Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 147


__ADS_3

Gosip antara Aldo dan Vanya


Sementara Aldo kini sedang bersama Vanya dan anak-anak angkatnya menuju cafe ab milik keluarga Wijaya, yang kebetulan tidak jauh juga dari RS, bahkan ketika selama diperjalanan, mereka yang berada di dalam mobil tak ada satu pun yang berbicara, dan tiba-tiba saja, Vanya yang tadinya hanya diam karena canggung ketika bersama Aldo pun sekarang justru merasakan mual-mual.


"Hoeekk... hoeekkk...." Vanya sambil membekap mulutnya.


"Vanya.., Kau kenapa...??"


"Bunda kenapa Bun...??" tanya Aldo, El dan Neysa secara bersamaan terlihat panik.


"Aldo..., hentikan mobilnya sekarang juga, perutku mual sekali, rasanya pengen muntah..." ucap Vanya sambil menahan mualnya.


"Baiklah kebetulan sudah sampai, Aku parkirkan mobilnya dulu..." balas Aldo lalu segera memarkirkan mobilnya, dan setelah Aldo memarkirkannya, Vanya pun terburu-buru keluar dari mobil milik Aldo memasuki cafe tersebut, yang merupakan milik keluarga Sanjaya, yang letaknya masih di area mall.


"Loh Nona Muda..." kata salah satu pelayan terkejut melihat Vanya yang tiba-tiba datang dengan terburu-buru menuju toilet. Sayangnya perkataan dari pelayan tersebut tidak digubris oleh Vanya, karena memang Vanya sudah menahan isi perutnya yang sedari tadi sudah ingin ditumpahkan.


"Hoeekkk... hoeekkk..." di dalam toilet Vanya benar-benar menumpahkan isi perutnya.


"Yaa Allah.. akhirnya..." gumam Vanya sambil bernafas lega karena sudah menumpahkan isi dalam perutnya. sementara salah satu pelayan yang melihat Vanya tadi menyusul Vanya dari arah belakang, karena Ia begitu mengkhawatirkan Istri dari Edward yang merupakan Adik dari Erlin sekaligus pengelola cafe tersebut.


"Nyonya Muda Anda tidak apa-apa kan??" seorang pelayan bertanya pada Vanya, dan Vanya pun menjawab nya: "Tidak kenapa-kenapa kok Mbak..., mungkin karena efek hamil jadi begini deh..." tuturnya, dan Nea pun justru menjawabnya dengan sebuah pertanyaan:"Loh..., Nyonya Muda hamil??, waaahhh pasti ini bakalan heboh dunia persilatan dong dokter Nyonya Muda... heheheeh.." balasnya pelayan tersebut sambil terkikik geli dengan perkataannya sendiri.


"Ck.... hhehehe... Kamu itu bisa saja Nea..." balas Vanya sambil tertawa menanggapi perkataan Nea salah satu karyawannya. Ya meskipun Edward sudah meninggal tapi Vanya masih setia menjalankan tugas sebagai seorang Istri, dengan menggantikan posisi Suaminya, baik di perusahaan maupun di tempat-tempat umum yang dikelola oleh mendiang Suami. Yaa memang cafe itu dulunya memang dikelola oleh Vitalia, tapi karena Vitalia sudah tak ada kabarnya setelah kecelakaan pesawat, Aditya dan tuan Wijaya memutuskan agar Edward Adik ipar dari Aditya mengelola cafe tersebut dengan Vanya, Selain itu Nea adalah salah satu karyawati yang akrab sekali dengan Vanya, bahkan Vanya sudah menganggap Nea seperti saudarinya sendiri karena kerajinannya ketika bekerja.


"Eh tunggu-tunggu..., dokter Nyonya Muda bawa siapa tuh??, kok anak-anak bersama nya??" tanya Pelayan tersebut karena melihat Vanya di ikuti seorang pria dengan membawa anak-anak angkatnya.


"Kau ini Nea..., seperti tidak tahu saja siapa Dia..." balas Vanya.


"Terus...??" tanya Nea dengan pertanyaan yang menggantung, dan Vanya pun menjawabnya dengan nada bercanda: "Terus apanyaa...??, nabrak iya kali Nea..." ucap Vanya sambil tersenyum jail.


"Lahh... nggak gitu konsepnya Nyonya Muda isshhh nyebelin deh..." balas Nea kesal karena atasannya di ajak untuk serius pun tak bisa pikirnya.


"ckckck... ya habisnya Kamu tanya setengah-setengah..." ucap Vanya sambil terkekeh melihat Nea yang memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Yaa mau gimana coba, sebenarnya Nea mau tanya langsung sama Nyonya Muda, kenapa Nyonya Muda kesini sama Tuan Aldo??" terang Nea bertanya pada Vanya, dan Vanya oun menjawabnya dengan santai, "Yang jelas kesini mau makan dong Nea, masa' iya mau ngrampok..." tuturnya.


"Hmm.. memangnya dokter Nyonya Muda sudah membuka hati buat yang lain...??" berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Nea pada atasannya.


"Neaaa... dihatiku itu cuma ada Suamiku Edward seorang, dan tak pernah tergantikan oleh siapa pun itu..." ucap Vanya.


"Lalu...??" tanya Nea lagi.


"Dia hanya teman, tak lebih dari itu..." balas Vanya dingin lalu pergi ke depan meninggalkan pelayan tersebut yang terdiam mematung di tempat dengan pikirannya sendiri.


"Kasian sekali Kau dokter Nyonya Muda... semenjak kepergian Tuan Edward, Dia sekarang menjadi dingin gitu ketika bahas laki-laki lain, meskipun begitu Dia tetaplah ramah pada siapa pun, berusaha menutupi kesedihannya..." gumam Nea pelan, dan kebetulan salah satu teman yang merupakan karyawati dari Nea pun mendengarnya, dan berkata: "Setelah ini Gue yakin bakalan Viral nih, jika melihat Nyonya Muda berjalan dengan seorang pria, apalagi pria itu adalah orang yang pernah membuat hubungan antara Tuan Edward dan Nyonya Muda berantakan." timpalnya.


"Tapi kalau pun iyaaa...., Gue rasa Nyonya Muda tidak akan menanggapinya.., karena Dia masih mencintai Tuan Edward, lagi pula Nyonya Muda sepertinya masih membenci Pria itu..." tutur Nea membalas pernyataan temannya.


"Bisa jadi Nea..., tapi jodoh tidak ada yang tau..." ucap salah satu karyawan lagi menimpalinya.


*****


"Bunda..., Bunda Erlin sama Ayah Aditya kok nggak ikut sih Bun..., padahal El kangen banget sama mereka..." ucap El memecah keheningan.


" El Sayang..., bunda Erlin sama Ayah Aditya baru sibuk.., mereka tidak bisa diganggu..." jawab Erlin berusaha memberi pengertian pada El.


"Isshhh... sesibuk apa sih mereka Bun..., sampai-sampai Kita dilupakan.." ucap Neysa sambil menekuk-nekuk mukanya.


"Hey... Kak..., Kakak tahu bukan tugas dokter itu apa??, dan tugas seorang CEO itu apa...??" tanya Vanya pada Neysa sambil tersenyum.


"Tahu Bun..." jawab El dan Neysa kompak


"Nah itu tahu..., kalau tahu kenapa kalian harus marah sama bunda Erlin dan Ayah Aditya...??, nggak boleh dong Sayang...., Bunda Erlin saja tadi libur eh tiba-tiba masuk karena menjalankan tugasnya, apalagi pekerjaan bunda Erlin itu lebih berat loh dibanding bunda Vanya..." balas Vanya memberi pengertian lagi ada anak-anak angkatnya.


"Memangnya pekerjaan bunda Erlin berbeda ya Bun sama pekerjaan bunda Vanya..??" tanya Neysa.


"Meskipun Kami sama-sama seorang dokter, tapi Kami berbeda spesialisasi Kak Ney.., suatu saat nanti Kak Ney akan tahu sendiri..." tutur Vanya menjelaskan.

__ADS_1


"Oh begitu ya..." Neysa manggut-manggut mengerti.


"Ya sudah sekarang mending Kakak sama Adik habiskan makanannya ya..., nanti setelah itu Kita belanja pakaian, mau...???" ucap Aldo menimpali dengan bertanya pada anak-anak angkatnya, sayangnya El dan Neysa justru diam tak menanggapinya.


Sedetik dua detik..., tetap saja tak ada sahutan dari kedua anak tersebut, sedangkan Vanya dan Aldo hanya saling tatap karena El dan Neysa tak menanggapinya.


"Ehmmm... Kak Ney..., El... kenapa kalian hanya diam??, apa kalian nggak mau ikut sama Ayah Aldo...??" tanya Vanya dengan tatapan serius pada kedua anak angkatnya.


"El nggak mau, El maunya sama Ayah Edward saja..." balas El ketus.


"El sayang nggak boleh begitu dong Nak.." Vanya memperingatkan El.


"Ney juga nggak mau kalau sama Ayah Aldo, mending sama Ayah Ed atau sama Ayah Aditya..." ucap Neysa menimpali.


"Kak Ney... nggak boleh bilang begitu, kalian tahu tidak Ayah Aldo juga Ayah kalian juga bukan...??" tanya Vanya dengan menatap El dan Neysa secara bergantian mencoba memberi pengertian lagi.


"Nggak Bun..., Ayah Aldo sudah jahat sama Kami, Kami nggak mau... El benci sama Ayah Aldo, Kami mau di ajak Ayah Aldo karena Bunda, jadi ini nggak ada hubungannya dengan Ayah Aldo paham...


"El.... Sayang nggak boleh be..." ucapan Vanya terhenti karena dihentikan oleh Aldo, dengan memegang tangan Vanya, diam-diam dari kejauhan ada yang memotret kebersamaan mereka.


"Sudah Van..., tidak apa-apa.. turuti saja kemauan mereka.." Aldo berkata pada Vanya agar tidak memaksa anak-anak angkatnya agar menuruti permintaannya.


"Tapi Do..." ucap Vanya terhenti.


"Sudah tidak apa-apa..., sekarang lebih baik hubungi Aditya dan dokter Erlin..., mungkin dengan adanya mereka, anak-anak jadi senang..." tutur Aldo pada Vanya sambil memegang tangan Vanya, sementara Vanya yang diperlakukan seperti itu pun segera menghempaskan tangannya, dan berkata:" Cukup Do... jangan mencoba memegang tanganku, ini di tempat umum..." ucapnya, lalu Vanya pun lalu merogoh ponselnya di saku snelinya, segera menghubungi Erlin, tapi ternyata belum sampai diangkat teleponnya oleh Erlin, tiba-tiba saja banyak awak media yang berdatangan meliput serta memotret Vanya dan juga Aldo di cafe tersebut, sontak membuat Vanya dan juga Aldo sangat terkejut, tak menyangka jika akan terjadi seperti ini.


"Dokter Vanya..., tolong jelaskan pada Kami, ada hubungan apa anda dengan Tuan Aldo??" tanya seorang wartawan pada Vanya.


******


Hmmm gimana nih... sepertinya Vanya belum mendapatkan restu dari anak-anak angkatnya jika Aldo bersamanya, dan Akankah setelah terekspose media Vanya akan semakin tertutup menutupi segala aktifitasnya, termasuk hubungannya dengan Aldo, mengingat Dia adalah seorang Istri dari mendiang Edward??, simak terus di Episode selanjutnya Yaa...


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.... Terimakasih🥰🥰 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2