Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 170


__ADS_3

Menuruti Keinginan El


Setelah perdebatan panjang dengan kedua orangtuanya, kini Vanya masuk ke ruang perwatan El, dilihatnya ternyata Exsel juga sangat perhatian pada El, bahkan saat ini Dia sedang menyuapi makanan yang tadi Ia beli di kantin. Vanya memasuki ruangan El dengan berjalan tertunduk lesu tak bertenaga, Ia benar-benar bingung dengan apa yang harus Ia lakukan saat ini.


Sedangkan Exsel dan El yang melihatnya pun mengernyit dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Vanya. El dan Exsel pun hanya saling tatap sambil menaikkan alisnya seraya bertanya dengan apa yang sedang terjadi pada


Vanya, dan pada akhirnya El pun memberanikan dirinya untuk bertanya pada Bundanya, “Bun, Bunda kenapa terlihat sedih ... ??” tanya El pada Vanya yang berjalan mendekatinya ke arah tempat tidur.


Vanya pun lalu menjawabnya dengan tersenyum manis berusaha menutupi kesedihannya dengan berkata, “Siapa yang sedih, Bunda tidak sedih kok,” ucapnya. El pun lalu mengamati Bundannya dengan sangat seksama, Ia melihat jika di mata Bundanya seperti sedang berbohong kepadanya, dan El pun lalu bertanya lagi,dengan berkata, “Bunda yakin .. ??” tanyanya.


“Yakin dong Sayang, lagi pula mana ada Bunda bohong sama Kamu,” balas Vanya sambil tersenyum semanis mungkin di depan El. El pun hanya mengangguk mengiyakan perkataan Bundanya.


*****


Sementara di lain tempat, tampak Keluarga Sanjaya dan Aditya beserta sang Istri sedang membahas hubungan antara Aldo, Vanya, dan juga Exsel. Ya kebetulan Erlin dan Aditya saat ini sedang menginap di rumah orangtuanya. Di saat Mereka sedang berkumpul, Erlin pun mulai membuka obrolannya dengan berkata, “Pih ..., Mih ..., mumpung Erlin dan Mas Aditya berada disini, Erlin mau ngomong sesuatu sama Kalian semua,” ucapnya.


“Memangnya apa yang mau Kau omongin, Nak ... ??” tanya Tuan Sanjaya pada Putrinya. Erlin pun menjawabnya dengan berkata, “Jadi begini, Pih .., Erlin meminta Papih sama Mamih agar mengijinkan Vanya untuk menikah lagi, kasihan Dia kalau hanya berpaku pada Edward saja, sementara Edward sudah tiada, apa kalian nggak kasihan melihat Vanya sendirian harus merawat anak-anak, apalagi sebentar lagi keponkanku dan juga Cucu kalian akan hadir ke dunia, Aku tidak bisa membayangkan jika melihat Vanya setelah melahirkan nanti.” ucap Erlin mengungkapkan keluhannya saat ini, Ia sangat mencemaskan kondisi Vanya/Adik Iparnya.


Tuan Sanjaya pun menjawabnya, “Kalau Papih sama Mamih sih setuju-setuju saja, Nak ..., tinggal Vanya saja mau atau tidak, jika tidak mau ya jangan memaksanya Er,” ucapnya. Aditya pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Tuh Mom, dengerin tuh Papih saja bilang begitu, masa’ iya Vanya dan Aldo mau Kau jodohin.” ucapnya yang sekarang memanggil Istrinya dengan sebutan Mommy agar anaknya nanti kelak ikut memanggilnya dengan sebutan Mommy.


“Tapi Mas, itu yang terbaik buat Vanya, Kau tahu bukan jika Exsel itu seperti apa, Dia itu aneh, kadang baik, kadang berubah jadi jahat, entahlah kalau sama Exsel mau jadi apa Vanya nanti ..., lagi pula Mas tahu sendiri bukan jika El sangat menginginkan Aldo menjadi pendamping Vanya, apalagi Mas juga pernah bilang jika Mas akan menjodohkannya.” ucap Erlin berusaha menjelaskan kepada sang Suami. Belum sampai Aditya menjawabnya Mamih Dewi pun menimpalinya dengan berkata, “Iya ..., bener tuh apa kata Putri Mamih, tak ada salahnya Kita jodohkan saja mereka, Mamih yakin jika Vanya tak akan menolaknya, bukannya Kalian sangat menyetujui jika Vanya dengan Aldo??”  ucapnya bertanya pada  Aditya dan juga sang Suami.


Tuan Sanjaya pun lalu memandang ke arah Aditya seraya meminta persetujuan, dan berkata, “Hufftt, Ya sudah, kalau itu mau kalian, ya terserah kalian saja, yang terpenting jangan sampai menyakiti hati Vanya, apalagi Vanya sedang mengandung anak dari Edward.” ucap Tuan Sanjaya memperingatkan seluruh anggota keluarganya. Dan seluruh anggota keluarga yang sedang berkumpul pun mengangguk setuju dengan perintah dari Tuan Sanjaya.


****


Sementara di lain sisi Aldo begitu bersemangat untuk pergi ke RS.Wijaya untuk menemui sang anak. Ia berniat menghampiri Ibu Irma untuk di ajak ke RS.Wijaya bersamanya, sayangnya Ibu Irma mengabari Aldo jika tidak bisa ikut karena Ibu Irma sedang mengurus rumah yang Ia tempati bersama Vanya dan juga anak-anak, dimana lagi kalau bukan di rumah Vanya. Berhubung Ibu Irma tidak bisa ikut, Aldo tetap melajukan mobilnya ke rumah Vanya untuk menjemput Neysa, yang kebetulan sedang berada di rumah bersama Ibu Irma.


“Halo Kak Ney ...” ucap Aldo membuka obrolan melalui ponsel.


“Iya Yah,” jawab Neysa.


“Kak Neysa, bersiaplah Ayah akan menjemputmu, kebetulan Ayah sudah mau sampai.” ucapnya berbicara melalui ponsel sambil menyetir mobil.

__ADS_1


“Baik Yah,  kalau begitu Ney siap-siap dulu ...” balas Neysa.


“Ya sudah kalau begitu Ayah tutup teleponnya dulu,” ucap Aldo. Belum sampai Neysa menjawabnya telepon pun diputuskan sebelah pihak oleh Aldo.


Setelah 5 menit lamanya, Aldo pun sampai di rumah Vanya atau rumah pemberian Edward. Aldo pun lalu menuruni mobilnya dilihatnya ternyata Neysa sudah menunggunya di depan rumah. Aldo pun yang melihat Neysa pun lalu berkata, “Kak Ney, kok di luar .. ?? tanya Aldo heran.


Neysa pun menjawabnya dengan berkata, “Enggak kok Yah, lagipula Ney juga baru saja keluar dari dalam, kalau begitu berangkat yuk, Yah ... !!” ajak Neysa pada Aldo agar segera berangkat. Aldo pun lalu menjawabnya dengan


berkata, “Tapi Kak Ney sudah berpamitan kan sama Nenek .. ??” tanya Aldo memastikan.


“Iya, Yah ..., lagi pula Nenek sudah tahu juga kalau Ayah mau kesini, jadi Ney di ijinin deh ...” balasnya. Aldo pun lalu membalasnya dengan tersenyum manis lalu berkata, “Ya sudah kalau begitu, Kita berangkat sekarang,” ucapnya.


“Ayo, Yah ..., gasss ... !!” seru Neysa bersemangat. Entah apa yang merasuki Neysa yang tak seperti biasanya. Ia begitu bersemangat ketika bersama dengan Aldo. Padahal dulunya Ia sangat membenci Aldo karena ke egoisannya yang hanya mementingkan Dirinya sendiri. Tanpa membuang waktu lama, Mereka pun masuk ke dalam mobil dan segera menuju ke RS.Wijaya untuk menjenguk El.


*****


Sementara di RS.Wijaya tampak El sudah tertidur pulas sehabis disuapi oleh Exsel. Exsel pun kini memulai membuka obrolan lagi setelah beberapa menit tak ada pembicaraan sama sekali diantara Vanya dan juga Exsel. “Van, sebenarnya apa yang Kau bicarakan dengan orangtuamu, sampai-sampai membuatmu tak bersemangat lagi ... ??” tanya Exsel pada Vanya.


Vanya yang merasa Exsel berteriak pun lalu segera bangun dari duduknya menghampiri Exsel, lalu menarik tangannya dengan tiba-tiba.


Sreettt ...


“Ayo ikut Aku, daripada Kau berteriak-teriak disini, mending Kita bicarakan di luar saja.” Ucap Vanya sambil menarik tangan Exsel, tapi Exsel hanya diam tak bergerak sedikitpun menahan tubuhnya. Sedangkan Vanya yang merasa Exsel hanya diam ditempat pun lalu membuka suaranya lagi dengan berkata, “Kenapa diam sih Exs .. ??” tanyannya. Dan Exsel pun menjawabnya dengan berkata, “Disini saja, Kita tidak perlu keluar Van, dan Aku tahu apa


yang sedang Kalian bahas tadi,” ujarnya.


“Apa maksudmu,  Exs .. ??” tanya Vanya mengerutkan keningnya bingung. Exsel pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Tidak usah berpura-pura tidak tahu Van, jujur saja padaku Aku tidak akan marah denganmu,” tuturnya.


Sedetik dua detik Vanya pun berpikir, dan akhirnya Ia pun membuka suaranya dengan berkata, “Aku sepertinya akan dijodohkan dengan Aldo, Ayah angkat dari anak-anak.” ucap Vanya melemah. Sementara Exsel yang sudah mengetahuinya pun terlihat biasa-biasa saja. Ia pun hanya tersenyum tipis lalu berkata, “Kau yakin hanya dijodohkan saja ... ??, bahkan Aku tahu jika Kau sebenarnya cinta sama Pria itu, karena dari caramu bertatapan mata saja sudah terlihat jika Kau masih mencintainya,” ucapnya.


“Tapi Exs, itu tidak mungkin, Aku justru masih mencintai Edward ... !!” tegas Vanya menentang perkataan Exsel. Exsel pun lalu berkata, “Vanya, dari tatapan matamu saja sudah tidak dapat dibohongi lagi jika Kau sebenarnya juga mencintainya, tapi karena sesuatulah yang membuat hubungan Kalian jadi renggang,” ucap Exsel.


“Apa ...??, cukup Exsel ..., bahkan Kau tidak tahu yang sebenar nya terjadi .. !!” lantang Vanya beruntungnya El tidak sampai terbangun dari tidurnya. Exsel pun lalu menjawabnya, “Aditya sudah bercerita semua kepadaku Van, jadi tidak mungkin jika Aku tidak mengetahui dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Kalian.” balasnya dingin.

__ADS_1


“Kalau Kau tahu kenapa Kau malah bertanya kepadaku ... ??” tanya Vanya heran pada Exsel. Exsel pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Karena Aku hanya ingin memastikan saja, Kau mau berkata jujur atau tidak di hadapanku.” ujarnya. Vanya pun lalu terdiam seketika mendengar jawaban dari Exsel. Exsel yang merasa ucapannya tak ada tanggapan dari Vanya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Hmm, entahlah Exs, tapi Aku masih benar-benar ingin sendiri, dan jika Aku disuruh memilih antara Kau dan Aldo, Aku tidak akan bisa Exs,


hanya saja ...” ucapan Vanya pun terhenti seketika karena suara seseorang yang berada di balik pintu.


“Hanya saja apa Van??, katakan padaku Kau lebih memilih Aku atau Dia ... ??” tanya seseorang itu. Ya seseorang itu adalah Aldo dan Neysa yang baru saja datang, Dan kebetulan pintu kamar perawatan El sedikit terbuka jadi Ia bisa mendengar semuanya. Vanya yang melihat kedatangan Aldo dan Neysa pun membelalakkan matanya terkejut milihat siapa yang datang di hadapann ya saat ini.  Berbeda dengan Exsel yang hanya biasa saja melihat kedatangan Aldo, apalagi semenjak Aditya bercerita panjang lebar dengannya di kantin.


Flashback :


Di kantin


“Exsel, apa Kau yakin ingin menikah dengan Vanya ... ??” tanya Aditya pada Exsel yang tampak sendirian di kantin RS membeli makanan. Exsel pun lalu membalasnya dengan berkata, “Tapi sepertinya itu sangat mustahil Tuan Aditya ...” ucapnya dengan tertunduk lesu.


“Sudah jangan memanggilku seperti itu, panggil saja dengan nama, dan ya, kenapa mustahil .. ?? tanya Aditya mengernyit bingung dengan pernyataan dari Exsel. Exsel pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Mustahil karena Vanya masih mencintai Edward, meskipun Dia sudah tidak ada tapi Saya melihat Dia masih sangat mencintai Suaminya,” ujarnya.


“Itu menurutmu Exs, tapi jika Kau tahu dibalik percintaan mereka ada seseorang yang sekarang baru berusaha mendekatinya lagi, dan Dia berusaha berjuang mendapatkan hatinya lagi,” ucap Aditya. Sedangkan Exsel pun mengernyit bingung dengan apa yang dimaksud Aditya. Aditya yang mengetahui Exsel bingung pun lalu berkata, “Aldo adalah saingan Edward, dan Edward lah pemenangnya, bahkan Edward mengalami kecelakaan karena ulah Ayah Aldo yang saat itu sangat berambisi untuk menjadikan Vanya menantunya,” ucap Aditya.


Sementara Exsel pun membelalakkan matanya terkejut lalu berkata, “Apa ... ???, jadi yang membunuh Exsel adalah Ayah dari Pria itu ... ?? tan ya Exsel memastikan, dan Aditya pun mkenjawabnya dengan menganggukkan kepalanya lalu berkata, “Hmmm, ya, Kau benar Exs, dari situlah Vanya dan anak-anak angkat Aldo dan Vanya tambah membenci Aldo, karena memang sebenarnya Vanya sedang dipermainkan menjadi boneka saja untuk mendapatkan hasil kekayaan dari keluarga Ferrari, padahal Vanya dulunya telah menaruh hati padanya sebelum akhirnya Ia menikah dengan Edward, tapi rasa itu pupus setelah Ia mengetahui jika Aldo hanya mempermainkannya saja untuk menjadikannya Istri kedua,” ucap Aditya menjelaskan dengan apa yang terjadi.


“Apa ..., dasar brengsek, beraninya mempermainkan Vanya ... !!” lantangnya sambil mengepalkan tangannya.


“Tapi tunggu dulu, Exs, justru semakin hari semakin kesini, anak-anak angkat Vanya dan Aldo yang tadinya membenci Aldo kini sudah berubah pikiran lagi setelah Vanya hamil, Mereka memikirkan masa depan adik mereka


nanti ketika lahir, maka dari itu anak-anak sangat menginginkan Vanya dan Aldo kembali bersatu dan menikah Exs, tapi sayangnya Vanya tidak mau menikah dengan siapapun.” ucap Aditya. Seketika saja Exsel pun terdiam.


Sementara Aditya pun masih melanjutkan obrolannya dengan berkata, “Kau tahu sendiri bukan, jika El saja menginginkan Mereka menikah, dan Aku sangat berharap juga agar Mereka benar-benar menikah sesuai keinginan El, apalagi El masih dalam pengawasan medis karena ada penyakit bawaan.” jelas Aditya menjelaskan. Sedangkan Exsel pun hanya diam mencoba mencerna perkataan dari Aditya.  Sedetik dua detik Exsel pun berkata, “Kalau begitu turuti permintaan El saja, daripada Vanya di suruh memilih anatara Aku dan Aldo.” tuturnya dingin lalu beranjak pergi meninggalkan Aditya.


Flashback Off :


*****


Buat para Readers mohon maaf Author baru sempet up 


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen, Yaaa..... Terimakasih ... ^-^

__ADS_1


__ADS_2