Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 134


__ADS_3

Pertengkaran Suami Istri


Betapa geramnya orang yang melihat ke arah Pria yang berada disamping Istrinya, ya orang itu siapa lagi kalau bukan Aditya Bramansta Wijaya. sementara Vanya yang berada di meja yang berhadapan dengan Erlin tersadar jika Aditya melihat ke arah mereka, namun Erlin dan Zaky belum menyadarinya. Aditya yang merasa dilihat oleh Vanya pun memberi kode padanya, agar diam tak memberi tahu jika Dirinya datang dengan tiba-tiba.


" Ehemm..., Kak Gue kaya' nya mau balik deh..." ucap Vanya, sambil melirik ke arah Aditya yang sudah di belakang Erlin dan Zaki, yang belum menyadari kedatangan Aditya.


" Tapi Van..." ucap Erlin terhenti, karena terpotong oleh ucapan Zaki.


" Sudah Kamu disini saja...,temani Aku sebentar..., lagian Kita kan lama nggak ketemu..." ucapnya.


" Tapi.... Zak..."


" Nggak ada tapi-tapian Er..., Oh ya... Kamu bukannya Vanya yang waktu di SMA ya...??" tanya Zaki yang baru menyadari jika sejak tadi Erlin sedang bersama dengan Vanya, Dan Vanya pun menjawab:" Baru sadar ya kalau Aku ini Vanya Sahabatnya Erlin semasa kita SMA..."


" Loh.. sebentar-sebentar.... tapi kenapa Kau tadi memanggil Erlin dengan sebutan Kak..??" tanya Zaky bingung.


" Karena Erlin adalah Kakak Iparku..., Zak..." terang Vanya. sementara Erlin hanya diam menyimak obrolan mereka berdua.


" Maksudmu... Erlin sudah..??, nggak nggak... Kau jangan bercanda Van..." ucap Zaky tak percaya dengan pernyataan Vanya.


" Vanya tidak bercanda Zak..." timpal Erlin dingin.


" Jadi benar Er..., Kamu sudah menikah...??, kenapa Kau diam tak memberi tahuku...." tanya Zaki menyelidik, dengan nada meninggi.


" Yaa... Dia sudah menikah..., dan Aku Suaminya..." sambung Aditya dingin menatap tajam Zaky yang sedang duduk bersebelahan dengan sang Istri, seketika Erlin dan Zaki pun menoleh ke arah sumber suara, sontak Erlin membelalakkan matanya lebar melihat sang Suami yang tiba-tiba sudah berada tepat di belakang tempat duduk nya, begitu pula dengan Zaky yang duduk disebelah Erlin, Ia terkejut melihat kedatangan seorang Pria yang mengaku sabagai Suami dari Erlin.


" Mas.... Aditya..." ucap Erlin terkejut.


" Sayang Dia siapa...??, kenapa Dia duduk bersebelahan denganmu...??" tanya Aditya menyelidik, dan Erlin pun lalu menjawabnya:" Mas.. Dia..." ucapnya terhenti, karena terpotong oleh ucapan Zaki.


" Teman lama semasa SMA..., Tuan...!!" tegas Zaki, membalas tatapan tajam Aditya.


" Dan perkenalkan namaku Zaky..., selamat tuan Kau berhasil merebut Erlin dariku..." sambung Zaki menyindir Aditya.


" Apa katamu...??, merebut..??, bukannya yang merebut itu Anda...??" ucap Aditya dengan penuh amarah.

__ADS_1


" Mas tenangkan dirimu, dan Kau Zaky apa maksudmu berkata seperti itu...??, pleaseee jangan usik keluarga Kami Zak..." ucap Erlin seraya memohon dihadapan Zaki agar tidak mengganggu hubungannya dengan Suaminya.


" Er... tapi Kamu sudah berbohong padaku..." lantang Zaki.


" Itu dulu Zak..., dan Aku sebenarnya tidak menanggapinya serius, Kamu yang terlalu memaksaku..." balas Erlin tak terima dengan yang dikatakan Zaki teman semasa SMA nya.


" Kau dengar bukan jika Istriku saja bilang Kau seorang pemaksa, dan..." ucapan Aditya terpotong oleh ucapan Zaki.


" Dan apa Ha....???, Kau sudah..." ucapan Zaki terhenti karena sebuah pukulan bogem mentah dilayangkan oleh Aditya dengan tiba-tiba.


Buk...


" Arrrgghhh.... " Zaki mengerang kesakitan, sambil memegang pelipisnya yang mengeluarkan darah segar, sementara orang-orang yang berada di kantin membubarkan diri karena ketakutan melihat Aditya yang sedang marah besar, pikir mereka.


" Berani-beraninya Kau mendekati Istriku, Dan memotong pembicaraanku....!!" seru Aditya, berniat akan memukulnya lagi.


" Mas... hentikan...!!!, dan Kau Zaki lebih baik pergi dari sini sekarang juga, atau Aku akan memanggil satpam untuk mengusirmu..." lantang Erlin mencoba melerai pertengkaran antara Zaki dengan sang Suami.


" Tapi Er... Aku..." ucap Zaki terpotong oleh ucapan Erlin yang membentaknya.


" Dengar tidak..., Aku bilang pergi dari sini....!!!" bentak Erlin menggema di sekitar kantin, sambil menunjuk ke arah keluar kantin. Zaki pun akhirnya mengalah dan menuruti perkataan dari Erlin untuk meninggalkan kantin, sementara Aditya hanya diam mematung di tempat, melihat perlakuan sang Istri, lalu Ia pun melangkah pergi meninggalkan Erlin begitu saja tanpa permisi.


" Mas tunggu...!!" seru Erlin lagi berusaha menyamai langkah Suaminya, dan akhirnya Aditya pun menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah belakang.


" Ada apa lagi sih Yang..., jelas-jelas Mas lihat sendiri kalian suap-suapan..." ucap Aditya kesal terhadap sang Istri.


" Apa....??, Kau memfitnahku Mas, padahal Aku tadi menepisnya..." ucap Erlin tak terima dengan ucapan sang Suami.


" Heh... menepisnya...??" balas Aditya meremehkan ucapan sang Istri.


" Yaa..., Aku menepisnya, kalau Mas tidak percaya tanya Vanya.., Dia tahu semuanya.. " balas Erlin.


" Terserah Mas, yang penting Aku tidak berbohong sama Kamu, selama ini Aku sudah pempercayaimu Mas, bahkan Risa datang saja Aku sebetulnya juga begitu emosi melihatnya, kenapa biarin Dia bergelayut manja di tanganmu??, jelas-jelas di depan ada istrimu sendiri, ditambah ada banyak tamu yang melihatnya... " ucap Erlin sambil berjalan di belakang Aditya membuntutinya dari belakang, karena ucapan sang Istri, dengan sekejap Aditya menghentikan langkahnya.


" Jadi..., Kau cemburu...??" tanya Aditya pada sang Istri.

__ADS_1


" Masih tanya lagi..., ya iyalah cemburu masa' enggak sih Mas, harus ya Mas itu gimana kek, jangan diam saja...." jawab Erlin dengan nada ketusnya.


" Terus Kamu menganggap Mas juga tidak cemburu gitu lihat Kanu dekat-dekat dengan Pria yang nggak tahu malu tadi..., Mas juga cemburu Yang...." balas Aditya tak mau kalah berdebat dengan sang Istri. sedangkan semua orang disekitaran RS menatap ke arah mereka yang sedang bertengkar, sementara Vanya yang tadinya membuntuti Erlin dari belakang, Ia tampak berfikir untuk mencari cara agar mereka tidak bertengkar lagi, seketika pula Ia mempunyai ide.


" Terserah Mas deh..., intinya Aku cuma teman dengan Zaki, tidak lebih Mas, lah kalau Mas mencurigakan telpon tengah malam, nggak tau malu banget jadi orang.."


" Erlin jaga bicaramu...!!!" bentak Aditya keras.


" Kenapa Mas...??, Mas Aditya marah sama Aku, Mas sadar nggak sih sedang membentakku...." ucap Erlin sambil menahan sesaknya didada.


" Cukup Erlin....!!" bentak Aditya.


" Kau membentakku lagi Mas...hiks...hikks.. hikss..." ucap Erlin sambil menangis sesegukan.


" Eh... sudah-sudah kalian apaan sih..., kalian tau ini tempat umum dilihat banyak orang, apalagi Kak Aditya direktur RS ini, seharusnya kalian malu dong..." ucap Vanya yang tiba-tiba databg melerai keduanya, sedangkan Erlin dan Aditya hanya diam saja tidak menanggapinya, laku Vanya pun mencoba menenangkan Kakak Iparnya yaitu Erlin dengan berkata:" Sudah Kakak Ipar jangan nangis lagi..." ucap Vanya sambil mengusap punggung nya untuk menenangkannya.


" Tapi Van..., Mas Aditya membentakku...., Dia ngebelain Perempuan itu..." ucap Erlin tak terima sang Suami yang membentaknya.


" Aku nggak ngebelain siapa-siapa Erlin....!!" ucap Aditya dengan nada meninggi.


" Stopp...!!, sekarang gini..., daripada saling menyalahkan lebih baik kalian instropeksi dulu deh, jangan mementingkan ego kalian masing-masing...., kalian sudah jadi orang tua loh..., apa kalian nggak kasihan dengan Baby Daffa melihat kelakuan Mommy sama Daddy nya bertengkar seperti anak kecil... " celoteh Vanya, memberi teguran pada kedua pasangan Suami Istri tersebut. sementara kedua pasangan tersebut habya diam saja berusaha mencerna kata-kata Vanya, sedetik dua detik, Erlin pun membuka suaranya.


" Terserah deh..., pusing Aku tuh..." ucap Erlin, lalu melangkah pergi meninggalkan Aditya Dan Vanya.


" Erlin mau kemana Kamu...??, jangan menghindar Erlin..!!" tegas Aditya, membuat Erlin menghentikan langkahnya, Dan berkata:" Aku nggak menghindar Mas.., tapi Aku mau kerja..., Mas tahu bukan ini di RS...., jadi tolong jangan menghentikanku lagi..!!" balas Erlin dengan penuh penekanan, lalu melepaskan tangan sang Suami yang mencekalnya, dan pergi meninggalkan Aditya yang hanya diam mematung di tempat, sedetik dua detik Aditya pun berinisiatif mengejarnya, sayangnya dicegah open Vanya.


" Erlin tunggu..." teriak Aditya pada sang Istri yang mulai menjauhinya.


" Stop Kak..., biarkan Kakak Ipar pergi..., Dan yaa Aku disini bukan berarti membela siapapun, Aku disini hanya menengahi kalian..., coba fikirkan lagi dengan kalian ribut apa bisa menyelesaikan masalah??, tidak kan Kak..., yang penting Vanya Sudan mengingatkan kalian... " ucap Vanya lalu pergi meninggalkan Aditya yang hanya diam saja dengan pikirannya sendiri.


********


Waduhhh Pelakor sama Pebinor sudah bermunculan nih...., lantas bagaimana dengan kisah selanjutnya...??, Dan di Episode yang akan datang, Author akan kembali bahas antara Aldo, Vanya, Edward, dan juga Laras, hmm ada apakah gerangan di antara mereka...??


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


Sambil menunggu Author update, mampir yuk ke novel teman Author



__ADS_2