Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 186


__ADS_3

Kabar dari Vitalia


Satu minggu telah berlalu, kini tampak Erlin dan Aditya sedang makan bersama di meja makan dengan ditemani sang buah hati, tentunya. Bahkan saat Mereka sedang menikmati sarapan pagi, tak ada satu pun yang membuka suaranya semenjak keributan diantara Aditya dan Erlin semalam, yang sampai saat ini masih saling mendiamkan satu sama lain.


"Sayangnya Mommy, yuk ikut Mommy kerja yuk, Sayang! Daripada di rumah sendiri sama Mbok Inah," ucap Erlin bermaksud untuk mengajak bicara Putranya yang kini sudah memasuki usia 1,5 tahun.


Mendengar ucapan dari Erlin yang sedang berbicara dengan Putranya, seketika saja Aditya pun menyahutnya dengan berkata, "Nggak boleh!" bentaknya dengan sorot mata tajamnya menatap sang Istri.


"Mas, bisa nggak sih kecilkan volume suaramu itu, ada baby Daffa disini!" balas Erlin berusaha memperingatkan sang Suami, yang tak kalah seru dengan memelototinya.


"Mbok Inaaahhh ..., cepat kemari, mbok!"


"Baik Nyonya Muda, ada apa memanggilku?


"Mbok, tolong bawa Baby Daffa ke taman belakang sebentar ya, soalnya Aku mau bicara dulu dengan Daddynya Daffa," ucap Erlin memerintah Artnya.


"Emmmh, baik Nyonya .." jawab Mbok Inah


Mbok Inah pun sesegera mungkin untuk mengambil alih Baby Daffa dari pangkuan Erlin untuk dibawa pergi ke taman belakang rumah, menuruti perintah dari majikannya.


...🥰****************🥰...


Kini di ruang makan tinggallah Erlin bersama dengan Aditya yang kebetulan sudah menyelesaikan sarapan paginya.


"Mas, sebaiknya Aku ajak Baby Daffa saja ke RS, ya? lagi pula Baby Daffa juga sudah besar ..." ucap Erlin. Bukannya ditanggapi baik oleh Aditya justru Aditya malah tersulut emosi mendengarnya.


Braaakkk....


Dengan keras Aditya menggebrak meja makan.


"Cukuuuupp Erlin! sudah ku bilang bukan, Baby Daffa tidak boleh di bawa kemana-mana. Titik!" bentak Aditya.


"Mas, kalau Baby Daffa nggak ikut, darimana Baby Daffa bisa ku rawat? bukankah itu kemauan Mas?


"Ya kau betul, tapi bukan seperti itu caranya Erlin!" lagi-lagi Aditya seperti kesurupan setan berbicara kasar dengan sang Istri.


"Lalu kalau bukan dengan cara seperti itu, mau bagaimana lagi, Mas?!" sahut Erlin.


"Resign lah dari pekerjaanmu!" pinta Aditya.


"Apa Mas bilang? resign katamu? heh, tak semudah itu Mas!" jawab Erlin dengan penuh penekanan.


"Mas tau bukan jika dokter adalah profesiku, dan maaf Aku tidak akan menuruti permintaan Mas..." sambungnya.


"Kau itu Istriku Erlin!" bentak Aditya dengan sorot mata menatap tajam sang Istri."


"Terus kenapa memangnya kalau Aku ini Istrimu, Mas?" ucap Erlin malah berbalik tanya pada sang Suami. Entah mengapa Erlin yang tadinya berusaha sabar menghadapi sang Suami pun tiba-tiba tersulut emosi.


"Mas masih ingat bukan, jika Mas telah menyerahkan kepemilikan RS.Wijaya padaku karena Mas mempercayaiku untuk meneruskan kepemimpinan RS?"


"Bahkan Papa sama Grandpa saja sudah mengalihkan saham kepemilikan dengan menggunakan namaku tanpa sepengetahuanku," ucap Erlin.


Braakkkk....

__ADS_1


Lagi-lagi Aditya menggebrak meja makan, lalu berkata, "Cukup Er, keputusanku ini sudah tidak dapat di ganggu gugat, Erlin! Ya, kau benar Aku memang memberikan semua saham padamu, namun apa balasanmu? kau justru malah selingkuh di belakang ku.." tuduh Aditya.


Plaakkk ...


Tamparan keras dilayangkan Erlin ke wajah Aditya.


"Cukup Mas ..., berhenti menuduhkan yang tidak-tidak ...!" tegas Erlin


"Beraninya kau menamparku Erlin!" seru Aditya tak terima dengan apa yang sudah dilakukan Istrinya kepadanya.


Aditya yang mulai tersulut emosi pun tiba-tiba melayangkan tangannya ke arah pipi mulus sang Istri, namun seketika saja sebuah tangan berhasil menggagalkan niat Aditya yang akan menampar sang Istri.


Happ....


Seseorang itu berhasil mencekal tangan Aditya dengan kencang.


"Cukup Aditya! apa yang kau lakukan, ha?!" bentak Tuan Wijaya dengan menatap tajam Aditya (Putranya).


"Emmmh, Papa .." ucap Aditya dengan nada keterkejutannya melihat sang Papa tiba-tiba datang.


"Kenapa? Apa kau terkejut?" sahut Tuan Wijaya dengan melontarkan pertanyaan pada Aditya. Namun belum sampai Aditya menjawabnya Erlin menyahutnya dengan berkata, "Pa .. kenapa Papa menghentikannya? Biarkan Mas Aditya menamparku, Pa!" tegasnya.


"Tapi Nak.." ucap Tuan Wijaya terhenti seketika.


"Mas Aditya telah menuduhku jika Aku telah berselingkuh di belakangnya, Pa! Jadi biarkanlah dia menamparku, karena Aku pantas ditampar," balas Erlin.


"Apaaa?? Aditya apa yang kau lakukan?! haaa!


Sebuah pukulan bogem mentah di layangkan oleh Tuan Wijaya mengenai sudut bibir Aditya.


Buuukkk....


"Arrggghhh...


"Papa, apa yang Papa lakukan?!


"Ma..., Putra kita sudah keterlaluan Ma! Bisa-bisanya menuduh orang tanpa bukti!


"Pa..., jelas-jelas dia sudah selingkuh Pa...


"Stoppp Mas, jangan menuduhku lagi, atau Aku akan melangkahkan kaki pergi dari sini bersama Baby Daffa!!" lantang Erlin membalas pernyataan yang diutarakan oleh Aditya pada kedua orangtuanya dengan nada penuh ancaman. Seketika itu pula Aditya terdiam seketika, mendengar ucapan Erlin barusan.


...****************...


Sementara Erlin kini memutuskan untuk melangkahkan kakinya pergi ke taman belakang rumahnya tanpa menghiraukan Aditya yang sedang menatapnya.


Setelah kepergian Erlin, Tuan Wijaya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Aditya, Papa hanya berharap padamu, jangan ada pertengkaran di antara kalian, karena Papa tidak ingin hubungan kalian renggang hanya karena kesalahpahaman saja," ucap Tuan Wijaya berusaha menasehati Putranya. Namun Aditya hanya diam menanggapinya.


"Sekarang minta maaflah sama Istrimu, dia pasti akan menjelaskan semuanya," ucap Tuan Wijaya sambil meletakkan kedua tangannya di atas bahu Aditya.


"Tapi Pah, dia ..." bantah Aditya.


"Dit ..., jangan membantah perkataan Papa, berpikirlah yang dewasa, jangan seperti anak kecil, sikapmu yang sangat posesif sudah membuat Erlin marah padamu," ucap Mama Ita memotong ucapan Aditya dengan memperingatkannya.

__ADS_1


"Jadi kalian ke sini hanya karena..." belum sampai Aditya menyelesaikan ucapannya Tuan Wijaya pun menyahutnya.


"Kami ke sini karena Istrimu menghubungi kami, dia sudah menceritakan semua sama Papa Dan Mama,"


"Apaaa??" Aditya terbelalak mendengarnya.


"Sudahlah Dit, lebih baik kamu mengalah saja, Sayang! Minta maaflah dengan Istrimu, kasian Baby Daffa mendengar keributan kalian setiap hari," ucap Mama Ita menimpali.


"Baik Ma ..., kalau begitu Aku ke taman belakang dulu menemui Istriku, dia pasti marah dengan sikapku yang seperti ini .., maafkan Aku Pa, Ma, karena Aditya selalu menuduh Erlin yang bukan-bukan ..." ucap Aditya penuh penyesalan.


"Sudah sana jangan mengulur waktu! Papa sama Mama menunggu di sini saja," ucap Tuan Wijaya pada Aditya.


"Oh ya, dan jangan lupa sampaikan juga padanya berita mengenai Adikmu, jika berita kemarin benar adanya," imbuhnya.


"Maksud Papa??" tanya Aditya mengernyit bingung.


"Vitalia sudah diketemukan, bahkan saat ini dia sedang berada di Jepang, mengingat Vitalia adalah Sahabat dari Istrimu jadi bicaralah dengannya siapa tau Vitalia mau kembali ke Indonesia," jawab Tuan Wijaya menjelaskan.


"Papa tau nomornya??" ucap Aditya dengan melontarkan sebuah pertanyaan.


"Tidak, Nak! Namun Papa yakin jika Istrimu mengetahui, karena Adikmu adalah Sahabat dari Istrimu," balas Tuan Wijaya.


"Baik Pa..." ucap Aditya lalu segera pergi, namun saat dirinya akan melangkahkan kakinya pergi, Tuan Wijaya pun lalu berkata, "Dan satu lagi Aditya, Papa minta kamu membawa Istrimu ke sini, Papa akan memberitahu rahasia yang selama ini kita simpan rapi," ucapnya.


Seketika saja membuat Aditya menghentikan langkah nya, lalu berkata, "Maksud Papa mengenai identitas Adik kah, Pa??" tanyanya.


"Kamu benar Aditya, Istrimu harus tau mengenai hal ini ..." sahut Tuan Wijaya menjawabnya.


"Tapi Pa, mana mungkin?!" sahut Aditya.


"Aditya, tolong dengarkan Papa, Nak! Ini semua demi kebaikan kita bersama, jangan sampai Istrinubmarah hanya karena masalah ini, ceritakan padanya yang sebenarnya mengenai Adikmu, karena sebaik apapun kita menyembunyikannya rahasia itu pasti akan terungkap," ujarnya.


"Hmm baik Pa ..." Entah mengapa mendengar ucapan sang Papa, Aditya mendadak menjadi tak suka.


"Tunggu dulu, Pa...! Mama tidak ingin Vitalia pergi dari sini, Pa!" tegas Mama Ita dengan penuh harap.


"Mama tenang saja, selama rahasia ini hanya keluarga kita yang tahu, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita dengan Vitalia, Ma ..." ucap Aditya lalu Ia segera melangkahkan kakinya pergi untuk menemui Istri tercintanya, karena ia tau jika dirinya telah mengulur waktunya untuk meminta maaf.


Sementara Tuan Wijaya dan sang Istri hanya menatap kepergian Putranya dari belakang.


"Benar apa kata Aditya, kita mungkin memberitahu Erlin, tapi tidak dengan yang lain, karena Erlin juga masih bagian keluarga kita," ucap Tuan Wijaya berusaha menjelaskan pada sang Istri.


"Hmmm, ku harap begitu, Pa! Entah mengapa perasaanku tidak enak saja," ucap Mama Ita dengan nada melemah.


BERSAMBUNG.....


...****************...


...----------------...


Hai Guysss.... maafkan Author yang sok sibuk ini baru sempet up lagi...


Oh ya guess mengenai Vitalia, bisa di simak di novel Author yang berjudul 'DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM'.

__ADS_1


__ADS_2