Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 167


__ADS_3

Permintaan El


Sedangkan Vanya kini sudah sampai di tempat dimana El dirawat. Ya kebetulan ruangan El sendiri jauh dari pintu depan. Vanya pun lalu bertanya pada para perawat yang sedang berjaga di tempat perawatan tersebut, “Mbak Yuli, dimana El.” tanya Vanya pada salah satu poerawat yang bernama Yuli.


“Loh dokter Vanya...??, dokter Vanya tidak kenapa-kenapa kan Dok..??” tanya Suster Yuli pada Vanya dengan menatap Vanya dari atas sampai bawah. Vanya yang merasa Dirinya di tatap dengan penuh selidik pun lalu berkata, “Astaga Mbak Yuli, sudah tenang saja Aku tidak kenapa-kenapa kok Mbak.., El di ruang mana..??” balasnya dengan bertanya, sambil tersenyum ramah.


“El di ruangan Exsekutif A dok..” jawab Suster Yuli memberi tahu Vanya.


“Hmm, baiklah Mbak Thanks ya, Aku kesana dulu.” ucap Vanya berpamitan.


“Baik dok...”


Dan Vanya pun segera melangkahkan kakinya menujun ke ruangan tempat anak angkatnya di rawat. Sementara Exsel sedari tadi hanya mendapatkan banyak tatapan mata yang melihat ke arahnya dengan tatapan yang berbeda akan tetapi Exsel tidak menghiraukannya.


Cekleekkk....

__ADS_1


“El anakku..., hiks... hiks... hikss...” ucap Vanya dari balik pintu lalu berlari menghampiri El yang sedang di periksa, dan sedari tadi belum bangun dari tidurnya. Clara yang mendengar dan melihat kedatangan Vanya pun membelalakkan matanya terkejut begitu pula dengan dokter yang menangani El. “Vanya...” ucap Clara dan dokter Indra  terperangah.


“Ra..., bagaimana dengan kondisi El, Ra..??” tanya Vanya gusar mengkhawatirkan kondisi El. Clara pun lalu menjawabnya, “Vanya, sudah tenangkan Dirimu, El tidak apa-apa... hanya saja Dia kecapeaan dan kurang tidur, mengingat El sendiri mempunyai penyakit bawaan.” tutur Clara menjelaskan. Dan dokter Indra pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Iya dok, El tidak kenapa-kenapa hanya saja Dia butuh beristirahat yang cukup, takutnya berpengaruh dengan jantungnya.” ucapnya.  Vanya pun mengangguk mengerti mrengiyakan pernyataan dari dokter senior. Dokter Indra pun lalu segera berpamitan untuk pergi, kini di ruangan itu hanya tersisa Vanya, Clara dan Exsel yang masih mendampingi Vanya. Sementara Clara sendiri sedari tadi hanya menatap Exsel dengan penuh rasa curiga sambil bersedekap dada.


Di saat Vanya baru mendudukkan pantatnya di sebuah kursi samping tempat tidur El, Clara pun membuka suaranya dengan berkata, “Ehemmbb..., maaf Anda Siapa..??” tanya Clara pada seorang Pria yang sedang bersama Vanya. Vanya yang mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Clara pun lalu menoleh ke arah Clara dan menyahutnya. Sayangnya sahutannya kalah cepat dengan ucapan dari Exsel. “Emmh..” ucapnya terhenti karena terpotong oleh ucapan Exsel.


“Perkenalkan Saya Exsel.” ucap Exsel menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Clara, sayangnya Clara tidak menerima uluran tangan tersebut setelah mendengar pernyataan dari Pria itu. Clara pun lalu menjawabnya sinis, “Oh... jadi Kau yang bernama Exsel... ??!” tanya Clara dengan nada meninggi.


“Clara tenangkan Dirimu.., kumohon please...” ucap Vanya sambil memohon ke arah Clara agar tidak berbuat keributan di ruang perawatan anaknya. Clara pun lalu menjawabnya, “Kenapa Lo malah ngebelain Dia sih Van,


seharusnya Lo tuh jauhin Pria kaya’ Dia..., main culik orang sembarangan ujung-ujungnya semua juga kan yang repot, bahkan El sampai terkena serangan jantung gara-gara Dia... !!” seru Clara geram. Dan Vanya pun lalu berkata, “Iyaaa, iyaa Ra... Aku tahu cara Dia memang salah tapi tolong hargai Dia, Dia sudah mengantarkanku balik ke Indonesia lagi hanya demi El.” Ucap Vanya membela Exsel.


“Vanya, kenapa dengan dokter itu sih.. ??, aneh sekali.” tanyanya sambil menggelengkan kepalanya heran dengn sikap teman sejawat dari Vanya yang baginya sangat aneh.


“Huufft..., ini semua gara-gara Kau tahu nggak sih., kalau saja Kau nggak menculikku ceritanya lain lagi Exsel.” jawabnya lalu menggenggam tangan El dan mengelus-elus rambut anak angkatnya sambil berkata, “El sayang, bangunlah Bunda sudah datang ini sama Om Exsel.” ucap Vanya.

__ADS_1


Sedangkan El yang merasa tangannya di genggam oleh seseorang pun kini mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, “Bunda...” panggilnya lirih. Vanya yang merasa Dirinya di panggil pun lalu membalasnya dengan berkata. Iya Sayang.., Kau sudah bangun..??, ini bunda Nak.., maafkan Bunda ya Nak..., sudah membuatmu khawatir.” balasnya. Belum sampai El menjawab, tiba-tiba saja ada seseorang yang menggebrak pintu ruang perawatan El.


Braakkk....


“El Sayang, apa Kau tidak apa-apa Nak... ??” tanya Aldo menyelonong masuk lalu memeluk El dengan tiba-tiba. El pun lalu berkata , “Ayah Aldo.., El tidak apa-apa kok, lagi pula ada bunda Vanya disini.” ucap El sambil tersenyum ke arah Aldo. “Huh... syukurlah Nak..” balas Aldo. Dan seketika saja Aldo mengarahkan pandangan menatap Vanya dan Pria yang berada bersebelahan dengan Vanya secara bergantian lalu berkata, “Vanya... Kau..??, dan Kau siapa..??” tanya Aldo mengernyitkan dahinya. Belum sampai Vanya menjawab Aditya yang datang dari arah belakang pun memotongnya lalu berkata, “Exsel..., Kau kenapa berada di sini..??” timpal Aditya bingung menatap Vanya dan Exsel secara bergantian. Sebelum Exsel menjawabnya Vanya pun berkata, “Kak Aditya, tenangkan Dirimu, Exsel menculik Diriku dan Babby Daffa karena Dia khilaf saja.” ucapnya berusaha meminimalisir keadaan mengingat sedang berada di ruangan perawatan Anaknya.


“Vanya..., apa Kau bilang khilaf katamu..??, Kau tahu tidak gara-gara Dia semua orang mengkhawatirkanmu, dan El pun drop gara-gara Dia... !!” seru Aldo tak terima, Vanya yangt tak mau kalah pun lalu membalasnya dengan berkata, “Aldo..., pelankan suaramu, Kau tahu tidak El sedang membutuhkan ketenangan... !!” bentak Vanya tak terima dengan balasan dari Aldo yang suaranya terlalu meninggi. El yang melihat para orangtuanya sedang berdebat pun lalu berkata, “Ayah.. Bunda..., kumohon Kalian jangan bertengkar lagi, El nggak mau kalau Kalian bertengkar.” ucap El sambil menggenggam tangan Vanya dan juga tangan Aldo untuk menyatukannya. Vanya dan Aldo yang merasa tangan Mereka disatukan oleh El pun lalu terdiam, dan hanya saling tatap satu sama lain.


Sedetik dua detik El pun berkata, “Ayah.. Bunda.., mungkin dulu El dan Kak Ney membenci Ayah Aldo, tapi tidak dengan sekarang, maka dari itu El mohon sama Bunda Vanya dan Ayah Aldo agar kalian menikah, El tidak mau kalau sampai Bunda Vanya sampai kenapa-kenapa lagi, apalagi Bunda sedang hamil Adik El, karena hanya Ayah Aldo lah yang bisa menjaga Bunda Vanya.” ucap El masih dengan menyatukan tangan Aldo dan Vanya. Vanya dan Aldo pun salah tingkah sendiri ketika tangannya masih saling menyatu. Sementara Aditya hanya menatap mereka dengan penuh haru, berbeda dengan Exsel yang justru mengepalkan tangannya geram.


*****


Waahhh... Waahh... Waahhh... El akhirnya menyatukan Vanya kembali dengan Aldo.


Hmmm lalu apakah yang akan dilakukan oleh Exsel setelah ini..??

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Yaaaa....


Terimakasih... ^-^


__ADS_2