Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 176


__ADS_3

Reymond Buwana


Keesokan harinya, tampak seorang CEO tampan dan dokter cantik sedang menyusuri lorong RS dengan terburu-buru karena Mereka sudah terlambat menghadiri meeting dadakan yang diadakan secara mendadak oleh Papa dari Aditya Bramansta Wijaya, siapa lagi kalau bukan Tuan Wijaya.


"Duh ..., telat lagi, ini semua ini gara-gara, Daddy sih ... !!" ucap Erlin menyalahkan sang Suami.


Aditya yang tak terima pun menjawabnya dengan berkata, "Loh kok Aku sih Mom..??"


"Ah sudah lah, Daddy, itu nggak penting, yang penting sekarang Kita harus cepat sampai di ruang meeting, kalau tidak .., bisa habis Kita dimarahi sama Papa!!" seru sang Istri pada Aditya sambil berjalan beriringan, bahkan kedatangan Mereka banyak yang menyambutnya dengan baik, mengingat RS itu milik Aditya. Namun tanpa Mereka berdua sadari, ada seseorang yang mengintai Mereka.


"Oh ternyata Pria yang bersama Wanitanya Bos itu pemilik RS ini, kalau begitu Aku akan melaporkan ini pada Bos," gumam seseorang itu sambil melihat Aditya dan Erlin dari arah kejauhan sedang menyamar sebagai seorang dokter.


Ia pun segera beranjak pergi, keluar dari RS menuju tempat yang lebih aman untuk menghubungi Bosnya.


Sementara di sisi lain, Aditya dan Erlin sampai juga di ruangan meeting, bahkan kedatangan Mereka disambut baik oleh staf/karyawan dan seluruh tenaga medis yang mengikuti meeting.


"Aditya, Erlin ..., kenapa Kalian baru datang??" tanya Mama Ita yang mengikuti meeting sang Suami.


"Loh, Ma .., kok Mama disini??, yang lain mana, Ma ..." tanya Aditya


dan Erlin secara bersamaan.


"Sudah selesai meetingnya, Kalian terlambat, dan Mama disini karena Grandpa datang ke Indonesia dan Grandpa ingin yang memegang RS ini hanya Istrimu sedangkan Kamu harus fokus mengurus Perusahaan, Aditya ... !!" jawab Mama Ita.


"Loh kan memang Aditya sudah menyerahkan pada Istriku, Ma," protes Aditya, karena memang Dirinya merasa sudah menyerahkan posisi jabatannya kepada Istrinya, meskipun belum diumumkan secara resmi. Erlin pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Iya Ma, kan Mas Aditya rencana hari ini juga mau mengadakan meeting soal itu juga Ma, eh ini tahu tahu Papa malah ngadain meeting dadakan," sambung Erlin.


"Iya, tapi meeting ini lain lagi, RS Kita harus harus ada pengamanan yang lebih ketat lagi daripada sebelumnya, mengingat saingan bisnismu itu banyak, Dit .., ditambah Vitalia itu punya banyak musuh,"


"Tapi kan Vitalia sudah meninggal, Ma .." ucap Aditya.


Erlin yang kesal mendengar pernyataan sang Suami pun lalu berkata, "Cukup, Mas .., sudah ku katakan berkali-kali Vitalia itu masih hidup, Dia belum meninggal ... !!" protes Erlin pada sang Suami. Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Tolong Sayang, kumohon mengertilah!!"


"Jangan hiraukan apaaa kata Suamimu, Nak..., Suami dan Papamu memang tak mempunyai perasaan yang sama seperti Kita," sahut Mama Ita yang justru membela menantu kesayangannya.

__ADS_1


"Mama ..." ucap Aditya pelan. "Dan Kau Aditya, meskipun Adikmu sudah meninggal, tapi musuhnya itu masih berkeliaran dimana-mana dan mengincar Perusahaan Kita," sambung Nyonya


"Benar yang dikatakan Mamamu, Nak..." sambung Tuan Wijaya yang tiba-tiba datang bersama Grandpa Aditya yang berasal dari Jepang.


"Papa ..., Grandpa ..." ucap Aditya dan Erlin secara bersamaan. Tuan Wijaya pun lalu melanjutkan ucapannya lagi dengan berkata, "Papa sudah memperketat keamanan RS Wijaya, karena banyak musuh bisnismu dan Adikmu sedang mengintai Kita saat ini,"


"Benar Cu, Kau harus berhati-hati, meskipun Adikmu sudah tiada, tapi musuhnya masih berkeliaran dimana-mana untuk mengincar harta kekayaan Kita, belum lagi musuh bisnismu, jadi Grandpa hanya minta padamu agar Kau berhati-hati saat berbisnis, dan jangan lupa jaga Istri dan Anakmu baik-baik, Cucuku!!" sambung Grandpa members peringatan pada Aditya.


"Dan satu lagi Cucuku, posisi jabatan mu disini sudah resmi digantikan oleh Istrimu, karena hanya dengan cara inilah Kita bisa mengelabuhi musuh." sambung Grandpa.


Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Iya Grandpa, karena memang Aditya sudah mengalihkan jabatan pada Istriku, dan Istriku berhak atas semua kepemilikan RS ini, Grandpa ... !!" tegasnya.


"Bagus Cucuku .., itu baru namanya Suami yang pengertian," balas Grandpa sambil menepuk pundak Aditya dengan perasaan bangga karena mempunyai Cucu yang sangat perhatian pada Istrinya.


****


Sementara di lain tempat, seorang Pria tampan yang sedang berada di dalam ruangan kebesarannya, Ia bernama Reymond Buwana menunggu telepon dari anak buahnya yang sedang Ia suruh untuk memata-matai wanita idamannya semasa kuliah.


Tak lama berselang, ponsel miliknya pun berbunyi,


Tanpa menunggu lama Rey pun segera mengangkat ponselnya.


"Halo, Ris .., bagaimana??" tanya Reymond membuka obrolannya melalui ponsel.


"Tuan Muda, sepertinya Wanita itu memang benar sudah menikah, dan ternyata Suami dari Wanita itu adalah pemilik dari RS tempat Wanita itu bekerja, Tuan Muda ..." jawab anak buah dari Reymond.


"Oh ternyata Dia yang bernama Aditya Bramansta Wijaya," batinnya. Rey pun lalu menjawab pernyataan dari anak buahnya dengan berkata, "Hmm, baiklah kalau begitu, Aku akan ke RS untuk menemui dokter cantik kesayanganku .." tandasnya.


"Tap..., tapi Tuan... penjagaan RS sangat lah ketat, apa Anda tidak takut??" tanya anak buah Rey khawatir.


"Untuk apa takut, Ris..., Mereka tak akan ada yang mengetahui ku, karena Aku ke sana sebagai pasien, dan ingin berobat dengan Wanita kesayanganku itu!!" ujarnya.


"Apaaa??" ucap Risman yang ada diseberang sana dengan nada keterkejutannya. 'Ya, anak buah dari Rey bernama Risman.'

__ADS_1


"Ya, Ris..., karena Aku sudah memutuskan untuk menetap di Indonesia, sekaligus ingin berobat disini, dan Aku hanya ingin Erlin lah yang merawat ku sampai benar-benar sembuh," pungkasnya dengan tersenyum penuh arti, lalu segera menutup teleponnya sebelah pihak.


"Tunggu kedatanganku, Erlin..., Ku harap Kau tidak menghindar dari ku lagi," gumam Rey pelan lalu segera beranjak keluar dari ruangannya dan pergi dari kantornya menuju ke RS Wijaya.


'Ya, Reymond sendiri sebenarnya sedang mengidap penyakit jantung semenjak kuliah, hingga saat ini Rey tetap rutin memeriksakannya ke dokter, meskipun Dia sendiri juga merupakan dokter umum di salah satu RS di luar negeri, namun Dia juga butuh mendapatkan perawatan khusus, mengingat dulu Ia memutuskan hubungannya dengan Erlin karena hal itu.'


*****


Di Rumah Sakit Wijaya


Setelah berdiskusi dengan seluruh Keluarga, akhirnya Erlin kembali bekerja untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter. Bahkan ketika Ia sudah sampai ke ruangannya, Ia tampak terkejut melihat banyak pasien yang sudah mengantri. Erlin pun segera memulai pemeriksaannya dengan di dampingi Suster Yuli.


"Loh kok Mbak Yuli, dimana Dina??" tanya Erlin pada Suster Yuli yang mendampinginya, Ia terkejut ketika melihatnya karena biasanya mbak Yuli yang mendampingi Vanya, sedangkan yang mendampingi Dirinya adalah Dina.


"Dina nggak masuk, Er..., katanya lagi sakit, nggak tau sakit apa," jawab Suster Yuli.


"Oh..." jawab Erlin seadanya lalu segera mendudukkan pantatnya di kursi. Erlin pun her and tak seperti biasanya Sahabatnya yang satu itu tidak ijin kepadanya, "Sakit??, bukannya kemarin Dina baik-baik saja ya ... ??" batin Erlin bertanya-tanya dalam hati.


Suster Yuli yang melihat Erlin tampak diam saja pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Er .., boleh dimulai kan pemeriksaannya??" tanya Suster Yuli yang berhasil membuyarkan lamunan Erlin.


"Eh iyaa, Mbak .., bisa ..." ucap Erlin.


Dan akhirnya Suster Yuli pun memanggil satu per satu pasien dari dokter Erlin Putri Sanjaya yang merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Saat memasuki pasien yang ke 5, Erlin dikejutkan dengan sebuah jurnal yang berisikan tentang biodata si pasien.


"Rey..., Reymond Buwana??" gumam Erlin pelan sambil membolak-balik jurnal pasien tersebut untuk diteliti.


"Ya Allah, kenapa Rey menyembunyikan semua dariku .. ??" batin Erlin bertanya-tanya.


"Mbak, cepat suruh pasien nomer 5 masuk !!" titah Erlin pada Suster Yuli. Seketika saja Suster Yuli segera memanggil pasien tersebut. Sementara Erlin terlihat cemas setelah mengetahui kebenaran yang ada di depan matanya.


...****************...


Hai bestie jumpa lagi dengan Author kece wkwkwk, Maafkan Author ya baru up lagi hehehehe, setelah ini Author janji bakal up lagi deh ya..., kasihan teman-teman yang sudah nunggu berhari-hari 😅😅

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Ya ..., biar Author tetep semangat yang up, Terima kasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2