
Kecemburuan Aldo
Di Rumah Sakit Wijaya
Terlihat dr.Vanya sedang mengantarkan El ke depan pintu keluar RS,karena Ibu Mirna telah menjeput El, ia tak mau sampai merepotkan Vanya, sementara disisi lain Erlin dan Vitalia sedang masuk ke dalam RS, mereka tak sengaja melihat Vanya dari kejauhan yang sedang berjalan keluar dari RS bersama El dan Ibu Irma.
" Eh Kakak Ipar liat tuh si Vanya mau kemana tuh...,kita kesana yuk Kak..." ucap Vitalia, Erlin pun lalu mengedarkan pandangannya ke arah Vanya.
" Ya sudah yukk... " jawab Erlin menyetujuinya, sementara Ibu Irma sangat berterimakasih pada Vanya,karena sudah membuat cucu-cucunya senang,lalu berpamitan pada Vanya.
" Nak Vanya... Ibu mau pulang dulu ya... terimakasih telah membuat El Dan Neysa senang...apalagi Nak Vanya semalam pasti kerepotan kalau El sama Neysa nginep di rumah kamu, Nak... " ucap Ibu Irma tak enak hati.
" Jangan bilang begitu,Bu....,justru Vanya senang dengan kehadiran mereka...,Karna mereka juga,saya kembali bersemangat kerja lagi Bu... " ucap Vanya sambil tersenyum ramah , lalu cipika-cipiki dengan Ibu Irma,tak berselang lama Erlin dan Vitalia datang.
" Loh.. Ibu Irma mau pulang?? tanya Erlin pada Ibu Irma.
" Iya.. Nak..., kasian El kalau disini malah merepotkan nak Vanya..., ya sudah ya Ibu permisi dulu ya Nak..., Assalamu'alaikum... " ucap Ibu Irma berpamitan lalu masuk ke dalam taxi yang sudah dipesan open Vanya.
" Wa'alaikumsalam.... " jawab Vanya, Erlin,dan Vitalia kompak.
Sementara dari kejauhan nampak seorang Pria tampan yang sedang berteriak memanggil nama Erlin.
" Kak Erlin... " ucap orang tersebut, seketika Erlin menoleh ke arah sumber suara termasuk para sahabatnya,ia bahkan menatap orang itu tak percaya dengan keberadaan adik kandungnya di RS Wijaya.
" Ed... Edward...." ucap Erlin sambil menatap, dan menutup mulutnya yang menganga tak percaya. sedangkan Vanya dan Vitalia hanya saling tatap, lalu mengendikkan bahunya, sontak Erlin langsung berlari ke arah sang Adik,dan memeluknya.
Brukk...
" Astaga Kakak...,seperti anak kecil saja..." ucap Edward.
" Kakak itu kangen banget sama kamu,Dek....,memang kamu nggak kangen sama Kakak..." ucap Erlin ketus.
" Bukan begitu Kak...,Edward juga disuruh kembali ke Indonesia sama Papih,Kak...itu pun mendadak..." ucap Edward lembut, Edward memang bisa berbicara lembut hanya dengan keluarga dan orang terdekatnya saja.
__ADS_1
" Hmmm it's ok....kali ini Kakak ma'afkan..,tapi lain kali jangan diulang lagi..." ucap Erlin pada sang Adik.
" Ok...." jawab sang Adik.
" Oh ya... Edward kenalin ini para sahabat Kakak... , ini dr.Vitalia dia sahabat Kakak sekaligus Adik dari Suami Kakak, alias Adik Ipar,dan yang satunya dr.Vanya, dia juga sahabat Kakak... " ucap Erlin memperkenalkan para sahabatnya.
" Hmmm... ya...,salam kenal dokter,,saya Edward Adik kandung dari Kak Erlin... " ucap Edward dingin.
" Salam kenal juga Ed..., saya Vitalia Adik dari Kak Aditya Suami dari Kakakmu... " jawab Vitalia sambil tersenyum tipis, sedangkan Vanya hanya diam tak menyapa Edward.
" Hmm...ok...." jawab Edward sambil tersenyum ramah.
" Eh Van... kenapa diem aja sih Lo...,disapa kek...?? tanya Vitalia pada Vanya, sambil menyenggol tubuhnya.
" Eh emm.. perkenalkan saya Vanya sahabat dari Kakakmu... " ucap Vanya cuek, sedangkan Erlin dan Vitalia mengernyit bingung dengan tingkah Vanya yang tiba-tiba berubah, sementara Edward tersenyum kecut melihat tingkah dokter yang barusan ia temui.
" Hmm... kita ketemu lagi dokter cantik...,salam kenal.. " jawab Edward dingin sambil mengulurkan tangannya tapi tidak disambut oleh Vanya, sementara Erlin dan Vitalia saling tatap karena bingung dengan perkataan Edward yang seperti sudah sangat mengenal sahabatnya, Edward pun hanya menatap Vanya yang masih diam saja.
" Jangan senang dulu..., kalau bukan karena Erlin, saya tak mau bersalaman dengan anda... " ucap Vanya ketus tapi masih dengan posisi bersalaman, ucapan Vanya membuat Erlin dan Vitalia menganga tak percaya dengan sikap sensitif Vanya terhadap Edward.
" Ok baiklah.. " jawab Edward sambil tersenyum sinis, Vanya pun lalu ingin melepaskan salamannya, tapi tertahan, karena genggaman tangan Edward sangat kencang, sementara Vanya meringis menahan sakit, dan dari kejauhan ada sepasang mata melihat mereka bersalaman, siapa lagi kalau bukan Aldo, Aldo melihat Vanya sedang bersalaman dengan seorang Pria entah mengapa membuat hatinya merasa panas,dan ia pun mengepalkan tangannya lalu berjalan cepat menghampiri mereka, dan...
Buk....
pukulan bogem mentah melayang di bibir Edward sebelah kanan,bahkan sampai membuatnya tersungkur dilantai, sontak membuat Vanya, Erlin, dan juga Vitalia terkejut dengan tindakan Aldo yang tiba-tiba datang menyerang.
" Aldo...., apa-apaan kamu.. " teriak Erlin tak terima, karena sang Adik tiba-tiba dipukul Aldo tanpa sebab.
" Tapi dokter dia..." ucap Aldo terpotong karena mendengar Vanya mengatakan.
" Lo nggak papa kan...??? tanya Vanya sambil berjongkok karena Edward tersungkur di lantai, Edward pun hanya menganggukkan kepalanya tanda tidak apa-apa....lalu ia pun membantunya untuk berdiri,ia merasa iba melihatnya kesakitan,, sedangkan Aldo menatap tajam Vanya dan Edward.
" Do... Lo tuh..." ucap Vitalia terpotong oleh ucapan Aldo.
__ADS_1
" dokter Vanya apa-apaan kamu... " ucap Aldo masih menatap tajam Vanya dan Edward.
" Yang apa-apaan itu anda tuan... datang-datang main pukul saja..., kalau mau bikin rusuh sana di luar jangan di rumah sakit... " tegas Vanya sambil balik menatap tajam Aldo, tapi Aldo terlihat cuek mengabaikan Vanya berbicara.
" Dan Kau jangan sekali-kali menyentuh wanitaku..." ucap Aldo dingin.
" Apaaa...??.wanitamu..?? cih..., atas dasar apa anda berkata seperti itu..,bukan hak anda mengatakan seperti itu pada saya tuan Aldo..." ucap Vanya penuh penekanan,sambil tersenyum sinis.
" Heh heh... heh... kok malah jadi berantem lagi sih.... " ucap Vitalia, berusaha menengahi Vanya dan Aldo yang sedang beradu argumen,sedangkan Erlin hanya memijat pelipisnya saja melihat keduanya lagi-lagi bertengkar ia merasa pusing sedari tadi mendengarkan pertengkaran saja.
" Ya sudah... ayo Ed...,ikut saya... lukamu perlu diobati... " ucap Vanya tiba-tiba menarik Edward untuk ikut dengannya meninggalkan mereka bertiga,dan melewati Aldo yang ada didepannya,sedangkan Edward tersenyum penuh kemenangan menatap Aldo, begitu pula Aldo semakin tersulut emosi karena melihat tingkah Vanya yang sangat perhatian terhadap Pria itu.
" Berhenti...mau kemana kamu, Do...??? tanya Erlin pada Aldo yang akan beranjak pergi, tapi sejenak Aldo menghentikan langkahnya karna di panggil oleh Istri sahabatnya sekaligus Bosnya.
" Dokter saya mau.... ucap Aldo terhenti.
" Ck Aldo..Elo tuh nggak sopan banget...jadi orang...,cemburu sih cemburu, tapi liat kondisi juga dong,Do...."ucap Vitalia.
" Bukan seperti itu Nona muda... " elak Aldo.
" Kalau bukan seperti itu apalagi Do...jelas-jelas wajahmu tersirat jika kamu itu menyukai Vanya..." ucap Erlin.
" Apakah kamu tau perlakuanmu tadi terhadap siapa...?? Pria tadi Adik kandungku Do..." ucap Erlin menjelaskan pada Aldo, sedangkan Aldo terkejut mendengar jika Pria tadi adalah Adik dari Istri Bosnya sekaligus sabahatnya.
" Apaa...??? , Mmm maafkan saya dokter Erlin... saya tidak mengetahuinya jika dia Adik kandung anda.. " ucap Aldo sambil menundukkan kepala merasa bersalah.
" Sudah lah... lain kali jangan memutuskan sesuatu tanpa dipikir panjang..., saya akan bilang pada Mas Aditya jika kamu belum siap untuk menggantikan posisi Mas Aditya sementara waktu...,karena sikapmu yang seperti itu.... " tegas Erlin dingin, lalu pergi meninggalkan Aldo dan Vitalia.
" Hmm dengar tuh Do... ini merupakan pelajaran juga buat kamu...,kalau Lo masih pengen melihat Vanya...elo harus pertahankan itu Do....jangan berbuat ulah lagi.....,dan ingat Do...,kamu sekarang sudah di angkat menjadi CEO di perusahaan cabang,bukan menjadi asisten pribadi Kakak lagi...,jadi Gue berharap jangan sampai Lo menyia-nyiakan semuanya Do...." ucap Vitalia menimpalinya,lalu mengikuti Erlin dari belakang, meninggalkan Aldo sendirian.
" Aaarrghhhh... apa yang aku lakukan.... " ucap Also sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri karena kesal dengan dirinya sendiri yang sudah bersikap bodoh... pikirnya.
...Buat Para Readers jangan lupa Vote, Like, dan Komennya Ya.. Terimakasih.... 🙏🙏...
__ADS_1