Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 68


__ADS_3

Bertaruh Nyawa Demi Sahabat


 " Kenapa kamu hanya diam saja dr.Vitalia...?? apa kamu takut...?"  ucap dr.Irsyad tersenyum menyeringai,dan masih menodongkan pisau ke arah sahabatnya. Sementara dr.Vanya kini menahan rasa sakitnya karena ulah dr.Irsyad yang menodongkan pisau ke arahnya,sambil mencengkram kuat tangannya kebelakang.


 " Vita... tolongin guee..." teriak Vanya pada Vitalia meminta tolong,untuk membantunya.


 " Diam kamu....!!!" bentak dr.Irsyad pada Vanya,yang sejak tadi ia berusaha melepaskan diri, tapi tak kunjung bisa melepasnya.


sedangkan Vitalia ia hanya diam dan berusaha berfikir,tapi entah kenapa pikirannya tidak bisa berfikir jernih,karena melihat sahabatnya yang kini menjadi tawanan dr.Irsyad...,


 " Gue harus hubungi Hans sekarang juga..." gumam Vitalia,lalu mengambil ponselnya di dalam jas kebesarannya,sambil menatap iba pada sahabatnya yang kini sedang dalam bahaya,ia langsung memencet tombol untuk menghubungi Hans,agar datang untuk membantunya.


Sedangkan dr.Vanya sudah dibawa kabur oleh dr.Irsyad,yang kini nyawanya sedang menjadi taruhan.


 " Halo Hans... tolongin gu..." ucap VItalia terhenti, karena tiba-tiba saja ada yang membekapnya dari belakang,sedangkan ponsel Vitalia terjatuh ke lantai,tapi masih dengan kodisi aktif..,sementara perawat yang bersama Vitalia,dia sudah pergi dari tempat kejadian,untuk segera menuju tempat perawatan Aldo,dan  menghubungi pihak kepolisian secepatnya,pikirnya.


 " Halo... Nona Vitalia.... Halo...."  ucap Hans di seberang telpon tapi tak ada jawaban,kini Hans sedang berada di ruang perawatan Aldo,sontak membuat Aldo dan Ibu Mirna yang sedang menunggu sang anak,mengerutkan keningnya, bingung.


 " Ada apa Hans..??" tanya Aldo penasaran, tapi belum sampai Hans menjawab ada seorang perawat yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Aldo tanpa permisi.


 " Brraaakkk....


Sontak membuat semua yang ada di dalam ruangan Aldo pun terkejut.


 " Tu...tuan... tuan Aldo maafkan saya jika saya lancang masuk ke ruangan anda, tapi ini penting..." ucap perawat itu cemas.


 " Kenapa Sus...??? kenapa anda cemas...???" tanya Aldo pada perawat tersebut.


 " Tuan.... gawat... di depan ada keributan...,kami tenaga medis kebingungan karna ulah dr.Irsyad,yang telah membuat keributan tersebut,dan terpaksa kami menunda jam operasional RS, tuan" ucap perawat itu.


" Maksudmu...???


" maksud saya tuan Irsyad membuat kegaduhan di RS,tuan Hans... dan sekarang dr.Vanya dalam bahaya,beliau disekap oleh dr.Irsyad, akan tetapi dr.Vitalia berusaha menolongnya..." ucap perawat itu menjelaskan,sontak membuat mereka terkejut,dengan apa yang sudah dikatakan perawat tersebut.


 " Apaaa....???." ucap mereka bersamaan, tersentak kaget.

__ADS_1


" Aldo...,bagaimana ini,Nak Vanya sekarang dalam bahaya... " ucap Ibu Mirna panik.


 


" Tenangkan dirimu Bu..., saya berjanji dr.Vanya tidak akan kenapa-kenapa... " ucap Aldo menenangkan Ibunya,lalu ia bertanya pada Hans.


" Bagaimana bisa.. Hans..?? bukannya kamu sudah memperketat keamanan RS,seperti yang di suruh bos,Hans...??


 " Benar..Do... tapi gue juga tak mengetahui, bahkan anak buahku juga tak ada yang menghubungiku.


 " Tapi buktinya mereka berhasil mengalahkan para pengawal yang menjaga RS ini tuan..." ucap perawat tersebut menyela obrolan Aldo dan Hans,sontak membuat mereka tercengang,karena tanpa mereka duga akan terjadi seperti ini,bahkan Hans sudah meminta Aditya untuk mengirimkan anak buahnya dan anak buah Alex yang ada di negara X...,tapi anak buah mereka tak ada satupun yang mampu mengalahkan dr.Irsyad,karena senjata ampuhnya yaitu suntik mati..,sedangkan anak buah dr.Irsyad hanya tersisa satu orang saja,dia yang bernama Jack, dan yang lainnya sudah ditumbangkan oleh anak buah Aditya dan Alex.


Sementara di lorong RS,yang berada di dekat  ruang IGD, kini sedang terjadi perkelahian,antara dr.Vitalia dengan salah satu anak buah dr.Irsyad,yang bernama Jack. Ya seseorang yang membekap Vitalia adalah Jack,Vitalia tak menyerah begitu saja, akhirnya ia berhasil melakukan perlawanan,dan alhasil sekarang keadaan menjadi berbanding terbalik, menyerang anak buah dr.Irsyad tersebut.


Vitalia lalu berbalik badan,dan memelintir tangannya kearah ke belakang,dan


" Kreekkk....


" Arrrggghhh... " teriak Jack, kesakitan.


" heh.. ternyata cuma segini saja kekuatan anak buah dokter sialan itu..." ucap Vitalia lalu menghempaskan tubuh Jack,ia pun tersungkur berusaha bangkit kembali, sedangkan Vitalia menatap tajam ke arah Jack,dengan tersenyum menyeringai,ia pun berbalik badan berniat meninggalkan Jack begitu saja,akan tetapi anak buah dr.Irsyad itu juga tidak tinggal diam begitu saja,seketika ia berlari menghampiri Vitalia,untuk melawannya, dan


" Sreeettt....


seketika tendangan yang dilayangkan oleh Jack berhasil dicekal dengan tangan Vitalia,dan ia pun berbalik badan. Jack pun tersentak kaget melihat kemampuan Vitalia, ia berusaha melepaskan satu kakinya yang ia layangkan ke arah Vitalia.sedangkan Vitalia berkata, dan menatap tajam


" Kau berani melawanku...!!! " ucap Vitalia, dan..


Buk... buk.....


dua kali tendangan ia layangkan ke arah k*m*l*an Jack...,, seketika mata Jack terbelalak, menahan sakit, karena tendangan Vitalia yang cukup keras.


" Auuuchhh...su..sud..dah... ***..kuo.. Non...naa... dok..ter..." ucap Jack terbat-bata meringis kesakitan, dan memohon ampun pada Vitalia, Vitalia hanya menatap tajam ke arah Jack.


" Cuma segitu saja kemampuanmu.., apa mau lagi... ???ha...." ucap Vitalia penuh penekanan.

__ADS_1


" Maafkan saya Nona... " ucap Jack bertekuk lutut meminta maaf pada Vitalia,sontaknya terkejut dengan perilaku Jack.


" Maaf katamu...?? cih... , kalau kau ingin maaf dariku, kau harus membantuku... " ucap Vitalia sinis.


" Ap.. apa Nona..., saya berjanji akan membantumu...


" Bagus..., kau harus membantuku melepaskan sahabatku Vanya dari dokter sialan itu sekarang juga.... " tegas Vitalia.


sedangkan para tenaga medis yang lainnya tercengang karena melihat dokter cantik yang mahir dalam hal berkelahi, siapa lagi kalau bukan Vitalia, Ya mereka kagum karena aksinya yang memukau, membuat musuh bertekuk lutut padanya.ia memang sejak dulu sudah pandai dalam hal bela diri, bahkan bukan hanya Vitalia saja yang pandai dalam hal bela diri, para sahabatnya pun juga.


" Wahhh... hebat.. dokter Vitalia..." ucap salah satu tenaga medis yang berada di dekat kejadian,bahkan ada juga yang iri dengan ketangguahan dokter Vitalia.


" Jack kau harus ikut denganku sekarang..., Vanya dalam bahaya..., dokter sialan itu berhasil membawa Vanya kabur...


" Baik Nona...,tapi sepertinya dokter Irsyad masih di sekitar sini Nona.... " ucap Jack yang kali ini berbanding terbalik menuruti perintah dari Vitalia.


" Apaa...?? kau bisa mengetahui??


" Iyaa Nona...,, karena jam ini..., menandakan dr.Irsyad masih berada di sekitar kita Nona... " ucap Jack menjelaskan pada Vitalia.


sementara Hans berlari cepat menyusuri lorong RS, ia melihat Vitalia sedang bersama seseorang,lalu berniat menghampiri ke arah mereka.


" Nona Vitalia... " teriak Hans dari arah berlawanan


" Hans...., kamu kemana saja.., aku sedari tadi mencarimu... " ucap Vitalia menatap ke arah Hans.


" Saya di ruangan Aldo Nona..., dan saya diberi tahu salah satu perawat, katanya ada keributan di RS ini" ucap Hans.


" Hmmm... benar Hans.. dan tadi dr.Irsyad kesini,ia berhasil merangsek masuk ke RS Wijaya.. , dan sekarang Vanya dalam bahaya, dia berhasil membawanya kabur..., aku tak bisa berbuat apa-apa Hans.. karena ia mengancam akan membunuh Vanya jika kita melawan dan tidak memberi tahu keberadaan kakak dan kakak iparku" ucap Vitalia lemas, ia benar-benar tak mampu berkata-kata lagi, karena melihat sahabatnya dalam bahaya.


" Apaaaa.....?? ucap Hans terkejut.


" Jadi ancaman itu benar..Nona...,dr.Irsyad tidak main-main dengan ucapannya" ucap Hans.


" Benar Hans... ia tidak main-main dengan ucapannya,, tapi tenang saja Hans...,dia masih di sekitaran RS ini, karena orang ini yang akan membantu kita..." ucap Vitalia menjelaskan pada Hans.

__ADS_1


" Siapa dia...??" tanya Hans pada Vitalia, sedangkan Jack hanya diam menyimak pembicaraan antara Vitalia dan Hans.


" Dia anak buah dr.Irsyad, akan tetapi sekarang dia sudah menjadi anak buahku" ucap Vitalia, sontak membuat Hans tercengang, ia tidak bisa berfikir bagaimana bisa,Vitalia dalam sekejap menjadikan anak buah musuh menjadi anak buahnya sendiri.


__ADS_2