Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 141


__ADS_3

Perubahan Vanya


Hari demi hari telah berlalu, Vanya kini telah melalui hidup keseharian sendirian tanpa adanya Suami, bahkan Ia kini sedang hamil mengandung hasil hubungannya dengan Edward almarhum Suami nya, meskipun begitu Vanya tetap menjadi wanita yang kuat, Ia harus merawat anak-anak angkatnya, dan calon anak yang di kandungnya.


" Kak Ney..., El kalian di rumah yaa... sama Nenek..., bunda sekarang mau berangkat bekerja..." ucap Vanya berpamitan pada kedua anak angkatnya.


" Iya Bun..., hati-hati ya... nanti kalau ada apa-apa hubungi kami ya Bun..., Kami takut Bunda kenapa-kenapa..." balas Neysa.


" Iya Bun.. hati-hati ya Bun..., El juga takit Bunda kenapa-kenapa..." sambung El.


" Sudah kalian tenang saja, Bunda kan sudah besar.., bisa jaga diri, jadi kalian jangan mengkhawatirkan Bunda ya... " ucap Vanya lalu mengacak-acak rambut El. Dan Bu Irma pun muncul dari arah belakang Vanya.


" Nak..., ini Ibu sudah siapin bekalmu.., jangan lupa dimakan, jaga kesehatanmu anakmu yang ada di dalam perut juga butuh asupan.." ucap Ibu Irma mengingatkan Vanya.


" Iyaa Bu..., Ibu tenang saja nanti Vanya bakal makan bekalnya kok Bu..." balas Vanya sambil tersenyum ramah.


" Benar ya..., awas kalau bohong.. nanti Ibu bakal bertanya pada Nak Erlin atau yang lain, dan jika Kamu berbohong, Ibu tidak akan ijinkan Kamu untuk bekerja..." ancam Ibu Irma, ya karena sebenarnya Ibu Irma sendiri tidak memperbolehkan Vanya untuk bekerja karena kandungan Vanya yang cukup muda.


" Hehehe... iyaa Bu... Ibu tenang saja, Vanya janji nanti ketika istirahat Vanya makan bekalnya..." jawab Vanya sambil tersenyum manis pada Ibu Irma.


" Ya sudah sana buruan ke RS.. keburu terlambat..." ucap Ibu Irma pada Vanya menyuruhnya agar segera berangkat bekerja.


*****


Sementara di Keluarga Sanjaya Yudha Kakak dari Erlin tampak sedang mengikuti makan paginya bersama Keluarganya dan juga Kekasihnya, tampak tak ada satu pun yang bersuara. sampai akhirnya ada suara ponsel berbunyi memecah keheningan di meja makan.


Dreett... dreett... dreett


ponsel milik Erlin pun berbunyi..


" Halo..." ucap Erlinmenyapa orang yang menelponnya.


" Halo Erlin masih ingatkah Kau denganku...??" tanya seseorang itu di balik telepon, sontak membuat Erlin membulatkan matanya sempurna mendengar suara tersebut.


" Eh... siapa ini...?" ucap Erlin malah berbalik tanya.

__ADS_1


" Jangan pura-pura tak tahu Er..., ingat Er.., Aku tak akan membiarkanmu jatuh ke pelukan Aditya begitu saja Erlin Putri Sanjaya..., meskipun kalian sudah punya anak sekaligus..." ucap seseorang diseberang sana.


" Whatt...??, maumu apa sih sebenarnya..??!!" tanya Erlin dengan nada meninggi dan terbangun dari duduknya ketika makan, semua orang yang berada di meja makan pun sontak menatap ke arah Erlin seakan mengatakan jika ada sesuatu yang dibicarakan Erlin. namun sayangnya pertanyaan Erlin pun tidak dijawab oleh seseorang itu, justru Ia malah mematikan teleponnya sebelah pihak.


Tut...


Telepon pun terputus.


" Sayang siapa sih yang menelponmu...??" tanya Aditya yang melihat sang Istri sedang berbicara melalui telepon dengan nada meninggi.


" Mas Dia menelponku lagi.." jawab Erlin jujur.


" Apa maksudmu Zaky si bre*gs*k itu...??" tanya Aditya pada sang Istri, seketika Erlin pun Vanya menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan sang Suami.


" Kur*ng aj*r...., awas Kau Zak...., berani-beraninya mengganggu Istriku lagi..." ucap Aditya geram.


" Ada apa.. mm tanya tuan Sanjaya.


" Pih... ada seseorang yang berusaha merusak rumah tangga Kami Kak.." adu Erlin pada sang Papih


" Tenangkan dirimu Kak..., Aku berjanji walaupun rumah tangga Kami di usik oleh banyak orang, Kami tidak akan goyah sedikitpun Kak..." ucap Aditya.


" Benar kan Sayang..??" sambung Aditya lagi memastikan bertanya pada sang Istri, sayangnya mendapakan jawaban datar dari. sang Istri yang hanya berdehem saja.


" Aku bahkan sebenarnya masih mencurigai mu dengan Risa itu Mas... tapi sudah lah... tak ada gunanya juga Aku berdebat denganmu Mas, Aku hanya kasian dengan anakku saja yang setiap kali pasti mendengar kita bertengkar hanya karena wanita ular itu.." batin Erlin, sambil mengaduk-aduk makanan. sedangkan Mamih Dewi yang menatap Erlin pun heran dengan perilaku putrinya.


" Nak... dimakan dong.., kenapa malah di aduk-aduk sih...??, cepat habisin bukannya kalian akan pindah ke rumah baru..??" tanya Mamih Dewi menatap Erlin putrinya.


" Hmm... iya Mih..." jawab Erlin, sedangkan Aditya hanya tersenyum menanggapinya, tapi sebenarnya Ia sendiri merasa ada yang berbeda dengan sikap sang Istri padanya.


" Ya sudah buruan kalian habisin, setelah itu Kami akan mengantarkan kalian ke rumah baru kalian..." ucap sang Mamih.


" Erlin... sebenarnya Kau kenapa sih semenjak bertemu dengan Risa Kau berubah seperti sekarang..." batin Aditya terdiam menatap sang Istri.


******

__ADS_1


Sementara di RS.Wijaya, seorang wanita cantik yang berprogesi sebagai seorang dokter dengan menyandang status barunya yaitu janda, tak menyulutkan niatnya untuk tetap bekerja, siapa lagi kalau bukannya Vanya Pricilia Ferrari. Ia hari ini sangat bersemangat bekerja apalagi ini adalah hari pertamanya bekerja kembali di RS.Wijaya, karena selama ditinggalkan oleh sang Suami yaitu Edward meninggal dunia Vanya tidak masuk bekerja lagi, Vanya terlihat sedang menyusuri koridor RS dengan terburu-buru, aura kecantikan wajahnya juga tak dapat dibohongi lagi semua mata tertuju ke arahnya, tiba-tiba saja Clara dan Dina yang melihat kedatangan Vanya pun sontak berteriak memanggilnya.


" Vanya...!!" seru Clara dan Dina memanggil Sahabatnya yang sedang berjalan terburu-buru, seketika Vanya pun menghentikan langkahnya.


" Huh... huh... huh..., Gilak Lo Van... jalan Lo cepet banget sih..." ucap Dina sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.


" Iyaa... tauk tuh Vanya... huh.. huh.. huh.... " timpal Clara juga sambil terengah-engah.


" Hmm.. ada apa..?? tanya Vanya datar pada kedua Sahabatnya, sontak membuat kedua Sahabatnya pun menatap heran ke arah Vanya.


" Van.. Lo kesambet apa sih??, dingin amat..??" tanya Clara heran dengan sikap Vanya yang tidak seperti biasanya.


" Ck... kalau tidak ada yang penting mending kalian ke ruangan kalian deh ya..., daripada membuang waktuku..." tegas Erlin menegur kedua Sahabatnya yang mencoba menghentikan langkahnya menuju ruangannya. Clara dan Dina pun hanya saling tatap.


" Astagaaaa Vanya..., Woy Lo kenapa sih..." tanya Dina sambil menyenggol bahu Vanya.


" Sudah lah minggir Gue mau lewat..." balas Vanya dingin, dan akhirnya Dina dan Clara pun memberikan jalannya pada Vanya, dan menatap heran dengan sikap Vanya, yang bagi mereka sangatlah berbeda.


" Vanya kasian banget sih Lo Van... setelah ditinggal oleh Suami mu mendadak jadi es batu gitu sih..." ucap Dina, sontak perkataannya pun membuat Clara menghasut kepala Sahabatnya itu.


Pletakkkk....


" Aduhhh..., Ra... sakit taukkk, nggak gitu juga kali Ra..." protes Dina sambil meringis kesakitan memegang kepalanya.


" Makanya kalau ngomong di jaga..., mulutmu itu loh... kalau di dengar orangnya sendiri baru tau rasa Lo..." ucap Clara lalu pergi meninggalkan Dina yang berdiri ditempat.


" Astagaaaa... Clara tungguin Gue, woy...." ucap Dina lalu mengejar Sahabatnya dari arah belakang.


*****


Vanya berubah menjadi Dingin nih gaess, lantas apakah nantinya Vanya akan sendirian terus ataukah akan menikah lagi dengan seorang Pria lain...??


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite yaa... terimakasih 🥰🥰🙏🙏


Sambil menunggu update Author seperti biasa Author punya rekomendasi novel bagus nih untuk kalian dari teman Author

__ADS_1



__ADS_2