terus kita sarapan pagi ok...." ucap Aditya pada sang Istri, Erlin pun tersenyum mengangguk menyetujuinya.


__ADS_2