Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 178


__ADS_3

Kekecewaan Erlin


Sementara Erlin kini sudah sampai di ruang pemeriksaan jantung tepatnya di ruang echo kardiologi bersama dengan Reymond, Erlin pun segera menyuruh Reymond untuk melakukan pemeriksaan lanjutan yaitu dengan mengecek kondisi jantung atau disebut dengan echo jantung.


“Rey, bersiaplah, nanti akan ada dokter yang memeriksamu!!” perintah Erlin pada Reymond.


“Tapi, Er ..., apa nggak sebaiknya Kau saja yang memeriksaku .. ??” pinta Reymond pada Erlin agar Dirinya saja yang melakukan pemeriksaan jantung. Namun Erlin pun menolaknya dengan berkata, “Maaf, Rey ..., Aku tidak bisa, lebih baik dengan dokter lain saja, bahkan Kau tahu sendiri bukan jika Suamiku salah paham denganmu,” ucapnya.


Dengan cepat Reymond pun menjawabnya, “Hmm, Aku tahu Erlin, tapi Aku hanya ingin Kau yang memeriksanya, bahkan Aku memutuskan untuk menetap di Indonesia sementara waktu karena Aku ingin berobat denganmu ..”


“Tapi kenapa harus Aku, Rey ... ??, bukankah ada dokter lain selain Diriku .. ??” tanya Erlin menatap heran Reymond. Reymond pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Aku tahu, Er .., tapi ‘kan Kau adalah dokter terbaik di negeri ini ..., bahkan Kau juga merupakan salah satu dokter terbaik di Dunia ..” ucapnya.


Erlin pun hanya terdiam tak mampu menjawab pernyataan dari Reymond, Ia akui bahwa Dirinya adalah seorang dokter jantung terbaik di Dunia. Setelah sekian detik tak menjawabnya, akhirnya Erlin pun membuka suaranya dengan berkata,  “Hmmm, ya sudah kalau begitu, silahkan berbaring di tempat tidur Rey, biar Aku yang periksa ..” ucap Erlin pasrah menuruti keinginan Reymond yang merupakan salah satu pasiennya. Ia tak mau ambil resiko yang merugikan Dirinya, apa lagi Dirinya adalah seorang dokter, Ia tak mau jika masalah kecil saja bisa merembet kemana-mana.


...🥰****************🥰...


Tanpa disadari oleh Erlin, ada seseorang yang sedang memantau Mereka melalui ruangan kaca lantai atas, siapa lagi kalau bukan Suami dari dokter Erlin Putri Sanjaya yang tidak lain dan tidak bukan Aditya Bramansta Wijaya.


Bahkan ketika Aditya sedang memantau sang Istri, Aditya dibuat cemburu oleh pasien yang sedang ditangani oleh sang Istri, karena memang Reymond telah mengetahui keberadaan Aditya yang berada di lantai atas sedang memantau Dirinya dan Erlin.


“Er ..” panggil Reymond.


“Hmm, ada apa .. ??” jawab Erlin sambil melakukan pemeriksaan echo jantung. Namun tiba-tiba saja tangan Erlin yang sedang sibuk melakukan pemeriksaan jantung Rey, di cekal oleh Rey. Seketika saja Erlin membelalakkan matanya terkejut dengan sikap Rey kepadanya.


Erlin pun lalu berusaha melepaskan pegangan tangan Rey, namun tangan Erlin kalah kuat dengan pegangan tangan Rey, sementara Aditya yang melihat sang Istri sedang di goda oleh pasiennya pun tak tinggal diam, Ia pun segera berlari menuju ke lantai bawah untuk menyelamatkan sang Istri, pikirnya.


“Rey .., kumohon lepaskanlah, kalau seperti ini mana bisa Aku memeriksamu, Rey .. !!” pinta Erlin pada Reymond agar melepaskan tangannya. Seketika saja Erlin pun lalu melepaskan pegangan tangannya lalu berkata, “Hmm,


baiklah sekarang lanjutkanlah ...” ucap Rey dengan tersenyum manis menyetujui perkataan Erlin, karena Ia sudah merasa puas telah membuat Aditya cemburu.


Namun saat Erlin akan melanjutkan pemeriksaan, Aditya tiba-tiba datang dengan salah seorang dokter jantung yang tidak lain adalah teman sejawat dari Erlin yaitu dokter Intan.


Ceklek ...


“Erlin, biarkan dokter Intan yang memeriksa Dia ..” ucap Aditya pada sang Istri. Erlin pun lalu menoleh ke arah sumber suara dilihatnya sang Suami datang bersama dokter Intan.

__ADS_1


Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tapi Mas .., Dia ..” belum sampai ucapan Erlin selesai, Aditya menyahutnya, “Tak ada tapi tapian Erlin, atau Aku tak akan memperbolehkanmu bekerja lagi!” tandasnya. Seketika itu pula Erlin terdiam tak menjawab perkataan Suaminya.


Sementara Rey sangat terkejut dengan perlakuan Aditya yang sedang membentak Erlin, Ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Tuan Aditya, bisakah Anda menghargai Istrimu yang sedang merawat Pasiennya ...??” tanyanya baik-baik, akan tetapi pertanyaannya justru membuat Aditya naik darah.


Seketika itu pula Aditya menghampiri Rey yang sedang terbaring di bed pasien, lalu menariknya agar keluar dari ruangan itu.


Sregghh ...


“Lebih baik, Kau keluar dari sini, atau Aku akan memanggilkan pihak keamanan kemari .. !!” seru Aditya tersulut emosi, sementara Erlin yang melihat sang Suami tersulut emosi, segera menghampiri sang Suami berusaha meredam amarah sang Suami dengan berkata, “Mas ..., apa yang Kau lakukan, Dia datang ke RS mau memeriksa bukan ...” belum sampai Erlin menyelesaikan perkataannya, Aditya pun memotongnya.


“Stop Erlin ..., jangan mencegahku!!” seru Aditya tak terima dengan penuturan sang Istri, yang Ia pikir malah membela Pasiennya. Aditya pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Kalau Kau tidak ingin Dia diusir dari sini, biarkan dokter Intan yang memeriksanya!”


Seketika itu pula Erlin terdiam seketika sambil melihat ke arah Rey, lalu berkata, “Baiklah, Aku setuju ...” ucapnya menyetujui perintah dari Suaminya.


“Dokter Intan silahkan ...” ucap Aditya mempersilahkan dokter Intan untuk memeriksa Pasien dari Erlin yang tidak lain adalah Reymond. Namun ketika dokter Intan hendak akan menggantikan Erlin, Reymond pun menolaknya.


“Aku tidak akan mau diperiksa selain Erlin ... !!” tegasnya. Seketika saja membuat Erlin dan Aditya yang mendengar pun terperangah. Erlin lalu berkata, “Jika Kau ingin sembuh, menurut 'lah, Rey ..., dokter Intan adalah teman sejawatku, Dia sangatlah baik dan ramah, jadi jangan khawatir, Aku juga akan memantau perkembanganmu nanti ..” ucapnya ramah. Seketika itu pula dengan sangat terpaksa Reymond menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan dari Erlin.


"Hmm, baiklah ..." ucapnya.


Sementara Aditya yang mendengarkan interaksi antara sang Istri dan Rey, pun merasa geram, Ia lalu menyahutnya dengan berteriak, “Erlin cukup!!,” teriaknya.


...****************...


Ketika Aditya menyeret sang Istri keluar dari ruangan tersebut, banyak mata memandang ke arah Mereka dengan tatapan heran, karena tak seperti biasanya sepasang Suami Istri tersebut bertengkar. Apalagi Aditya dan Erlin adalah salah satu pasangan yang dikenal di seluruh Negeri.


“Mas ..., lepas nggak .. !!” pinta Erlin pada sang Suami agar melepaskan cengkramannya. Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tidak akan ku lepaskan, Er ..” balasnya sambil masuk ke ruang Direktur dengan menyeret sang Istri.


Sesampainya di ruang Direktur, seketika saja Erlin dihempaskan sang Suami di atas sofa.


Bruuukk ...


Sontak saja membuat Erlin membelalakkan matanya terkejut dengan perlakuan kasar sang Suami, padahal selama ini Aditya tak pernah memperlakukan sekasar itu terhadapnya. Belum sampai Erlin membuka suaranya, Aditya berkata, “Erlin ..., mengapa Kau berani selingkuh hadapanku, ha ... !!” bentaknya dengan sorot mata tajam menatap sang Istri.


Erlin pun lalu membalasnya dengan berkata, “Astaga Mas, sudah berapa kali Erlin bilang sama Mas, Erlin tidak pernah selingkuh, Mas ..., kalau ngomong itu di jaga dong, Mas ..., jangan nuduh orang sembarangan!” lantang Erlin menentang pernyataan dari sang Suami karena telah menuduhnya sembarangan, padahal Dia hanya menjalankan tugasnya saja sebagai seorang dokter.

__ADS_1


Aditya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Kenapa Dia ada di RS?, bukankah kemarin Pria itu ada di apartemen ... ??” tanya Aditya pada sang Istri dengan tatapan penuh selidik.


“Dia di RS ya mau periksa lah, Mas .., mau apa lagi coba ...” ucap Erlin heran mendengar pertanyaan dari sang Suami yang sangat aneh baginya. Sementara Aditya yang melihat sang Istri meremehkan pertanyaannya justru malah membentak Erlin.


“Jawab jujur, Erlin .. !!” bentak Aditya sambil berjalan menghampiri Erlin dengan menatap matanya tajam. Sementara Erlin yang merasa Dirinya di tatap tajam sang Suami pun justru tidak takut, Ia justru semakin berani membela dirinya, karena memang Dirinya tak merasa bersalah.


“Aku sudah jujur Mas, tapi tetap saja Mas tak percaya denganku ..,” ucap Erlin berdiri dari tempat duduknya lalu melipat kedua tangannya memutar bola matanya malas, karena menurutnya Suaminya sangat posesif Padanya, hingga Dirinya dituduh yang bukan-bukan jika bertemu dengan lawan jenis.


Erlin pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Asal Mas tahu, Erlin itu di sini kerja Mas, jadi wajar saja kalau Erlin melayani Pasien dengan baik, apakah itu salah ... ??”


“Tapi tindakan Pasienmu itu sudah di luar batas Erlin!!” seru Aditya mengepalkan tangannya geram jika mengingat kejadian yang Ia lihat tadi. Seketika saja Erlin pun mengernyit bingung, tak tahu dengan apa yang dimaksud oleh sang Suami.“Di luar batas .. ??” tanyanya.


Dengan cepat Aditya menyahutnya dengan berkata, “Ya .., karena Dia sudah berani memegang tangan Istriku ..” ucapnya. Seketika saja Erlin melongo mendengar pernyataan dari sang Suami, dan seketika itu pula Erlin yang tadinya hampir tersulut emosi, kini mulai menampakkan senyum tipisnya.


“Astaghfirullah Mas ..., jadi Mas cemburu ... ??” tanya Erlin memastikan. Aditya pun lalu menjawabnya dengan berdehem mengiyakan pertanyaan sang Istri, “Hmmm ...”


Erlin pun terkikik geli melihat Ekspresi sang Suami yang sangatlah lucu jika sedang cemburu. “Wwkwkwk .. ya ampun utu utu ..., suamiku cemburu ternyata ...” ucap Erlin sambil mencubit pipi sang Suami gemas. Namun sikap Erlin bukannya meredam amarah dari Aditya namun justru sebaliknya. Aditya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Aku tidak bercanda Erlin, sepertinya Dia mencintaimu,” ucapnya.


Erlin yang mendengar pernyataan dari sang Suami pun menggeleng pelan dan berkata, “Terserah Mas saja ‘lah ..., Aku pusing dari tadi dengerin ocehan Mas yang nggak jelas itu ...” celetuk Erlin. Namun sayangnya ucapan Erlin justru ditanggapi sang Suami dengan serius, dan entah apa yang ada di pikiran Aditya, tiba-tiba saja Aditya mengayunkan tangannya menampar pipi mulus Erlin.


Plaakkk ...


Sontak saja tamparan keras yang dilontarkan oleh Aditya kepada Istrinya, membuat Erlin memelototkan matanya tak percaya dengan apa yang telah dilakukan sang Suami Padanya.


“Beraninya Kau menamparku, Mas ..” ucap Erlin sambil memegangi pipinya yang sakit dengan sorot mata yang tajam menatap Aditya. Aditya pun terperangah dengan apa yang baru saja Ia lakukan pada sang Istri.


“Er ... maaf Er ..., Aku tak sengaja ..” ucap Aditya terbata sambil memegangi tangannya merasa bersalah karena sudah bertindak kasar pada sang Istri.


“Cukup Mas .., it’s ok jika Mas tak mempercayaiku, Aku akan pergi dari sini sekarang juga .., Aku benci sama Mas !!” sambung Erlin dengan nada meninggi, lalu pergi meninggalkan Aditya dengan menangis sesenggukan. Melihat sang Istri pergi meninggalkannya, Aditya pun tak tinggal diam, Ia pun segera mengejarnya, “Erlin ..., tunggu ... !!” teriak Aditya dengan maksud mencegah sang Istri pergi, tapi sayangnya Erlin mengabaikannya dengan mempercepat langkahnya.


...----------------...


Hadehh konflik lagi, hahahaha ...


Ya begitulah Bestie ...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komennya Ya ...


Terima kasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2