Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 193


__ADS_3

Menikahlah Dengan Dera!


Setelah perdebatan panjang diantara keduanya, Erlin memutuskan untuk menghubungi seseorang untuk di mintai bantuan.


"Kak, jemput Aku di kantor Wijaya Group, Aku ingin pulang ke rumah!" pinta Erlin pada sang kakak yang berada di seberang sana. Sementara Aditya begitu terkejut melihat sang istri menelpon kakak iparnya.


"Erlin, ada apa? Kenapa suaramu seperti sedang menangis?" sahut sang kakak bertanya kepada Erlin.


"Cepat ke sini kak, ku mohon!" ucap Erlin.


"Baiklah, Aku akan segera ke sana," jawab kakak Erlin yang bernama Yudha. Erlin pun lalu menutup telponnya sebelah pihak.


Tut..


Aditya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Erlin, apa yang kau lakukan! Kita bisa selesaikan ini baik-baik!" ujar Aditya.


"Aku sudah melakukan yang seharusnya Aku lakukan Mas, sudah jelas bahwa Mas terang-terangan berselingkuh dengan sahabatku!" seru Erlin dengan bercucuran air mata. Sesak rasanya! Ya tentu, siapa yang tidak mengira jika pasangan yang sangat harmonis tiba-tiba saja hancur seketika karena kedatangan orang ketiga. Lebih parahnya lagi dia adalah sahabatnya sendiri.


"Hatiku benar-benar hancur Mas, hancur... hiks.. hiks... Apa kau tidak pernah berpikir sama sekali tentang istrimu dan anakmu?" tanya Erlin dengan penuh emosional.


"Aku memikirkan kalian Erlin, kau sudah salah paham!" terang Aditya berusaha menjelaskan pada sang Istri.


Tiba-tiba saja Dera yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi pun menyahutnya dengan berkata, "Benar Erlin, ini semua tidak seperti yang kau lihat!" serunya.


Tanpa berpikir panjang Erlin pun lalu berjalan menuju ke arah Dera. Dan...


Plaaakkk....


Sebuah tamparan keras melayang dengan begitu saja di pipi mulus Dera.


"Dasar perempuan ******, teganya kau merebut Suamiku, kau tau kan bahwa kau telah berzina dengan Suamiku? Dasar wanita murahan, kau telah mengkhianati persahabatan kita Dera!" berbagai umpatan keluar begitu saja dari mulut Erlin. Ia kali ini benar-benar murka dengan Suami dan Sahabatnya yang telah berani mengkhianatinya.


"Hiks... hiks... dengarkan Aku dulu Er... Aku bisa menjelaskannya semua kepadamu, ini bukan seperti yang kau lihat Er, tolong mengertilah... hiks .. hiks..." balas Dera dengan menangis sesenggukan. Ia benar-benar tak menyangka jika akan terjadi seperti ini.


"Iya Istriku, benar apa kata Dera, kami benar-benar tak tau ..." ucap Aditya menimpali.


"Cukuuuuppp...!! Kalian jangan mencoba mencari sebuah pembenaran! Karena Aku tak akan mempercayai perkataan kalian!" ucap Erlin dengan amarah yang sudah memuncak.


"Dera menikahlah dengan Mas Aditya! Aku akan rela melepasnya hanya demi kau Dera!" seru Erlin dengan pengucapan yang berat, menahan rasa sesaknya di dada. Bahkan Ia terlihat kuat dan berusaha setegar mungkin walau sebenarnya rapuh.


Aditya yang mendengarkan pernyataan dari Erlin pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Apaa?? tidak Erlin! Aku tak akan mau menikahi perempuan seperti Dia! Karena Aku merasa tidak melakukannya, Erlin!" tegasnya.


Plaaaakkk...


"Sudah cukup kau mengelak dengan semua ini, Mas! Bahkan terang-terangan kau sudah menunjukkan buktinya!" Lagi-lagi Erlin berusaha tegar dihadapan sang Suami.

__ADS_1


"Bukti?"


"Bukti apa lagi kalau bukan Aku telah melihatnya, dan bukti jika kalian sengaja meminum minuman itu! Iya kan?"


"Jawab pertanyaan ku... !!" seru Erlin dengan emosi yang menggebu-nggebu.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh sang Istri kepadanya, seketika Aditya pun mengingat sesuatu lalu mengepalkan tangannya geram beralih menatap tajam Dera. Sedangkan Dera yang merasa di tatap pun hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap Aditya.


"Assisten Dera ..., apa yang telah kau masukkan ke dalam minuman itu, haa! Katakan kepadaku!"


"Tu.. tuaan Saya tidak tau kalau minuman itu ..."


"Cukup Dera, jangan berbohong! Jangan coba menjebakku!"


"Tapi Tuan, Aku benar-benar tak tau..."


"Sudah hentikan! Sandiwara apa lagi yang akan kalian perlihatkan di mataku!" lantang Erlin sambil menutupi kedua telinganya dengan telapak tangannya seolah tak mau mendengarkannya.


"Erlin dengarkan Aku, Aku benar-benar tak tau.."


"Hiks ... hiks ... hiks ..., cukup Mas! Sudah ku katakan Aku tak butuh penjelasan darimu!" tegas Erlin sambil menangis tertahan.


"Erlin mengapa kau berkata seperti itu? Apa kau sudah tak mempercayai Suamimu ini?"


"Erlin Sayang, Aku benar-benar tak tau! Assisten Dera lah yang berusaha menjebakku!"


"Apa katamu? Dera menjebakmu?" sahut Erlin sambil menggelengkan kepalanya dengan nada sinisnya. Kemudian Erlin pun lalu mengalihkan pandangan menatap Dera dan berkata, "Kalau begitu katakan kepadaku, Dee... apa benar, dengan apa yang diucapkan Mas Aditya?" tanyanya memastikan.


"Ayo jawab Dee! Kenapa diam?!" tanya Erlin dengan nada meninggi.


"Hiks ... hiks... Ak .. Aku .. tak tau Er, Aku benar-benar tak tau ..., hanya saja Aku mendapatkan minuman dari seorang karyawati di perusahaan ini, dan minuman itu.." belum sampai Dera menyelesaikan ucapannya Erlin pun memotongnya.


"Ya kau menuduh orang begitu kan?" tanya Erlin memastikan.


"Hanya ada satu kata untuk kalian.., MUNAFIK!" ucap Erlin dengan nada penuh penekanan. Lalu berjalan keluar dari kamar menuju ke ruangan kerja Aditya.


Aditya yang melihat sang Istri keluar kamar pun hendak menyusulnya sambil berkata, "Tunggu Istriku, ku mohon maafkan Aku..., Aku berjanji Aku akan membawakan bukti secepatnya untukmu," ucap Aditya mengikuti Erlin berjalan di belakangnya.


"Baiklah, Aku akan memaafkan Mas, jika Mas bisa membuktikan bahwa Mas dan Dera tak melakukan hubungan terlarang itu, Mas!" ucap Erlin.


Tak berselang lama ada dua orang pria datang ke ruangan CEO.


"Ada apa ini?" tanya Yudha menatap semua orang yang ada di ruangan CEO secara bergantian.


Seketika saja Erlin menoleh ke arah sumber suara, menatap kedatangan dua orang Pria itu.

__ADS_1


"Kakak ..., Rey ..." ucap Erlin sambil berjalan menghampiri mereka. Ya, Yudha sendiri memutuskan untuk pergi keep kantor Wijaya Group bersama dengan Raymond, karena kebetulan saat Erlin menghubungi sang kakak, Reymond sedang melakukan pertemuan dengan Yudha.


"Erlin Sayang, kenapa kau menangis?" tanya Yudha pads sang adik.


"Tidak kak, Aku tidak papa, lebih baik kita pergi dari sini, Aku akan menjelaskan semuanya di rumah," balas Erlin.


"Dan kau Mas, jika kau tidak bisa mengumpulkan semua bukti, lebih baik kita berpisah dan menikahlah dengan Dera ..." sambung Erlin dengan nada beratnya lolos begitu saja dari mulutnya. Betapa terkejutnya Yudha dan Reymond yang mendengarkan pernyataan dari Erlin.


Sementara Aditya yang mendengarkan pernyataan dari sang istri pun tak terima. Ia pun membalasnya dengan berkata, "Tidak Erlin! Aku tidak akan pernah menceraikanmu! Ingat itu!" tegas Aditya.


"Terserah apa katamu, Mas! Tapi yang jelas tolong buktikan jika kalian tidak melakukan hubungan terlarang itu!" ucap Erlin tak mau kalah begitu saja.


"Okey, kalau itu maumu! Aku akan buktikan jika Aku tidak melakukannya, kalau Aku dan Dera hanya dijebak oleh seseorang,"


"Bagus kalau Mas setuju! Tapi dengan satu syarat! Selama Mas belum menemukan buktinya, jangan pernah berharap bisa bertemu denganku dan hugs Baby Daffa!" tegas Erlin. Aditya yang mendengarkan pernyataan dari sang istri pun terperangah mendengarnya.


"Apaaa?? Tapi Yang, bagaimana Aku bisa hidup tanpa kalian?" tanya Aditya dengan nada memelasnya.


"Itu urusanmu Mas, karena kau lah yang sudah menyalakan api, sehingga menjadi seperti ini!" tegas Erlin menatap Aditya dengan tatapan mata dingin.


"Hentikan! Ini sebenarnya ada apa ini? Kenapa kalian tiba-tiba bertengkar hebat seperti ini? Kalian tau tidak ini di kantor!" tegas Yudha memberi peringatan pada Erlin dan Aditya. Seketika saja Erlin dan Aditya tak ada yang membuka suara sama sekali.


Setelah semenit tak ada yang bersuara, Kakak dari Erlin pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kalian lebih baik ikut bersamaku, termasuk kau assisten Dera!" titah Yudha.


"Dan kau Sekretaris Wu, handle semua pekerjaan kantor, biar Reymond yang membantumu!" sambung Yudha memberi perintah kepada Sekretaris Wu.


"Baik Tuan..."


Sementara Aditya yang mendengar pernyataan sang Kakak ipar pun tak terima, "Apaa? tidak Kak, dia..."


"Cukup Aditya! Jangan menolak perintah ku!" sahut Yudha dengan nada meninggi. Seketika itu pula Aditya pun terdiam tanpa mengeluarkan separate kata apapun. 'Ya, Aditya jika berhadapan dengan sang Kakak ipar memang tak berdaya, mengingat sang Kakak ipar adalah seorang psikopat.'


Bersambung....


...****************...


...----------------...


^^^Hey Guysss.... bagaimana kabar kalian hari ini?? ^^^


^^^Mohon maaf Author baru up karena ada insiden laptop author kesiram air😭😭 yang akhirnya membuat author harus mengetik ulang di episode ini. ^^^


^^^Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komen Yaaa.... biar Author lebih semangat lagi up nya... ^^^


Salam Sehat dari Author🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2