Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 109


__ADS_3

Persyaratan untuk Aldo


Keesokan harinya Aldo pergi ke RS.Wijaya untuk menemui Ibunya yang sedang sakit, entah mengapa setelah kejadian kemarin, Aldo sedikit berfikir ada benarnya juga yang dikatakan oleh Vanya. Ia pun kini memasuki RS lalu bertanya pada resepsionis.


" Sus..., maaf mau tanya..., pasien atas nama Ibu Irma ada...?? " tanya Aldo pada resepsionis, seketika resepsionis tersebut mendongkakkan kepalanya, dan berkata: " Loh tuan Aldo..., kebetulan Ibu Irma di rawat di ruang VVIP kencana, tuan... " ucap resepsionis tersebut memberi tahu.


" Baiklah terimakasih Sus.. " ucap Aldo, dan dapat anggukkan dari resepsionis tersebut, Ia pun segera berlalu untuk menuju ke ruangan tersebut.


di sepanjang jalan menyusuri lorong RS, Aldo dikejutkan dengan suara seorang Wanita yang berhasil menghentikan langkahnya.


" Berhenti...!! " teriak Vanya, seketika langkah Aldo pun terhenti, lalu berbalik badan. Yaa seseorang tersebut adalah Vanya, dan Aldo pun lalu berkata: " dokter Vanya Kau..., beraninya menghentikanku...!! " seru Aldo sambil menatap tajam ke arah Vanya.


" Anda mau kemana tuan Aldo yang terhormat... " ucap Vanya dingin.


" Heh..., masih bertanya...??, ya jelas mau jenguk Ibuku.., lantas mau kemana lagi.., dokter cerewet... " ucap Aldo.


" Memangnya siapa yang mengijinkan Anda menjenguk Ibu Irma...??


" Jangan mencoba melarangku dokter Vanya.., bukan hakmu juga untuk melarangku... " ucap Aldo dingin, sambil menatap tajam ke arah Vanya.


" Itu hakku tuan Aldo..., bagaimana pun juga Ibu Irma sudah kuanggap seperti Ibuku juga..., jadi jangan berharap Kau bisa dengan mudah menemui Ibumu.., sebelum Kau sendiri memutuskan hubunganmu dengan Kekasih jal*ng mu itu.... " tandas Vanya, seketika Aldo terkejut dengan persyaratan yang diucapkan oleh Vanya, dan Ia pun berkata: " Apaaa...??, heh.. rupanya Kau sedang cemburu ya..., sehingga Kau sendiri berusaha memisahkanku dari Kekasihku... " ucapnya sambil tersenyum sinis, Vanya membulatkan matanya sempurna karena perkataan Aldo.


" Haaa... yang benar saja..., asal Anda tahu tuan Aldo yang terhormat, seorang Vanya nggak bakalan cinta sama seorang Aldo si pemain Wanita sampai kapan pun..., ingat itu.... " ucap Vanya dengan penuh penekanan, sambil menunjuk-nunjuk ke muka Aldo, bahkan perdebatan diantara keduanya membuat orang disekitar RS memandang ke arah mereka, untung saja pengunjung RS belum terlalu banyak yang datang.


Sedangkan Vanya yang akan beranjak pergi meninggalkan Aldo tiba-tiba saja lengannya ditarik oleh Aldo, dan berkata: " Apa katamu... " ucapnya. Mereka kini saling tatap.., bahkan tatapan mereka tidak dapat di artikan.


" Tolong lepaskan tangan Anda tuan Aldo..." ucap Vanya.


" Saya tidak akan melepaskanmu..., sebelum Kamu mengijinkanku untuk bertemu dengan Ibuku... "


" Bukan kah tadi sudah Saya tekankan jika Saya tak akan pernah mengijinkanmu bertemu dengan Ibu Irma sebelum Anda memutuskan hubungan dengan Kekasih jal*ngmu itu.." ucap Vanya penuh emosi.


" Cukupp dokter Vanya.... " ucap Aldo tak terima dengan perkataan Vanya, sambil mengayunkan tangan ke arah pipi mulus milik Vanya, akan tetapi tangan tersebut ditahan oleh seseorang. .


Happ....


Tangan Aldo berhasil dicekal oleh Erlin yang datang dari arah berlawanan bersama sang Suami


" Aldo apa-apaan Kamu...!! " ucap Erlin menghentikan Aldo yang akan menampar Vanya.

__ADS_1


" Sudah Er.., biarkan Dia menamparku...


" Van... cukupp... ini rumah sakit bukan tempat untuk berkelahi..., kalau mau berkelahi sana di lapangan..., jangan disini...!!" tegas Erlin, memberi peringatan pada Vanya dan Aldo, seketika mereka berdua hanya diam mendengarkan ocehan Erlin.


" Aldo..., Lo ikut denganku sekarang juga... " ucap Aditya membuka suara, Aldo pun menurutinya, dan mereka berlalu menuju ke ruang direktur utama di ikuti Aldo dari belakang.


*****


Di lain tempat Edward sedang disibukkan dengan pekerjaannya menjadi seorang CEO di perusahaan Sanjaya Entertainment, selain seorang CEO dia juga dikenal sebagai artis ternama di Jerman, akan tetapi tak banyak orang yang mengetahui jika Dia merupakan seorang publik figur. tiba-tiba saja Edward teringat sesuatu.


Flashback On


*Sreetttt.....


Badan Vanya pun terhuyung ke belakang, dan..


Brruukkk....


Tubuh Vanya pun berhasil ditangkap oleh Seseorang yang tiba-tiba saja menangkapnya dari arah belakang. Dan mereka pun kini saling menatap satu sama lain, bahkan tatapan itu sangat tak dapat di artikan lagi, mereka seperti baru bertemu dengan cinta pada pandangan pertama.


“ Cantik..” gumam Edward pelan, seketika Vanya pun membuyarkan lamunannya, berusaha melepaskan pegangan Edward, dan...


“ Aww...aduh apa-apaan sih tuan...” ucap Vanya sambil memegang pantatnya kesakitan.


“ Siapa suruh tadi Kau bergerak.., jatuhkan jadinya...” ucap Edward santai. akan tetapi Vanya pun menatap tajam ke arah Edward sambil berdecak kesal: “ Awas saja Kau tuan Edward..” ucap Vanya sambil berusaha berdiri.


Flashback Off*


Edward pun masih tampak senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian tersebut dengan dokter Vanya.


" dokter Vanya..., Kau benar-benar berbeda dari yang lain...." gumam Edward pelan. tiba-tiba saja tuan Sanjaya pun datang ke ruangan Edward.., dilihatnya anaknya sedang senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


" Edward... " ucap tuan Sanjaya, seketika saja Edward terperanjat dengan kedatangan sang Papih, berhasil membuyarkan lamunannya.


" Eh Papih... ada apa Pihak...??


" Enggak kenapa-kenapa... Papih hanya heran saja kenapa Putra Papih ini sedari tadi senyum-senyum sendiri seperti orang gila... " terang tuan Sanjaya, sambil menepuk pundak putranya.


" Ahh Papih mana ada sih..., dari tadi juga Edward kerja.. " ucap Edward salah tingkah karena ketahuan oleh sang Papih sedang senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


" Sudahlah Nak..., Papih tahu.. pasti Kamu sedang memikirkan seseorang bukan...?? tanya tuan Sanjaya menyelidik.


" Nggak juga Pih...., mana mungkin Edward tertarik dengan Wanita..., Edward kapok Pih... " terang Edward.


" Kamu yakin...??, tapi Papih lihat tampaknya Kamu sedang jatuh cinta pada seorang Wanita..." ucap sang Papih tak percaya dengan ucapan Putranya.


" Tidak ada Pih..." ucap Edward.


" Sudah tak apa..., Papih tahu Kamu sedang membohongi Papih..., Kamu tenang saja.., entah siapa pun itu pasanganmu..., Papih akan merestui hubungan kalian..." ucap sang Papih, Edward pun seketika terkejut dengan ucapan sang Papih yang menyatakan bahwa dirinya bebas memilih Wanita. Edward pun hanya tersenyum tipis menanggapi sang Papih.


" Tidak mungkin, Pih..., mungkin saja Edward hanya kagum saja dengan seseorang, tidak lebih dari itu... " gumam Edward dalam hati.


*****


Di RS.Wijaya


Kini Aditya mengajak Aldo ke ruangannya, untuk membicarakan sesuatu, dan tanpa ba bi bu.., Aditya pun membuka obrolannya.


" Aldo... Gue Mau tanya sama Lo..., apa benar jika Lo sudah mempunyai Kekasih...?? " tanya Aditya menyelidik. Dan Aldo pun seketika menjawabnya: " Hmm kalau iyaa..., memangnya kenapa kalau Gue punya Kekasih...??" ucapnya malah berbalik tanya pada Aditya.


" Cukup Do... kali ini Gue serius..., kalau Lo benar punya Kekasih.., setidaknya Lo juga harus perhatian juga dengan Ibu Irma dan anak-anak..., jangan mentang-mentang Lo sudah punya Kekasih Lo berbuat seenaknya saja..., Lo tuh punya tanggung jawab..., apalagi Lo mengangkat dua anak sekaligus.. harusnya Lo menaruh perhatian lebih pada mereka, tapi kenapa sekarang Lo tiba-tiba berubah Do..., tidak seperti Aldo yang Gue kenal..." seru Aditya panjang lebar.


" Hmm... maafkan Gue bro.., Gue tidak bermaksud... " ucap Aldo terhenti, karna dipotong oleh Aditya.


" Tidak bermaksud apa..?? haa...!!??, Lo boleh menyembunyikan identitas keluarga Lo selama ini.., akan tetapi kali ini tidak akan Gue biarkan Lo menyembunyikan semua rahasiamu terhadap Keluarga Kami Do..., karena selama ini Keluarga Gue sudah terlanjur percaya sama Lo.., jadi Gue berharap jangan sampai kepercayaan itu hilang begitu saja, Do... " ucap Aditya dengan penuh penekanan memperingatkan Sahabatnya.


" Dit... Gue punya Kekasih itu urusan Gue..., bukan urusan Lo..." ucap Aldo dingin.


" Yaa Lo... benar..., itu urusan Lo..., tapi ingatlah Lo punya Ibu dan anak-anak angkat.., jangan karena seorang Wanita lantas Lo melupakan mereka begitu saja..., dan kalau pun memang Kekasihmu itu benar-benar serius sama Lo..., nikahi dia.., suruh dia merawat Ibu dan anak-anak jika Lo tak mampu merawatnya sendirian..., dan jika Lo tidak mau..., putuskanlah hubungan dengan Kekasihmu itu, lalu menikahlah dengan dokter Vanya... " tegas Aditya, seketika Aldo pun membulatkan matanya terkejut dengan saran Sahabatnya yang baginya tak masuk akal.


" Apaa katamu...???, nggak Dit... Gue nggak mau... " bantah Aldo.


" Kalau Lo nggak mau..., ya sudah lebih baik Lo pergi jauh-jauh dari sini..., dan jangan pernah menginjakkan kaki disini.., Gue benar-benar kecewa sama Kamu Do.... " ucap Aditya dipenuhi dengan amarah.


" Aaaarrggghhh.... sial ini semua gara-gara dokter Vanya... " ucap Aldo sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri.


" Ini semua bukan salah dokter Vanya Do..., kalau bukan karena dokter Vanya yang mengetahui kebus*kan Lo.. lantas apa Lo masih saja akan mengabaikan Ibu Irma dan anak-anak...??, dan Gue minta sama Lo... pikirkan baik-baik dengan apa yang Gue sarankan tadi... " ucap Aditya lalu pergi meninggalkan Aldo sendirian di ruang direktur utama.


Makin seru kan ceritanya... hmm akankah Aldo mau menikah dengan dokter Vanya..?? atau justru Aldo akan menikahi kekasihnya..?? kita akan bahas di Episode selanjutnya...

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... 🙏🙏🥰🥰


__ADS_2