Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 190


__ADS_3

Menjebak Aditya


Dera pun kini menjadi salah tingkah karena melihat kedatangan pimpinannya yang masuk ke dalam ruangannya dengan tiba-tiba. Ia pun lalu segera mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipi.


“Tu .. Tuan Aditya .., maafkan Saya ..” ucap Dera sang assisten dari Aditya dengan terbata sambil berdiri dari tempat duduknya.


Sementara Aditya yang melihat gelagat aneh dari sang assisten pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, “Ada apa Dera? Kenapa kau menangis?” tanyanya dengan menatapnya heran.


“Tidak Tuan, tidak ada .., hanya saja Saya ...” seketika itu pula Dera pun menghentikan ucapannya karena ia mengingat sesuatu.


Flashback On :


“Dera, jika kau ada suatu masalah tolong bilang sama Aku, Aku memecat Ibumu bukan karena Aku tak suka dengan Ibumu, hanya saja keluargaku menginginkan jika Putraku agar dirawat oleh keluargaku sendiri,” ucap Erlin berterus terang kepada Dera.


“Tak apa kok, Er! Lagi pula Ibu ku juga sudah ku bilangin agar tidak bekerja lagi kesana kemari, apalagi Ibu ku juga sudah tua unuk bekerja,” balas Dera dengan tersenyum ramah. “Maaf ya Er, jika Ibuku selama bekerja di tempatmu berbuat salah ..” sambung Dera lagi meminta maaf pada Erlin.


“Tak apa De, lagi pula selama ini Ibumu tak ada salah sama sekali dengan keluargaku, bahkan Ibumu juga merawat Putraku dengan baik,” sahut Erlin dengan tersenyum ramah dihadapan Dera.*


“Thanks ya Er, kau memang Sahabat terbaik selain Vitalia, Vanya dan juga Dina ..” balas Dera sambil memeluk Erlin. Erlin pun dengan senang hati membalas pelukan tersebut, lalu berkata, “Iya sama-sama, justru sebaliknya yang seharusnya berterima kasih itu aku bukan kamu,” ucapnya masih dengan posisi saling berpelukan.


“Pokoknya kau tenang saja, Aku akan bilang pada Suamiku, agar kau menjadi assisten Suamiku, menggantikan Aldo, bagaimana, apa kau setuju?” tanya Erlin memastikan.


Mendengar perkataan dari Erlin Dera pun merasa sungkan, dan ia pun nberkata, “Tapi Er ..” ucapnya terhenti karena Erlin memotongnya.


“Ck ..., sudah pokoknya jangan menolak perintah dari seorang Erlin, okey!”


“Er ...” ucap Dera merasa tak enak hati.


“No .. No .. No .., Aku akan membantumu De, kau adalah Sahabatku. Jadi please kali ini saja jangan menolak perintah dariku!” pinta Erlin pada Dera agar mengikuti perintahnya. Dengan berat hati Dera terpaksa mengiyakan perintah dari Erlin, “Huuhh .., baiklah ..”


“Nah itu baru namanya Sahabat!” seru Erlin senang karena perintahnya telah dituruti oleh Dera.


“Ya sudah setelah ini Aku akan bilang sama Suamiku jika kau akan menggantikan Aldo menjadi assistennya mulai besok, dan tak ada penolakan okey,” sambung Erlin lagi lalu menggeser layar ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Flasback Off :


“Tidak Dera, kau tidak boleh mengatakan apa yang sebenarnya kau alami, jangan sampai kau membuat keluarga kecil Sahabatmu hancur Dera, ingat itu!” batinnya mencoba mengingatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara Aditya yang melihat assisten Dera hanya terdiam mematung pun mengerutkan keningnya bingung. Dalam hatinya bertanya-tanya. ‘Sebenarnya apa yang mengganggu pikiran Dera?’


Dera yang merasa dirinya sedang di tatap oleh Aditya dengan tatapan mengintrogasi pun lalu mengalihkan perhatiannya dengan berkata, “Eheemm, maaf Tuan Saya sebenarnya hanya ada sedikit masalah dengan kekasihku,” ucapnya dengan sebuah alasan.


Aditya yang mendengarkan pernyataan dari Dera pun bernafas lega, “Syukurlah kalau pendengaranku tadi mungkin salah, maaf ...” jawabnya. ‘Ya, sebenarnya Aditya mendengarkan apa yang dikatakan Dera saat  ia membuka pintu, tapi setelah ia mendengar jawaban Dera, ia memilih melupakan dengan apa yang sudah ia dengar, karena mungkin dirinya sudah salah mendengarnya.'


“Seharusnya yang meminta maaf itu Saya, Tuan.” Sahut Dera dengan menundukkan kepala nya merasa bersalah.


“Sudah lupakan! Lagi pula Saya ke sini hanya ingin mengambil berkasku yang tertinggal di sini,” sahut Aditya to the point.


“Oh ya kebetulan sudah Saya siapkan, Tuan.” ucap Dera sambil menyerahkan beberapa berkas kepada atasannya. Tanpa menunggu lama Aditya pun lalu berbalik badan dan melangkahkan kakinya pergi dari ruangan assisten Dera.


...****************...


Sementara di lain tempat tampak seorang paruh baya berada di dalam sebuah cafe sedang menunggu seseorang. ‘Ya, seorang paruh baya tersebut adalah Ibu Nia atau Ibu kandung Dera.’


“Permisi apakah Anda yang bernama Ibu Nia?” tanya seseorang yang baru saja datang ke meja Bu Nia dengan diikuti dua bodyguard.


“Oh iya, Saya sendiri! Ada apa, ya??” tanya Ibu Nia pada seseorang itu.


“Jadi apa yang harus Saya lakukan untuk Anda Nyonya?” sambungnya lagi menawarkan diri.


“Jadi begini, Saya hanya ingin Putriku menikah dengan Tuan Aditya, hanya itu!” tegas Ibu Nia dengan keinginannya.


Sementara seseorang yang menawarkan diri tadi, terbelalak mendengar pernyataan dari Ibu Nia, ia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Apaaa?? Itu sangat mustahil Nyonya, karena Bos kami sudah memberi peringatan kepada kami, jika kami tak boleh menyerang Aditya Bramansta Wijaya. Apalagi Aditya Wijaya juga sudah mempunyai Istri,” terangnya berterus terang.


“Mustahil bagaimana? Hanya menjebaknya saja kenapa kau tidak bisa? Bukankah kau adalah anak buah dari mister R, tapi kenapa kau tidak bisa melakukannya?” tanya Ibu Nia heran seseorang itu yang merupakan anak buah dari mister R.


“Maaf Nyonya Nia, kali ini Saya tak dapat membantu anda, karena Bos kami orang baik-baik bukan orang jahat seperti Anda, Nyonya! Mungkin Bos Saya salah menilai anda, Nyonya! Kalau begitu kami Permisi ..” ucap seseorang itu panjang lebar lalu pergi dengan diikuti dua orang bodyguard meninggalkan Nyonya Nia yang mengeram kesal karena ia salah pilih orang untuk menjadikan sebuah umpan.


“Sial ..., rencana ku gagal lagi ...” ucap Ibu Nia berdecak kesal.  Tiba-tiba saja saat dirinya hendak berdiri dri tempat duduknya, ponsel miliknya pun berbunyi.


Dreett .. Dreett .. Dreett ..


Bu Nia pun segera menggeser layar ponselnya untuk mengangkat teleponnya.


“Halo ...” ucap  Bu Nia membuka obrolan melalui telepon.

__ADS_1


“Halo tante, bagaimana sudah berhasil kah rencana tante untuk menjebak Tuan Aditya?” sahut seseorang yang berada di seberang sana, yang juga merupakan keponakan dari Bu Nia.


“Levi, sepertinya Dera tak akan mungkin bisa melakukannya, kau tau sendiri kan Dera seperti apa,”


“Tante tenang saja, kalau Dera tak bisa, serahkan semua kepadaku, Tante!”


“Kau yakin, Lev? Apa kau tidak takut untuk di pecat dari perusahaan??


“Tidak Tante, Pokoknya tante tenang saja, sebentar lagi waktu istirahat akan segera tiba, dan biasanya di jam istirahat  Istri dari Tuan Aditya akan datang ke kantor, jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjebak dia, Tante!” ucap seseorang ya ng bernama Levi tersebut dengan tersenyum menyeringai. ‘Ya, Levi merupakan orang suruhan Bu Nia untuk melancarkan aksinya untuk menjebak Aditya, jikalau Dera Putrinya tak bisa berhasil merebut hati CEO Perusahaan Wijaya Group tersebut. Dan kebetulan pula Levi adalah salah seorang karyawati dari perusahaan Wijaya Group yang sedari dulu sudah sangat membenci Erlin Putri Sanjaya Istri dari CEO tempat ia bekerja.’


Sementara sambungan telepon pun sudah terputus karena diputuskan sebelah pihak oleh seseorang yang bernama Levi.


Tanpa Ibu Nia sadari ada sepasang mata yang sedang memata-matai gerak-geriknya. “Siapa Ibu itu? Kenapa dia menginginkan aditya jatuh ke pelukan putrinya? Apakah dia yang menghubungiku untuk meminta bantuan itu ya?” batinnya dengan berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya.


...****************...


Sementara di Perusahaan Wijaya Group tampak Levi sedang berjalan ke arah pantry sedang mencari seorang pelayan untuk membuatkan minuman.


“Mbak, mau tanya, tadi minuman Tuan Aditya sudah diantarkan ke ruangannya belum ya?” tanya Levi seramah mungkin dengan pelayan tersebut.


“Belum, Nona! Kebetulan ini Saya sedang membuatkan minuman untuknya dan juga assisten Dera,” ucap salah seorang pelayan tersebut, sambil menunjukkan dua buah minuman pada wanita yang bernama Levi.


“Baiklah kalau begitu, nanti biar Saya saja yang mengantarnya,” ucap Levi menawarkan diri. Namun pelayan laki-laki itu hendak menolaknya, “Tapi Nona, nanti bisa dimarahin sama Tuan Aditya,” ucapnya dengan penuh rasa khawatir.


“Sudahlah jangan khawatir, kau tenang saja! Nanti biar assisten Dera yang mengantar ke ruang CEO, lagi pula Aku mau ketemu sama Dera, jadi sekalian saja aku mengantarkan minuman itu, dan kau tak perlu capek-capek ke sana,” ucap Levi berusaha meyakinkan pelayan tersebut.


“Ya sudah kalau itu mau Nona, kalau begitu Saya permisi Nyonya, Saya mau istirahat dulu,” sahut pelayan laki-laki tersebut sambil membungkukkan badannya.


“Okey, sudah sana pergi ...” usir Levi pada seorang pelayan laki-laki itu. Dan ketika ruang pantry sudah terlihat sepi, Levi barulah melancarkan aksinya dengan mencampurkan sesuatu ke dalam dua buah minuman tersebut.


"Ini dia yang ku tunggu-tunggu, sebuah kehancuran keluarga kecil Erlin Putri Sanjaya! Liat saja, kau pasti akan menderita setelah ini, Erlin! Dera akan menjadi istri sah Tuan Aditya, dan kau dihempaskan oleh Tuan Aditya dari keluarga Wijaya." gumam Levi sambil tersenyum menyeringai.


Bersambung ....


*****


^^^Penasaran dengan kisah selanjutnya? Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen dan Favorite Ya.... Terima kasih 🥰🥰🙏🙏^^^

__ADS_1


__ADS_2