Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 64


__ADS_3

Ibu Kandung Aldo


Kini Vanya sedari tadi masih setia menunggu Aldo..., sebenarnya Vanya juga sudah merasa bosan, jika hanya harus menunggu saja..., ia hanya menatap intens wajah Aldo yang sedang terlelap dalam tidurnya, dalam hatinya ia berkata...


" Ternyata tuan Aldo cakep juga ya... tapi sayangnya bukan tipe gue... " batin Vanya diam-diam menatap Aldo,sambil bertopang dagu di samping ranjang. tib-tiba saja dia dikejutkan dengan kedatangan Ibu Irma..


Ceklek...


seketika suara pintu itu berhasil membuyarkan lamunan Vanya, ia pun menoleh ke arah sumber suara.


" Assalamu'alaikum.... ucap Ibu Irma.


" Wa'alaikumsalam.....


" Loh... Ibu Irma... ?? " ucap Vanya terkejut dengan kedatangan Ibu Irma.


" lohh nak Vanya kenapa disini....?? bukannya kamu harus kerja nak....?? ucap Ibu Irma sambil berjalan ke arah Vanya.


" Iyaa Bu.. tapi hari ini Vanya masuk malam lagi..seperti kemarin.... " ucap Vanya sambil menghampiri Ibu Irma,lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman,dengan mencium tangan Ibu Irma.


" Lohh.. kalau kamu masuk malam.. kenapa kamu masih disini,Nak...?? " ucap Ibu Irma sambil mendudukkan pantatnya di sofa.


" Kan Vanya sudah berjanji sama Ibu..., bahwa saya akan menjaga tuan Aldo... " ucap Vanya ramah, lalu ikut duduk disebelah Ibu Irma.


" Yaa Allah... sungguh kamu ini wanita yang sangat baik Nak..., terimakasih banyak ya Nak...., Ibu jadi sungkan sama Nak Vanya... " ucap Ibu Irma tulus, sambil memegang tangan Vanya.


" Enggak kok Bu... , Vanya nggak merasa direpotkan... " ucap Vanya tersenyum ramah.


" Oh iyaaa... ini kebetulan Ibu bawa bekal untuk Kalian... " ucap Ibu Irma sambil membuka bekal yang ia bawa,dan menatap sekilas sang Putra terbaring di atas ranjang RS.


" Aduh.. Bu... kenapa repot-repot sih Bu... jadi nggak enak nih... " ucap Vanya yang merasa sungkan.


" Enggak Nak..., Ibu juga nggak merasa direpotkan kok... jadi Nak Vanya tenang saja... " ucap Ibu Irma,sambil menghampiri ranjang putranya.


" Oh iya... Nak.. bagaimana keadaan putraku...?? tanya Ibu Irma, yang kini sudah duduk di samping ranjang Aldo.


" Alhamdulillah... tuan Aldo sudah ada perkembangan yang pesat kok Bu..., bahkan tadi juga sudah sadarkan diri... , dan sekarang tuan Aldo sedang tidur, Bu... karena tadi tuan Aldo saya suruh untuk istirahat... agar segera pulih... " ucap Vanya panjang lebar.


" Alhamdulillah.... syukurlah kalau begitu... ucap Ibu Irma, dan kini Vanya baru sadar Ibu Irma ke rumah sakit sendirian tanpa El, ia pun bertanya...


" Bu... ,, El... kemana... ?? kok nggak diajak...?? " tanya Vanya pada Ibu Irma.


" Dia sedang dirumah Nak.. , dia sedang bermain sama kakaknya,karena El juga masih kecil Nak... jadi mau Ibu bawa kesini juga mikir-mikir...

__ADS_1


" Kakak... " ucap Vanya.


" Iyaaa.... Nak... , ada Kakaknya yang menjaga El dirumah... " ucap Ibu Irma.


" Hah.. jadi tuan Aldo sudah mempunyai dua anak..?? batin Vanya, tak percaya dengan apa yang sudah ia dengar.


" Kenapa Nak...?? kenapa Nak Vanya hanya diam saja... ?? tanya Ibu Irma.


" Ehh... enggak kenapa-kenapa kok Bu... ,Vanya hanya kelelahan saja... " ucap Vanya sopan, sambil tersenyum ke arah Ibu Irma.


" Kalau Nak Vanya capek..., biar Ibu saja yang menjaga Aldo... Nak... " ucap Ibu Irma pada Vanya memberi pengertian.


" Tapi Bu... nanti Ibu Irma kecapekan... dong Bu... ?? ucap Vanya.


" Enggak kok Nak... ,Lagian ini juga sudah tugas Ibu...,kamu tenang saja... Ibu bisa menjaga anak Ibu sendiri kok.. " ucap Ibu Irma sambil tersenyum ramah.


" Emm... yasudah deh.. kalau begitu..., Vanya permisi dulu ya Bu.... " ucap Vanya sambil berdiri dari duduknya.


" Eh.. tunggu dulu Nak..., sebelum kamu pergi ini Ibu bawakan bekal yang tadi Ibu bawa..." ucap Ibu Irma sambil menyiapkan bekal yang ia bawa untuk diserahkan sebagian pada dr.Vanya.


" Tapi Bu... ini kan punya tuan Aldo.. Bu... " tolak Vanya.


" Enggak Nak... , Ibu tadi kan sudah bilang kalau Ibu bawa bekal buat kalian kan... " ucap Ibu Irma sambil menyerahkan bekal pada Vanya.


" Hmm baiklah kalau begitu Bu...,Vanya akan membawa bekal Bu Irma... " ucap Vanya sambil menerima bekal yang Ibu Irma bawa.


" Iyaa Bu.... ,, kalau begitu saya permisi dulu ya Bu...,Assalamualaikum.... " ucap Vanya lalu mencium punggung tangan Ibu Irma.


" Wa'alaikumsalam..... ,, hati-hati di jalan ya Nak.... ucap Ibu Irma.


" Iya Bu..... " jawab Vanya lalu membuka knop pintu untuk keluar ruangan. setelah ia keluar dari ruangan tempat Aldo di rawat ia dikejutkan dengan Vitalia yang berada di depan pintu ruangan tempat Aldo dirawat.


" Dorrr.... " gertak Vitalia dibalik pintu.


" Astagaaa Vita..... " ucap Vanya terkejut melihat sahabatnya yang berada di balik pintu.


" Hehehehe maaf.... kaget ya.... ucap Vitalia terkekeh geli karena berhasil membuat Vanya terkejut.


" Enggak... !!??, sudah tau kaget masih saja nanya...." ketus Vanya.


" Hehehehh.... iyaaa maaf... " ucap Vitalia sambil nyengir kudu, seperti orang yang tak bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan.


" Lagian ngapain Lo disitu...?? kenapa nggak masuk saja... ?? tanya Vanya menyelidik.

__ADS_1


" Sebenarnya tadi hanya lewat saja sih.. tapi karena kak Aditya telpon gue ya sudah gue disini..." jelas Vitalia.


" Hemm gitu... ucap Vanya malas.


" Yess dong...,, Eh... Van..., tadi keluarga gue sudah kesini belum ya...?? tanya Vitalia pada sahabatnya, sambil menyenderkan tangannya di atas bahu Vanya.


" Belum...,, tapi tadi hanya Ibu kandung tuan Aldo saja yang datang kesini... " jawab Vanya.


" Ibu kandung tuan Aldo??? maksud Lo...?? tanya Vitalia tak percaya.


" Iyaaa....., Ibu kandungnya tuan Aldo yang datang kesini... " jelas Vanya.


" Lo... yang benar saja Van..., Lo nggak bohong kan...?? " ucap Vitalia tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya.


" Astaga Vitalia.. ngapain gue bohongin Lo... lagian kenapa sih.. kok kaget gitu... ?? tanya Vanya heran pada Vitalia.


" Karena selama Aldo menjadi asisten pribadi kak Aditya, sampai ia menjadi seorang Ceo di perusahaan cabang, ia menyembunyikan identitas keluarganya Van...,... " jawab Vitalia. Vanya pun hanya menatap tak percaya apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.


" Apaaa...??? " tanya Vanya bingung.


" Tapi memang kenyataannya begitu Van.. , dia seperti menyembunyikan sesuatu dari kami..., Entahlah... karena apa.. kami juga tak tau... " ucap Vitalia. Vanya pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja tanda mengerti.


" Kalau begitu ada kemungkinan juga dong El dan kakaknya itu adalah anak dari tuan Aldo...??batin Vanya,yang entah kenapa hatinya terasa sakit, jika teringat apa yang dikatakan oleh Ibu Irma tadi.


" Kenapa gue jadi khawatir sih.... emangnya dia siapa.. ?? bagiku dia itu nggak penting... " ucap Vanya sambil memijit pelipisnya. Vitalia pun heran dibuatnya, karena sedari tadi Vanya hanya diam dengan tatapan kosong,


" Heeh.... Van... kenapa sih Lo...?? kok diem..?? tanya Vitalia heran, sambil memukul pundak Vanya.


" Hmmm... enggak cuma capek saja... " ucap Vanya, lalu ia pergi meninggalkan Vitalia yang berdiri sendiri.


" Ck... kebiasaan Lo.... ninggalin gue.. gumam Vitalia.


tiba-tiba ketika Vanya berjalan menyusuri lorong RS, ponsel yang berada didalam saku snelinya berbunyi...


Dreett.. dreettt... dreettt....


" Halo.... Assalamu'alaikum.. " ucap Vanya tapi salamnya diabaikan oleh si penelpon.


" dr.Vanya... cepat katakan dimana keberadaan dr.Erlin sekarang juga....,atau kau akan ku culik dr.Vanya...??? " ucap orang misterius dengan sangat lantang.


" Apaaa....?? Siapa ini.....?? " tanya Vanya kebingungan, dengan siapa ia berbicara.


" Jangan pura-pura tak tau, dr.Vanya... kau pasti mengenalkan suaraku kan... " ucap si penelpon misterius itu.

__ADS_1


" Kau ini sebenarnya siapa... berani-beraninya kau mengancamku...!!! " tegas Vanya., tetapi tiba-tiba sambungan telpon pun terputus, karena dimatikan sebelah pihak oleh si penelpon misterius itu.


" Sebenarnyaaa siapaa dia....??? suara itu seperti.... ucap Vanya tertahan.


__ADS_2