Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 197


__ADS_3

Bertemu Dengan Rivaldi Alfonso


Sesudah menghubungi Erlin, Dina pun segera memasukkan ponselnya ke dalam sakunya lalu beranjak pergi dari ruangan pemeriksaan, menuju ke ruang Direktur utama untuk menemui baby Daffa dan El. Sesampainya di ruang direktur, Dina memutuskan untuk langsung masuk ke ruangan tersebut.


Di saat ia baru saja masuk ke dalam ruangan Erlin yang kini sudah menjabat sebagai seorang direktur utama, tiba-tiba Mamih Dewi bertanya.


“Sayang ..., mana Erlin? Kasian anak-anak mereka pengen ketemu sama Mommynya ..” tanya Mamih Dewi menanyakan keberadaan Erlin sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Erlin yang ia pikir ada di belakang Dina.


“Mih ..., maafkan Dina Mih! Ternyata Erlin sampai saat ini belum kembali ke RS, tapi ...” ucapan Dina pun terhenti seketika. “Aduuhh, bagaimana ini? Apakah aku harus mengatakan pada mereka? Aduhh Din ..., sudah tidak ada waktu lagi untuk berbicara. Mending bicara jujur deh sama mereka ..” gumam Dina dalam hati.


“Tapi apa Din?” tanya Mamih Dewi dan Tuan Sanjaya secara bersamaan. Namun Dina yang diberi pertanyaan hanya diam melamun.


Sementara El yang menyimak pembicaraan antar orang tua pun lalu berjalan mendekat ke arah Dina dengan menarik rok Dina, lalu membuka suaranya dengan berkata, “Bunda Dina kenapa berhenti berbicara ... ??” tanya El pada Dina sambil menarik-narik roknya. Sontak saja membuat Dina membuyarkan lamunannya. ‘Ya, El meskipun baru akan memasuki usia 5 tahun tapi kecerdasannya di atas rata-rata, bahkan cara bicara dan berpikirnya saja seperti orang dewasa.’


“Eh ..., anak bunda .., enggak kok sayang,” ucap Dina sambil mengacak-acak rambut El yang datang menghampirinya. Dina pun lalu beralih menatap Mamih Dewi dan juga tuan Sanjaya lalu berkata, “Mih ... Pih ..., Dina mau undur diri dulu ya ..., Dina mau jemput Erlin ..”


“Tapi Din, ada apa sebenarnya?”


“Pih ... Mih ..., Dina nggak punya banyak waktu, Dina harus menjemput Erlin sekarang ..”


“Iya tapi kenapa kau begitu terburu-buru, Dina? Katakan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Tuan Sanjaya pada Dina dengan nada meninggi.


“Kakek ..., jangan teriak-teriak nanti Adek Daffa bangun!” seru El memperingati sang Kakek. Namun ucapan dari El tak digubris oleh kakek dan neneknya serta bunda susternya.


“Dina katakan pada kami sebenarnya ada apa?” tanya Mamih Dewi pada Dina. Seketika itu pula Dina pun mencoba menghela nafas panjangnya lalu  berkata, “Mih ... Pih ... sepertinya ada yang tidak beres antara Erlin dan tuan Aditya!”


“Maksudmu ... ??” tanya Mamih Dewi dan Tuan Sanjaya secara bersamaan. Tanpa mengulur waktu lagi Dina pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Jadi begini Pih ... Mih ..., ketika tadi Erlin menelponku dia terlihat seperti sedang marah besar, dan saat itu pula Dina curiga jika Erlin sedang menahan tangisnya. Dan ternyata benar dugaanku, ternyata Erlin sedang ada masalah dengan Tuan Aditya yang katanya Tuan Aditya telah berselingkuh tepat di depan matanya,” jawabnya menjelaskan panjang lebar.


Betapa terkejutnya Tuan Sanjaya dan Mamih Dewi ketika mendengar penjelasan dari Dina. “Apaaa? Tapi itu sangat tidak mungkin, Dina! Jangan bercanda ... !!” bentak Tuan Sanjaya pada Dina. Sementara Dina yang di bentak pun tak bisa berkata-kata, yang ada saat ini hanyalah mencemaskan Erlin yang sedang berada di jalan. Dina pun berpikir sejenak. “Ya Tuhan ..., sepertinya Aku harus pergi dari sini sekarang juga, Aku sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Erlin.” batin Dina dengan penuh rasa cemas.


Dina pun lalu memberanikan dirinya untuk membuka suaranya dengan berkata, “Pih ... Mih ..., kalau begitu Dina undur diri dulu ya, Dina nggak ada waktu lagi .. !!” ucap Dina berpamitan, dan segera melangkahkan kakinya pergi dari ruangan direktur tanpa menghiraukan Tuan Sanjaya yang memarahinya.

__ADS_1


“Dina ..., tunggu, Nak!” ucap Mamih Dewi berusaha menghentikan langkah Dina, namun sayangnya Dina mengabaikan panggilannya.


“Ini semua gara-gara Papih! Dina jadi pergi kan?” ucap Mamih Dewi pada sang Suami dengan memutar bola matanya jengah.  “Ya Allah ..., di manapun Putri kami berada tolong lindungilah dia ..” ucap Mamih Dewi sambil menangkupkan kedua telapak tangannya seraya memohon pada sang pencipta.


Sementara El yang melihat kakek dan neneknya tampak gusar pun lalu bertanya, “Kakek ..., Nenek .. sebenarnya ada apa sih?” tanya El penasaran ada apa dengan kakek dan neneknya.


“El sayang, lebih baik El sekarang masuk ke dalam ya, nungguin dedek Daffa sama Mbok Inah!” titah Mamih Dewi pada El (Cucu angkatnya).


“Tapi Nek, kenapa El meyasa ada sesuatu dengan Mommy Elin dan Daddy Aditya ..” jawab El dengan berbicara cedal. Mendengar perkataan dari El, Mama Dewi pun tersenyum gemas menatap El, lalu berkata, “Tidak sayang ..., mereka baik-baik saja, ya sudah lebih baik masuklah ke kamar! Nenek sama Kakek masih ingin disini untuk mengobrol ..” ucapnya menasehati El.


“Huh .. iya deh Nek ...” sahut El dengan mengerucutkan bibirnya, lalu berjalan menuju ke kamar yang ada di ruangan tersebut. Sementara Tuan sanjaya yang tadinya tidak bisa tertawa sedikitpun kini akhirnya tertawa kecil setelah melihat perilku dari Cucu angkatnya.


...****************...


Sementara Dina kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan Clara menuju ke taman kota yang di maksud oleh Erlin.


“Din ..., kau yakin, jika Erlin ada di sana .. ??” tanya Clara pada Dina. Dina pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Ya iyalah ..., orang Erlin sendiri yang bilang ...”


“Ck ..., heran deh sama Lo .., dari tadi tanyaaaa melulu ..”


“Sudah deh, nggak usah gue gue elo elo! Sekarang coba jelasin gimana ceritanya Erlin bisa ke taman kota?” tanya Clara sambil mengendari mobil dengan kecepatan sedang mengingat padatnya arus lalu lintas, karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 waktu Indonesia bagian barat.


“Kalau itu aku nggak tau Ra ..., tapi yang jelas aku sangat khawatir dengan keadaannya saat ini,”


“Iyaa , aku tahu kau mengkhawatirkannya! Tapi kenapa? Bukankah dia tadi ke perusahaan Aditya? Kau sendiri juga lihat kan, tadi!”


“Aduuuhh Ra ..., masalahnya si Tuan Aditya itu selingkuh di depan mata kepala Erlin sendiri ...” sahut Dina mengungkapkan kebenaran pada Clara. Sontak saja Clara mengerem mobil secara mendadak karena saking terkejutnya mendengar penjelasan dari Dina.


Ciiitttt ...


“Whaaattt??” ucap Clara dengan nada keterkejutannya.

__ADS_1


“Astaga Ra ..., bisa nyetir nggak sih! Biasa aja kali nggak usah ngegas!” ucap Dina sambil memutar bola matanya jengah melihat sahabatnya yang sok terkejut. Padahal dirinya saja sebenarnya juga terkejut mendengar penjelasan dari Erlin.


****


Sementara Erlin kini sudah berada di dalam bar untuk mencari seseorang yang sedang ia cari. Saat ia sedang menikmati minumannya tiba-tiba saja ada seorang Pria yang menghampirinya. “Nyonya Aditya, ada apa kau mencariku .. ??” tanya seseorang itu pada Erlin dengan mode dingin.


Erlin yang sedang duduk di atas sofa pun lalu mendongakkan kepala menatap kedatangan seseorang itu, lalu berkata, “Rivaldi Alfonso .., bisakah kau membantuku?” tanya Erlin pada seseorang yang bernama Reno. ‘Ya, Rivaldi merupakan teman semasa kuliah Erlin yang dulu sempat menyukai Erlin secara diam-diam, begitu pula dengan Reymond yang ikut memperebutkan Erlin waktu itu.’


Namun entah dapat wangsit dari mana, Erlin justru meminta bantuan pada seorang pria yang diketahui adalah pria yang sudah hampir merenggut kesuciannya saat berada di bangku kuliah, hanya saja ia berhasil lolos karena diselamatkan oleh Erwin teman semasa SMA nya, yang juga dulu pernah menyukainya tapi tak dibalas cintanya oleh Erlin.


“Membantu? Aku nggak salah dengar kan? Memangnya kau mau meminta bantuan apa??” tanya Rivaldi pada Erlin.


“Tolong cari tau, ada hubungan apa antara Dera dengan suamiku? Jika kau berhasil mencari tahu informasi tentang mereka, aku berjanji, akan memberimu sebuah imbalan uang sebesar satu milyar rupiah untukmu!” ucap Erlin.


“Hey .. ! Apa kau yakin Nyonya Aditya? Kenapa kau menyuruhku? Bukankah kau dulu pernah menolak permintaanku untuk menjadikanmu sebagai kekasihku? Lalu kenapa disaat suamimu sedang selingkuh kau malah datang ke sini untuk meminta bantuanku?” tanya Rivaldi sambil tersenyum sinis menanggapi perkataan Erlin.


“Bukan urusanmu! Apa susahnya sih, tinggal bilang mau membantuku atau tidak!” sahut Erlin yang tiba-tiba tersulut emosi, lalu mendudukkan dirinya di atas sofa mencoba menenangkan dirinya. Tak terasa air matanya pun lolos dengan begitu saja. Sementara Rivaldi yang melihat Erlin menangis pun hanya terdiam menatap iba Erlin. “Sebenarnya ada apa dengan Erlin? Apa benar yang dikatakannya tadi?” berbagai pertanyaan muncul dalam benak Rivaldi.


Setelah melihat Erlin tenang, Rivaldi lalu mendudukkan pantatnya di atas sofa, tepatnya bersebelahan dengan Erlin. “Hey, Nyonya Aditya! Kenapa kau malah menangis? Jadi nggak tawaranmu tadi?” tanya Rivaldi memastikan. Seketika itu pula Erlin justru malah memeluk Rivaldi dengan tiba-tiba.


Greeppp ....


Erlin memeluk Rivaldi, dan saat itu pula tangis Erlin pecah.


“Hiks ..., Hiks .., tolong aku Val ..., Suamiku ... hiks ..., hiks ..., dia telah berselingkuh dengan wanita lain yang tak lain adalah sahabatku sendiri ..., hiks ... hiks ..., maafkan aku Val .., dulu aku menolak bertunangan denganmu karena aku masih ingin mengejar cita-citaku, hiks ... hiks ... hikss ...” ucap Erlin dengan menangis sesenggukan di pelukan Rivaldi, sementara Rivaldi hanya diam tak bergeming karena terkejut dengan tingkah Erlin yang baginya sangat mustahil baginya untuk dapat memeluk wanita yang ada di hadapannya saat ini. Bahkan ia juga sangat terkejut mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Erlin.


...****************...


...----------------...


Bersambung .....

__ADS_1


*****


__ADS_2