Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 23


__ADS_3

Di Rumah Sakit


hari sudah mulai gelap,sementara itu Erlin sedang di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance yang di dampingi oleh Aditya., Aditya yang terkenal sangat dingin dan angkuh, sekarang tanpa ia sadari bahwa dirinya telah berubah 180°,berkat seorang dokter cantik yang mampu meluluh lantahkan hati seorang Aditya Bramasta Wijaya..., karna semenjak Aditya di khianati oleh mantan tunangannya yaitu Clara,, Aditya tak pernah dekat dengan wanita manapun, ia takut dibutakan oleh cintanya. Ya.. Erlin seorang dokter cantik jurusan spesialis jantung yang telah berhasil merebut hati seorang Aditya. walaupun kini dirinya hanya di anggap sebagai kekasih bohongannya, dan sebentar lagi akan menjadi tunangan bohongan dari Aditya, tanpa mereka sadari kedekatan mereka akhir-akhir ini seakan untuk membuka pintu hati mereka.


Di lorong rumah sakit tampak Aditya yang mendampingi Erlin yang sedang terbaring lemah di atas bad dorong, banyak sepasang mata yang menatap terkejut, terutama teman-teman sejawat Erlin,banyak pertanyaan yang muncul dari otak mereka, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa dengan dokter Erlin?? segitu paniknya sang direktur dengan keadaan dokter Erlin??? kenapa mereka bisa bersama-sama? setahu mereka dokter Erlin tak pernah dekat dengan seorang pria..?? begitu kira-kira pertanyaan yang ada di otak mereka..


Mereka menyambut kedatangan Aditya dan Erlin dengan terkejut,karena rekan-rekan sejawatnya dan para staf RS lainnya tidak ada yang mengetahui kalau dokter Erlin sedang diculik dan berhasil ditemukan dengan keadaan selamat, tapi kondisinya sangat memprihatinkan. kecuali dokter Vanya dan suster Dina yang merupakan sahabat dekat Erlin yang sudah mengetahui sahabatnya sedang diculik.


" Erlin sayang... bertahanlah... please.. demi aku... ucap Aditya sambil menggenggam erat tangan Erlin yang terbalut infus,


Setibanya di ruang UGD, Vanya yang sedang jaga pun terkejut melihat sahabatnya terbaring lemah,di atas bad di dampingi oleh Aditya.


" Dokter... suster.... tolongin dia cepat... teriak Aditya panik yang membuat seluruh ruangan terkejut dan panik dengan apa yang mereka lihat.


" Ada apa tuan teriak teriak....??? Erlin..... astaghfirullah....,kenapa dengan Erlin tuan...kenapa bisa begini... ??? tanya Vanya teman sejawat Erlin sekaligus sahabat Erlin yang terlihat kaget, dan menangis melihat kondisi Erlin.teman sejawat lainnya pun ikut menenangkan Vanya yang terkejut.


" Sudah jangan banyak tanya... dokter Vanya, dan yang lainnya cepat tolong dia... , titah Aditya


" Baik... tuan.... , ucap serempak para tenaga medis yg sedang berjaga di UGD.


Vanya sedari tadi diam tak percaya oleh apa yang ia lihat barusan, dia seakan tak berdaya melihat sahabatnya yang terbaring lemah..


"Erlin.... maafin gue... nggak bisa jagain lo...hiks.. hiks... ucap Vanya masih terdengar oleh teman sejawat yang lain.


Sementara Aditya terlihat panik saat Erlin sudah d bawa ke ruang Operasi.


" Tolong anda tunggu diluar tuan Aditya... ucap salah seorang dokter.


" Tapi dok....


" Kami hanya menjalankan sesuai prosedur rumah sakit tuan.... jadi mohon anda tunggu diluar biar kami bisa berkonsentrasi mengeluarkan pelurunya tuan...


" ishh..ck.... hmmm baiklah... ucap Aditya pasrah. meskipun Aditya seorang direktur sekaligus pemilik RS itu tapi dia tau aturan.


Aditya pun masih tampak panik,dan terlihat mondar mandir di depan ruang operasi. Aldo yang baru datang menghampiri sahabatnya pun menatap iba.


" Dit... tenangkan hatimu... yakin pasti dokter Erlin nggak kenapa-napa...


tak ada jawaban dari mulut Aditya, hanya dibalas dengan anggukan saja oleh Aditya..


Tak lama setelah itu, Keluarga Sanjaya datang ke rumah sakit wijaya untuk melihat kondisi Erlin,


" Dok...

__ADS_1


" Ya tuan ada yang bisa saya bantu... ucap salah satu perawat di RS Wijaya.


" dokter.. dimana dokter Erlin sekarang dok, dan gimana keadaan anak saya ?? tanya Sanjaya panik.


" keadaan dokter Erlin saat ini masih dalam pemeriksaan, tuan.. sekarang sedang berada di ruang operasi karna ada peluru mengenai kaki dokter Erlin.. jawab perawat tersebut.


" Apaa... ?? peluru...?? Baik trimakasih dok... kami permisi dulu.. ucap Yudha di ikuti papih dan mamih serta eyang nya yang ada di belakangnya.


disaat yang bersamaan dokter bedah sudah berhasil mengeluarkan peluru yang mengenai kaki Erlin, dan operasi Erlin berjalan dengan lancar,pintu ruang operasipun terbuka,


" Dokter gimana kondisi kekasih saya Erlin dok... tanya Aditya gusar.


" Tenang saja tuan... dokter Erlin operasinya berjalan dengan lancar tuan, dan untuk kondisi dokter Erlin karena cekikan di leher sudah mulai membaik tuan, kami sudah bantu memakaikan alat bantu pernafasan sementara buat dokter Erlin, ucap salah satu dokter yang barusan keluar dari ruang operasi.


" huh.... Alhamdulillah... syukurlah kalau gitu dok .... ucap Aditya menghembuskan nafas lega.


" Dokter... bagaimana keadaan anak saya Erlin dok ucap seseorang yang tiba-tiba datang. yaa orang itu adalah Papih Erlin.


" Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik tuan, dan operasinya berjalan lancar...,tinggal kita tunggu dokter Erlin sadar.


" Kalau begitu saya permisi dulu..


" Baik dok... ucap serempak orang yang ada di situ.


" Tuan Aditya... terimakasih sudah menolong anak saya...


" Iya... nak... terimakasih sudah menolong cucuku... kanu pantas menjadi pendamping hidup cucuku nak... sambung Eyang Erlin. Aditya pun mengernyit bingung dengan apa yang dikatakan Eyang erlin.


" Iya sama-sama nek... tuan Sanjaya...


" Mmm maksud nenek tadi apa ya... ??


" Nggak ada maksud apa-apa kok tuan Aditya... ucap Sanjaya memotong pembicaraan.


" Oh.... jawab Aditya hanya ber oh ria.


" Jadi kamu kekasih dari adekku...??. hmmm trimakasih susah menolong adekku..... ucap Yudha kakak dari Erlin dingin.


Aditya hanya membalas jawaban dengan deheman saja.


" Hmmm....


Tak lama Erlin pun sudah dipindahkan ke dalam kamar perawatan.

__ADS_1


Erlin tampak belum sadarkan diri.


" Nak... sadarlah nak... banyak yang menunggumu... ucap mami erlin lirih memegang tangannya.


" Sudah mih... mamih yang sabar ya.. pasti Erlin cepet sadar kok... ucap Sanjaya menenangkan istrinya.


Tiba-tiba...


" Uhukkkk.. uhuuukk...


" Er.... kamu sudah sadar nak... ucap Dewi senang


" Awww.... Erlin merintih kesakitan karna terkena tembakan di kakinya.


" Sayang... hati hati.... ucap dewi sambil mendudukkan Erlin pelan-pelan.


" Air.... ucap Erlin lirih meminta di ambilkan air yang ada di meja.


" Ini... Er... Airnya... ucap sang kakak sambil mengambilkan air putih. Erlin pun lalu meminumnya sampai habis tak tersisa.


" Adityaaa..... ucap Erlin masih terdengar oleh seluruh orang yang ada di ruang perawatan Erlin.


" Sayang.. tenangkan dirimu .. ok... ucap papih menenangkan sang putri.


" Adityaaa.... gimana keadaan dia sekarang hiks hiks hiks.. ucap Erlin sambil menangis.


" Cucu Eyang kenapa nangis.... ?? ucap Eyang, Erlin pun terkejut karna baru menyadari kalau ada Eyang dan kakaknya sudah tiba di Indonesia.


" Eyang... kak Yudha...?? kapan kalian datang?? ucap Erlin sambil mengusap air matanya.


" sudah dari kemarin dek... , sudah mending kamu sekarang istirahat dek... jawab Yudha menenangkan adeknya.


" Benar apa kata kakak kamu, Er...


" Tapi... pihhh.... Aditya... hiks hiks... dia telah menolongku, seingat Er dia sudah mengorbankan nyawanya demi aku...


" Kamu tenang saja nak... tuan Aditya sekarang ada diluar, sedari tadi ia mengkhawatirkan kondisimu.... ucap dewi menenangkan anaknya


" Dia...?? khawatir, yang benar saja...?? tanya Erlin dalam hati.


" Iya sayang... dia benar-benar mengkhawatirkanmu, dia yang sudah menolongmu.. apalagi dia juga kekasihmu bukan??? tanya sang papih menyelidik, Erlin hanya mengerutkan keningnya bingung.


Erlin tak menjawab pertanyaan dari sang papih, dia sendiri bingung dengan apa yang diucapkan oleh sang papih., berbagai pertanyaan muncul dibenaknya.

__ADS_1


__ADS_2