Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 69


__ADS_3

Perlawanan Vanya


Sementara itu kini dr.Vanya sedang dibawa dr.Irsyad menuju ruangan kosong yang tidak terpakai,di dalam RS Wijaya,akan tetapi ditengah perjalanan dr.Irsyad dihadang oleh seorang anak kecil yang berusaha menghalangi jalannya,yang sedang membawa dr.Vanya dengan kondisi mulut dibungkam dengan plester,dan tangan di ikat ke belakang.


 " Berhenti...jangan bawa bunda dokterku....!!!" teriak anak kecil itu,seketika mata Vanya membulat karena melihat kedatangan El yang datang dari arah berlawanan,ya anak kecil itu adalah El anak dari Aldo,sedangkan dr.Irsyad juga ikut tercengang melihat anak kecil,yang berusaha menghentikan langkahnya..


 " Minggir kau anak kecil...!!" ucap dr.Irsyad sambil mendorong tubuh El hingga terjatuh,sontak membuat Vanya melotot tajam ke arah dr.Irsyad,ia sangat geram dengan perlakuan dr.Irsyad yang kasar terhadap anak kecil..., ia juga menatap iba El yang tersungkur dilantai,bahkan El juga tak menangis,ia sudah dilatih Aldo agar menjadi anak pemberani. sedangkan dr.Irsyad melanjutkan jalannya menuju ruangan kosong tersebut, dengan membawa dr.Vanya yang memberontak berusaha melepaskan diri. sementara El juga tidak hanya tinggal diam, ia berlari mengejar dr.Irsyad yang membawa bunda dokternya.


Sreettt...


" Lepaskan bunda dokterku.... !! teriak El pada dr.Irsyad yang membawa bunda dokternya, sambil menarik celana dr.Irsyad dari arah belakang,sontak membuatnya terkejut dengan tingkah anak kecil itu...


" Dasar...anak kecil... lepas.... !! " tegas dr.Irsyad sambil berusaha menghempaskan tangan anak itu, dari celananya,tapi tidak bisa ia hempaskan karena tangan El dengan kuat menarik celana dr.Irsyad, ia tak menyangka bahwa anak kecil itu tenaganya sangatlah kuat pikirnya..., ia juga sangat geram dengan perlakuan anak kecil itu, walaupun begitu ia tak membiarkan anak kecil itu menarik celananya terus menerus,karena takut misinya akan hancur, ia pun akhirnya membiarkan Vanya berdiri sendiri tanpa kawalannya,sambil menghempaskan tangan El...dan El pun tersungkur ke lantai. sontak membuat Vanya semakin geram dengan tingkah dr.Irsyad yang tak tau diri memperlakukan anak kecil dengan sangat kasar,seketika Vanya mempunyai ide untuk melawan dr.Irsyad, yang sedang lengah.


" Ah gue punya ide... " batin Vanya.


Bukkk......


tendangan Vanya ia layangkan ke arah dr.Irsyad tepat di bagian perut


Arrrgghhh....." teriak dr. Irsyad kesakitan karena tendangan dr.Vanya


sementara El yang tersungkur di lantai sudah terbangun, dan menghampiri bunda dokternya..


" Bunda... bunda dokter tidak papa kan...?? tanya El pada Vanya yang hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan El padanya,karena mulutnya masih di bungkam dengan plester,El pun berinisiatif melepas plester dari mulut bunda dokternya, sementara dr.Irsyad masih berusaha bangun sambil memegangi perutnya.


" K*ran* *ja*... kauu....dr.Vanya... berani kau melawanku..." ucap dr.Irsyad masih berusaha bangun, tapi tak dihiraukan oleh Vanya yang berada di seberang sana bersama anak kecil itu.


" Trimakasih ya El... sudah menyelamatkan bunda dari orang itu..." ucap Vanya yang sudah dibuka plesternya oleh El, sambil memeluknya.


" Iyaa bunda... sama-sama..." ucap El membalas pelukan bunda dokternya, sambil di elus-elus kepalanya oleh Vanya, akan tetapi di tengah mereka sedang berpelukan tiba-tiba saja dr.Irsyad sudah tepat berada di depannya


Sreetttt....

__ADS_1


seketika Vanya terperanjat melihat El yang tiba-tiba di tarik oleh dr.Irsyad.


" Bundaa....hiks..hiks..hiks... teriak El ketakutan.


" dokter sialan... hentikan...!!!" ucap Vanya panik, karena El di todong senjata tajam.


" Cih... hentikan katamu...?? kalau kau ingin anak ini selamat.. cepat katakan dimana Erlin berada....!!??" ucap dr.Irsyad, sambil menodongkan pisau ke arah El.


" Gue janji bakal bilang... tapi lepaskan dulu anak itu...,dia tidak bersalah...!!" ucap Vanya.


" Apaaaa...?? tidak bersalah...?? jelas-jelas anak ini sudah berani bermain-main denganku... " ucap dr.Irsyad sinis.


" Bundaaa..." teriak El histeris..


" Tenang ya sayang... bunda akan menolongmu.. " ucap Vanya dari kejauhan menenangkan El, yang ia anggap seperti anaknya sendiri.


" Huh.. baiklah... lepaskan anak itu sekarang juga, dan aku akan menggantikan posisi anak itu..." ucap Vanya.


" Ayo... lepaskan anakku...!! ,dan ini talinya untuk mengikatku... ucap Vanya datar sambil menyerahkan tali ke arah dr.Irsyad,tapi dr.Irsyad belum merespon, sedetik...dua detik... akhirnya dr.Irsyad pun mau melepaskan El, dan ia pun meminta tali yang ada di tangan Vanya.


" Mana... ?? " ucap dr.Irsyad, dan...


Sreeettt......


keadaan berbalik...,dengan gerak cepat,sekarang tali yang tadinya akan di serahkan kepada dr.Irsyad, Vanya gunakan untuk mengikat tangan dokter Irsyad


" Jebakan.... !!!" ucap Vanya tersenyum menyeringai, sementara dr.Irsyad tercengang dengan apa yang dilakukan dr.Vanya, ia pun refleks melepaskan pisau yang ia todong ke arah El tadi.


" Yee.... bunda hebat... !!! " ucap El senang melihat bundanya berhasil melawan orang jahat pikirnya.


" K*r*ng a*ar kauuu dr.Vanya... " ucap dr.Irsyad, sambil mengangkat tangan kirinya yang belum diikat oleh Vanya, berusaha untuk lepaskan ikatan talinya.


Greeeppp....

__ADS_1


dengan cepat Vanya menghentikan tangan dr.Irsyad yang akan melepas ikatan tali yang mengikat tangan kanannya.


" Kali ini kau kalah... dokter Irsyad yang terhormat...!!!" ucap Vanya sambil melotot ke arah dr.Irsyad. sementara dr.Irsyad pun juga tak tinggal diam, ia berontak berusaha melawan Vanya...


" Lepasss.... lepasss.. kataku...!! teriak dr.Irsyad.


" Percuma.. kau mau teriak sekencang apapun tak akan ada yang mendengarmu.. dokter sialan...!!" ucap Vanya sambil tersenyum menyeringai,lalu ia berniat membawa dr.Irsyad ke dalam sebuah ruangan kosong. sementara dr.Irsyad berusaha memberontak tapi kali ini berhasil.


Buk... Buk...


sikutan dr.Irsyad ia arahkan ke perut Vanya,dan tersungkur ke lantai, ia pun juga berhasil melepas tali ikatan yang mengikat tangannya.


" Argghhh....." erang Vanya kesakitan.


" Rasakan kau dr.Vanya..itu akibatnya kalau kau melawanku...." ucap dr.Irsyad menatap Vanya sinis.sementara El yang melihat Vanya tersungkur, ia berusaha menolongnya.


" Bunda... bunda nggak papa kan...??" tanya El merasa kasian melihat bunda dokternya menahan sakit.


" Tuh..liat anak kecil... bundamu sudah kalah...." ucap dr.Irsyad tapi tidak dihiraukan oleh El, dan Vanya.


" Bunda nggak papa sayang...,El... cepat kamu lari dari sini nak... orang itu jahat... , cepat beritahu ayah Aldo dan yang lainnya, bunda dalam bahaya..." ucap Vanya lirih, agar tak di dengar oleh dr.Irsyad.


" Tapi bunda..." ucap El, ia tidak ingin pergi meninggalkan bunda dokternya. meskipun ia berusia 3,5 tahun tapi dia anak yang kecerdasannya melebihi batas anak-anak yang lainnya.


" Sssttt... sudah... cepat kamu pergi dari sini biar bunda yang menghadapi penjahat itu,kamu tenang saja bunda nggak akan kenapa-kenapa kok..,ok... " ucap Vanya lirih memberi pengertian pada El. sementara dr.Irsyad yang menguping pun bereaksi.


" Mau kemana kau anak kecil... kau pikir... kau bisa lari dariku.... " ucap dr.Irsyad tetapi tidak dihiraukan oleh El, ia langsung berlari meninggalkan bundanya dan orang jahat itu.


" El... cepat lari....!!! " teriak Vanya yang melihat sekilas El berhenti menatapnya, ia pun lalu segera berlari sekuat tenaganya.


" Bre*gsek..,beraninya kau menyuruhnya pergi...." ucap dr.Irsyad, lalu menyeret Vanya ke ruangan kosong, tapi Vanya tak menyerah begitu saja.


* Mohon maaf readers... Author telat up nya..., karena selama dua hari sibuk mempersiapkan 40 harian anak author..., Author janji akan up lagi secepatnya...🙏🙏*

__ADS_1


__ADS_2