Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 194


__ADS_3

Kenapa Dengan Dera?


Setelah kejadian yang terjadi di kantor perusahaan Wijaya, banyak karyawan dan karyawati memperbincangkan kejadian yang sudah terjadi. Ada yang mengejek Aditya tapi ada pula yang menuduh Erlin telah berselingkuh sehingga Aditya melakukan perbuatan di liar nalar. Bahkan saat Yudha, Erlin, Aditya dan Dera melewati para karyawan, tanpa sengaja Dera mendengarkan sebuah ucapan dari seorang karyawan.


"Rasain Lo, Erlin Putri Sanjaya!" ucap seseorang itu dengan tersenyum kemenangan. Sontak saja Dera yang mendengar ucapan seorang karyawati tersebut pun lalu menghentikan langkah!nya dan menoleh ke arah sumber suara.


"Levi.. apart yang sudah kau katakan?


"Aku tidak mengatakan apapun." ucap Levi sambil menggelengkan kepalanya seolah-olah tak tau dengan kejadian tersebut.


"Jangan berbohong kepadaku Lev! Kau kan yang sudah memasukkan sesuatu di minumanku dan Tuan Aditya!" seru Dera sambil menunjuk-nunjuk ke muka Levi. Sementara Erlin, Aditya dan Yudha yang mendengar ada sebuah keributan pun lalu menghentikan langkahnya.


"Stop, kak!" ucap Erlin menghentikan langkah kakaknya yang sedang berada di depannya.


"Mana wanita itu, Mas? tanya Erlin mengalihkan pandangan melihat sang Suami yang berada di sampingnya.


"Entah lah..., sepertinya dia sedang ribut di sana!" ucap Aditya cuek. Erlin yang mendengar pernyataan dari sang Suami pun mengabaikannya dengan berbalik arah meninggalkan Yudha dan Aditya.


...****************...


Sementara Erlin yang melihat Dera sedang jambak-jambakan dengan seorang karyawati pun segera memisahnya.


"Dera...., cukup! Kau tau tidak ini di kantor!" bentak Erlin. Entah mengapa ketika Erlin berbicara dengan Dera ia pasti tersulut emosi.


"Tapi Er, dia yang sudah mencampurkan minuman itu ..." jawab Dera menjelaskan. Seketika itu pula Erlin terkejut dengan pernyataan dari Dera.


"Apaaa?" Sahut Erlin lalu mengarahkan pandangan melihat siapa yang sudah ribut dengan Dera. Betapa terkejutnya ketika Erlin melihat seseorang yang sudah bertengkar dengan Dera. 'Ya, Erlin baru menyadari jika orang yang bertengkar dengan Dera adalah musuhnya dulu sewaktu masih duduk di bangku sekolah.'


"Levi! Kau!!" seru Erlin dengan membelalakkan matanya lebar-lebar karena terkejut melihatnya.


"Iya Er, ini Aku! Dia telah menuduhku yang bukan-bukan," balas Levi seakaan-akan dirinya yang benar dan terpojokkan.

__ADS_1


"Dera apa-apaan kau!" lagi-lagi Erlin tersulut emosi dengan melontarkan kemarahannya pada Dera.


Entah apa yang ada di pikiran Erlin saat ini, bisa-bisanya dia justru malah membela Levi, tapi yang jelas mungkin karena Erlin terlalu membenci Dera setelah mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh Dera dan Suaminya.


Mendengar Sahabatnya yang membentaknya, Dera pun tak tinggal diam. Ia lalu membalasnya dengan berkata, "Tapi Er, Aku sangat yakin jika dialah yang telah mencampuri minuman itu! Karena dia yang mengantarkan minuman ke tempatku dan dialah yang memberikan minuman kepadaku lalu menyuruhku untuk memberikan kepada Tuan Aditya ..." jawabnya berterus terang.


Seketika saja Erlin terhenyak, "Apaaa!!"


"Bohong, Er...., dia pembohong! Mana mungkin Aku telah memasukkan sesuatu ke dalam minuman Tuan Aditya!" sahut Levi berusaha mengelak dengan apa yang sudah dituduhkan oleh Dera kepadanya.


"Apa kau bilang? Bohong katamu? Yang pembohong itu kau, Lev! Tega sekali kau sudah menjebak ku! hiks.. hiks... hiks..." sahut Dera dengan menangis sesenggukan bercampur dengan amarah yang menyelimuti dirinya.


"Nggak usah nangis-nangis deh, Dee! Air matamu itu air mata palsu tau nggak! Bisa-bisanya nuduh orang sembarangan!" seru Levi tak mau kalah dengan begitu saja.


Erlin yang mendengarkan oerdebatan diantara keduanya pun lalu berteriak, "Stooooppppp.... !!" teriak Erlin sambil menutupi kedua telinganya. Seketika itu pula Dera dan Levi pun tak ada yang berani angkat bicara. Namun belum sampai Erlin membuka suaranya, tiba-tiba saja Aditya muncul dari arah belakang Erlin dengan diikuti Yudha lalu berkata, "Cepat periksa CCTV yang ada di ruang CEO!" titah Aditya pada seseorang yang dihubunginya melalui telpon. Dan ia pun lalu menutup telponnya sebelah pihak.


Seketika itu pula semua orang yang berada di ruangan para karyawan pun menoleh ke arah sumber suara. "Mas Aditya, kau? ucap Erlin terhenti dengan nada keterkejutannya.


"Benar Er, seharusnya kau jangan mudah menyimpulkan sesuatu, kan ada CCTV yang belum kau ketahui kebenarannya seperti apa," ucap Yudha menimpali.


Mendengar penuturan sang suami dan sang kakak, Erlin pun terdiam seribu bahasa. Yang ada dipikirannya saat ini hanya lah amarah saja, Ia bahkan tak bisa berfikir jernih sedikit pun, apalagi Ia melihat dengan mata kepala sendiri jika sang suami telah berselingkuh dengan Sahabatnya.


"Tuan Aditya ini ada bukti rekaman cctvnya..." ucap Sekretaris Wu yang datangnya dari arah lain dengan diikuti Reymond di belakangnya.


Belum sampai Aditya menjawabnya, Dera justru malah bertingkah aneh.


"Hoeekkk... hoeekkk...."


"Ya Tuhan..., kenapa dengan perutku," batin Dera sambil memegangi perutnya yang terasa sakit. Ia bahkan ingin mengeluarkan semua isi yang ada di dalam perutnya. "Maaf Aku permisi dulu..." ucap Dera berpamitan kepada semua orang yang berada di ruangan tersebut. Melihat gelagat aneh dari Dera, Erlin pun menyipitkan matanya menatap kepergian Dera. Begitu pula dengan Aditya Dan Yudha.


"Kenapa dengan Dera? mengapa dia seperti itu .. ??" batin Erlin.

__ADS_1


Saat Dera akan masuk ke kamar mandi, tiba-tiba saja langkahnya terhenti karena mendengar ucapan seseorang yang berada di depannya. "Assisten Dera kau tak apa kan?" tanya Reymond pada Dera yang menghalanginya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Hmmm, Aku baik-baik saja Tuan blasteran! Permisi Aku mau lewat!" balas Dera ketus. Sementara Reymond hanya tersenyum sinis menanggapinya. Seketika saja semua mata mengarahkan pandangan menatap ke arah mereka.


"Kenapa Reymond mengenali Dera? berbagai pertanyaan muncul di dalam benak Aditya dan Yudha. Berbeda dengan Erlin yang hanya cuek menanggapinya.


...****************...


Setelah kepergian Dera yang izin ke kamar mandi, Aditya dan kakak dari Erlin yaitu Yudha, memutuskan untuk mengadakan meeting dadakan setelah melihat keributan antara Dera dan Levi, karena mereka sangat yakin jika Levi lah yang telah menjebak Dera. Berbeda dengan Erlin yang masih berpikir bahwa sang Suami tidak dijebak tapi melakukannya secara sengaja.


Kini seluruh karyawan dan karyawati yang bekerja di Perusahaan Wijaya Group telah berkumpul di ruang meeting.


"Sekretaris Wu, cepat putar CCTV tersebut!" titah Aditya pada Sekretaris Wu. Sementara Reymond entah kemana perginya, tak ada yang mengetahuinya.


"Baik Tuan..." sahut Sekretaris Wu mengiyakan perintah dari atasannya.


CCTV pun akhirnya di putar dan....


Bersambung...


^^^Hati mana yang tak hancur ketika melihat Suami berselingkuh tepat di depan mata ku, namun anehnya mengapa semua orang justru berbalik membela Suami ku yang telah mengkhianatiku? Padahal jelas-jelas Aku melihat mereka sedang berduaan tanpa sehelai benang melekat di tubuhnya. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika melihat Sahabatku yang ternyata orang yang tidur bersama dengan Suamiku.^^^


...****************...


...----------------...


Tahan dulu Bestie.... heheheh.....


Jangan lupa tinggalkan kolom komentar masukan dan lain sebagainya ya...., maaf baru up karena author habis jatuh🙏🙏


Sehat selalu untuk para reader yang masih setia membaca novel Author...🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2