
Sedangkan Erlin dan yang lain tercengang, dengan sikap Dina.
" Dinaa.... Lo... kenapa keluar dari ruanganmu..??" tanya Erlin pada sahabatnya.
" Gue denger semuanya Er... makanya gue keluar ruangan gue..., lagian gue juga sudah sembuh kok Er... Lo tenang saja... " ucap Dina datar, sambil membawa infusnya.
" Irsyad.... tugas Lo sudah selesai bukan...?? kalau sudah selesai, tuan Aditya tolong bawa dia ke penjara sekarang juga... dia berhak mendapatkan hukuman yang setimpalnya... " ucap Dina lalu melepas jarum infusnya.
" Dina.... apa yang Lo lakuin....?? " ucap Erlin dan Vitalia serempak, karena melihat sahabatnya melepas jarum infusnya.
" Tenang Er... Vit... gue nggak kenapa-kenapa kok..,gue beneran sudah sembuh.., kayaknya gue harus seret dia langsung ke dalam penjara sekarang juga deh...karena dia sudah membuat sahabat kita terluka parah.... " ucap Dina, dan...
Greepp...
Dina memegang tangan Irsyad,sontak membuat Irsyad tercengang.
" Ayooo... ikut gue sekarang juga... !! " ucap Dina dingin.
" Dina... apa yang kau lakukan, Nak...? tanya nyonya Sarah pada anaknya.
" Mah... Dina baik-baik saja Mah..., Dina tidak bakal tenang jika dia belum berada di dalam penjara...., jadi Dina memutuskan untuk membawanya sendiri masuk ke dalam jeruji besi... " ucap Dina dingin, sambil memegang satu tangan dr. Irsyad.
" Dinaa....kendalikan dirimu....,Lo nggak perlu repot-repot membawanya ke dalam penjara...,apalagi kondisimu belum benar-benar pulih Din... " tegas Vitalia, berusaha mencegah Dina.
" Tapi Vit...." ucap Dina terhenti.
" Sayang... betul apa yang dikatakan sahabatmu..., tenang saja aku bakal menyerahkan diri setelah apa yang aku perbuat..." ucap Irsyad yang tiba-tiba memanggil Dina dengan sebutan sayang.
__ADS_1
" Apa....Lo bilang...??sayang...??,heh...nggak salah dengar kan gue...,Lo manggil guee dengan sebutan itu...,jangan sekali-kali Lo manggil gue dengan sebutan itu lagi...gue nggak sudi...!! ,hmmm yaa...,bagus deh kalau Lo sadar...,dan sudah mau menyerahkan diri... " ucap Dina ketus. Erlin pun lalu menyenggol sang Suami untuk segera bertindak, ia tak mau melihat sahabatnya terluka, dan Aditya pun lalu memanggil salah satu perawat yang kebetulan lewat.
" Suster..., tolong panggilkan petugas keamanan kemari, sekarang juga... "titah Aditya pada perawat tersebut.
" Baik tuan... " jawab perawat itu lalu pergi memanggil pihak keamanan RS. sedangkan Dina langsung masuk ke ruang perawatannya lagi tanpa menghiraukan siapa pun yang sedang berada di situ.
" Dinaa... tunggu... " ucap dr.Irsyad menghentikan langkah Dina.
" Cukup Irsyad...,Lo tidak perlu bicara denganku lagi...!!!" tegas Dina lalu masuk ke dalam ruang perawatannya lagi,bersama sang Mamah,dan kebetulan ruang perawatan Dina tak jauh dari ruang tindakan,dan ruang tunggu tempat mereka berkumpul. ia benar-benar terpukul atas perlakuan Irsyad terhadap sahabatnya, yang tidak manusiawi.
" Tapi Din Please...,ck... Arrrghh..." ucap Irsyad terhenti sambil menjambak rambutnya sendiri kesal, sementara Dina tak menggubrisnua sama sekali.
" Hmmm...., sekarang Lo rasakan akibatnya dr.Irsyad... itu semua karena ulahmu sendiri bukan.... " ucap Erlin,lalu pergi meninggalkan dr.Irsyad dan yang lainnya masuk ke dalam ruang tindakan untuk menemui Vanya, tapi langkah yang terhenti seketika melihat El yang sedari tadi hanya duduk terdiam bersama sang Nenek, lalu menghampirinya.
" Sayang... ayo ikut dengan tante dokter masuk ke dalam.... " ucap Erlin pada El.
" Boleh banget dong sayang...,kan sebentar lagi bunda dokter akan segera di pindah ke ruang perawatan.. jadi El bebas menjenguk bunda dokter kapanpun El mau... " timpal Vitalia mendekati El.
" Beneran tante....?? Yee akhirnya El bisa bertemu bunda dokter lagi.... " ucap El dengan riang, sambil melihat sekilas ke arah dokter Irsyad karena takut.
" Sudah El... jangan menghiraukan orang itu... , mending sekarang ikut tante dokter ke dalam yukk..,katanya mau lihat bunda dokter.... " ucap Erlin ramah.
" Ya sudah... kalau begitu tante dokter permisi dulu ya El..,tante dokter mau periksa pasien lainnya..,El sama tante Erlin saja ya..." ucap Vitalia lalu pergi meninggalkan mereka,setelah mendapatkan anggukan dari Erlin dan El. sementara para orangtua dari keluarga Wijaya dan Sanjaya sedari tadi sudah masuk ke ruang tindakan untuk melihat kondisi Vanya.
" Ayok tante...El sudah rindu nih dengan bunda dokter...." ucap El penuh semangat, lalu di gandeng oleh Erlin, masuk ke ruang tindakan bersama Nenek El yang juga mengekor di belakang mereka berdua. sementara Aditya masih berada di luar ruangan melihat dr.Irsyad yang hanya diam, ia pun berniat untuk membuka obrolan.
" Gue yakin dokter Irsyad... sebenarnya Elo adalah orang baik.. karena ambisimu menguasai perusahaan Wijaya... Lo jadi seperti sekarang,dan Ya... Lo sadar nggak sih kalau Dina itu benar-benar berusaha mencintaimu.. dan usahanya pun berhasil...,tapi apa balasanmu...??!!" ucap Aditya dingin.
__ADS_1
" Hmmm...bagaimana tuan bisa seyakin itu..??maaf... tuan Aditya... maafkan saya ini semua salahku... aku benar-benar menyesali perbuatanku..., apalagi Dina sekarang telah menjauh dariku..." ucap dr.Irsyad penuh penyesalan.
" Kali ini kami memaafkanmu..., tapi kalau Elo benar-benar menyesali perbuatanmu..., temui dia dan minta maaflah sekali lagi..., walaupun gue yakin Dina tidak semudah itu akan memaafkanmu,setidaknya Elo juga sudah berusaha untuk meminta maaf padanya..., kalau Elo benar-benar cinta sama Dina ungkapkanlah...,jangan mementingkan obsesimu semata hanya karena harta...,harta bisa dicari Syad... ,dibandingkan cinta yang belum tentu bisa dicari..., gue bilang begini karna gue peduli sama Elo..., wajar kalau Dina marah dengan perbuatanmu yang sudah di luar batas.... Gue tau itu semua Elo lakuin demi obsesi Lo semata,itupun Elo juga terpengaruh dengan ucapan orangtua Lo bukan...?? ucap Aditya panjang lebar menasehati dr.Irsyad.
" Kau benar... tuan Aditya..., bahkan saya tak menyangka kalau anda begitu perhatian denganku, padahal saya sudah berniat untuk memiliki Istrimu.. tapi itu semua karena obsesiku semata, dan mengikuti perintah orangtuaku..., aku berjanji aku tidak akan mengulanginya lagi tuan Aditya... " ucap dr.Irsyad tulus, ya ia kali ini benar-benar sangat tulus, bahkan dimatanya tidak terlihat ada kebohongan.
" Hmmm tapi bukan berarti kau bebas begitu saja Irsyad...!!" tegas Aditya.
" Iyaaa saya tau itu tuan Aditya...,karena saya lah semua orang yang tidak bersalah menjadi korban dariku... " ucap dr.Irsyad sambil mendudukkan pantatnya di kursi,laluenundukkan kepalanya menyesali perbuatannya.
" Bagusss... gue suka...,Lo sekarang benar-benar menyadari kesalahanmu..., dan gue berharap setelah kejadian ini Lo bisa memperjuangkan cintamu lagi,dan berusahalah mencintai Dina, Syad, selagi Elo masih ada kesempatan kenapa tidak...??, gunakan waktumu sebaik mungkin untuk mendekatinya lagi..., gue yakin Dina bakal luluh denganmu..." ucap Aditya memberi nasehat, dan tak lama setelah mereka mengobrol, dua petugas keamanan RS pun datang.
" Tuan..., ada apa tuan Aditya memanggil kami..." ucap salah satu satpam.
" Hmm yaa.... saya minta kalian untuk menyerahkan dr.Irsyad ke kantor polisi..." titah Aditya.
" Baik tuan.... " jawab kedua satpam tersebut, lalu menahan dr.Irsyad, dan akan membawanya pergi.
" Tunggu dulu....!! , biarkan dia menemui seseorang terlebih dahulu, baru kalian membawanya ke kantor polisi... " tegas Aditya.
" Tuan Aditya terimakasih... sudah mengizinkanku bertemu dengan Dina... " ucap dr.Irsyad.
" Hmmm.... , yaa... gue kasih waktu sama Lo..., dan setelah itu Lo boleh pergi dari sini mempertanggung jawabkan perbuatanmu..." ucap Aditya lalu hendak pergi, sedangkan Irsyad pun bergegas menemui Dina.
" Hmmm... yaa kalian tunggulah disini biarkan dia menemui seseorang terlebih dahulu... " ucap Aditya pada kedua satpam tersebut lalu masuk ke ruang tindakan bersama dengan yang lainnya. Ya kali ini mereka semua boleh memasuki ruang tindakan, berbeda dengan pasien lain..., ya wajarlah karena Aditya sang pemilik RS tersebut.
Jangan lupa Like... dan komennya yaaa.....
__ADS_1