
"Tuh anak dimana sihh... kok lama banget ... udah gitu pemilik RS ini udah dateng pula... gerutu Vanya masih depan ruang meeting menunggu Erlin yang gak kunjung datang.
Dokter Intan yang melihat Vanya di luar pun lalu menghampirinya Dan berkata, "Lohh... dokter Vanya kok masih disini ayo masuk ... "ajak dokter Intan dan yang lain.
"Iya, ayo dok... " sambung teman sejawat yang lain.
"Iyaa, kalian duluan saja, Saya masih menunggu dokter Erlin nih belum datang-datang juga." jawab Vanya.
"Lohhh kok tumben dokter Erlin belum datang, biasanya kan dia datangnya lebih awal kan dok..kalau ada meeting gini...??" kata dokter Intan,heran tak seperti biasanya Erlin terlambat
"Entahlah dok..., Saya juga nggak tau... nggak seperti biasanya. " jawab Vanya. dokter Intan pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Yasudah dok.., lebih baik menunggu di dalam saja, jangan disini, takutnya dimarahin sama pemilik RS ini loh ..." sambung rekan sejawat yang lain.
"Emmm iyaa dehh ..." balas Vanya mengiyakan saran dari teman sejawat nya. Dengan terpaksa Vanya pun menunggu Sahabatnya di dalam, karena takut di tegur oleh sang pemilik RS.
Tak lama setelah mereka masuk, meeting pun akan segera dimulai, karena kebetulan sang pemilik RS pun juga sudah datang, akan tetapi di sisi lain seorang Erlin belum datang juga. " Tuh anak sebenernya kemana sih?, katanya udah sampai, tapi kok belum datang-datang juga ..., huhhh..." gerutu Vanya sambil menatap ke arah pintu.
Dan
Tok ... tok ... tok ....
Seketika semua mata tertuju di balik pintu, termasuk juga dengan sang pemilik RS, siapa lagi kalau bukan Aditya, dia sedang menatap tajam dokter cantik yang baru datang.
"Maaf saya terlambat ... !!" seru Erlin sambil membungkukkan badannya, lalu segera berjalan menuju tempat duduk yang ada di samping Vanya sahabatnya.
"Gadis itu... ,??Yang benar saja jam segini belum datang? cihh...nggak sopan.... !! gumam Aditya dalam hati sambil menatap kedatangan Erlin dengan tatapan dingin.
"Yang bener aja sih Er ..., Lo telat tau nggak" omel Vanya kepada sahabatnya. Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Iya maaf, tadi ada pasien serangan jantung, Van, dan itu nggak bisa gue tolak.... !!" tegas Erlin, menatap Vanya yang mengerucutkan bibirnya terlihat kesal dengannya.
"Heeeh..., Lo kenapa sih Van, sudahlah jangan cemberut gitu, jelek tauk .... !!" seru Erlin mengejek Sahabatnya. Diam-diam Erlin masih saja ditatap sang pemilik RS dari kejauhan.
flashback On
__ADS_1
"Dok ... tolongin pasien di kamar 23 ada serangan jantung, dok ..." ucap salah satu perawat yang menghampiri Dirinya yang baru saja datang.
"Ok, baiklah, Sus.... ayo... !!" balasnya. Erlin pun bergegas menuju kamar itu, lalu menangani pasiennya itu dengan telaten.
Setelah pemeriksaan pasien serangan jantung itu tadi selesai, Erlin langsung menuju ke tempat Meeting, karena tempat meeting dengan ruang perawatan pasiennya juga cukup jauh, jadi agak lama untuk sampai di tempat meeting.
Flashback Off
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dalam acara pagi ini saya selaku direktur utama RS Wijaya mau memperkenalkan kepada kalian, bahwa di samping saya saat ini adalah pemilik RS Wijaya, tidak lain dan tidak bukan Dia adalah Anak saya, Aditya Bramansta Wijaya.
Disisi lain.
Deg...
"Whaatt ... ??, astaga yang bener saja ... ??" Erlin terkejut bukan main, bahwa yang ia tabrak tadi Dia adalah seorang pemilik RS tempat ia bekerja, selain itu dia adalah orang yang sudah menolongnya saat sedang di Taman.
Vanya yang mendengar Sahabatnya berbicara sendiri pun lalu berkata, "Lo kenapa sih Er...??, jangan-jangan Lo kenal ya sama Tuan Aditya??" tanya Vanya penuh selidik. Erlin pun justru menjawabnya dengan berkata, "Ehhh, eng .. enggak, nggak kenapa-kenapa?, mana ada..??!! gue nggak kenal tuh sama tuh orang... !!" tegas Erlin.
"Ishh Anehh Lo... , nggak kenapa-kenapa kok aneh sih ..." ucap Vanya heran. Sementara Erlin pun hanya terdiam karena ucapan Sahabatnya.
Disisi lain
"Baik Pah ..." balasnya dingin.
"Perkenalkan saya adalah direktur baru di RS ini, sekaligus pemilik RS Wijaya sebagai penerus, mudah-mudahan dengan saya yang memimpin RS ini, RS ini menjadi lebih maju dari sebelumnya mohon kerjasamanya rekan-rekan sekalian, Terimakasih." ucap nya lalu menatap Erlin sekilas, sedangkan Erlin yang merasa ditatap pun memalingkan wajahnya.
Tuan Wijaya pun lalu berkata, "Karena sekarang yang memimpin RS ini adalah anak saya sendiri, saya mohon undur diri karena keterbatasan usia, jadi anak saya yang anak meneruskan semuanya, demikian pertemuan kali ini kita akhiri, semoga ke depan RS kita lebih maju dengan direktur utama yg baru." pungkasnya.
"Selamat ya Nak ..., Kamu harus bisa mengemban tugas yang papah berikan ke Kamu, karena Kamu adalah pewaris dari Keluarga Wijaya Dit ..., selain CEO di perusahaan Papah, Kamu harus bisa mengelola RS ini dengan baik ..!!" tutur sang Papah memberi pengertian pada Putranya.
"Iya pah... Aditya pasti bisa pah ...." balas Aditya tegas.
__ADS_1
Meeting pun selesai...
Semua dokter dan staff karyawan RS pun membubarkan diri.
Dan ketika Erlin dan Vanya sedang melangkahkan kaki keluar, ada suara seseorang yang sangat Ia kenal sedang memanggilnya.
"Tunggu .... !!" seru Aditya
Erlin dan Vanya pun berbalik badan, tanpa mengulur waktu Erlin pun bertanya, "Ehh emm, ada apa Tuan manggil Kami??" tanya Erlin pada Aditya.
"Ehmmm maaf, bisa saya bicara sebentar dengan Anda? tanya Aditya datar.
"Kenapa Gue gugup sihhh... yang bener saja??" batin Aditya sambil menatap lekat-lekat dokter cantik yang ada di depannya.
Sementara Erlin pun yang juga merasa gugup pun menjawabnya dengan berkata, "Ehh .. emm iy ... iyaaa ..., Tuan silahkan.." ucapnya.
"Aduh ..., jantung Gue ..., kenapa sih ini?" tanya Erlin dalam hati.
Vanya yang merasakan sesuatu yang aneh dari Sahabat dan atasannya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Yasudah Tuan Aditya, dokter Erlin, saya duluan ya..., banyak pasien yang udah nunggu." kata Vanya yang tidak enak mengganggu pembicaraan diantara Mereka.
"Ehh tapi Van... !!" ucap Erlin terhenti.
Akan tetapi Vanya justru tak menggubris perkataan Erlin, dan pergi meninggalkan Mereka berdua, tak peduli jika Sahabatnya sedang berusaha untuk menahannya.
Setelah kepergian Vanya, tanpa banyak bicara Erlin pun berkata, "Yasudah..., kalau gitu ada apa Tuan memanggil saya??" tanya Erlin mengerutkan keningnya bingung mengapa pemilik RS tersebut ingin berbicara padanya.
"Kamu kalau masih pengen kerja di RS ini, lain kali jangan telat... !!" tegas Aditya dingin.
"Ha ..., eeh emm maksud Saya iya Tuan...., maaf tadi ..." belum sampai Erlin menyelesaikan bicaranya Aditya menyelanya dengan berkata, "Tak ada tapi-tapian .., jangan sekali kali membantah .., dasar gadis ceroboh ...!!" lantang Aditya, seketika Aditya pun meninggalkan Erlin yang terdiam mematung sendirian.
"Haaaa ... maksudnya??, apa-apaan sihh tuh orang, yang bener saja, cuma mau ngeremehin Gue doang??, dasar manusia kutub!!" kesal Erlin tak terima, lalu bergegas menuju ruangannya untuk memeriksa pasiennya.
__ADS_1
* ***Cinta itu datang dari hati ke hati bukan dari harta dan tahta semata, karna cinta itu sangat berharga dan susah dicari, di banding harta yang bisa di cari*
fyi***