
Kekonyolan Vanya
Sementara Erlin kini kehamilannya sudah memasuki usia 2 minggu. Erlin pun berniat menghampiri Vanya untuk makan siang, akan tetapi Vanya justru datang ke ruangan Erlin tanpa permisi, dan..
Cekleekk...
“ Astaghfirullah...Van... Lo tuh ya dari dulu seperti itu...” ucap Erlin terkejut.
“ Er... cepat katakan, dimana kantor perusahaan Aldo berada??, Gue mau kesana sekarang juga...” ucap Vanya dingin. entah mengapa Vanya tiba-tiba saja meminta alamat peurusahaan Aldo pada Erlin.
“ Apaaa??, Lo nggak salah Van mau kesana...??” tanya Erlin serius.
“ Iyaaa, Gue serius..., Kamu tau nggak jika El dan Neysa kesini...” jawab Vanya serius.
“ Terus apa hubungannya..??, tunggu-tunggu...tadi Neysa siapa yang Lo maksud..?? “ tanya Erlin bingung. Dan Vanya pun menjawab: “ Dia anak angkat tuan Aldo selain El..” terang Vanya. Dan Erlin pun sangat tak menyangka, jika ternyata Aldo mengangkat 2 orang anak sekaligus.
“ Terus maksudmu apa coba, Lo tanya kantor perusahaan Aldo..??” tanya Erlin menyelidik.
“ Justru itu Gue mau kasih dia pelajaran..., berani-beraninya Dia menerlantarkan Ibu kandungnya sendiri, dan anak-anak...” terang Vanya pada Erlin,sontak Erlin pun mengerutkan keningnya bingung,dan berkata: “ Apaaa..??, bagaimana bisa Lo mengatakan seperti itu sih Van...??” tanya Erlin tak percaya dengan pernyataan Sahabatnya.
“ Gue serius Er..., lagian mana mungkin Gue bohong sama Elo..., dan perlu Lo tahu Er..., anak-anak kesini itu karna mau meminta bantuan padaku, dan mereka juga bilang bahwa Ibu Irma kini sedang sakit keras, sedangkan tuan Aldo sudah selama satu minggu tidak pulang ke rumah...” terang Vanya.
“ Astaghfirullahaladzim...., terus Ibu Irma sekarang dimana Van..?? tanya Erlin.
“ Sekarang Ibu Irma di rumah, Er... dan Gue rencana setelah ini mau kesana untuk melihat Ibu Irma...” terang Vanya pada Sahabatnya,Dan Erlin pun menjawab: “ Ya sudah deh kalau begitu buruan kesana saja..., takutnya kenapa kenapa lagi...”
“ Iyaaa, makanya Gue kesini itu mau ijin sama Lo..., selain itu juga mau minta alamat perusahaan tuan Aldo..” ucap Vanya.
“ Iyaaa, Gue ngijinin Lo..., sudah tenang saja nanti Gue kirim alamatnya sama Lo..., tapi ingat..., jangan bikin keributan disana...” sambung Erlin memperingatkan Sahabatnya.
“ Issshh ck..., lagian siapa juga yang mau ngajak ribut, yang ada Dia duluan yang ngajak ribut..” ucap Vanya.
__ADS_1
“ Lahhh gimana sih..??, ya sudah kalau begitu Gue nggak jadi deh, ngasih alamat sama Elo...” ucap Erlin,sambil berjalan keluar ruangannya.
“ Astagaaa Erlin, tungguin Gue...” ucap Vanya lalu mengejar Erlin, dan Vanya pun berhasil mengejarnya, setelah itu Vanya pun lalu menarik tangan Erlin dan menakupkan kedua tangannya sambil memohon: “ Pleaseee...Er..., tolong ngertiin Gue dong..” ucapnya, seraya memohon-mohon pada Erlin agar memberikan alamat padanya. Seketika Erlin pun menghembuskan nafas kasarnya,dan berkata: “ Huuuh..., Vanya apa-apaan sih Lo, Van..., malu tauk dilihatin banyak orang..” ucap Erlin.
“ Gue nggak akan lepasin sebelum Lo...” ucap Vanya terhenti,karna dipotong oleh omongan Erlin
“ Iyaaa, deh iyaa..., Gue bakal kasih alamat sama Elo..., sudahkan..., sekarang lepasin nggak..” ucap Erlin lalu Vanya pun seketika melepaskan tangan Erlin,dan berkata: “ Heheheh... gitu dong baru namanya Sahabat...” ucapnya sambil mencubit pipi Sahabatnya.
“ Ishh... Vanyaaa...” ucap Erlin tak terima.
“ Biarin..., habisnya Bumil yang satu ini gemesin sih...” ucap Vanya,lalu beranjak pergi meninggalkan Erlin yang kesal dengan ulah Sahabatnya.
“ Astaghfirullah Vanya... main pergi saja sih tuh anak...,pamit juga enggak.., huh.. ya sudahlah mending Gue ngajakin Dina saja buat makan siang...” ucap Erlin. ia pun lalu kembali menuju ruangannya untuk mengajak Dina makan siang.
*****
Sementara Vanya berlari kecil seperti sedang terburu-buru, bahkan Ia sampai tak melihat jika lantainya sedang di pel oleh petugas kebersihan RS, dan Ia pun tiba-tiba saja tergelincir, dan ...
Badan Vanya pun terhuyung ke belakang, dan..
Brruukkk....
Tubuh Vanya pun berhasil ditangkap oleh Seseorang yang tiba-tiba saja menangkapnya dari arah belakang. Dan mereka pun kini saling menatap satu sama lain, bahkan tatapan itu sangat tak dapat di artikan lagi, mereka seperti baru bertemu dengan cinta pada pandangan pertama.
“ Cantik..” gumam Edward pelan, seketika Vanya pun membuyarkan lamunannya, berusaha melepaskan pegangan Edward, dan...
Bruukkk...
“ Aww...aduh apa-apaan sih tuan...” ucap Vanya sambil memegang pantatnya kesakitan.
“ Siapa suruh tadi Kau bergerak.., jatuhkan jadinya...” ucap Edward santai. akan tetapi Vanya pun menatap tajam ke arah Edward sambil berdecak kesal: “ Awas saja Kau tuan Edward..” ucap Vanya sambil berusaha berdiri, akan tetapi belum sempat Ia berdiri ada seseorang yang mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri. Sontak Vanya pun mendongkakkan kepalanya, dan dilihatnya ternyata Aldo yang selama ini Ia cari. Akan tetapi uluran tangan tersebut tidak diterima oleh Vanya.
__ADS_1
“ Terimakasih..., saya nggak butuh bantuan dari Anda tuan Aldo...permisi ” ucap Vanya lalu pergi, sontak membuat Aldo terdiam ditempat, sedangkan Edward yang melihatnya pun heran dengan sikap Vanya, yang entah mengapa baginya Dia adalah wanita yang sangat langka, karena sikapnya yang aneh pada setiap Pria.
“ Kau sungguh berbeda dari yang lain dokter Vanya...” batinnya. Sedangkan Aldo masih diam mematung sambil menatap tajam ke arah Edward, lalu berkata: “ Kau..., Jangan mencoba mengganggu wanitaku lagi, apalagi jika Kau menyentuhnya, Kau akan rasakan akibatnya..., meskipun Kau Adik dari Istri Sahabatku, Aku tak akan diam begitu saja...” ucapnya. Akan tetapi ucapan Aldo pun tak dihiraukan oleh Edward, dan Ia pun berkata: “ Sepertinya Anda butuh piknik..., lagian siapa juga yang mengganggunya..., asal Kau tahu Saya tak akan pernah tertarik dengan Wanita manapun...” ucapnya, lalu meninggalkan Aldo yang hanya diam mematung di tempat, dan Edward pun segera menemui Kakak Iparnya di ruang Direktur Utama RS.Wijaya.
*****
Sementara Vanya kini tengah berjalan menuju ruangannya sambil menggerutu kesal: “ Maksudnya apaan coba main peluk-peluk saja,dasar Mr.Es batu..., apalagi tadi si Mr.Beruang kutub ngapain juga ikut-ikut sok cari perhatian nolongin Gue...” gerutunya. Tapi ketika dirinya sedang menggerutu di lorong RS, Erlin dan Dina pun berpapasan dengannya, Erlin pun sejenak menyenggol lengan Vanya, dan berkata: “ Woyy..., kebiasaan ngomong sendiri...” ucapnya. Seketika Vanya pun menjawab: “ Astagaaa Erlin ngagetin wae...” ucap Vanya.
“ Makanya..., kalau jalan jangan ngomong sendiri..” ucap Dina menimpali.
“ Yaa habisnya Gue kesel banget tau nggak sih..., udah ketemu si Mr.Beruang Kutub, plus ketemu Adik Lo si Mr.Es Batu...” terang Vanya, seketika Erlin dan Dina hanya saling tatap, dan Erlin pun bertanya: “ Adik Gue...??, Lo bilang Mr.Es Batu...astagaaa Vanya..., itu terus Mr.Beruang Kutub itu siapa lagi..??” tanya Erlin bingung.
“ Bearnand bear kali Er...” ucap Dina menimpali, dan memotong pembicaraan. seketika Erlin dan Dina pun tertawa terbahak-bahak.
“ hahahahaha...
“ Hussstt.... kalian itu..., malu tauk diliatin banyak orang...” ucap Vanya memperingatkan kedua Sahabatnya, seketika Erlin dan Dina pun berhenti menahan tawanya, lalu Erlin pun berkata: “ lagian sih Elo ngasi julukan juga aneh banget..., lagi pula siapa sih yang Lo maksud Mr.Beruang kutub itu?? Tanya Erlin.
“ Yaaa..., siapa lagi kalau bukan mantan asisten pribadi Suami Lo, Er...” jawab Vanya dengan penuh penekanan.
“ Nah itu ketemu..., tadi sudah bilang sama Dia belum kalau anak-anak dan Ibu Irma sedang mencarinya...??” tanya Erlin pada Vanya, seketika Vanya menepuk jidatnya sambil berkata: “ Astagaaa... Yaa Allah gusti... Gue lupa..., harusnya tadi Gue jelasin ke Dia, kenapa Gue malah main pergi saja sih..., bego banget sih Gue...” ucapnya menyalahkan dirinya sendiri,
“ Terus anak-anak dimana Van..., kenapa nggak sama Elo sih..., bukannya Elo bilang mau ke rumahnya...??” tanya Erlin serius.
“ Yaa Allah..., Gue hampir melupakan mereka..., ini semua gara-gara kepleset tadi jadi lupa deh..., hadehhh..., ya sudah kalau gitu thanks ya..., Gue pergi dulu..., Bye...” ucap Vanya sambil melambaikan tangannya ke arah para sahabatnya, lalu pergi meninggalkan Erlin dan Dina yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Sahabatnya yang seperti anak-anak, ketika bad mood sedang melandanya.
“ Tuh anak kesambet apa sih Er... bisa-bisanya ngomong sendiri.., nyalahin diri sendiri pula...” ucap Dina pada Erlin. Dan Erlin pun menjawab: “ Tauk tuh... Astaghfirullahaladzim..., jangan sampai anak Gue seperti Vanya...” ucapnya sambil mengelus-elus perutnya yang masih terlihat rata.
“ Ya sudah deh Er... daripada ngurusin Vanya bikin kepala nut-nutan, mending kita ke kantin saja deh..., sudah laper nih...” eluh Dina pada sahabatnya, dan Erlin pun menganggukkan kepala tanda setuju, dan mereka pun langsung menuju ke kantin untuk makan siang. Dan ya tadi Erlin sempat tertunda menemui Dina karna Dina sedang ada urusan, jadi mereka baru sempat untuk makan siang.
Selamat Membaca*****
__ADS_1
"Jangan lupa Like, Vote, dan Komennya Yaa... Terimakasih..."