
Sepulang dari rumah sakit Erlin pun melajukan mobilnya menuju taman untuk menenangkan diri.,, sedang nya Vanya, Dina dan Vitalia sedang disibukkan dengan mencari Erlin, yang sedari istirahat mereka tak melihatnya hingga pulang kerja.
" Iishhh.... Erlin lo kemana sih.... kok dimana-mana nggak ada..,,tadi saja gue liat masih di RS ,terus sekarang kemana coba... ?? ucap Vanya.
" Iya nggak kasian apa sama kita-kita capek tauk cariin diaaa.... ucap Dina
" Vanya.... Dina.... udah kalian nggak usah khawatir,, mungkin ia baru ingin menenangkan diri. " ucap Vitalia.
" Gimana lo bisa tau kondisi Erlin, Vit... ???" tanya Vanya masih bingung apa yang sebenarnya terjadi pada Erlin sahabatnya.
" Yaa gimana nggak tau... gue liat sendiri kalau tiba-tiba Erlin muncul dari arah ruang direktur,, kayak ada someting gitu dehhh... , guee rasa mereka bertengkar deh....
" Mereka....??" tanya Vanya dan Dina kompak.
" Siapa lagi kalau bukan,, kak Aditya sama Erlin.... , tapi entahlah...gue juga harus cari tau dulu... " ucap Vitalia pada kedua sahabatnya.
" Tapi... gue curiga juga... ada yang nggak beres sepertinya.... , karna tadi pas gue mau masuk ruanganku gue liat ada wanita yang masuk ke ruangan direktur utama RS Wijaya... "ucap Vanya, membuat Dina dan Vitalia terkejut dan saling tatap.
" Apaaaa....??? lo yakin Van....???" ucap Dina dan Vitalia bersamaan.
" Yakin lah.... kalau nggak yakin gue nggak bakal ngomong kali ahhh.... ucap Vanya, meyakinkan Dina dan Vitalia.
" Nggak usah manyun gitu dong van bikin gue ngeri saja hihihi..." ucap Vitalia, disambut gelak tawa Dina, Vanya hanya menggerutu kesal.
" Ehh tapi kenapa kalau lo tahu,,baru ngomong sekarang sih Van... dasar lo tuh yaaa.... " ucap Vitalia.
" Namanya orang lupa zeyenk..... ,
" Kebiasaan sih lo.... belum tua, udah pengen cepet-cepet tua saja sih.... ,ya nggak Vit.... ?? hahaha " ucap Dina sambil tertawa geli.
" Yeee.... enak saja kalau ngomong.... ucap Vanya tak Terima apa yang dikatakan oleh sahabatnya.
" Habisnya lo sih.... keseringan lupa... , jangan bilang kalau lo ada pasien,,elo sering lupa...??" tanya Vitalia menggoda Vanya.
" Yaa enggak lahhh... kalau itu sudah beda cerita lagi kali ahhh.... " kesal Vanya,sambil memanyunkan bibirnya.
" Itu mulut dikondisikan bisa nggak sih.... " ucap Vitalia, lalu mereka pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Vanya yang menurut mereka lucu.
" hahahaha....
" Heehh kalian itu... gue ingetin ini rumah sakit kalau kalian lupa... ucap Vanya memperingatkan sahabat mereka.
Dina dan Vita pun hanya bisa menutup mulutnya,menahan tawa.
" Hmmm ppttffftt.... ppfftt....
" Udah deh ahh.... daripada kalian seneng ngetawain guee,,mending kita makan deh... capek guee debat melulu...." ucap Vanya pada kedua sahabatnya, yang menahan tawanya.
__ADS_1
Sementara Erlin sudah berada di taman, tempat dimana jika sedang ada banyak masalah ia selalu detang ketempat itu.., ya tempat dimana Erlin dan Aditya pertama kali bertemu.
Tiba-tiba saja dari belakang ada seorang pria menghampirinya.
" Erlin... sayang ?? tanya Aditya
" Hemmm.... Ngapain kamu ngikutin aku sih dit...??? ada urusan apa aku sama kamu...??? belum puas apa kamu menya...... ucapaan Erlin terpotong oleh ucapan Aditya.
" Menyakitimu... begitu kan maksudmu...??? ucap Aditya tersenyum kecut.
" Enggak... mmm maksudku....,,kenapa kamu mengingkari perjanjianmu itu??? ., kamu yang buat kamu sendiri yang melanggar... anehhh.... ucap Erlin.
" ohh jadi... kamu cemburu ya.... ucap Aditya menggoda Erlin.
" Enggak... lagian bukan urusanku juga... mau kamu sama wanita lain kek, mau gimana kek terserah... suka-suka kamu aja deh... emang aku pikirin..... "ucap Erlin kesal.
" Yaa Allah... kenapa hatiku sakit banget sih melihat mereka berduaan seperti tadi...,tapi kenapa bisa-bisanya guee semarah ini..ya...??" batin Erlin, tanpa terasa air matanya pun menetes.
" Er... kamu nangis....
" Ehhh...emmm... enggak kok... , dit... ,, maaf kalau aku marah sama kamu... habis kamu ingkar janji sih... ucap Erlin samb mengusap air matanya.
" Maaf Er... harusnya aku yang minta maaf, bukan kamu...., wanita itu Clara mantan tunanganku dulu... " balas Aditya.
" Oh.... gitu...
" Iyaaa... lagian aku sudah melupakannya kok Er.... , dia hanya masa laluku.... ucap Aditya dingin.
" Thanks ya... Er... aku beruntung bisa mengenalmu... , tanpamu aku bisa apa...?? mungkin.... aku sudah menikah dengan wanita yang tak kukenal itu... " ucap Aditya lalu menatap Erlin penuh arti.
" Andai kamu tahu Er... sejak pertama kali kita bertemu..., rasanya sulit sekali untuk melupakanmu..,bahkan ketika kamu diculik betapa hancurnya perasaanku..,aku begitu tak sanggup kamu jauh dariku....,apa arti semua ini...Er... ,?? apa aku mulai menyukaimu...?? Entahlah...,biar waktu yang menjawab..." batin Aditya masih menatap Erlin penuh arti.
" Dit... ,hiks.. hiks...
" Ada apa hemm...., udah jangan nangis lagi... nanti cantiknya ilang loh... ucap Aditya menenangkan Erlin, sambil mengusap air mata Erlin.
" Aaa... aku besok bertemu dengan keluarga calon suamiku...,sedangkan aku nggak setuju dengan semua ini..., kenapa mereka sangat berambisi sekali dengan perjodohan itu sih....hiks hiks..." ucap Erlin sambil menangis tersedu-sedu karna keluarganya sangat berambisi menikahkan dengan pria yang tak di kenalnya.
" Sudahh.... jangan menangis... biarkan waktu yang menjawab Er.... ucap Aditya lalu memeluk Erlin, untuk menenangkannya.
" Besok sebenarnya aku juga ada acara dengan keluarga calon istriku..., tapi aku nggak bakal datang..." sambung Aditya dingin, lalu melepaskan pelukannya dengan Erlin.
" Kenapa...?? tanya Erlin.
" Maleess... saja....
" Oh... gitu...." ucap Erlin mengangguk paham
__ADS_1
" Er... aku punya masukan buat kamu.. tapi ini hanya saran saja sih..." ucap Aditya.
" Saran gimanaa...maksudmu..??
" Kita kan sama-sama akan dijodohkan..., aku hanya ngasih saran bagaimana kalau kita saling bantu untuk kabur dari pernikahan itu... ucap Aditya.
" Duhh dit... bagaimana bisa...?? mereka saja memaksaku dit... akupun tak bisa berbuat apa-apa, padahal jelas-jelas aku udah bilang ke mereka kalau aku udah punya kekasih, tetep aja ngotot... sebenarnya apa sih maunya mereka....
" Ya sama ajaa... aku juga gitu....,, ucap Aditya lesu.
" Ehh... aku punya ide... sambung Aditya lagi.
" Apaaa....lagi...?? tanya Erlin.
" Eemmm gimana kalau kita kabur lalu kita nikah....
" Gilaaak kamu dit... yang bener saja....,, enak saja main nikah-nikah.... nikah itu bukan buat mainan dit...
" habis mau gimana lagi Er... cuma itu jalan satu-satunya buat mereka percaya..
" Duhh.... , apa nggak ada cara lain gitu.. masak aku nikah sama kamu sih... ,, ogaahh banget... " ucap Erlin bergidik ngeri membayangkan ia menikah dengan Aditya.
" Kenapa dengan diriku... hmmm ?? " tanya Aditya menatap tajam Erlin yang berada di depannya, sambil memegang tangan Erlin.
" Ehh eng enggak maksudnya... emm... ucap Erlin terhenti dengan sebuah tangan yang membekap mulutnya.
" Ssstttt....
" Erlin,,kamu percaya kan sama aku... ?? aku janji setelah kita menikah aku akan membahagiakanmu.,, hanya dengan cara ini lah kita bisa menghindari perjodohan itu Er... pleaseee... " ucap Aditya bersimpuh di hadapan Erlin, memohon agar ia menyetujui sarannya.
Deg......
" Yaa Allah.... kenapa semua malah menjadi seperti ini.... , apa yang harus aku lakukan." batin Erlin.
" Tapi dit..... tak semudah itu.....
" Please.... Er...., aku tak mau pernikahan tanpa didasari rasa cinta... ucap Aditya.
" Lantas kenapa kamu punya ide menikahiku dit... ?? apa lagi kita tak ada hubungan apapun hiks... hiks.. hiks... bagaimana bisa aku menerimamu... ucap Erlin sambil menangis tersedu-sedu.
" Karna hanya itulah jalan satu-satunya Er...., apa kamu mau memaksakan kehendak, menikahi pria yang sama sekali kamu tak mengenalnya hemmm... ???
" Nikah itu bukan mainan dit..... ,ingat itu...!!!,dan kamu punya ide seperti itu tanpa memikirkan perasaanku juga dit.... tega kamu...hiks...hikss...."ucap Erlin pada Aditya penuh emosi.
" Wess Terserahlah.... pusing akutu....aku pergi dulu.....hiks... hiks..." imbuh Erlin kesal dengan ide konyol Aditya, lalu meninggalkan Aditya yang masih berdiri, terdiam menatap kepergian Erlin penuh arti.
" Aku berjanji Er.... aku yakin kamulah wanita yang tepat untukku, walaupun aku belum sepenuhnya yakin padamu... tapi entah kenapa perasaanku bilang kamu layak menjadi Istriku... batin Aditya masih menatap kepergian Erlin dari kejauhan.
__ADS_1
...Begitu mudah mulut berucap, ***tapi tak semudah membalikkan telapak tangan...
*FYI***