Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 137


__ADS_3

Pengakuan Tuan Ferdinan


Sementara di ruang operasi Laras sedang mengalami kritis karena kehilangan banyak darah, sedangkan detak jantung Edward setelah habis operasi malah makin tidak beraturan, Vanya sebagai salah satu dokter bedah yang menangani mereka tampak sedang bekerja sekeras mungkin, walaupun Ia sendiri sebenarnya tak mampu untuk melihat orang-orang kesayangannya harus Ia tangani sendiri di meja operasi.


" Mas... please bertahanlah demi Aku dan anak-anak..." ucap Vanya sambil memegangi denyut nadinya yang mulai melemah.


" Sus... tadi sudah diberikan obat penenang bukan??" tanya Vanya melemas.


" Sudah, dok... tapi justru detaknya menjadi tak beraturan..." jawab sang Suster.


" dokter Vanya..., tuan Edward sepertinya sudah sadarkan diri, tadi sempat menggerakkan tangannya, dok.. " ucap salah satu teman sejawatnya.


" Alhamdulillah..., Mas... Kau harus semangat Mas demi anak kita..., jangan mengecewakan Aku Mas..., ku mohon...." ucap Vanya sambil memegang tangan sang Suami yang terkulai lemah tak berdaya.


" dok..., pasien Laras sudah selesai penanganan..." ucap salah satu dokter residen, yang membantu jalannya operasi.


" Baiklah kita pantau terus perkembangannya..., Saya mau keluar sebentar untuk menemui keluarga pasien, dan pihak kepolisian..." ucap Vanya melemas, Ia benar-benar dibuat tak berdaya dengan keadaan, apalagi baru pertama kalinya Ia mengalami hal yang seperti ini.


" Baik dok..." jawab dokter residen tersebut


*****


Ceklekkk


Pintu ruang operasi pun sudah dibuka, muncul lah Vanya di balik pintu, dan seluruh keluarga korban yang sedang menunggu sudah sangat menantikan kabar dari anak-anaknya.


" Vanya bagaimana Nak apakah Edward baik-baik saja...??" tanya Mamih Dewi pada Vanya yang baru saja keluar dari ruang operasi.


" dokter bagaimana dengan anak Saya Laras Saya Ayahnya...??" sambung Ayah dari Laras juga ikut bertanya cemas.


" Mas Edward sedang kritis Mih..., dan maaf tuan.., Laras juga sedang mengalami kritis... doakan yang terbaik untuk mereka berdua.." ucap Vanya dengan nada melemah, sembari menahan tetesan air mata, Ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak terlihat lemah di hadapan banyak orang meskipun hatinya sebenarnya telah rapuh.


" Betapa kuatnya Kamu Nak..., harus melakukan operasi pada dua orang sekaligus apalagi mereka adalah orang yang Kamu Sayangi..." puji Valen pada anaknya sendiri.


" Bagaimana pun Aku harus kuat Mom..., karena ini sudah tugasku... meskipun berat sekali rasanya..., hiks... hikss..." balas Vanya menumpahkan air matanya yang tak bisa ditahan lagi.


" Van..., sudah tenangkan dirimu..., Kau harus kuat Van..., Kau hebat Vanya... sudah hampir 6 jam kami menunggu, dan akhirnya operasi berjakan dengan lancar, Aku yakin Edward dan Laras pasti bisa melewati masa kritisnya" ucap Erlin berusaha menenangkan Adik Iparnya.

__ADS_1


" Vanya bagaimana dengan Laras, Van...??" sambung Aldo bertanya pada Vanya, sayangnya Vanya membalasnya dengan tatapan tajam.


" Katakan padaku Aldo ini semua pasti karena ulahmu bukan...??, Ha.... katakan...!!" teriak Vanya sambil menarik kerah kemeja milik Aldo.


" Van... Vanya... tenangkan dirimu Nak..." ucap sang Mommy.


" Bagaimana bisa tenang Mom..., ini nyawa loh...


" Kenapa diam Aldo..., Ayo jawab...!!, berhentilah bersandiwara lagi Do..., Aku yakin kecelakaan ini pasti karena ulahmu...!!" tegas Vanya.


" Apaa...??, bagaimana bisa Kau menuduhku tanpa bukti Van..., lepas jangan menarik ku.." ucap Aldo tak terima lalu menghempaskan tarikan dari Vanya.


" Aku tak akan menuduhmu jika saja luka mereka tak separah itu Do..., dan Kau tahu pihak polisi sedang menyelidikinya dan jika Kau penyebabnya..., Aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi Do...!!" seru Vanya dengan penuh penekanan bahkan Ia mengabaikan orang-orang yang melihatnya sedang berdebat dengan Aldo.


" Aldo apa benar Kau penyebab kecelakaan?? tanya Ayah dari Laras.


" Om tolong jangan percaya sama Dia Om..., bukan Saya yang melakukannya..." terang Aldo.


" Kalau bukan Kau..., berarti ada kemungkinan Ayah mu yang melakukan semua ini..." sambung Aditya memotong pembicaraan, dengan menatap tajam Aldo.


" Aku tidak menuduh memang apa yang dikatakan Vanya itu benar adanya...!!" tegas Aditya.


" Apa maksudmu Dit...???" tanya Aldo bingung dengan maksud perkataan Aditya.


" Yaa orang suruhan Ayahmu lah yang telah membuat rem mobil Laras blong dan akibatnya, Laras menjadi hilang kendali dan menabrak mobil Edward dari arah berlawanan..." terang Aditya.


" Apa...??, Yah tolong jelaskan kepada mereka jika itu salah??, kenapa Kau hanya diam saja, Ayah...??, bahkan mereka menuduhmu yang tidak-tidak.." ucap Aldo sambil menatap sang Papah yang hanya diam mematung ditempat.


" Mereka tidak menuduhku Do..., tapi yang dikatakan Aditya dan dokter Vanya itu benar, orang suruhan Ayah yang memutus rem mobil milik Laras..." terang tuan Ferdinan dingin.


" Tapi kenapa Ayah bertindak seperti itu, Yah..?" tanya Aldo sambil mengguncang-guncang tubuh Ayahnya.


" Agar Kamu bisa menikah dengan dokter Vanya..." jawab tuan Ferdinan, seketika orang yang berada disekitar mereka membulatkan matanya tercengang, dengan pernyataan Ferdinan, Ayah dari Aldo termasuk Vanya yang menyimak pun juga ikut tercengang sambil menggelengkan kepalanya pelan.


" Apaa...???, Ayah.... Kau bahkan tidak tau perasaan ku yang sebenarnya, bahkan segala kemauanmu Aldo turuti, Ayah memintaku menikah dengan Laras karena harta lalu Ayah masih kekeh menyuruhku menikah dengan doker Vanya, yang sekarang sudah punya Suami, sebenarnya mau Ayah itu apa haaa...??!!" seru Aldo bertanya pada sang Ayah.


" Ayah hanya ingin Kamu bahagia Nak..." jawab sang Ayah.

__ADS_1


" Kalau Ayah menginginkanku bahagia seharusnya Ayah tidak melakukan semua itu Yah..., bukan hanya Laras yang menjadi korban, lihat lah Suami dari Vanya yaitu Edward juga menjadi korbannya Pah...!!" lantang Aldo tak terima dengan perbuatan sang Ayah.


" Itu yang Ayah inginkan Aldo..." jawab tuan Ferdinan dingin.


" Apa katamu Ferdinan...??, kur*ng aj*r Kau Ferdinan...!!" sambung tuan Sanjaya tak terima dengan pernyataan tuan Ferdinan.


" Stop Pih..., jangan melawan pakai otot Pih..., biarkan pihak berwajib yang menangkapnya..." ujar Erlin sambil menatap tajam ke arah tuan Ferdinan.


" Pak polisi cepat tangkap Dia Pak..., Dia yang sudah mencelakai Sahabat dan Suami ku..." ucap Vanya sambil melihat ke arah polisi yang baru saja datang untuk mengetahui kondisi korban.


" Benar Pak..., tangkap lah Saya, Saya siap menanggung semuanya" ucap tuan Ferdinan, sambil menyerahkan dirinya.


" Kau benar-benar keterlaluan Yah..., tidak habis fikir Kau berbuat seperti itu..." sambung Ibu Irma yang baru saja datang.


" Ibu... ??" ucap Aldo pelan menatap kedatangan Ibu Irma.


" Irma..., Kau....??" ucap tuan Ferdinan terkejut dengan kedatangan Istri pertamanya.


" Ya ini Aku... Mas..., kenapa Kau terkejut??" tanya Ibu Irma.


" Dan Kau Nak..., Ibu sengaja datang kesini dan tak perlu ada yang ditutup-tutupi lagi rahasia Kita..." sambung Ibu Irma berkata pada sang Anak.


" Tangkap Dia Pak.., Dia lah orang yang telah mencelakai mereka Pak..." titah Ibu Irma pada polisi yang sedang berada di ruang tunggu.


" Sebentar..., Kami pihak berwajib perlu barang buktinya kejadian tersebut..., dan benar adanya jika rem mengalami blong, dan Kami dan anak buah tuan Aditya sudah mengirimkan kami Intel untuk menyelidiki semua, dan termyata benar adanya jika tuan Ferdinan lah dalang dari kecelakaan tersebut..." jelas Polisi tersebut.


" Mohon maaf, tuan Ferdinan Anda Kami tahan...!!" seru polisi tersebut pada tuan Ferdinan, dan para anak buah dari polisi tersebut pun menahannya.


*****


Duhhh makin tegang saja nih...


Jangan lupa Vote, like, Komen, dan Favorite yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


Oh ya seperti biasa sebelum Author up episode berikutnya mampir yuk di Novel teman Author...


__ADS_1


__ADS_2