
Memberi Hukuman Risa Dan Keluarganya.
Aditya pun kini segera menemui Chandra dan dokter Amelia yang berada di ruang tengah untuk berdiskusi sebelum memberi hukuman pada Risa dan Keluarganya. Dan setelah selesai berunding Aditya pun memutuskan agar dokter Amelia yang menghukum Risa, sementara Chandra Sahabatnya menghukum kedua orang tua Risa yaitu Tuan dan Nyonya Long Ai. “Hmmbb.. baiklah kalau begitu Saya serahkan padamu dokter Amelia, ku harap Kau tidak akan mengecewakanku..” jawab Aditya pada Vitalia yang sedang berjalan langkah demi langkah mendekati Risa.
“Mau apa Kau..., dan siapa Kau..??, jangan coba-coba mendekati ku Wanita sialan...!!” tegas Risa menantang Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. Vitalia pun lalu membalasnya dengan menatap tajam Risa. Sementara Aditya dan Chandra sudah pergi meninggalkan Vitalia yang berperan sebagai Amelia Hirata untuk memeberi hukuman kepada Risa.
“Oh... jadi Kau yang sudah berani membunuh Sahabatku...”
Plaaakkkk...
Tamparan keras dilayangkan oleh dokter Amelia Hirata mengarah ke pipi sisi kiri Risa.
“Si.. si.. siapa Kau beraninya Kau menamparku..” ucap Risa tergagap karena ulah dokter Amelia yang menampar dirinya dengan keras bahkan tanpa permisi. Dokter Amelia pun seketika menjawabnya dengan berkata, “Sebelum Aku menjawab siapa Aku sebenarnya, sekarang katakan padaku, mengapa Kau mencoba membunuh Sahabatku Nona Risa...?!” tanya dokter Amelia dengan nada meninggi.
“Apa urusanmu dokter sialan..” ucap Risa mulai berani lagi menantang dokter Amelia. Sontak Amelia pun lalu menarik lengan Risa.
Sreeett..
__ADS_1
“Cepat katakan Nona Risa atau Kau akan menyesal nantinya..!!” seru dokter Amelia dengan nada penuh ancaman. Risa pun menjawabnya dengan santai, “Karena Dia telah berani merebut Kekasihku.” jawab Risa lalu
menghempaskan tangan dokter Amelia yang mencengkeram kuat lengannya. Sedangkan dokter Amelia pun lalu tersenyum meremehkan pernyataan dari Risa dengan berkata, “Apa.. ??, bagaimana bisa Sahabatku merebut Tuan Aditya darimu Nona Risa.., bahkan sebelum Kau mengenalnya, Sahabatku sudah mengenal Tuan Aditya terlebih
dahulu.” ucapnya.
“Kauuu.... !!” seru Risa tak terima dengan apa yang sudah di ucapkan oleh dokter Amelia, dengan menunjuk nunjukkan jari ke arahnya. “Kau apa.., ha...??” tanya Amelia lalu menarik lengan Risa sampai ke pojok dinding lalu
membuka masker penutup wajahnya. Betapa terkejutnya Risa ketika melihat ke arah dokter Amelia. “Kenapa..??, apa Kau mengenalku..??” tanya dokter Amelia memastikan. Dan Risa pun kemudian menjawabnya cuek dengan siapa Wanita yang ada di depannya saat ini. “Aku tidak mengenalmu..” ucapnya sambil mencermati baik-baik dokter Amelia Hirata. “Apa Kau masih tak mengenaliku...” tanya dokter Amelia memastikan lagi, dan Risa pun mulai mencermatinya dengan baik-baik, Ia pun sontak terkejut dengan siapa yang Ia lihat sekarang, “Vit... Vitalia Kau....” ucapnya dengan terbata-bata.
“Heh... kalau memang ini Aku, Kau mau apa??” tanya Vitalia lagi.
“Lalu mengapa mereka tadi mengatakan jika Kau adalah dokter Amelia??” tanya Risa bingung. Dan Vitalia pun menjawabnya dengan pertanyaan, “Itu bukan urusanmu mengurusi urusanku, lebih baik urusilah urusanmu sendiri daripada ikut campur urusan orang.” balasnya dingin. “Oh jadi Kau berbohong dong...” jawab Risa sambil mengangguk mengerti. Dan Vitalia pun lalu berkata, “Diamlah atau Aku akan menyuntikkan obat tidur ini sekarang juga.. !!” seru dokter Amelia menatap tajam Risa.
“Kau beraninya...” ucap wanita yang bernama Risa itu terhenti karena Vitalia telah menyuntikkan suatu ramuan ke dalam tubuhnya.
Jleebbb...
__ADS_1
“Aaarrgghhhh.., dasar dokter sialan...” ucap Risa tak terima sambil berteriak kesakitan karena dengan tiba-tiba Vitalia menyuntikkan ramuan itu secara diam-diam. “Rasakan akibatnya Risa..., karena Kau telah berani melawanku... !!” ucap Vitalia sambil tersenyum menyeringai, melihat reaksi dari Risa yang terlihat lemah tak berdaya setelah Ia memasukkan obat ke dalam tubuhnya.
****
Sementara di sisi lain Chandra dan Aditya sedang memberi hukuman pada kedua orang tua Risa yaitu Tuan dan Nyonya Long Ai. Bahkan Chandra menyiksanya dengan kejam sampai Tuan Long Ai babak belur karena di hujani
pukulan Chandra dengan bertubi-tubi. Meskipun begitu Tuan Long Ai tidak merasa bersalah sama sekali justru malah berkata, “Tuan tolong mengertilah Aku menuruti kemauan Anakku Risa.” ucapnya. Sontak membuat Chandra yang mendengarnya pun geram.
Buk....
Tendangan keras dilayangkan Chandra ke arah perut Long Ai, sementara Istri dari Long ai kini sudah di pindahkan ke sebuah ruangan khusus agar tidak meliahat sang Suami yang sedang disiksa oleh Chandra si mafia kejam.
“Itu tidak mungkin..., Aku yakin jika ada maksud lain dibalik itu semua..” ucap Chandra tak percaya dengan apa yang diutarakan Long Ai.
“Ku pegang kata-katamu, jika Kau berani berbohong dengan ucapanmu itu, akan kupastikan Istrimu akan kubuat gila.. !!” ucap Chandra dengan nada penuh ancaman. “Kalian cepat tali Dia sekarang juga.., Aku akan ke ruangan sebelah untuk meninjau Istrinya.” tutur Chandra memerintah kedua anak buah geng Kalajengking. Tuan Long Ai kini tidak bisa berbuat apa-apa yang hanya dapat Ia lakukan hanyalah pasrah. Sementara Aditya kini sudah beralih ke tempat dimana Risa di beri hukuman.
Oh ya buat teman-teman untuk episode 158 dan episode 159 bisa di simak selengkapnya di Novel Dokter Misterius VS Mafia Kejam ya.. di situ lebih lengkap lagi.
__ADS_1
Terimakasih.... ^-^
jangan Lupa Vote, Like dan Komennya Yaaa.....