
Keributan di cafe
Di dalam ruangannya, Erlin terlihat diam merenung melihat kondisi calon mertuanya terbaring lemah..,,ia begitu sangat mengharapkan dirinya menjadi menantunya.
" Yaa.. Allah.. kenapa semua jadi seperti ini...?? berawal dari kebohongan menjadi sebuah kenyataan...,,batin Erlin.
" Apaaa... benar yang dikatakan Vitalia, ini karma bagiku dan Aditya.... ?? huh... entahlah... " gumam Erlin dalam hati sambil menghembuskan nafas kasarnya.
" Wey.... Er..... ngapain lo ngelamun nggak jelas kek gitu.... " ucap dr.Vanya sahabat Erlin yang tiba-tiba nyelonong masuk ke ruangan Erlin.
" Kalau masuk itu ketuk pintu dulu, bisa nggak sih.... kebiasaan.... ucap Erlin kesal, memutar bola matanya jengah.
" Iyaaa iyaaa.... maaf...,, Elo jugaa jadi orang ituu jangan kebanyakan ngelamun tau nggak...kemasukan setan baru tau rasa lo...
" Astaghfirullahalazim... tegaaa... banget sih lo sama sahabat sendiri.. nyumpah-nyumpahin... " ucap Erlin tak trima apa yang diucapkan dr.Vanya barusan.
" Yaa habisnyaaa Elo jugaa kebanyakan ngelamun... ,, harusnya Elo itu bahagia bukan...,karna sudah dilamar tuan muda pemilik RS ini.... " ucap Vanya.
" Tau darimana lo....??
" Yaa tau lah.... ,, ini nih baca....
" Haah... apa ini...??
" Liat baik-baik dong Er.... beritanya...
" Astagaaa.... yang bener ini Van....
" Yaa bener lahh... sudah tau itu berita ada disitu... , emang lo nggak tau apa...kalau berita elo dilamar itu sudah sampai ke seantero negeri...
" Seriusss lo Van.... ,, makanya tadi kok ada yang aneh dari tadi gue di panggil nyonya muda...?? ucap Erlin heran dengan sikap karyawan RS yang menyapanya dengan sebutan nyonya muda, padahal belum sah menjadi istri dari sang pemilik RS ,sekaligus direktur utama RS Wijaya.
" waahh yang bener lo Er.... padahal elo kan belum jadi nyonya Aditya..., iya nggak sih... " ucap Vanya semangat.
" Biasaa sajaaa.... nggak usah berlebihan kali Van... " ucap Erlin datar.
" Yee... elo..,, kenapa mendadak dingin gitu sih... ?? Ya udah sekarang cepetan, jadi ke mall nggak... , mumpung gue ada waktu nih.... " ucap Vanya panjang lebar.
" Iyaaaa iyaaa.. sabar... gimana mau selesai Elo dari tadi ngoceh terus... " ucap Erlin sambil mengemasi barang-barangnya.
Akhirnya mereka pun pergi mengendarai mobil menuju mall untuk berbelanja...,karna hari ini dr.Erlin dan dr.Vanya pulang lebih awal, sesampainya mereka di mall, mereka pun segera berbelanja untuk keperluan mereka, setelah selesai berbelanja, mereka memutuskan untuk mampir di sebuah cafe yang terletak di samping mall.
Sementara Aditya tengah sibuk meeting dengan client nya yang kebetulan ada di restoran dalam mall tempat Erlin tujuan saat ini.
" Baik.. saya setuju dengan proyek itu..." ucap Aditya dingin.
" Trimakasih tuan Aditya... , oh iyaa tuan Aditya kalau tidak keberatan, sebelum pertemuan ini selesai, saya mau mengajak berfoto dengan anda kalau anda berkenan...
" untuk apa??? tanya Aditya mengerutkan keningnya.
" Sebagai tanda terimakasih tuan... karna sudah menerima kontrak dengan perusahaan anda..
__ADS_1
dan ketika Aditya sedang berfoto selfie dengan seorang wanita yang merupakan client nya, di dalam cafe , Erlin melihatnya, ia tak menyangka bahwa Aditya bisa sedekat itu dengan seorang wanita.., padahal ia kenal betul siapa Aditya, selama ini, yang mengejar Aditya hanyalah Clara mantan tunangannya, tapi dia salah menilai ternyata Aditya mempunyai hubungan dengan wanita lain selain dirinya...
" Ituu... seperti Aditya.... " batin Erlin.
" Vanya... gue mau kesana dulu... pamit Erlin pada sahabatnya.
" mau kemana??
" kemeja seberang sana... bentar...saja...
" Ya sudah jangan lama-lama... balas Vanya.
Erlin ingin memastikan apakah penglihatannya benar,Aditya sedang bersama wanita seksi yang ia lihat itu.
Aditya yang sedari tadi masih berfoto selfi dengan client nya pun tak menyadari jika ada sepasang mata , sedang mengintainya..
" Sudah Nona Naura.....!! " ucap Aditya dingin.
" Sebentar tuan tadi kurang bagus..., wajahnya jangan dingin-dingin gitu dong tuan... jelek taukkk... ucap Nona Naura.
" Ck... Sekali lagi... ,, sehabis itu saya akan pergi... , atau saya akan batalkan proyek tersebut...!!" tegas Aditya menatap tajam Naura, karna merasa risih dengan perlakuan client nya.
" Ck... Baiklah....
Ketika pose foto yang terakhir, wanita itu terlihat sangat mesra sekali dengan Aditya, bahkan wanita itu tanpa sadar berani mencium pipi Aditya. Erlin pun terbelalak kaget melihat adegan itu. entah kenapa Nafasnya terasa sesak melihat adegan itu...tak terasa matanya pun memerah, antara marah bercampur sedih, ingin menumpahkan air matanya, tapi ia masih setia memperhatikan tingkah laku Aditya dengan wanita seksi itu, sangat disayangkan Erlin tak dapat mendengarkan percakapan diantara keduanya, karna terhalang oleh ramainya pengunjung.
" Aditya... ucap Erlin lirih.
" Nggak.. nggak... ,pokoknya gue nggak boleh lemah... gue nggak boleh semudah itu jatuh cinta pada Aditya... " gumam Erlin lalu menghapus air matanya yang jatuh, lalu ia segera bergegas menuju meja yang ia tempati tadi bersama Vanya.
tapi saking teledornya Erlin, ia tak sengaja menabrak vas bunga di depannya, yang terletak di dekat Aditya dan client nya berada.
Pyaaarrrr....
semua mata tertuju padanya, termasuk Aditya dan client nya..., Erlin yang merasa tidak enak karna telah dilihat oleh banyak orang, sedangkan Aditya terkejut dengan yang ia lihat barusan, ia pun segera menghampiri Erlin, akan tetapi dihalangi oleh clientnya, Nona Naura.
" Erlin..... ucap Aditya terkejut dengan kedatangan Erlin.
" Mmm maaf... saya nggak sengaja... permisi.... ucap Erlin, sambil melirik wanita yang berada di samping Aditya, lalu bergegas pergi, ia tak tahan melihat Aditya bersama wanita itu.
" Sayang... tunggu... " ucap Aditya hendak mengejar Erlin tapi dihalang-halangi oleh client nya.
" Ehh.... ehh tuan mau kemana... belom selesai... tuan " ucap Nona Naura bergelayut manja di lengan Aditya.
" Ck.... jangan halangi saya... saya permisi... "tegas Aditya menghempaskan tangan wanita itu, wanita itupun lalu jatuh ke lantai.
" Isshh ck... dasar wanita pengganggu... awas saja... " ucap Nona Naura tak trima karna ulah Erlin.
" Dan wanita itu?? siapa diaa?? tanya Nona Naura dalam hati.
" Sayang.. tunggu... ini bukan seperti yang kamu lihat..... " ucap Aditya. seketika semua pengunjung cafe di buat heboh dengan adegan tersebut. bahkan ada juga yang mengambil gambar dari Aditya dan Erlin., ya karna Aditya Bramasta Wijaya sangat di kenal dalam dunia perbisnisan, sedangkan Erlin merupakan seorang dokter cantik yang sudah di kenal di kota S.
__ADS_1
" Cukup... dit.... !!! tak perlu kau jelaskan lagi... !! bentak Erlin penuh dengan amarah.
Sedangkan Erlin dengan buru-buru mengambil tasnya,
" Lama banget sih lo.... ucap Vanya.
" Ayoo kita pulang.... ,, males gue disini... " Balas Erlin ketus, lalu bergegas pergi dari cafe meninggalkan Vanya sendirian.
" Lohh loh.. main pergi ajaaa... ,,tungguin gueee... woy... teriak Vanya karna sudah ditinggalkan oleh Erlin.
Sedangkan Aditya, tak mampu mengejar Erlin yang menghilang secepat itu..
" Ck.. siaaalll.... ini semua gara-gara wanita sialan itu....
Aditya pun lalu merogoh saku,mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang
" Do... batalkan kerjasama proyek kita dengan clientku tadi... sekarang juga... !!! " tegas Aditya sedang berbicara dalam telpon, dengan aldo Asistennya.
" Bagaimana mungkin tuan... ??
" iisshh ck.. jangan membantah.. karna ulahnya, gue sama Erlin jadi bertengkar do... !! " ucap Aditya.
" Apaa..?? bagaimana bisaa...?? tanya Aldo.
" Ck sudah jangan banyak tanya, lakukan apa yang saya suruh... !!
" Dan satu lagi..do... tolong perketat pengamanan untuk kekasihku... jangan sampai dia kenapa-kenapa... ingat itu..." tegas Aditya lagi, ia tak ingin terjadi sesuatu pada Erlin kekasihnya.
" Siapp bos...
mereka pun akhirnya mengakhiri obrolan mereka dalam sambungan telpon.
setelah insiden itu, akhirnya Aditya pun yang mengganti rugi, kerugian cafe karna ulah Erlin tadi.
Di dalam mobil Erlin menggerutu kesal melihat Aditya dan wanita tadi bersamanya di cafe.
" Dasaarr... lelaki brengsekk... gumam Erlin kesal, tapi masih terdengar di telinga sahabatnya
" Maksud lo siapaa sih Er...??? semenjak keluar dari cafe itu kenapa sikap lo berubah ngeri gitu sih... tanya Vanya menyelidik.
" Nggak... nggak adaa.... jawab Erlin.
" Yakin... beneran.. nggak mau cerita...
" Heemm...
" Awas aja...lo kalau nanti nangis-nangis... gue nggak mau nolongin lo... ucap Vanya penuh penekanan, tapi tak dihiraukan oleh Erlin. tak lama,mereka pun sampai di RS lagi karna hari ini mereka ada jadwal operasi.
..." ***Cinta terkadang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tapi cinta dapat diungkapkan dengan perasaan"...
FYI*****
__ADS_1