Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 156


__ADS_3

Erlin Pulih Dari Koma.


Sementara Vitalia kini bersama dengan Mirna Feriska baru saja masu ke kamar khusus tempat Erlin di rawat. Dilihatnya Aditya Kakak dari Vitalia yang dengan setia selalu menemani sang Istri yang sedang terbaring lemah tak berdaya. Bahkan ketika Vitalia melihat sang Kakak Ia benar-benar bingung dengan apa yang harus Ia lakukan, karena dirinya sekarang sedang melakukan penyamaran, disisi lain dirinya juga merasa iba melihat sang Kakak begitu berantakan dan tak terurus dengan badan yang kurus dan wajah brewokan.


"Kakak..., kasian sekali Kamu." batin Vitalia menatap iba sang Kakak, tapi Ia harus begitu cepat membuang jauh-jauh dengan apa yang ada di dalam pikirannya, karena Ia harus bisa mengontrol emosinya agar misi untuk melindungi Keluarganya berjalan mulus.


"Aditya.." panggil Mirna pada Aditya yang belum menyadari akan kedatangan mereka berdua.


"Loh... Mbak Mirna sudah datang??" ucap Aditya malah berbalik tanya pada Mirna.


"Iyaa Dit.." jawab Mirna seadanya.


"Lalu mana Vanya sama Aldo..??, bukannya mereka Saya suruh buat mengawal kalian...??" tanya Aditya lagi pada Mirna menanyakan Vanya dan juga Aldo yang tidak terlihat bersama Mirna Dan dokter jenius itu.


"Iyaaa... Dia nyusul.."jawab Mirna. Aditya pun mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan Kakak sepupunya. Sementara Aditya pun lalu mengarahkan pandangan menatap dokter jenius yang dibawa oleh Mirna.


"Dokter..., perkenalkan nama Saya Aditya, Saya Suami dari pasien." ucap Aditya membuka obrolannya dengan Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia.


"Hmm.. Yaa.. salam kenal nama Saya Amelia Hirata." balas Vitalia memperkenalkan dirinya sebagai Amelia.


"Yaa Tuhan... berikanlah kekuatan kepadaku, agar Aku bisa menyembunyikan identitasku karena ini semua ku lakukan demi kebaikan bersama." batin Vitalia dalam hati. sedangkan Aditya kini sedang berfikir, "Suara itu..., mengapa sangat mirip dengan Adikku??" batin Aditya.


"Ehemmb..." dehem Mirna sengaja membuyarkan lamunan dari kedua kakak beradik tersebut. Sontak mereka pun tersentak kaget karena deheman Mirna.


"Kalau begitu dokter Amelia, mari segera periksa pasien." tutur Mirna pada Vitalia memanggilnya dengan nama samarannya. Dan Vitalia pun segera mengambil peralatan medis yang sudah Ia bawa untuk memeriksa Erlin.


Kini Vitalia pun sudah menyuntikkan ramuan khusus ke tubuh Erlin, dan Vitalia diam-diam menatap dalam Erlin sambil berkata dalam hati, "Kakak Ipar, bangunlah kasian Kak Aditya jika Kau tidak bangun, apalagi Dia seperti tidak terurus." batinnya berbicara dengan Erlin.


"Sudah dok...??" tanya Aditya memecah keheningan.


"Oh... iyaaa sudah..., dan nanti akan diberikan lagi ramuannya pada dokter.., dokter siapa tadi namanya dokter Mirna...??" tanya Amelia yang sedang pura-pura tidak tahu dengan nama Vanya. belum sempat Mirna untuk menjawab tiba-tiba saja ada seseorang yang tiba-tiba muncul dan memotong pembicaraan, "Dokter Vanya dok.. hehehe... maafkan Saya, tadi mendadak ada pasien urgent." Ya dia adalah Vanya yang muncul di depan pintu bersama dengan Aldo.


"Ya sudah tidak apa-apa." jawab Amelia ramah.


"Oh iya Tuan Aditya sepertinya Istri anda cukup dengan 2 kali suntikan saja, ada yang mau ditanyakan??" tanya dokter Amelia pada Aditya.


"Tidak ada." jawab Aditya dingin.

__ADS_1


"Hmm ya sudah kalau begitu Saya pamit undur diri dulu, dan Saya akan menunggu sampai Istri dari Tuan Aditya sadar baru Saya akan kembali ke Jepang." ucap dokter Amelia pada Vanya dan juga Aditya lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan tempat Erlin di rawat. Sedangkan Aditya Vanya dan Aldo menatap kepergian dokter jenius itu dengan tatapan heran. "Benar-benar dokter jenius plus mengerikan.." seloroh Aldo bergidik ngeri melihat dokter Amelia Hirata, tapi sayangnya ucapannya tak dihiraukan oleh Vanya dan Aditya yang hanya menggelengkan kepalanya pelan menatap Aldo.


******


Sedangkan diluar ruangan, tampak Vitalia berjalan cepat segera menuju ruangan yang sudah di sediakan khusus untuknya dengan diikuti Mirna dibelakangnya. disisi lain Dina dan juga Clara sedang berjalan berlawanan dengan Vitalia dan Mirna, tanpa melihat Dina tanpa sengaja menabrak Vitalia, dan...


Bruuukk...


"Hah... Astaga... maafkan Saya dok, Saya benar-benar tidak sengaja." ucap Dina meminta maaf pada Vitalia.


"Dina gimana sih Lo.." ucap Clara. sontak Vitalia pun mendongakkan kepalanya menatap Dina dan Clara secara bergantian.


"Dina ... Clara ..." gumamnya dalam hati. Akan tetapi Vitalia tak sadar jika masker yang Ia kenakan ternyata terlepas begitu saja. Sedangkan Dina begitu terkejutnya melihat dengan siapa yang sudah ada di depannya matanya, begitu pula dengan Clara.


"Vitalia Kau... !!" ucap Dina dan Clara serempak. Sedangkan Mirna yang melihat pun ikut terkejut dengan kedatangan Dina dan Clara secara tiba-tiba dengan memanggil nama Vitalia. Ia pun segera bersembunyi dibalik dinding.


"Emm... Maaf Saya yang tidak melihat kalian ketika berjalan, jadi Saya yang seharusnya meminta maaf, dan maaf Saya bukan Vitalia tapi nama Saya Amelia Hirata dokter dari Jepang yang telah membuat ramuan untuk Istri Tuan Aditya" balas Vitalia berperan sebagai Amelia dengan perkataan dingin, berpura-pura tidak mengenali para Sahabatnya, lalu segera pergi meninggalkan Dina dan Clara yang hanya diam terpaku saling menatap satu sama lain secara bergantian karena tak percaya dengan yang dikatakan Wanita yang ada di hadapannya.


"Astagaa Ra... Gue nggak salah lihat kan itu tadi??" tanya Dina pada Clara yang masih bengong di tempat menatap kepergian dokter Amelia(Vitalia).


"Itu tadi apanya...??" sambung Mirna yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Dina Dan Clara, sontak membuat keduanya terperanjat Dan berkata, "Astaga Mbak Mirna mengangetkan Kami saja..." ucap Dina dan Clara secara bersamaan sambil mengelus-elus dadanya masing-masih karena kaget.


"Jadi Mbak itu kesini diberi tugas sama Aditya." jawab Mirna sambil menganggukkan kepala mengerti.


"Ohh... begituuu..., tapi itu tadi siapa ya Mbak??" tanya Dina pada Mirna penasaran.


"Oh itu tadi dokter Amelia Hirata yang menangani Erlin, dan kini sudah dalam proses penyembuhan." jawab Mirna.


"Alhamdulillah... akhirnya Dokter yang dimaksud oleh Vanya datang juga.." ucap Clara. "Ehh... tapi tunggu kenapa Dia begitu mirip dengan Vitalia sih Mbak??" timpal Dina bertanya-tanya.


"Karena memang wajah mereka mirip, tapi ingat setelah kalian tahu wajah dari dokter Amelia, Mbak sangat berharap pada kalian jangan pernah mengatakan sesuatu pada siapa pun jika dokter Amelia begitu mirip dengan Vitalia, karena Mbak nggak mau jika semua bersedih kembali karena melihatnya." jawab Mirna panjang lebar berusaha memberi pengertian kepada Dina dan juga Clara, karena sebenarnya dirinya sendirilah sudah berbohong pada merela berdua, tapi setidaknya Dina dan Clara sudah tahu jika ada seseorang yang mirip dengan Vitalia, pikirnya.


*****


Waktu terus berjalan hingga akhirnya Vanya memberikan suntikan ramuan ke tubuh Erlin yang kedua kalinya, tak berlang lama setelah Vanya menyuntikkan ramuan ke tubuh Erlin, Erlin pun tersadar. Ia pun kini menggerak-gerakkan jari tangannya, dan mengerjap-ngerjapkan matanya dengan perlahan, lalu berkata, "A... aa.. air..." ucapnya dengan terbata. Sontak Aditya yang mendengar Erlin tersadar meminta air pun segera mengambilkan minum untuk sang Istri.


"Sayang Kau sudah sadar??, ini minumlah..!!" Aditya sambil memberi minum padang sang Istri. Dan Erlin pun meminum minuman tersebut secara perlahan menggunakan sedotan yang sudah disediakan Aditya.

__ADS_1


"Uhukk.. uhukk.. uhukk..." Erlin tersedak karena begitu semangat meminum air putih yang diberikan Suaminya padanya.


"Sayang pelan-pelan..." ujar Aditya agar Erlin sang Istri pelan-pelan dalam meminum air. Terlihat Aditya begitu perhatian Dan sangat telaten merawat sang Istri yang sedang sakit, Erlin pun kini meminta sang Suami untuk mendudukkan dirinya di atas ranjangnya dengan menyender.


"Mas..., maafkan Aku Mas... hiks... hiks.. hiks..." ucap Erlin dengan tiba-tiba menangis memeluk sang Suami, "Sayang.. hey... kenapa menangis sih, Kamu nggak salah, ini semua karena Mas saja hingga Kamu menjadi seperti ini.." ucap Aditya berusaha menenangkan hati sang Istri, sambil mengelus-elus rambut Erlin dengan sangat lembut. Ya Erlin melepas hijabnya karena Ia sudah lama terbaring dari koma.


"Tapi, Mas... Mas sampai tak terurus pasti karena mengurusku bukan..??, hiks.. hiks..." tanyanya sambil menangis.


"Ssssttt sudah jangan menangis lagi okey..., lebih baik Kamu beristirahatlah biarkan Mas panggilkan Vanya sebentar, Mas tidak kenapa-kenapa, yang terpenting sekarang Istriku yang cantik ini sudah kembali pulih, okey.." ucap Aditya sambil mengeratkan pelukannya dengan sang Istri.


"Aduh Mas... jangan erat-erat meluknya, masih sakit tauk..!!" protes Erlin pada sang Suami yang terlalu erat memeluknya.


"Heheheh maaf Sayang.., habisnya Mas rindu sekali dengan pelukanmu."


"Mulai deh Mas, Istri baru sadar juga sudah berani macam-macam." ucap Erlin dan Aditya hanya terkekeh geli mendengar ocehan sang Istri yang mulai meramaikan suasana.


"Eh Mas.. Baby Daffa mana??, Aku sangat rindu dengannya Mas... hiks.. hiks..." ucap Erlin sambil menangis sesegukan menanyakan Baby Daffa pada sang Suami.


"Sayang sudah jangan khawatir, Baby Daffa sudah ada yang ngurusin, yang terpenting Kamu harus sembuh dulu ya..." tutur Aditya menasehati sang Istri.


"Tapi Mas...


"Tidak ada tapi tapian ya Yang..., Kau tahu Mas begitu mengkhawatirkan mu selama Kamu mengalami koma. begitu hancurnya hatiku Yang, tak tega melihatmu terbaring lemah, tapi Mas sangat bersyukur karena ada seorang dokter yang rela datang jauh-jauh dari Jepang hanya karena untuk menyembuhkan mu Yang." ucap Aditya dengan penuh haru dan rasa syukurnya kedatangan dokter yang sudah mau menyembuhkan sang Istri.


"Dari Jepang..??, Mas pasti sudah menghabiskan biaya yang banyak untuk kesembuhanku ya Mas..." tanya Erlin dengan penuh selidik.


"Tidak Sayang..., justru Dia tidak mau dibayar sepeser pun oleh Kita, karena Dia adalah asisten dokternya teman Vitalia yang berada di Jepang, Dia bernama Amelia Hirata, dan Istriku ini harus belajar banyak darinya." ucap Aditya menjelaskan panjang lebar pada sang Istri dengan siapa yang sudah berhasil menyembuhkannya.


"Apa...??, memangnya sepintar apa sih Mas Dia??" tanya Erlin penasaran karena sang Suami sangat memujinya. Aditya pun menjawab, "Dia sangat jenius Yang, bahkan kalau Mas lihat Dia sangat mirip dengan Vitalia, ya walaupun Mas sendiri belum melihat wajahnya, karena kan tertutup masker." Erlin pun menganggukkan kepalanya mengerti, dan Dia juga penasaran dengan dokter yang berhasil menyembuhkannya.


Sedangkan disisi lain, Vanya kini berjalan dengan terburu-buru menuju ruangan Erlin, karena mendapatkan telepon dari Aditya yang menandakan jika terjadi sesuatu dengan Kakak Iparnya. Sementara Aditya sesudah menghubungi Vanya lalu segera menghubungi seluruh Keluarganya untuk memberi kabar jika Istrinya sudah sadarkan diri termasuk pada Mirna yang sedang bersama Vitalia.


******


Huh... makin seru nih..., mujarab sekali ramuan dari Vitalia 😌😌..., setelah ini Author akan kembali dengan kelanjutan kisah perjuangan Aldo mendapatkan cinta dari seorang Vanya. Dan Apakah setelah ini masih saja akan ada huru-hara lagi di keluarga kecil Aditya Dan Erlin??


Oh ya mengenai cerita tentang Vitalia bisa disimak di novel Author yang berjudul "DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM" yaaa...!!!

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2