Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 12


__ADS_3

Sesampainya di ruangan tempat ia bekerja, ia segera melanjutkan memeriksa pasien-pasiennya yang sudah mengantri sedari tadi, bahkan Erlin pun tak mempedulikan dirinya yang bekerja tanpa istirahat. Waktu istirahat nya sempat tersita gara-gara pasien yang ia tangani di UGD tadi, tetapi Erlin tak peduli akan hal itu, karna baginya yang terpenting menyelamatkan nyawa pasien.


Setelah pasiennya sudah habis, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 15.00 dia segera beranjak dari ruangannya.


"Lohh ..., Er.... Lo mau kemana, kok buru-buru??" tanya Suter Dina Sahabat dari Erlin.


"Gue ada urusan .., Gue duluan ya, Assalamu'alaikum .... " pamit Erlin bergegas keluar dari ruangannya dengan terburu-buru.


"Wa'alaikumsalam .." jawab Dina. "Ck .., tuh anak kenapa lagi coba??" Dina heran melihat tingkah Sahabatnya, yang baginya tidak seperti biasanya.


**


Dibalik pintu datanglah Sahabat Erlin yang lain, siapa lagi kalau bukan Vanya.


"Eh din, Erlin mana .. ??" tanyanya pada Dina.


"Sudah pulang .." jawab Dina singkat sambil membereskan berkas yang masih tersisa.


"Laahhh tumben banget tuh anak .., nggak kayak biasanya .. ??" tanya Vanya yang tak kalah heran, karena Dia baru saja melihat Sahabatnya keluar Rumah sakit dengan terburu-buru.


Dina pun hanya menaikkan bahunya tanda dia juga tak tau,kenapa sahabatnya sedang terburu-buru.


*****


Di Kantor Wijaya group


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu akhirnya Erlin sampai di perusahaan Wijaya Group, untuk bertemu dengan CEO di perusahaan tersebut.


"Assalamu'alaikum mbak permisi... bisakah Saya bertemu dengan bapak Aditya bramasta Wijaya ??" tanya Erlin pada seorang resepsionis.


"Apa anda sudah ada janji dengan Tuan Aditya, dok ..? tanya resepsionis tersebut kepada Erlin yang masih memakai jas kebesarannya.


"Emm belum sih mbak, tapi Mbak bilang saja kalau Saya mau bertemu dengannya." jawab Erlin pada resepsionis itu.


"Baik .., dok mohon tunggu sebentar .. !!" balas resepsionis itu menyuruh Erlin untuk menunggunya.


"Ok, Mbak saya tunggu ..." balas Erlin sambil tersenyum ramah pada Resepsionis tersebut.


Lalu resepsionis itu pun segera menghubungi sekretaris Aditya untuk mendapatkan persetujuan, karena Aditya sedang ada meeting.


Tak lama kemudian Erlin mendapatkan persetujuan dari resepsionis tersebut, lalu Erlin pun segera bergegas menaiki lift bagi para karyawan di kantor perusahaan tersebut menuju ke ruangan sang CEO perusahaan Wijaya group. Setelah sampai di lantai 7, tepatnya berada di depan ruangan CEO, Erlin bertemu dengan sekertaris Aditya.


"Mohon di tunggu sebentar ya, Nona ..., karena Tuan Aditya sedang ada meeting, sebentar lagi selesai..." ucap sekretaris Aditya, siapa lagi kalau bukan Maya.


Seketika Maya menatap tak percaya dengan siapa yang ada di hadapannya, ternyata adalah orang yang sudah ditabrak oleh atasannya ketika sedang meeting di cafe. Begitu juga Erlin yang tak kalah terkejutnya melihat Maya.


"Oh ..., rupanya Dia seorang sekretaris ..., pantes saja ..." gumam Erlin dalam hati sambil tersenyum kecut ke arah Maya dengan membuka kacamata hitamnya.


"Iya .., Nona .., terimakasih ..." balas Erlin dengan tersenyum manis pada sang sekertaris Aditya.


"Jadi Dia seorang dokter .." gumam Maya dalam hati, sambil melirik sinis Erlin sekilas.


Tak lama setelah itu Aditya selesai meeting. Maya pun menghampiri sang CEO di ruangan meeting tersebut. Ia pun segera memberi tahu pada sang CEO, jika Dirinya sedang ada tamu.


"Tuan .., ada yang mau bertemu dengan Anda .." ucapnya memberi tahu pada atasannya.


Aditya pun lalu menjawabnya dengan bertanya, "Siapa .. ??" tanya Aditya.

__ADS_1


"Dia seorang dokter, Tuan .." jawab Maya apa adanya.


"Dokter .. ??, siapa dia? apa Wanita itu lagi .. ??" gumam Aditya bertanya-tanya dalam hati.


"Baiklah .., suruh Dia masuk ke ruangan Saya, Saya segera kesana .. !!" titah sang CEO pada Sekretarisnya. Maya pun lalu menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya dan berkata, "Baik, Tuan .." jawabnya


"Oh ya, Do .., tolong handle semua pekerjaan saya di kantor cabang ya, Do .. !!" ucap Aditya memerintah asisten pribadinya yang sedang bersamanya.


"Siaapp Bos .. yasudah Gue pergi dulu, Dit .." balas Aldo menyela pembicaraan.


"Ehhh bentar-bentar yang nyari Lo siapa ..., tadi ...??, dokter...??, siapa, Dit .., jangan jangan Lo ..?!" sambung Aldo bertanya.


Aditya yang merasa Dirinya dicecar berbagai pertanyaan oleh Sahabatnya pun, dengan cepat membalasnya dengan berkata, "Kenapaa... ha.... ?! balas Aditya dengan nada meninggi.


"Laahhh .., kan cuma tanya, kenapa ngegas sih .. ??, kalau begitu nggak jadi deh .., ngeri Gue .."jawab Aldo bergidik ngeri mendengar suara Aditya, lalu meninggalkan Aditya yang hanya diam menatap punggung Aldo datar, tanpa exspresi.


"Dokter, mohon tunggu di ruangan Tuan Aditya, sebentar lagi Tuan Aditya datang menemui Anda .. !!" ucap sekertaris Aditya memberi tahu Erlin dingin.


Dengan cepat Erlin menjawab dengan berkata, "Hmm .., ok, baiklah .." balas ErlinĀ  mendengus pasrah karena waktunya sudah banyak sersita untuk menunggu sang CEO Wijaya group itu.


Setalh itu Erlin pun segera masuk ke ruangan CEO, seketika Erlin pun menatap takjub ruangan CEO perusahaan Wijaya group dengan desain interior yang sangat ia sukai dan tertata rapi.


"Wah .. bagus juga ruangan manusia kutub itu ... " gumam Erlin lirih terkagum-kagum, Namun tanpa disadari oleh Erlin, ada seseorang yang melihat dan mendengarnya secara diam-diam.


"Whatt .. ??, jadi Dia menyebut Gue manusia kutub .. ??, heh, menarik ..." batin Aditya tersenyum tipis melihat Erlin yang tidak menyadari akan kehadirannya.


Dan pada akhirnya .., Aditya pun lalu membuka suaranya dengan berdehem.


"Ehemmm .." dehem Aditya, sontak saja membuyarkan lamunan dokter cantik tersebut


" Oh jadi Kamu??, mau Kamu apa datang ke sini ... ??" tanya Aditya dengan menatap Erlin dengan tatapan dingin tanpa exspresi. Seketika saja Erlin pun lalu membalasnya dengan berkata, "Hah ..., bagaimana bisa anda berkata seperti itu tuan Aditya ... ??, kalau bukan karena kejadian tadi pagi, Saya tidak sudi bertemu dengan Anda Tuann Aditya .. !!" tegas Erlin dengan menjawabnya dengan bertubi-tubi.


Dengan cepat Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Haa .., apa katamu ..., ??, jadi kamu menghina Saya .., haa??" ucap Aditya membantah pernyataan dari dokter cantik tersebut dengan menatap tajam.


"Saya datang kesini bukan untuk menghina Anda ... !!" seru Erlin dengan membalas tatapan tajam Aditya.


"Namun Saya datang kesini untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas kejadian tadi pagi, sesuai dengan yang Anda inginkan, bukan??" sambung Erlin dengan tersenyum sinis sambil bersedekap dada.


"Berapa ganti ruginya .. ??, Saya akan ganti sekarang juga ... " ucap Erlin bertanya pada Aditya yang sedari tadi hanya menatapnya tajam.


Sedetik dua detik, akhirnya Aditya pun membuka suaranya dengan berkata, "Hmm .. ok baiklahh.... sebagai ganti rugi dan permintaan maafmu,, saya ada syarat untuk anda nona Erlin Putri Sanjaya....


"Hah ..., apa maksudmu, Tuan??, persyaratan apa lagi sih??" tanya Erlin.


Erlin bertanya-tanya dalam hatinya


"Bagaimana bisa, Dia tahu nama lengkapku?"


"Dengan syarat Anda mau menjadi kekasih bohongan saya, mulai detik ini juga ". ucap Aditya dengan tersenyum menyeringai.


Sontak saja membuat Erlin membelalakkan matanya terkejut mendengar persyaratan yang dilontarkan oleh Aditya, Ia pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Ap.... Apaaa??, bagaimana mungkin, Tuan ... ??, yang benar saja Anda mau menjadikan saya kekasih bohongan Anda, Tuan Aditya .. ?!" ucap Erlin menatap dingin Aditya.


"Kenapa .. ??, apa Anda keberatan Nona Erlin .. ??" tanya Aditya sambil berjalan mendekati Erlin, dengan menatapnya lekat-lekat, hingga membuat Erlin salah tingkah dan seketika itu pula pandangan mata Mereka saling bertemu


Deg....


"Duhhh ..., jantung gue kenapa lagi sih ini...??gumam Erlin dalam hati

__ADS_1


"Cantik .." gumam Aditya dalam hati.


Merasa Dirinya di hampiri oleh Aditya, Erlin pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Emm ehh, Tuan mau apa ... ??" tanya Erlin dengan memundurkan langkahnya kebelakang sampai menabrak dinding di belakangnya, karena Aditya semakin mendekatinya.


"Saya hanya ingin persetujuan darimu dokter cantik .." jawab Aditya dengan tatapan menggoda Erlin. Seketika itu pula Erlin pun terdiam membisu, tak berani menatap Aditya yang saat ini sedang berada tepat di depannya.


"Tap .., tapi .., Tuan ..." ucap Erlin gugup kerena Aditya sedari tadi hanya menatapnya.


"Tak ada tapi tapian .., Nona, sekarang Kamu milikkuuu ... !!" seru Aditya datar sambil menatap tajam Erlin, lalu memalingkan wajahnya.


Sontak saja membuat Erlin memelototkan matanya terkejut mendengar pernyataan dari Aditya, Ia pun lalu berkata, "Apa ..., bagaimana bisa .., Tuan ..??, lagi pula Saya belum menyetujuinya ... ?!"


"Jangan membantah ... !!" bentak Aditya, sampai sampai Erlin pun bergidik ngeri melihat amarah Aditya.


"Isshhh ck .., iy .., iyaaa .., deh .., kalau gitu ..."ucap Erlin berdecak pasrah, karen atak ada jalan lain lagi selain menyetujui persyaratan dari Aditya yang merupakan Direktur Utama RS tempat dimana Ia bekerja.


"Yaa Allah, kenapa jadi seperti ini sih ... ??" gumam Erlin dalam hati.


"Ok .., terimakasih ..." ucap Aditya sambil tersenyum lebar karena Erlin menyetujui persyatan yang sudah Ia buat. Dan Erlin pun kini terjebak dalam perangkap Aditya Bramansta Wijaya.


ERlin yang melihat Aditya yang baru kali ini tersenyum lebar dihadapannya pun berusaha menetralisir jantung nya yang sedari tadi berdegup kencang, lalu berkata, "Hhmm .., baik Tuan urusan Kita sudah selesai, kalau begitu Saya permisi Tuan ..., *** .." belum sampai Erlin menyelesaikan ucapan salamnya, Aditya pun mencekal tangan Erlin untuk tidak keluar dari ruangannya, dengan berkata, "Mau kemana Kamu .. ??" tanya Aditya, seketika saja Erlin menghentikan langkahnya.


"Mau pulang, Tuan .., bukankah urusan Kita sudah selesai ... ??, bisakah Anda melepaskan tangan Saya... !!" seru Erlin melototkan matanya, sambil meronta-ronta agar Aditya mau melepaskan tangannya.


"Saya akan melepaskanmu, jika Kamu mau datang ke rumahku saat ini juga ... !!" jawab Aditya menyuruh Erlin agar ikut engannya ke rumahnya. Erlin yang merasa Dirinya tersudut pun hanya mendengus pasrah.


"Huhhh .., ok .., ok .., baiklah .." jawabnya. Seketika itu pula Aditya melepaskan tangan Erlin.


"Tapi .., untuk apa,Saya kerumahmu, Tuan .. ??" tanya Erlin mengernyit bingung, mengapa Aditya menginginkan Erlin untuk datang ke rumahnya dari ini juga.


Dengan cepat Aditya membalasnya dengan berkata, "Jangan banyak tanya ..., dokter cerewet ... !!" ucap Aditya dengan nada meninggi. Sementara Erlin tak terima dengan apa yang sudah dikatakan oleh Aditya, Ia pun lalu membalasnya dengan berkata, "Apa ..., dokter cerewet ... ?!" ucapnya tak terima di panggil sebutan itu.


"Iya, dokter cerewet ..., karena Kamu memang cerewet sekali ..." jawab Aditya menyunggingkan senyumnya karena berhasil membuat seorang dokter cantik yang berada di depannya kesal.


"Mulai sekarang jangan panggil Saya Tuan, panggil Saya dengan nama saja, karena Aku bukan Tuanmu ... !!" perintah Aditya pada Erlin.


"Isshhh ck ..., baiklah ..., Aaa .., Aditya .." jawab Erlin dengan terbata, dan hanya bisa mendengus pasrah.


"Terimakasih dokter cantik .." ucap Aditya sambil tersenyum manis dihadapan Erlin, yang sedang berusaha menghindari tatapan matanya.


"Huhh .., panggil dengan nama Saya saja .. Tu .., ehh .., maksudku Aditya." ucap Erlin canggung.


"Yasudah, kalau begitu Ayo ikut denganku .. !!" ucap Aditya sambil menarik tangan Erlin keluar dari ruangannya.


Namun Erlin berusaha menahan Dirinya untuk ikut dengan Aditya, sayangnya kekuatannya kalah kuat dengan Aditya, Ia pun lalu berkata, "Kemana ... ??" tanya Erlin.


"Bisa tidak jangan menarikku?!" sambung Erlin meminta Aditya agar tidak menariknya.


"Sudah jangan banyak tanya .., ayo Kita pulang ... !! ucap Aditya dengan menarik tangan Erlin menyusuri Kantor Wijaya Group yang sudah terlihat sepi tak ada orang sama sekali, dan yang ada hanyalah satpam yang menjaga kantor perusahaan Wijaya Group, karena sejak Mereka berdebat panjang, karyawan Aditya sudah kembali pulang kerumah masing-masing.


Sementara Erlin kini hanya menatap Aditya tak percaya dengan tingkahnya.


******


..."Jodoh selalu tahu ke hati mana ia harus melangkah dan berpulang. Sebab itu setiap yang mencari pasti menemukan, setiap yang menanti pasti akan ditemukan....


fyi

__ADS_1


__ADS_2