Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 184


__ADS_3

Aditya Yang Dingin


Setelah kepergian Reymond dari mansion Wijaya. Aditya memutuskan untuk menjemput sang Istri ke RS karena hari sudah petang. Erlin yang sudah selesai memeriksa Pasien pun lalu segera merogoh ponselnya yang berada di saku snelinya, untuk menghubungi seseorang.


Tut... tut...


Sambungan telepon pun terhubung dengan seseorang yang sedang ia hubungi saat ini. Sayangnya panggilannya tak diangkat oleh seseorang itu.


Erlin begitu khawatir karena seseorang yang ia hubungi justru tak mengangkat telepon darinya.


"Aduhh, Mas Aditya sebenarnya kemana sih? kok nggak diangkat teleponnya!" gumam Erlin pelan dan tampak gusar karena ia merasa ada sesuatu yang terjadi. Apalagi ia juga baru menyadari jika kunci mobilnya tidak ada bersamanya. 'Ya, orang yang dihubungi Erlin adalah Aditya Suaminya.'


"Astaga.., kunci mobilku!" ucap Erlin dengan nada keterkejutannya. Erlin pun lalu mengingat sesuatu.


Flashback On :


"Kalau begitu Aku kerja dulu ya, Rey! kebetulan ini juga sudah sampai," ucap Erlin berpamitan pads Reymond. Tanpa disadari oleh Erlin kunci mobilnya pun terjatuh di mobil Reymond, tepatnya di tempat duduk belakang.


Flashback Off :


"Astaghfirullah, kunciku terjatuh di dalam mobil Reymond!" ucap Erlin dengan nada keterkejutannya sambil menupuk jidatnya. Ia benar-benar merasa bodoh karena teledor dalam menyimpan barang.


"Aduh, bagaimana ini?? Aku takut jika Reymond ke bengkel dan mengembalikan mobil ke mansion Wijaya, lalu bertemu Mas Aditya," ucap Erlin tampak gusar dengan pemikirannya.


Tanpa Erlin sadari saat dirinya sedang mondar-mandir di ruangannya, ada seseorang yang menatap sang Istri dengan tatapan mata tajamnya, tersirat ada sebuah kemarahan dimatanya. Siapa lagi kalau bukan Aditya Bramansta Wijaya yang sedang berdiri menyender di pintu ruangan sang Istri yang kebetulan sedang terbuka.


"Ekheemmm...." Erlin yang tadinya mondar-mandir nggak jelas di ruangannya kini tersentak ketika mendengar suara deheman seseorang.


Seketika saja Erlin pun menoleh dan mengarahkan pandangan ke arah sumber suara, dilihatnya ternyata sang Suami yang sudah datang tanpa memberi tau dirinya.


"Mas Aditya.." ucap Erlin.


"Adityaa, ku harap Kau bisa mengendalikan emosimu," ucap Aditya berbicara dalam hati. Sementara Erlin yang melihat Aditya hanya diam tak bergeming sedikit pun, mengerutkan keningnya bingung.


Erlin pun lalu berjalan ke mendekat ke arah sang Suami yang kasih terdiam. Ia lalu membuka suaranya dengan berkata, "Hey Mas, kenapa malah melamun sih? hmm?" panggil Erlin dengan menyenggol lengan sang Suami. Seketika saja lamunan Aditya buyar seketika.


"Eh, emmmh tidak ada! ayo pulang!" ucap Aditya dingin. Erlin yang melihat sang Suami tampak dingin dihadapannya pun heran dengan perubahan sikap sang Suami.


"Mas Aditya kenapa sih? Aku curiga, jangan-jangan feelingku benar. Jika Reymond ke mansion," batinnya dengan menatap Aditya dalam diam.

__ADS_1


Aditya yang merasa ditatap oleh sang Istri pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kenapa Kau menatapku seperti itu??" tanyanya


"Emhh tidak kok Mas, lebih baik Kita pulang saja, lagi pula hari juga sudah malam," jawab Erlin sekenanya saja.


"Hmmm, baiklah. Ayooo!!" seru Aditya sambil menarik tangan sang Istri dengan tiba-tiba. Yang membuat Erlin tersentak dengan perlakuan kasar Aditya terhadapnya.


Erlin pun lalu melepaskan tangan sang Suami yang menariknya dengan kasar, lalu berkata, "Mas, sebentar dong, Mas! Aku ambil tasku dulu..!" balasnya dengan memutar bola matanya jengah karena melihat perlakuan kasar Aditya. Namun Aditya tak bergeming sedikit pun. Hanya saja ia membiarkan sang Istri untuk mengambil tasnya yang ia letakkan di atas meja kerjanya.


Setelah selesai beres-beres, Erlin dan Aditya kini menyusuri lorong RS dengan berjalan bersamaan yang membuat semua mata mengarahkan pandangan menatap sepasang Suami Istri tersebut dengan tatapan kagum.


Sementara Erlin dan Aditya, tak ada yang membuka suara sama sekali. Yang ada, malah Mereka justru melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke halaman parkir RS.


...****************...


Sesampainya di halaman parkir RS, Erlin terkejut ketika melihat mobil sang Suami yang kempes terparkir di tempat parkir RS.


"Loh, kok mobil Mas Aditya ...?? gumam Erlin bertanya-tanya dalam hati. Kenapa bisa-bisanya mobil tersebut sudah ada dihadapannya dengan dibawa sang Suami.


Aditya yang melihat Erlin menghentikan langkahnya pun lalu berkata, "Kenapa Kau malah berhenti? ? ayo masuk, hari sudah semakin larut! kasian Baby Daffa dan Mbok Inah, yang sedari tadi menunggu," ucap Aditya pada sang Istri.


"Hmm baik Mas," balas Erlin.


"Mas, sebenarnya Mas kenapa sih? kok dari tadi diem melulu?" ucap Erlin mulai membuka obrolan dengan sang Suami.


"Lebih baik Kita bicarakan nanti di rumah," ucap Aditya dingin.


"Astaghfirullah, sebenarnya kenapa dengan Mas Aditya? kenapa sikap ya berubah menjadi dingin seperti dulu sih??" batin Erlin dengan pandangan menatap ke arah lurus ke depan.


Melihat ada sebuah ketegangan di antara kedua majikannya, Mbok Inah pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Nyonya Muda sudah makan belum??" tanyanya pada Erlin.


"Sudah kok Mbok," Erlin pun lalu menengok ke arah belakang sambil melihat Baby Daffa yang dipangku oleh Mbok Inah.


"Eh anak Mommy sudah tidur ya??" ucap Erlin sambil mencubit pipi Putranya dengan gemas.


"Mbok Inah nanti Baby Daffa biar tidur di kamarku ya, Aku pengen ngelonin Daffa .." ucap Erlin pada Mbok Inah.


"Iya Nyonya...


Berbeda dengan Aditya yang tiba-tiba menyahutnya dengan menolaknya, "Tidak, Er...!

__ADS_1


"Tapi Mas, Aku..." belum sampai Erlin menyelesaikan ucapannya Aditya memotongnya dengan berkata, "Tak ada bantahan Erlin! Baby Daffa biar ditemani Mbok Inah!" lantang Aditya dengan nada meninggi bahkan Baby Daffa hampir terbangun karenanya.


Erlin pun lalu menoleh ke arah belakang, dan berkata, "Mas, jangan keras-keras dong Mas. Untung saja Baby Daffa nggak kebangun dari tidurnya!" ucapnya memperingatkan sang Suami.


"Sini Mbok, biar Aku gendong sebentar!" pinta Erlin pada artnya untuk memberikan Baby Daffa kepadanya.


"Baik Nyonya..." jawab Mbok Inah menuruti perintah dari majikannya.


Mbok Inah pun lalu memberikan Baby Daffa pada Erlin yang sedang duduk di depan samping kemudi. "Uluh-uluh... maafkan Daddy ya Sayang, gara-gara Daddy jadi kebangun deh,"ucap Erlin dengan menciumi pipi Putranya yang sedang terlelap dalam tidurnya. Sementara Aditya hanya terdiam mendengar celotehan dari sang Istri yang berbicara pada Putranya. Tak berselang lama akhirnya Mereka pun sampai di rumah baru milik keluarga kecilnya.


Setelah keluar dari mobil, Erlin pun segera melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas untuk menidurkan Putranya ke dalam kamar yang sudah disediakan khusus untuk Putranya. Bahkan Erlin dengan percaya diri mengabaikan sang Suami yang berjalan mengikuti Dirinya dan Mbok Inah dari belakang.


"Kau sungguh berubah Erlin, Aku tak percaya jika Kau mengabaikanku," batin Aditya sambil menatap kepergian Erlin yang sudah berjalan memasuki kamar Putranya.


Sesampainya di kamar Putranya Erlin pun segera menidurkan Putranya di atas tempat tidur, karena kebetulan Baby Daffa ternyata sudah kembali tertidur pulas, "Mbok Inah, Saya titip Baby Daffa ya Mbok, kalau ada apa-apa panggil Saya saja!" ucap Erlin sambil menidurkan Putranya di atas tempat tidur.


"Baik Nyonya..." jawab art tersebut.


Mbok Inah yang teringat jika stok ASI sudah habis pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Oh ya, Nyonya Muda juga belum membuatkan stok ASI lagi buat Den Daffa," sambungnya.


"Iyaaa, Mbok Inah tenang saja, nanti Aku buatkan. Lagi pula Kita juga baru pindah ke rumah baru," ucap Erlin tersenyum ramah membalas ucapan Mbok Inah.


"Hehehe iya sih...," ucap Mbok Inah disambut dengan gelak tawanya.


"Ya sudah Nyonya Muda mending ke kamar saja, kebetulan tadi Tuan Aditya berpesan sama Simbok jika Nyonya disuruh segera ke kamar," tutur Mbok Inah pada Erlin agar segera ke kamarnya.


"Baik, Mbok... kalau begitu Saya tinggal dulu ya!" ucap Erlin berpamitan pada artnya yang sudah ia percaya untuk membantu merawat Baby Daffa.


...****************...


...----------------...


Hai Guyssss... tahan dulu yaaa...


Kira-kira apa yang akan terjadi antara Erlin dan Aditya? apakah Mereka akan bertengkar hebat malam ini, atau justru sebaliknya??


......................


Noted : Mungkin ada yang bertanya-tanya 'Author kapan Mereka pindahnya? kok nggak ada persiapan dan tiba-tiba pindah ke rumah baru??' jawabannya adalah karena Mereka sebenarnya sudah memindahkan sebagian barang-barangnya ke rumah baru dengan menyuruh orang suruhan Mereka.

__ADS_1


__ADS_2