
Nggak Tau Tempat Dan Nggak Tau Malu
Setelah saling memaafkan kini Aditya dan Erlin pun berciuman mesra di pinggiran kolam ikan. Bahkan ciuman itu semakin panas, yang membuat keduanya hanyut dalam suasana, dan melupakan segala keributan diantara keduanya.
Tiba-tiba saja saat sepasang Suami Istri tersebut sedang asyik berciuman mesra, ponsel milik Aditya pun berbunyi.
Dreett ... dreett..
Mendengar ponsel nya berbunyi dalam saku kemejanya, Aditya pun segera melepas pagutannya untuk merogoh ponsel miliknya, lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Haloo ..." ucap Aditya membuka obrolan dalam sambungan telepon.
"Halo.., Tuan Aditya Saya assisten Dera, kebetulan ada Client dari Jerman yang datang kemari,"
"Dari Jerman?" tanya Aditya mengerutkan keningnya bingung.
"Iya Tuan, katanya dia bernama Tuan Reymond kalau tidak salah .."
"Apaa?? Beraninya dia datang ke kantor!" ucap Aditya geram, masih terdengar di telinga sang Istri.
"Iya Tuan, beliau ke sini katanya ingin meminta maaf pada Anda .." ujar Dera asisten baru Aditya yang Ada di seberang sana.
"Hehh.., baiklah, cari mati memang!" ucap Aditya tersenyum kecut sambil menatap sekilas sang Istri dan berjalan menjauhi sang Istri.
Seketika saja Erlin yang melihat sang Suami menatapnya sekilas pun mengerutkan keningnya bingung. "Mas Aditya sebenarnya ngobrol sama siapa sih??" batinnya dengan berbagai pertanyaan yang muncul dalam benaknya.
Sementara Aditya yang merasa ditatap oleh sang Istri pun lalu segera menutup teleponnya, lalu segera kembali berjalan menghampiri sang Istri yang menatapnya.
"Mom .., maaf ada telepon dari perusahaan, jadi Aku harus segera berangkat ke kantor," ucap Aditya menjelaskan.
"Hmm.. iya Dad, nggak apa-apa! Lagi pula ini semua gara-gara Aku, sampai-sampai pekerjaan Daddy yang terkena imbasnya."
Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Tidak apa-apa Mom, ini semua demi kebaikan kita," pungkasnya.
"Seperti ada yang disembunyikan dari Mas Aditya, tapi apa?? Ah sudahlah, mungkin hanya masalah pekerjaan saja," batin Erlin.
"Emmmhh, ya sudahlah Dad, kalau begitu kita ke sana yuk! Kasian Mama sama Papa sudah nungguin .." pinta Erlin pada sang Suami.
"Hmmm, ayok ... !!" ajak Aditya menuruti permintaan sang Istri.
"Maafkan Aku Istri ku, Aku tidak memberitahumu jika Reymond di kantor ingin menemuiku .., Aku takut kau pergi meninggalkanku" batin Aditya.
Mereka pun lalu berjalan kembali ke taman sekitar kolam renang, dilihatnya kedua orangtua Aditya atau kedua mertua Erlin sedang asyik momong Baby Daffa. Bukan hanya Mereka saja namun Mereka juga terkejut melihat kedatangan Mamih Dewi bersama Papih Sanjaya beserta Kakak dari Erlin yang ikut menemani Baby Daffa bermain.
Ketika Aditya dan Erlin sampai di tempat para keluarga berkumpul, Mamah Ita pun membuka suaranya dengan berkata, "Waduuhh waduuhh, mesranyaa ..." ucapnya melihat kemesraan Erlin dan Aditya saling merangkul pinggang.
"Sudah baikkan ya??" tanya Tuan Wijaya menimpali.
"Papah ... !!" seru Aditya sambil menatap tajam sang Papah.
"Apaaa?? makanya lain kali selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, jangan seperti tadii, Paham!" lantang Tuan Wijaya mencoba memberi pengertian kepada Putra dan Menantunya. Sementara sepasang Suami Istri tersebut hanya mengangguk mengiyakan perkataan sang Papah.
Tuan Sanjaya yang mendengarkan ucapan dari Tuan Wijaya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Maksudnya apa Wijaya??" tanyanya.
"Tidak apa-apa, hanya sedikit kesalahpahaman saja diantara Mereka .." jawab Tuan Wijaya menjelaskan.
"Kesalahpahaman?" tanya Tuan Sanjaya beserta Mamah Dewi secara bersamaan.
"Iya Pih .. Mih .., benar kata Papah hanya sedikit kesalahpahaman saja," ucap Erlin menimpali.
"Oh ya, ngomong-ngomong kenapa kalian ke sini sepagi ini?" tanya Erlin berusaha mengalihkan topik penbicaraan, ia tak mau jika masalah rumah tangganya yang tadinya hanya sepele menjadi melebar kemana-mana. Apalagi ia tau watak dari kedua orangtuanya yang sangatlah keras, belum lagi sang Kakak yang begitu perhatian padanya, membuat ia takut jika terjadi kejadian yang tak diinginkan antara sang Suami dengan sang Kakak.
"El minta ke sini Er ..., ingin bertemu adek katanya," jawab Mamah Dewi.
__ADS_1
"Iya kan Sayangnya Eyang?" sambung Mamih Dewi bertanya kepada El.
"Iyaa Bunda benar apa kata Eyang ..." ucap El dengan pengucapan yang lancar.
"Ya sudah tak apa, kalau begitu nanti kak Ney biar Bunda yang jemput," sahut Erlin sambil tersenyum manis ke arah El.
"Tidak Sayang, nanti biar Mas saja yang jemput!
"Mas yakin???" tanya Erlin memastikan.
"Iya Sayang, yakin lah kenapa tidak?"
"Hmm baiklah..."
"Kalau begitu Aditya berangkat dulu ya Mah, Pa, Mih, Pih..., soalnya ada.." belum sampai Aditya menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja ponsel milik Erlin yang berada di dalam saku snelinya berbunyi.
Dreettt... Dreett... Dreett...
"Halo... Assalamualaikum..." ucap Erlin membuka obrolan melalui telepon.
"Er..., kau di mana??"
"Ya di rumahlah, mau ke mana lagi?"
"Astaga Er, enak banget sih, cepetan datang ke RS, ada yang ingin ku bicarakan denganmu!
"Isshhh ck iyaa iyaaa, bawel banget sih, Aku akan segera ke sana," ucap Erlin
Tuutt...
Sambungan telepon pun dimatikan sebelah pihak oleh Dina. Ya, seseorang yang menghubunginya adalah Suster Dina yang juga merupakan Sahabat dari Erlin.
"Yaa ampun, main tutup saja ..." ucap Erlin kesal dengan ulah Sahabatnya yang main tutup telepon.
"Sayang, siapa??" tanya Aditya pada Erlin.
"Ya sudah kalau begitu Mas antar ya! Sekalian ke kantor," ucap Aditya.
"Tapi Mas gimana dengan Baby Daffa?" tanya Erlin memastikan, karena ia takut jika Aditya marah lagi.
"Sayang kau tak perlu mengkhawatirkan Baby Daffa, lagi pula kan ada Oma sama Opanya di sini," ucap Aditya memberi pengertian.
"Benar apa kata Aditya, Nak! Pergilah ke RS, biar kami yang menjaganya, yang terpenting kau sudah menyiapkan stok ASInya untuk Baby Daffa," ucap Mamah Ita.
"Iya Mah , kebetulan Erlin Sudan menyiapkannya dan menyimpannya ke dalam kulkas," sahut Erlin.
"Bagus Nak, dan kau Aditya jangan pernah melarang Istrimu untuk bekerja! Jika Mama tau kau melarang Erlin untuk bekerja, Mamah tidak akan pernah memaafkanmu!" seru Mama Ita dengan nada penuh ancaman.
"Iya Mama ku Sayang..., Aku tidak akan melarang Istrimu untuk bekerja.."
"Bagus, itu baru namanya anak Mamah," balas Mamah Ita.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya Ma... Pa..., Mih.. Pih.." ucap Erlin berpamitan dengan para orangtuanyanya. Setelah itu Erlin pun lalu beralih mengarahkan pandangan pada El, Dan berjongkok menyetarakan tingginya.
"Sayang, Bunda Erlin pergi dulu ya.." ucap Erlin lembut lalu mencium kening El.
"Iya Bunda Mommy hati-hati ya .., El juga Sayang sama Bunda Mommy ..., El minta Bunda jangan bertengkar lagi sama Ayah Aditya, ya!" pinta El pada Erlin. Erlin pun lalu mendongakkan kepala melihat sekilas sang Suami, lalu beralih lagi menganggukkan kepala mengiyakan perkataan El dengan tersenyum manis ke arahnya.
"Iya Sayang..., El tenang saja ya! Pokoknya Bunda Mommy, janji tidak akan bertengkar lagi dengan Ayah Daddy.." jawab Erlin meyakinkan El sambil menjulurkan jari kelingkingnya untuk berjanji pada El. El pun lalu membalas uluran jari kelingking tersebut untuk dikaitkan di jari kelingking Erlin. 'Ya, El sendiri jika memanggil nama Erlin dan Aditya dengan nama Bunda Mommy dan juga Ayah Daddy, karena ia ingin seperti Daffa yang memanggil Mereka dengan sebutan Mommy dan Daddy. Berbeda dengan Neysa yang sudah menginjak usually dewasa, ia masih memanggil Erlin dan Aditya dengan sebutan Ayah dan Bunda.'
...****************...
Setelah berpamitan, sepasang Suami Istri tersebut kini dalam perjalanan menuju RS, Aditya memutuskan untuk mengantar sang Istri terlebih sebelum pergi ke kantor. Sesampainya di RS Wijaya, Erlin pun segera melepaskan sabuk pengamannya bersiap untuk keluar dari mobil.
__ADS_1
"Dad, nanti jangan lupa jemput kak Neysa ya!"
"Iya Mommy, tenang saja. Nanti siang Mommy ke kantor ya! Daddy ingin ngasih sesuatu buat Mommynya Daffa,"
"Hmm, baiklah. Nanti Aku akan ke kantor untuk makan siang,"
Erlin pun lalu berpamitan pada Aditya dengan berciuman mesra. Tanpa disadari oleh sepasang Suami Istri tersebut, ada seseorang yang menatap ke arah Mereka dari kaca depan mobilnya dengan melongo.
"Astaga, Yaa Tuhan Erlin ..." ucapnya dengan nada keterkejutannya sambil membekap mulutnya yang melongo.
"Gilaaa tuh anak, ciuman nggak tau tau tempat! Sudah dewasa tapi nggak tau malu .. !" seru Dina sambil menggelengkan kepalanya melihat adegan panas dari kaca depan mobil Aditya. 'Ya, seseorang itu adalah Dina.' Dina pun lalu berjalan ke arah samping kiri mobil Aditya berusaha menghindari pemandangan tak senonoh di depannya.
Dina pun lalu mempunyai ide untuk menggebrak pintu mobil Aditya,
Brak... brakk ... brakkk...
"Wooy... buka woy... kalau mau buat anak jangan di dalam mobil dong... liat-liat tempat kenapa sih!" seru Dina meneriaki orang yang ada di dalam mobil tersebut.
Seketika saja Aditya dan Erlin pun tersentak dan menghentikan aktivitasnya.
"Astagaa, Dina...." ucap Erlin terkejut melihat Dina yang kini tempat berada di depan pintu kaca mobil Suaminya. Tanpa menunggu lama Erlin pun membuka kaca jendela mobil.
"Astaga Dina, ngapain sih?" tanya Erlin pada Dina yang Ada di luar mobilnya.
"Ngapain sih.., ngapain sih? yang seharusnya tanya begitu itu Aku kali Erlin, enak banget sih kalian bikin anak di dalam mobil," celetuk Dina seenaknya saja.
Mendengar ucapan Dina, Erlin pun membelalakkan matanya sempurna lalu berkata, "Astaghfirullah, Dina...! Mulutmu itu ya hiiihhhh ..." ucap Erlin geregetan sendiri melihat tingkah Sahabatnya.
"Hah .. hih .. hah .. hih .., makanya kalau kalian begituan liat situasi dan kondisi dong, nggak tau tempat, dan nggak tau malu! Untung yang liat cuma Aku coba kalau yang lain liat, bisa berabe!"
"Iiihhhh ... dasar Dina awas kau ya .." sahut Erlin kesal.
"Ck, apaan sih? sudah cepetan buruan turun!" titah Dina pada Erlin. Erlin pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Iyaa.. iyaa bawel amat sih..." ucap Erlin mengerutu kesal kerena ulah Sahabatnya yang selalu saja menggodanya.
"Dad, Aku pamit dulu ya," ucap Erlin berpamitan.
"Iya Mom, hati-hati yaaa ..." jawab Aditya dental tersenyum manis ke arah sang Istri.
Seketika saja Dina yang melihat dan mendengarkan obrolan dari sepasang Suami Istri tersebut pun lalu menyahutnya dengan berkata, " Astagaaa, OMG .., sekarang panggilnya mommy and daddy .., awww.. so sweettt banget sih kalian ... duhh kenapa jadi Aku yang baper sih.." ujarnya heboh sendiri.
Sementara Aditya dan Erlin yang mendengarkan ocehan dari Dina pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari Suster cantik itu. Erlin pun lalu membuka kenop pintu mobilnya untuk keluar dari mobil, mengabaikan Dina yang masih saja berceloteh nggak jelas.
"Dina, diem bisa nggak sih?! Jangan bikin orang salah tingkah kenapa?" ucap Erlin dengan melihat sekelilingnya.
Seketika itu pula Dina berhenti berceloteh dan berkata, "Habisnya sih, kalian itu suka bikin orang baper tau nggak! Kalian itu nggak kasian apa, sama Aku yang masih jomblo ini," ucap Dina sambil memanyunkan bibirnya.
"Heh, bukannya ada Irsyad? dokter Irsyad kau kemana'in, Din?" tanya Erlin memastikan.
"Ku buang dia ke laut lah, bisanya cuma mainin wanita..., Aku salah ternyata dia masih sama seperti dulu..." sahut Dina to the point, membuat Erlin terkejut, begitu pula dengan Aditya yang sudah keluar dari mobilnya.
"Hmmm, Din maaf Aku benar-benar tak tau, sabar ya!" ucap Erlin berusaha menenangkan Sahabatnya.
"Maaf Din, kami nggak berniat memamerkan kemesraan kami." ucapan Aditya sambil berjalan menghampiri sang Istri dan juga Dina.
"Iya kalian tenang saja, Aku sama sekali nggak tersinggung kok, hanya saja Aku minta pada kalian jangan pernah sekali-kali kalian bertengkar hanya karena masalah sepele. Selesaikan masalah kalian secara dingin, kalau tidak mau seperti diriku saat ini. Ya, meskipun Aku baru tunangan sih belum menikah, tapi rasanya itu sama ketika ditinggal sang kekasih pergi," ucap Dina panjang lebar memberi sebuah wejangan kepada sepasang Suami Istri tersebut. Seketika saja ucapan dari Dina membuat Erlin dan Aditya tersentuh dan salah tingkah. Mengingat mereka baru saja baikan setelah bertengkar hebat semalaman suntuk.
Bersambung...
...****************...
...----------------...
Hey... Guys.... gimana kabar kalian???
__ADS_1
Mohon maaf lagi-lagi Othor telat upnyaaa....
Hmmm gimanakah kisah cinta diantara Aditya dan Erlin selanjutnya??? simak terus yaa....