Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 175


__ADS_3

Malam Pertama Vanya dan Aldo (area +18)


Erlin pun tersedak karena Suaminya yang datang dengan tiba-tiba.


“Uhuk ... uhuk ...”, merasa Dirinya kejutkan dengan kehadiran sang Suami, Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Mas Aditya ..., keterlaluan Kau, Mas ... !!” bentak Erlin seketika.


“Keterlaluan katamu ... ??” balas Aditya sambil menggelengkan kepalanya heran dengan ucapan sang Istri. Aditya pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Bukan Aku yang keterlaluan, tapi Kau yang sudah keterlaluan dengan menyebut nama Pria lain di depan Suamimu sendiri, Erlin. Apa itu pantas .., ha ... ?!!” bentak Aditya dengan tensi tinggi.


Erlin yang tak terima dikatakan seperti itu oleh sang Suami pun lalu segera meletakkan gelas berisi air di atas meja, dan membalasnya dengan berkata, “Oh jadi Mas mendengarnya .. ??, Mas pikir dengan Aku berkata seperti itu tadi Aku selingkuh begitu .. ??" tanya Erlin menantang sang Suami.


“Tidak Mas ..., jika kau ingin tahu Reymond itu siapa, Reymond adalah teman semasa kuliahku dulu, dan Dia adalah mantan kekasihku dulu, dan itu cuma mantan tidak lebih dari itu ... !!” sambung Erlin berusaha menjelaskan kepada sang Suami. Sayangnya ucapan Erlin justru mendapatkan respon negatif dari sang Suami.


“Oh mantan ..., ternyata mantanmu banyak juga ya, selain Erwin, dokter Isryad terus ini ada lagi nih Reymond, nama yang hampir sama semua ...” sindir Aditya pada sang Istri. Merasa Dirinya disindir oleh sang Suami, Erlin pun menatap tajam Aditya, dan langsung menampar pipinya.


Plaaakkk ...


Tamparan keras melayang di pipi sisi kiri milik Aditya, seketika itu pula Aditya memegang pipinya yang kesakitan karena di tampar oleh sang Istri.


“Erlin ..., Kau ..”ucapnya terhenti seketika karena dipotong oleh perkataan Erlin.


“Kau apa, ha ... ??, Sudah ku katakan cukup ya cukup, Mas ..., jangan mengungkit masa lalu .. !! ” bentak Erlin dengan sorot mata tajamnya menatap sang Suami. Tak disangka Aditya justru hanya terdiam, kembali menatap sang Istri dengan tatapan mata tajamnya sambil mengusap pipinya. “Oh ya, satu lagi, Mas ..., berhentilah menuduhku dengan hal yang tidak-tidak ... !!” sambung Erlin memperingatkan sang Suami agar berhenti menuduhnya.


“Aku tidak menuduhmu, namun Aku hanya memastikan saja kebenarannya ..” jawab Aditya dingin.


“Hmmm, jadi Mas tidak percaya denganku begitu kan maksudmu .. ??, terserah apa katamu deh, Mas ..., yang terpenting Aku sudah bicara jujur denganmu, dan Aku tidak akan pernah mengkhianatimu, kecuali jika Mas Aditya mengkhianatiku, Aku juga akan membalasnya seperti apa yang telah Kau perbuat kepadaku, Mas ... !!” balas Erlin yang tak kalah dingin, lalu segera beranjak pergi meninggalkan sang Suami yang tak membalas perkataannya.


“Maafkan Aku Istriku, mungkin Aku sangat takut kehilanganmu, hingga akhirnya Aku berpikiran buruk terhadapmu.” batin Aditya sambil menatap kepergian sang istri.


*****


Setelah menghubungi sang Mommy untuk menyuruh pelayan mengantarkan makanan ke dalam kamarnya, Aldo segera menutup teleponnya, namun saat Ia sedang menutup teleponnya, seketika saja Ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba menutup kedua matanya.


Greepp ...


Seketika saja Aldo terkejut dan menebak jika yang menutup kedua telapak tangan tersebut adalah Istrinya.


“Sayang ...” ucap Aldo.


“Sssttt ..., pokoknya Mas diam saja jangan bergerak dan biarkan seperti ini .. !!” titah Vanya pada sang Suami yang berniat akan memberikan kejutan pada sang Suami. Aldo pun lalu membalasnya dengan tersenyum dan berkata, “Baiklah Istriku ...”


Vanya yang melihat kedatangan Mbak Yati (Artnya) datang dengan membawakan banyak makanan pun segera memberi isyarat pada Artnya agar segera meletakkan makanan dan minuman tersebut di atas meja yang ada di balkon kamarnya.


Belum sampai Mbak Yati menyelesaikan tugasnya, Aldo yang dibuat penasaran dengan sang Istri pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sayang ..., sudah belum .. ??” tanyanya.


“Emmmh .., sebentar, Mas ..., sepertinya Aku perlu menutup mata Mas dengan menggunakan kain deh ya ..” balas Vanya dengan ide cemerlangnya.


Dengan cepat Aldo pun membalasnya dengan berkata,“Sayang ...” belum sampai Aldo menyelesaikan ucapannya Vanya menyahutnya dengan berkata, “Ssstttt ..., sudah, pokoknya Mas jangan berisik, dan sekarang Mas tolong tutup mata .. !!” titah Vanya pada sang Suami.


“Huhhfftt .., iya .. iya .., tapi jangan lama-lama ..” ucap Aldo mendengus pasrah menuruti permintaan sang Istri. Vanya pun lalu melepas bekapannya pada kedua mata sang Suami, dan segera mengambil sebuah kain yang sudah Ia siapkan di atas nakas.


“Sudah belum .., sih Ma .. ??” tanya Aldo pada Vanya dengan menggunakan sebutan Mama.


“Sebentar, Suamiku ...” jawab Vanya sambil berlari kecil menghampiri sang Suami, lalu segera menutup mata sang Suami dengan menggunakan kain yang Ia ambil tadi, dan mengikatnya kencang.


“Nah ..., selesai ...” ucap Vanya selesai mengikat kain yang melekat menutupi mata sang Suami..


Sementara Vanya yang melihat Mbak yati sudah menyelesaikan tugasnya untuk menata makanan dan minuman, lalu mengacungkan jempolnya ke arah Mbak Yati dengan berkata lirih, “Sipp Mbak .., thanks ya ...” ucap Vanya lirih, dan Mbak Yati pun membalasnya dengan mengangkat jempolnya juga, lalu segera keluar meninggalkan kamar majikannya. Sayangnya ucapan dari Mereka terdengar oleh Aldo.

__ADS_1


“Sayang, bicara sama siapa sih ...??” tanya Aldo penasaran dengan siapa Istrinya berbicara.


“Bukan siapa-siapa, Mas ..., sekarang Mas ikut Aku ya ... !!” ucap Vanya memerintah sang Suami agar mengikutinya, sambil menuntun sang Suami untuk berjalan ke balkon kamarnya.


Sesampainya di balkon, Vanya pun memberi Isyarat pada sang Suami agar menghentikan langkahnya, Aldo yang dibuat penasaran oleh sang Istri pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sayang, sebenarnya ada apa sih, kok pakai begini segala ... ??”  tanyanya. Sayangnya pertanyaan dari sang Suami diabaikan oleh Vanya yang justru malah sibuk membuka ikatan kain yang melilit di kepala sang Suami.


“Sebelum Aku buka kainnya, apa Mas sudah siap ...??” tanya Vanya pada sang Suami, dengan cepat Aldo menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan sang Istri. Dan ..


“Taraaaa ...., sureprise ... !!” seru Vanya lalu mencium pipi sang Suami. Seketika Aldo yang mengedarkan pandangan melihat begitu banyak makanan yang sudah disiapkan oleh sang Istri pun terkejut, karena sang Istri ternyata sangatlah romantis dibandingkan Dirinya.


“Sayang ..., ini semua Kamu yang menyiapkan .. ??” tanya Aldo pada sang Istri menatap tak percaya dengan yang Ia lihat sekarang. Seketika saja Vanya menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan dari sang Suami.


Cup ...


Dengan cepat Aldo menyambar bibir sang Istri, sontak saja membuat Vanya yang belum siap menerima kecupan dari sang Suami pun membelalakkan matanya terkejut, dengan memukul-mukul dada bidang sang Suami yang berbalutkan kaos oblong.


“Mas ..., apaan sih main sambar saja ..” ucap Vanya tak terima dengan sang Suami yang main cium.


“Hehehe ..., maaf sayang, Mas sangat berterimakasih kepadamu karena Sayang sudah melakukan ini semua untuk Mas ...” balasnya sambil tersenyum manis dihadapan sang Istri.


“Jangan berterimakasih kepadaku, Mas ..., lagi pula Aku juga tak tahu dari mana ide gila ku ini muncul di dalam benakku ..” celetuk Vanya menjawab pernyataan dari sang Suami. Mendengar jawaban dari sang Istri Aldo pun lalu menyentil kening sang Istri.


Tuk ....


“Aduhhh ..., Ishhh apaan sih Mas ..., sakit tauk ...” Vanya mendengus kesal.


“Hehehe, maafkan Mas, Sayang ...” balas Aldo menyengir kuda, lalu mengecup pipi sisi kiri sang Istri.


“Sudah lah, Mas .., yuk makan yuk ..., sudah laper nih ..” ucap Vanya mengajak sang Suami agar segera makan, dengan senang hati Aldo menerima ajakan dari Vanya. Dan tanpa menunggu lama, Mereka pun segera melakukan ritual makan malamnya, bahkan Mereka tak memikirkan jika jam sudah menunjukkan pukul tengah malam.


*****


Erlin yang sedang berada di dalam kamarnya sedari tadi menggerutu kesal dengan sikap sang Suami yang selalu saja mencurigainya, entah apa yang ada dipikiran Suaminya sehingga Suaminya menuduhnya  yang tidak-tidak kepadanya.


“Huhfftt ..., Yaa Allah ..., sabar sabar ..., beginilah jika mempunyai Suami yang posesif.” ucap Erlin mendengus pelan sambil memijit pelipisnya yang terasa nyut-nyutan, dan segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan menatap langit-langit. Saat Ia mencoba memejamkan matanya tiba-tiba saja Aditya datang, dengan membuka knop pintu kamarnya,


Ceklek ....


Dengan pelan Aditya melangkahkan kakinya berjalan melangkah menuju ke tempat tidur.


Tap .., Tap ..., Tap ...


Mendengar langkah kaki sang Suami mendekat ke arahnya, Erlin pun seketika berpura-pura memejamkan matanya. Akan tetapi niatnya yang berpura-pura tidur diketahui oleh sang Suami.


Aditya pun lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, tepat berada di sebelah kanan sang Istri lalu berkata,”Jangan berpura-pura tidur, Mas tahu kalau Kau belum tidur .. “ ucapnya sambil melihat ke arah sang Istri yang membelakanginya. Sontak saja Erlin yang mendengar perkataan dari sang Suami pun lalu berbalik badan.


Sreett ...


Seketika itu pula Erlin tersentak kaget melihat wajah sang Suami kini tepat berada di depannya.


“Mas ...”


“Maafkan Aku ...” balas Aditya sambil menatap dan membelai pipi sang Istri, namun belum sampai Erlin menjawab ucapan sang Suami, dengan cepat Aditya menyambar bibir milik sang Istri yang sangat membuatnya candu.


Cup ....


“Mas ...”

__ADS_1


“Sstttt ..., jangan banyak bicara ..’ ucap Aditya sambil membungkam mulut sang Istri. Seketika saja membuat Erlin terdiam menatap sang Suami. Setelah sedetik dua detik Mereka terdiam dan saling pandang, tiba-tiba saja Aditya menyambar bibir sang Istri


Cup ...


Erlin pun membalasnya dengan senang hati. Dan lama-lama kecupan itu berubah menjadi sebuah ******n.


Denyut jantung mereka kini berpacu dengan cepat, seirama dengan pag*tan-pag*tan Mereka, yang semakin membuat sepasang Suami Istri tersebut membangkitkan gairah Mereka, dan pada akhirnya pergulatan panas pun terjadi.


*****


Di lain sisi, kini Vanya dan juga Aldo terlihat sedang menikmati makan malam, bahkan tak ada satu pun yang bersuara sama sekali, terutama Vanya yang sangat menikmati makan malamnya dengan lahap, mengingat Dirinya sangat lapar, setelah menerima banyak tamu yang datang di acara pernikahannya. Sementara Aldo makan sambil memandangi sang Istri yang makan dengan lahapnya. Ia merasa senang melihat sang istri yang makan dengan lahap, bahkan rasa lapar yang Ia rasakan musnah seketika hanya karena memandangi wajah Istri cantiknya.


Sementara Vanya yang merasa ditatap oleh sang Suami seketika menghentikan aktivitasnya, dan berkata, “Mas ..., kenapa menatapku seperti itu sih .. ??” tanya Vanya heran dengan sang Suami yang sejak tadi hanya memandanginya saja.


“Sangat cantik ...” ucap Aldo dengan tatapan kosongnya menatap Vanya.


“Woyyy .., Mas, kenapa malah bengong sih .. ??" tanya Vanya pada sang Suami berusaha menyadarkan sang Suami yang terus saja menatapnya. Seketika saja lamunan Aldo buyar, dan Ia pun merasa gugup karena ketahuan memandangi Istrinya, Ia pun lalu berkata, "Ehh ...emh .." ucapnya salah tingkah sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Vanya yang melihat sang Suami salah tingkah pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Isshh ck .., biasa saja kali, Mas .., sudah buruan makan sudah larut nih, Aku mau masuk dulu ... !!” ucapnya.


Dengan cepat Aldo pun menghentikan langkah sang Istri dengan mencekal kuat tangannya lalu berkata, “Ehh ... ehhh .., tunggu dulu, mau kemana sih Yang .., kenapa buru-buru masuk??” tanyanya.


“Ya elah Mas ..., ini tuh sudah malam, Aku sudah ngantuk banget, lagi pula Aku juga sudah kenyang ..” jawab Vanya seadanya. Mendengar jawaban dari sang Istri yang baginya sangat cerewet, Ia pun membungkam mulut Istrinya dengan sebuah kecupan yang dilayangkan oleh Aldo ke bibir ranum Istrinya.


Cup ....


“Ssstttt ..., sudah jangan banyak bicara lagi ..” ucapnya


Tiba-tiba saja Aldo mengangkat tubuh sang Istri dengan membopongnya untuk membawanya ke dalam kamar tepatnya di atas tempat tidur, seketika itu pula jantung Vanya berdetak dua kali lebih cepat daripada biasanya. Begitu pula dengan Aldo yang sedang membopong sang Istri yang tak membiarkan sang Istri lepas dari pandangannya. Bahkan kini sepasang pengantin baru tersebut hanya diam dan saling tatap, dan tatapan tersebut menyiratkan penuh arti.


Aldo yang kini sedang membopong sang Istri akhirnya sampai juga di kamar, lebih tepatnya Aldo meletakkan sang Istri atas ranjang dengan pelan-pelan tanpa mengalihkan pandangan menatap sang Istri, sedangkan Vanya hanya diam seakan terhipnotis dengan tatapan Aldo padanya.


Setelah meletakkan sang Istri di atas ranjang tempat tidurnya, Aldo pun mendekatkan wajahnya ke telinga Vanya sambil berkata, “Sayang ..., bolehkah Aku meminta hak ku malam ini .. ??” tanya Aldo membuka suaranya lirih tepat ditelinga sang Istri, yang bagi Vanya merasa risih karena bisikan sang Suami.


Seketika itu pula Vanya mengangguk pelan, ada rasa sedikit canggung dan malu ketika Dirinya ditanya oleh sang Suami. Ia berpikir jika sudah kewajibannya melayani sang Suami, meskipun di dalam hatinya masih tersimpan dengan rapi kenangan mantan Suaminya, namun Vanya berusaha sebisa mungkin agar mampu melupakan Edward, cinta singkatnya. Berbeda dengan Aldo yang sudah Ia sukai semenjak mantan Tunangannya meninggalkannya hanya karena wanita lain pikirnya.


Tanpa menunggu lama Aldo langsung menyambar begitu saja bibir ranum  milik sang Istri yang sangat menggairahkan baginya.


******n demi ******n berlangsung cukup lama, bahkan Vanya yang notabene seorang janda di tinggal mati Suaminya, sudah tidak canggung lagi melakukan hal itu. Ciuman pun semakin memanas, kini Aldo dan Vanya sudah melepas seluruh pakaiannya tanpa sehelai benang.


Dan tiba saatnya Mereka melakukan penyatuan. Dengan pelan Aldo melakukan penyatuan mengingat sang Istri sedang hamil, dengan senang hati Vanya melayani sang Suami, bahkan secara bergantian Mereka melakukan aksi dengan berbagai macam gaya.


Tak terasa pergulatan panas tersebut sudah berlangsung selama 2 jam lamanya, yang pada akhirnya membuat Vanya kecapekan dan pada akhirnya Aldo memutuskan untuk menyudahi aktifitas bercocok taman Mereka di atas ranjang dengan mengeluarkan gairahnya ke dalam rahim sang Istri. Mereka pun terkulai lemas tak bertenaga.


Aldo pun lalu mengecup kening sang Istri yang sudah kelelahan melayaninya,


Cup ...


“Terima kasih Istriku ...” ucap Aldo.


Skiippp ...


*****


Hai guys .... jumpa lagi dengan Author, maaf ya telat lagi up nya, berhubung sebentar lagi mau end ini cerita, Author mau kasi tahu nih bahwa Author sudah siapin Novel baru tentang perjalanan cinta Exsel dan juga Dina si perawat cantik yang merupakan sahabat dari dokter-dokter cantik yang ada di Novel ini, yang pastinya nggak kalah seru..., pantengin terus di Novel Author ...


Jangan lupa Vote, Like, Komen,Ya ....

__ADS_1


Terimakasih ... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2