Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 108


__ADS_3

Sementara Vanya kini sedang di ruang Perawatan Ibu Irma, dilihatnya Ibu Irma ternyata sedang tidur. Vanya pun lalu duduk di sebelah Ibu Irma untuk menemaninya.


" Bu... maafkan Vanya Bu.., Vanya belum bisa membawa tuan Aldo kesini... " gumam Vanya pelan, sambil memegang tangan Ibu Irma, akan tetapi tiba-tiba saja Ibu Irma mengigo tidak jelas, dengan berkata: " Aldo... tolong jangan tinggalkan Ibu Nak..."


Sontak membuat Vanya terkejut dengan perkataan Ibu Irma yang sedang mengigo.


" Bu Irma.. Bu... " ucap Vanya berusaha menyadarkan Ibu Irma yang sedang mengingo.


" Aldoooo.... " teriak Ibu Irma terbangun dari tidurnya, seketika membuat Vanya terperanjat.


" Ibu Irma..., Ibu nggak kenapa-kenapa kan..??, ini diminum dulu Bu..." ucap Vanya pada Ibu Irma yang terlihat panik, lalu Ia pun menerima minuman dari Vanya, dan meminumnya.


" Nak Vanya..., Kamu sudah datang Nak...?? tanya Ibu Irma pada Vanya, dan Vanya pun menjawab: " Iyaa.. Bu..., maafkan Vanya ya Bu..., Vanya baru datang... " ucapnya.


" Tak apa Nak..., justru Ibu yang seharusnya minta maaf sama Kamu..., karena Ibu selalu saja merepotkanmu..." terang Ibu Irma, sambil memegang tangan Vanya, dan Vanya pun lalu menjawab: " Bu..., sudah berapa kali Vanya bilang sama Ibu..., jangan pernah berkata seperti itu lagi sama Saya, Bu... " ucapnya sambil membalas genggaman tangan Ibu Irma padanya.


" Terimakasih ya Nak..., Oh ya..., anak-anak kemana...?? tanya Ibu Irma pada Vanya.


" Bu... anak-anak.., sekarang sedang di rumah Vanya Bu..., biarkan mereka ikut dengan Vanya untuk sementara waktu... " jawab Vanya tulus, dan Ibu Irma pun berkata: " Kamu memang sangat baik, Nak... disaat sang Ayah disibukkan dengan pekerjaan dan Wanitanya, mereka sangat membutuhkannya.


" Nak Vanya..., Ibu minta tolong sama kamu.. jaga baik-baik cucu-cucuku yaa Nak..., kalau bukan Ibu minta tolong sama Kamu, lantas dengan siapa lagi...??, dan Ya.. sehabis ini Ibu minta Kamu pulang saja..., biarkan nanti suster Dina yang menemaniku.., karena tadi dokter Erlin berpesan, jika nanti malam Suster Dina ada jadwal jaga malam, sehingga bisa menemaniku, Nak..." terang Ibu Irma.


" Oh... begitu..., tapi Ibu Irma nggak apa-apa kan jika Vanya pulang ke rumah..??" tanya Vanya memastikan.


" Iyaaa tidak apa-apa Nak..., justru Ibu sangat khawatir dengan anak-anak yang malah mencarimu... " ungkap Ibu Irma.


" Iyaa deh Bu...., kalau begitu Vanya pamit dulu yaa Bu..., hari sudah hampir petang..., nanti kalau ada apa-apa hubungi Vanya yaa Bu..." ucap Vanya lalu berpamitan dengan Ibu Irma.


*****


Sedangkan Erlin kini sudah sampai di depan ruang direktur utama RS.Wijaya untuk menemui sang Suami, tanpa berfikir panjang Ia langsung masuk begitu saja, karena baginya itu adalah ruangan milik Suaminya, jadi Dia bebas untuk keluar masuk.


Ceklekkk...

__ADS_1


" Mas... " panggil Erlin dibalik pintu, dan Aditya yang sedang disibukkan dengan pekerjaannya pun lalu menatap ke arah sumber suara.


" Sayang.., sudah selesai pekerjaannya...?? " tanya Aditya pada sang Istri yang kini menghampirinya. Dan Erlin pun menjawab: " Sudah... Mas.." jawabnya ketus.


" Emm Mas..., Aku mau ngomong penting banget sama Kamu...." sambung Erlin. Aditya pun lalu berdiri menghampiri sang Istri yang masih berdiri di depan meja kerjanya dengan bersedekap dada, seeprti sedang kesal terhadapnya.


" Memangnya Istriku yang cantik ini mau ngomong apa sih..??, kok sepertinya Istriku ini sedang marah..., ada apa katakan padaku..??, hemm.... " tanya Aditya heran dengan sang Istri yang terlihat seperti sedang menahan amarahnya.


" Mas... apa benar Aldo mempunyai Kekasih..??, tapi kok Mas Aditya nggak pernah cerita soal Aldo sih..?


" Maksudmu apa sih Sayang..., datang-datang bukan bertanya testing Suaminya.., Eh ini malah ngurusin orang lain... " ucap Aditya tak terima pada sang Istri.


" Isshh ck... bukan waktunya buat bercanda Mas... , kali ini Aku serius..., gara-gara Aldo juga kan Vanya sampai seperti sekarang... " terang Erlin, membuat sang Suami bingung.


" Lohh... memangnya ada apa Yang...??, kalau setahuku Aldo tak mempunyai Kekasih.." tandas Aditya.


" Mas... tadi pagi itu El sama Neysa kesini.., mereka ke RS untuk menemui Vanya... " ucap Erlin.


" Lalu...???


" Apaa...??, maksudmu apakah Aldo menerlantarkan keluarganya, begitu Yang...??


" Hmm yaa begitu lah..., Kamu tahu nggak Mas..., Erlin sempat diceritain sama Ibu Irma jika Aldo seperti itu sudah lama.., semenjak kepulangan Kekasihnya dari luar negeri, Aldo sangatlah berbeda.., itu pun sebelum kita saling mengenal..." terang Erlin.


" Apa...ku*rang aj*r sekali Kau Do...., berani-beraninya tidak terus terang ke pada Kami..." ucap Aditya mulai tersulut emosi.


" Makanya Mas... Aku tak terima saja Mas..., jika Vanya disakiti hatinya... meskipun Dia belum mengungkapkan isi hatinya secara langsung.., tapi dari tatapan matanya, dan dari perilakunya terhadap Ibu Irma, dan anak-anak memang sepertinya Vanya mencintai Aldo... " sambung Erlin.


" Ya sudah.., Sayang tenang saja..., serahkan semua sama Mas..., biar nanti Mas yang akan bicara dengan Aldo.., agar dia sadar bahwa dia telah menyakiti hati banyak orang... " ucap Aditya lalu memeluk sang Istri, dan dibalas oleh Erlin.


*****


Di Kediaman Keluarga Ferarri

__ADS_1


Hari pun sudah semakin larut malam kini terlihat El dan Neysa sedang duduk termenung menunggu Bunda dokternya di ruang keluarga.


" Kak..., kok Bunda nggak datang-datang yaa..??, Bunda dokter kemana sih...?? tanya El pada sang Kakak.


" Dek... sabar yaa.., Bunda dokter mungkin sedang di RS buat jagain Nenek..., kan Nenek sedang sakit... " ucap Neysa berusaha memberi pengertian pada sang Adik. tiba-tiba saja ada seseorang yang menyela obrolan antara Adik dan Kakak tersebut, dengan berkata: " Lohh..., anak-anak... kalian disini...??" ucap Ferdi, bingung mengapa anak-anak itu kembali lagi ke rumahnya. Ya orang itu adalah Ferdi Kakak angkat dari Vanya.


" Iyaa Om..., kami disini sudah sejak tadi... " jawab Neysa.


" Benar Fer... mereka kesini sudah sejak tadi..., Vanya menitipkan anak-anak lucu ini ke rumah kita...


" Oma..., Bunda dokter kok lama sekali sih..., El sudah kangen dengan Bunda dokter..., hikss... hikss.. ucap El yang tiba-tiba menangis, merengek menanyakan Bunda dokternya.


" Lohh.. El jangan menangis lagi ya... sebentar lagi Bunda dokter datang kok... " ucap Valen pada El, lalu menggendong El.


" Benar ya Oma...??


" Benar Sayang..., oh iya... ya sudah dari pada kalian bengong disini mending ikut sama Oma ke ruang makan, untuk makan malam okey... " ucap Valen, dan mendapatkan anggukkan dari El dan Neysa, dan kini seluruh keluarga Ferarri sedang menikmati makan malamnya tanpa adanya Vanya.


Tak berselang lama.. Vanya pun akhirnya sudah sampai rumah.. Ia bahkan langsung masuk begitu saja, karena memang pintu depan terbuka.


Tap.. tap.. tap...


Vanya berjalan cepat masuk ke dalam rumah, karena memang Vanya sangat mencemaskan El dan Neysa, Ia berfikir jika anak-anak pasti sedang menunggunya, dan ketika Vanya akan menaiki tangga semua mata tertuju ke arah Vanya, dan tuan Ferarri pun lalu memanggil Putrinya.


" Vanyaa... berhenti... " teriak sang Daddy pada Putrinya, seketika Vanya pun menghentikan langkahnya, dan menoleh ke arah sumber suara, ternyata sang Daddy yang telah memanggilnya, dilihatnya seluruh keluarga sedang makan malam, Vanya mengurungkan niatnya untuk ke lantai atas, lalu menghampiri mereka di meja makan. dan Vanya pun mendudukkan pantatnya di sebelah El dan Neysa, lalu berkata: " Maaf... Vanya tak tahu jika kalian ada disini..., El.., Kak Neysa maafin Bunda yaa.., Bunda terlambat pulang... " ucapnya sambil mengusap-usap rambut El dan Neysa.


" Iya Bunda nggak apa-apa...., El sama Kak Neysa tahu kok pasti Bunda sedang sibuk merawat Nenek... " jawab El


" Benar Bunda..., justru Neysa minta maaf jika merepotkan Bunda..." sambung Neysa, dan seketika Vanya yang tadinya moodnya sedang tidak baik, kini berubah menjadi baik, karena ucapan El dan Neysa membuat hatinya tenang, Ia pun lalu tersenyum terharu ke arah anak-anak, dan berkata: " Kamu bilang apa sih Kak Ney..., justru Bunda tidak merasa direpotkan kok.., ya sudah.. cepat habiskan makanan kalian... " ucapnya.


" Tapi Bunda..., El mau disuapi sama Bunda saja... "


" Hehehe..., Iyaaa Sayang... dengan senang hati.., Bunda akan menyuapimu... " jawab Vanya, lalu mengambil piring milik El dan menyuapkan makanan ke arah El. sementara keluarga yang lain yang melihat interaksi Vanya hanya menatap kagum dengan sikapnya yang ramah terhadap anak-anak.

__ADS_1


**** Selamat Membaca****


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite, Trimakasih 🙏🙏


__ADS_2