
Di ruangan Vanya
Sementara Vanya kini sedang beradu argumen dengan sahabatnya yaitu Erlin, di dalam ruangannya.
" Van..., sebelum memulai berkerja, Gue mau ngomong sama Lo.. " ucap Erlin sambil menutup pintu ruangan Vanya, lalu bersedekap dada dihadapan Vanya yang sedang duduk.
" Apaa...??, buruan ngomong... Gue sudah tidak banyak waktu lagi..., banyak pasien mengantri..., belum nanti menemui Ibu Irma juga...." ucap Vanya ketus, tapi tak di hiraukan oleh Erlin, justru Erlin mengalihkan pembicaraan
" Van Lo tuh kalau benar-benar suka atau cinta sama Aldo bilang dong Van..., jangan kaya' gini... " ucap Erlin ketus. seketika Vanya pun tersentak mendengar ucapan Sahabatnya, lalu berkata: " Apaa....??, ck... jangan ngarang deh Lo... Er..., siapa juga yang bilang Gue cinta sama Dia, yang ada Gue malah jijik, setelah melihat kelakuan tuan Aldo yang sebenarnya." ucapnya tak terima dengan yang dikatakan Sahabatnya, Vanya pun lalu berdiri dari tempat duduknya.
" Kalau Lo nggak suka..., lantas kenapa Lo selalu perhatian sekali dengan Aldo dan Keluarganya...??, Gue bahkan sangat yakin sebenarnya itu kalian saling suka, tapi entahlah..., kenapa juga Aldo merahasiakan pada Kami, kalau sudah mempunyai Kekasih sebelumnya..." ucap Erlin.
" Karena Dia seorang pemain Wanita... Er..., Gue curiga Dia menyembunyikan identitas keluarganya salah satunya pasti karena wanita jal*ng itu..." tutur Vanya.
" Vanya... Lo nggak boleh su'udzon dulu dong Van.., asal Lo tahu..., Aldo menyembunyikan identitas keluarganya karena Ibu Irma sendiri yang minta..., agar Aldo tidak memberi tahu siapa pun itu... " sambung Erlin berusaha memberi pengertian. sedangkan Vanya pun mengerutkan keningnya, lalu berkata: " Apaa...??, memangnya Lo tahu dari mana sih Er...??, lagian mana mungkin Ibu Irma menyuruhnya.. " bantah Vanya, tak percaya dengan penuturan Sahabatnya.
" Terserah Elo deh Van..., yang penting Gue sudah bilang sama Lo yang sebenarnya, kalau Lo masih nggak percaya sama ucapan Gue..., tanya saja sama Aldo... " ucap Erlin pada Sahabatnya.
" Heh sayangnya Gue nggak percaya dengan perkataannya, Er... Dia pasti membohongi kalian... " ucap Vanya sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
" Lantas kalau memang itu benar, apa sebabnya Ibu Irma menyuruh tuan Aldo menyembunyikan identitasnya..?? batin Vanya, bertanya-tanya dalam hati, sedangkan Erlin menatap Sahabatnya yang kini hanya diam saja seperti sedang berfikir, Lalu Erlin pun membuka suaranya:" Keputusan ada di tangan Aldo, Van..., jika Aldo memilih Kekasihnya.., otomatis anak-anak akan dirawat dengannya bersama Aldo, namun jika Aldo memilihmu mau tak mau Lo harus nikah sama Aldo..., karena bagaimana pun juga anak-anak sudah terlanjur cinta sama Elo..., apa lagi dengan Ibu Irma... " tutur Erlin pada Sahabatnya, seketika Vanya pun tak terima apa yang sudah dituturkan Sahabatnya.
" Gilaakk... Lo Er..., Bukannya ngasih solusi.., malah bikini rumit saja..., yang jelas Gue nggak mau nikah sama Dia..., dan Gue akan tetap merawat El dan Neysa sampai kapan pun, meskipun Gue tidak menikah dengan tuan Aldo... " terang Vanya.
" Lagian nih Er..., El dan Neysa juga bukan anak kandung dari tuan Aldo sendiri bukan.., Dia hanya mengangkatnya sebagai Anak, kalau Dia niat mengangkat Anak seharusnya Dia ngasih perhatian dong sama mereka..., bukan malah menerlantarkan..., dan sekarang tergantung anak-anak..., mereka mau ikut siapa... !! " serum Vanya.
" Tapi Van... " ucap Erlin terhenti karena terpotong oleh ucapan Vanya, yang mengatakan: " Dan satu lagi Er..., mengenai Ibu Irma biar beliau ikut dengan Gue..., itu pun jika tuan Aldo tidak mau merawat Ibu Irma dengan baik.. " tutur Vanya lagi.
" Tapi Van..., apa Lo mampu merawat mereka sekaligus..?? " tanya Erlin serius.
" Hmm.., Yaa Gue mampu...., Gue akan mencari pendamping hidup Gue.., yang sesuai dengan kriteria Guee..., kecuali dengan tuan Aldo..., dan Gue janji akan merawat dan membesarkan El dan Neysa tanpa bantuan dari tuan Aldo...!! " seru Vanya.
Seketika Erlin terdiam dengan pernyataan Sahabatnya, sedetik dua detik Dia pun membuka suaranya, dengan berkata:" It's okey.. jika itu memang keputusanmu..., Gue nggak akan melarang Lo.., justru Gue akan dukung Lo.., tapi ingat Van..., Gue nggak mau tahu dengan resiko yang akan Elo hadapi kelak.., meskipun jalan yang Lo ambil itu mungkin benar... " ucap Erlin, lalu pergi dari ruangan Vanya begitu saja tanpa berpamitan, sedangkan Vanya hanya diam mematung ditempat setelah apa yang Ia nyatakan tadi pada Sahabatnya, dan kini Ia berusaha mencerna perkataan Erlin yang terakhir.
" Maaf Er..., Keputusan Gue sudah final..., tidak akan ada yang bisa mengubah keputusanku.. " batin Vanya, sambil menghapus air matanya yang hampir jatuh membasahi pipi.
*****
Disisi lain tanpa sepengetahuan Vanya, Aldo menuju ke ruang perawatan Ibu Irma, setelah dari ruang direktur. Aldo pun lalu masuk ke dalam ruang perawatan Ibunya.
__ADS_1
tap.. tap.. tap...
Aldo berjalan mendekati sang Ibu yang terbaring lemah.
" Ibu..., maafkan Aldo Bu..., Aldo janji akan menjaga Ibu dengan baik... " ucapnya sambil memegang telapak tangan Ibunya, lalu menciumnya. seketika Ibu Irma pun terbangun dari tidurnya, Ya ternyata Ibu Irma sedang berpura-pura tidur, Ia lalu berkata: " sudahlah.. tak apa... pasti Kamu juga sibuk dengan pekerjaanmu.., apalagi dengan kekasihmu itu... " sindir Ibu Irma pada sang Anak.
" Dan satu lagi Aldo..., jika Kamu memang tak sanggup merawat Ibu.., lebih baik Ibu ikut dengan Nak Vanya saja..., apalagi sepertinya anak-anak juga sangat senang berada di rumah Nak Vanya... " ucap Ibu Irma lagi, sontak membuat Aldo terkejut dengan pernyataan Ibu kandungnya, Ia pun lalu berkata: " Apa Bu..??, bagaimana mungkin...??, bukannya Ibu sendiri memintaku untuk menyembunyikan identitas kalian... kenapa sekarang Ibu malah berkata seperti itu...?? " tanya Aldo bingung mengapa Ibunya sudah berubah.
" Justru itu.. biar Kamu leluasa dengan Kekasihmu itu..., kalau memang Dia mencintaimu dengan sepenuh hati, nikahi Dia..., dan suruh Dia untuk merawat anak-anak..., jika Dia tak mampu maka tinggalkanlah Dia.. Nak.., itu semua demi kebaikanmu.. " ucap Ibu Irma memberi pengertian, akan tetapi Aldo hanya diam tak menjawab pernyataan Ibunya. tanpa di duga Vanya sudah berada di ambang pintu lalu berkata: " Sudah dengar bukan..., dengan apa yang dikatakan Ibu Irma...!! " tegas Vanya. sontak membuat Aldo terkejut dengan kedatangan Vanya. Ya.. Vanya sebenarnya berniat akan mengambil tasnya yang tertinggal di ruangan tempat Ibu Irma dirawat, tak disangka Aldo berani menemui Ibunya, dan melanggar larangan Vanya.
" Dokter Vanya..., Kau...!!, ini semua pasti karna ulahmu...!!" seru Aldo nada meninggi.
" Jaga lisanmu Aldo...!!" tegas Ibu Irma sambil memegang dadanya menahan sakit.
" Ibu... tenangkan dirimu Bu..., jangan mudah terpancing emosi... " ucap Vanya sambil menghampiri Ibu Irma.
" Tapi Nak..., Aldo sudah sangat keterlaluan..., Dia tidak menghargaimu sama sekali... " ucap Ibu Irma.
" Tolong dengarkan Aldo Bu.... Please.. " ucap Aldo memohon tapi tak dihiraukan Ibu Irma, sedangkan Vanya tersenyum senang melihat Aldo memohon-mohon pada Ibunya.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... 🙏🙏