Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 71


__ADS_3

Perlawanan dr.Irsyad


Terlihat seorang dokter cantik yang terkulai lemas di dalam ruangan kosong yang tak terpakai,berada di RS Wijaya, karena ulah dari dr.Irsyad yang sudah menyeretnya lalu menyuntikkan sebuah ramuan yang diracik oleh dr.Irsyad, yang mempunyai efek sangat berbahaya bagi tubuh manusia, bahkan bisa menyebabkan kematian, Ya Vanya kini sedang di kurung di dalam ruangan itu,lalu Vanya berusaha merogoh ponselnya yang ada di saku snelinya,untuk menghubungi seseorang,ia berfikir entah siapa pun itu, ia harus segera ditolong... tanpa mempedulikan siapa yang ia hubungi.


tut...


" Halo... Van.... " ucap seseorang itu diseberang sana.


" Mmm...ha..lo... Ee...eerr...to..to...long...in.... guuu... eee..." ucap Vanya terbata-bata,ia tau yang dia hubungi saat ini adalah Erlin sahabatnya,karena sangat mengenal suaranya, tiba-tiba saja ponselnya terjatuh ia tak sanggup lagi untuk berbicara dan...


Brruuukkk....


kini Vanya sudah tak sadarkan diri.


"Astagfirullahalazim.... Vanya.... halo..... " ucap Erlin di seberang sana terlihat panik ketika mendengar suara sahabatnya yang terlihat seperti sedang tidak baik-baik saja,akan tetapi tak ada jawaban dari sahabatnya itu,sementara ponsel Vanya masih dalam keadaan aktif.


" Van... halo... Vanya...?? Lo nggak kenapa-kenapa kan...??? halo...??? ucap Erlin panik, berusaha berbicara pada Vanya, tapi tetap tidak ada sautan dari Vanya,kini Erlin semakin yakin bahwa Vanya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


" Er....,ada apa dengan Vanya...??" tanya Clara yang sekarang sedang bersama Erlin.


" Gawat Ra.... ,,Vanya menghubungiku tapi ucapannya seperti minta tolong..." ucap Erlin, tegang bercampur panik.


" kamu salah dengar kali Er...?? coba kamu hubungi lagi... ucap Clara.


" Enggak Ra... gue nggak mungkin salah dengar,Ra... gue yakin banget kalau Vanya sekarang dalam bahaya...,dan ini ponselnya masih aktif belum dimatiin,tapi kenapa tak ada jawaban...." terang Erlin, tak terasa ia mengeluarkan air matanya.


" Tenang...Er...,jangan panik ok...,sekarang coba kamu hubungi suamimu atau yang lainnya..." ucap Clara memberi saran pada Erlin,sambil menenangkannya.


Flashback On


" Itu akibatnya jika kamu melawan ku dr.Vanya.... ucap dr.Irsyad, Vanya pun juga tak tinggal diam begitu saja, walaupun ia harus menahan rasa sakitnya di bagian perutnya, tapi ia berusaha tetap tegar demi menyelamatkan sahabatnya, meskipun nyawanya yang kini menjadi taruhannya.


Buk.... bukk...


tendangan Vanya ia layangkan ke arah kaki dr.Irsyad yang sedang menyeretnya ke dalam ruangan kosong, alhasil dr.Irsyad pun jatuh tersungkur ke lantai


Bruuukkkk....

__ADS_1


" Arrrghh... " erang dr.Irsyad kesakitan.


" K*ra*g aj*r..., kau berani melawanku...!!! ucap dr.Irsyad sbil memegangi pantatnya yang edang sakit.


" Rasain, kau dr.bre*gs*k....terima pembalasanku... ucap Vanya sambil tersenyum menyeringai, lalu Vanya berbalik badan untuk keluar dari dalam ruangan kosong itu tapi tiba-tiba dari arah belakang...


Pletakkkk..... sebuah bilah kayu dilayangkan di bagian kepala Vanya oleh dr.Irsyad,sontak membuat Vanya terkejut,dan..


" Aarrrgghhh...." erang Vanya kesakitan,seketika* *membuat kepalanya mengeluarkan darah yang bercucuran dari kepala Vanya..


Tes.... tes.... tes....


" Katakan padaku... dimana Aditya dan sahabatmu itu berada...!! " ucap dr.Irsyad dengan nada tinggi sambil mendongkakkan kepala Vanya menggunakan tangannya,lalu mencengkram kuat dagunya kuat-kuat.


" Apapun yang terjadi....,guee nggak akan kasih tau Elo..., sampai kapan pun..." ucap Vanya gemetar,karena sedang berusaha menahan rasa sakitnya.


Plaaaakkkk.....


Sebuah tamparan melayang kearah pipi mulus milik Vanya, ia pun langsung tersungkur ke lantai , sekarang ia sama sekali tak berdaya karena perlakuan dr.Irsyad, karena luka di bagian kepalanya.


" Yaa Allah... kirimkan seseorang untuk menolongku.. aku sudah tidak kuat lagi..." batin Vanya, sambil mengeluarkan air matanya.


" Sudahlah... percuma saja kau berusaha berdiri dokter Vanya...kau tidak akan bisa....,, Kau tunggu disini saja... sekarang juga aku akan pergi ke negara X dengan menyamar dan setelah itu sahabatmu itu akan menjadi milikku selamanya,dan tak akan kubiarkan seorang pun memilikinya, termasuk Aditya.... " ucap dr.Irsyad dengan tatapan tajam,sambil tersenyum menyeringai..., lalu meninggalkan Vanya di ruangan kosong itu seorang diri.


Flashback Off


Sementara itu Aditya kini sudah berada di RS bersama Alex dengan membawa sekelompok polisi untuk mengepung RS..., ya karena mereka telah di beri kabar pada Hans..., jika RS Wijaya sedang terjadi keributan karena ulah dr.Irsyad.., Aditya pun melihat Aldo yang sedang berlari seperti sedang terjadi sesuatu.


" Aldo..., dimana Hans...?? ucap Aditya yang tiba-tiba datang ke RS, bersama Alex.


" tuan Aditya.. ,kenapa anda pulang tuan?"tanya Aldo heran.


" Iyaaa... saya datang kesini bersama Alex,dan kepolisian setempat sudah saya suruh untuk mengepung RS ini,, dan ini demi keselamatan kita bersama Aldo..., apalagi dr.Vanya sudah bertaruh nyawa demi Istriku... " ucap Aditya.


" Kalau begitu... ayo tuan.. sudah tidak ada waktu lagi.... " ucap Aldo, lalu mereka bertiga berlari menuju ruangan kosong yang di maksud oleh Hans, karena Aldo menghubunginya melalui telpon,dan di saat mereka sedang terburu-buru ponsel Aditya pun berbunyi..


" Halo... Mas... ucap Erlin diseberang sana.

__ADS_1


" Halo... Sayang... ada apa..??? kok tumben nggak pakek salam sih...??" ucap Aditya, ia lupa kalau load speakernya on.


" Mas ini penting...!! Vanya dalam bahaya Mas.. dia menghubungiku, dia bilang seperti meminta tolong Mas....,tapi tiba-tiba saja tak ada suara lagi, padahal ponselnya masih aktif..." ucap Erlin diseberang sana, sementara Aditya dan Aldo yang sedang bersamanya hanya salaing tatap dan terkejut dengan apa yang dikatakan Erlin..,sementara telpon sudah dimatikan sebelah pihak oleh Aditya.


Sementara kini Vitalia, Hans, dan Jack masih berjalan menuju ruangan kosong itu, karena memang ruangan itu letaknya cukup jauh dari ruangan-ruangan yang lain, bahkan jarang dari jangkauan orang.


" Permisi..." ucap orang misterius itu dengan santainya melewati Vitalia, Hans, dan Jack, menggunakan jaket penutup kepalanya. seketika Vitalia merasa curiga,lalu berhenti sejenak,dan menoleh ke arah orang misterius itu.


" Orang itu...seperti....??" gumam Vitalia lirih.


" Ada apa..Nona...kenaoa berhenti...?? tanya Hans tapi dihiraukan oleh Vitalia.


" Siapa kau....??!!! teriak Vitalia, menatap kebelakang orang misterius itu.


" Kau.. mau tau siapa saya....???" ucap orang misterius itu malah berbalik tanya, lalu ia berbalik badan, dan membuka kacamata yang ia pakai, dan jaket yang ia kenakan untuk menutup kepalanya


" Kau....!!!!" ucap Vitalia,Hans, dan Jack serempak,dr.Irsyad pun tertawa sinis melihat mereka bertiga.


" Yaa... saya Irsyad... orang yang sudah melukai sahabatmu dokter Vitalia... jangan salahkan aku jika dia akan mati.... " ucap dr.Irsyad sambil tersenyum licik.


" Apa maksudmu...??" ucap Vitalia penuh penekanan sambil menghampiri dr.Irsyad.


" Katakan....dimana dr.Vanya sekarang....!!" tegas Vitalia, lalu menarik kerah kemeja milik dr.Irsyad.


" Dia sedang di dalam ruangan kosong itu... " ucap dr.Irsyad santai,lalu Vitalia sontak melepas cengkeraman kerah kemeja milik dr.Irsyad.., seketika ia berlari menuju ruangan kosong itu dengan penuh kepanikan, sedangkan Hans dan Jack mengikuti Vitalia dari belakang.


" Hei... Jack... tunggu..., kenapa kau mengikutinya..??!!! ucap dr.Irsyad, seketika menghentikan langkah Jack, sedangkan Hans tetap berlari mengikuti Vitalia dari arah berlakang.


" Hmm.. yaa... karena tindakan anda sudah sangat melewati batas dokter Irsyad.., karena itu saya lebih memilih menjadi anak buah seorang yang membela kebenaran, daripada membela anda yang seorang penjahat... " ucap Jack santai,membuat dr.Irsyad murka, dan..


Buukk....


pukulan bogem mentah mengarah ke arah Jack


" K*rang aj*r ..... beraninya kau... " ucap dr.Irsyad tersulut emosi karena perkataan Jack, sedangkan Jack pun kini tersungkur ke lantai lalu terbangun, dan tiba-tiba Aditya datang dari arah berlawanan.


" Ada apa ini...??? " ucap seseorang itu membuyarkan mereka yang sedang berkelahi.

__ADS_1


__ADS_2