
Setelah sampai ruangannya, Erlin menggerutu sangat kesal, entah mengapa hatinya begitu kesal karena sudah dipermainkan oleh seseorang yang telah menolongnya semalam, dan Ia tabrak tadi, Erlin pikir orang yang menolongnya itu sangat baik, akan tetapi orang yang telah menolongnya malah membuat dirinya jengkel karena masalah sepele.
"Tuh orang kenapa sih bikin mood gue ilang saja, yang benar saja dia jadi Direktur Utama di RS ini??" gerutu Erlin bertanya-tanya di dalam ruangannya sambil memegang pelipisnya merasa pusing.
"Ahh sudahlah udah banyak pasien yg nunggu, bodoh amat siapa dia ... ??, emang gue pikirin." pikir Erlin Setelah itu Erlin kembali dengan aktifitasnya memeriksa pasien-pasiennya yang sudah mengantri.
Di Kantor Wijaya Group
Setelah kunjungan ke Rumah Sakit milik Papahnya, Aditya langsung menuju ke kantor yang sudah di suguhkan banyak pekerjaan.
Tok ... tok ... tok ...
"Masuk ..." jawab sang Ceo.
"Permisi Tuan Aditya, Tuan Aldo tadi menyampaikan bahwa rapat dengan client hari ini dilaksanakan di cafe Ab, Tuan..., karena tuan Aldo tadi sedang terburu-buru, jadi tidak sempat bilang sama tuan Aditya, kata sekretarisnya.
"Hmm ok baik lah, siapkan berkas-berkas semuanya, kita segera ke sana sekarang juga, " titah Aditya pada sekretarisnya.
"Baik Tuan..." ucap Sekretaris itu.
Tak lama kemudian handphone Aditya pun berbunyi.
Drett ... dreettt ... dreett ...
"Halo Dit ..." sapa Aldo yang berada diseberang sana. Ya Aldo adalah asisten sekaligus sahabat dari Aditya Bramansta Wijaya.
"Hmmm kenapa Lo??" tanya Aditya dingin.
"Ishhhh dingin banget sihhh Lo .., biasa saja kali Dit ..., sorry Gue tadi nggak bisa ke kantor nemuin Lo, karena tiba-tiba saja tadi ada urusan sama kantor cabang yang harus diselesaikan jadi Gue langsung ke cafe Ab, dan sekarang Gue tunggu Lo.... " kata Aldo panjang lebar lalu mematikan telponnya sebelah pihak.
Tut....
Aditya pun lalu memasang wajah geramnya dan berkata, "Haahh yang bener saja, tuh anak telpon tapi main matiin saja, belum juga ngomong," gerutu Aditya kesal lalu segera melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Di Rumah Sakit
"Huhh ... Akhirnya ... selesai juga, capek banget hari ini." ucapnya sambil menutup buku jurnal pasien.
Tok ... tok .. tok...
"Masuk...." ucapnya Erlin mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu ruangannya.
Dilihatnya ternyata seorang perawat yang datang ke ruangannya. Erlin pun lalu bertanya, "Suster kenapa, Sus... kok buru-buru gitu....??" tanya Erlin pada Perawat tersebut.
Perawat itu pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Ehh dok ..., hehehe nggak kenapa-kenapa sih, dok.. " Suster Dina nyengir seperti orang tidak bersalah sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal. 'Ya Suster tersebut bernama Suster Dina.'
Seketika saja Erlin yang mencium grlagat aneh dari Suster Dina pun lalu berkata, "Hmm, Ahh .., yang bener nihhh??, kirain ada apa Sus ..... ??? tanya Erlin dengan tatapan penuh selidik.
"Nggak ada masalah kan???" sambung Erlin lagi bertanya.
Sister Dina pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Hehehe .. anuu... emm, dok..., cuma penasaran aja, dokter kenal sama tuan Aditya Direktur RS sakit ini....?" tanya Suster Dina penasaran karena setahu Dina dokter Erlin seperti surah mengenalnya lama.
"Hmmmm cuma gitu aja masalahnya?? suster dina kepo dehh ... " kata Erlin sambil menggeleng-gelengkan kepala karena tingkah Sahabatnya itu.
"Yasudah, sebelum pulang, Kita ke kantin dulu yuk Sus .., dah laper nih .." sambung Erlin mengajak Suster Dina untuk pergi ke kantin RS, dan Dina pun hanya mengangguk mengiyakan permintaan Sahabatnya itu.
*****
Sewaktu Erlin bersama dengan Suster Dina berjalan menuju kantin tiba-tiba saja
Tin ... Tin ....
__ADS_1
Vanya menglakson mobilnya dengan sangat keras, sampai sampai kedua Sahabatnya pun terkejut melihatnya.
"Astaghfirullahalazim .... Vanya ... Elo ...??, bikin spot jantung saja tau nggak sih ... ngapain lo klakson klakson segala, mau kemana lo?!" tanya Erlin dengan nada meninggi. Erlin dan Dina benar-benar dibuat kesal oleh Sahabatnya.
"Iya tau nihh Vanya...." kata suster Dina juga sahabat dari Erlin dan Vanya.
Ya, Suster Dina juga selain seorang perawat dia juga sahabat sejak SMA dari 2 dokter cantik tersebut, walaupun begitu Dina tetap memanggilnya dengan nama kalau di luar RS, begitu juga sebaliknya.
"Sudah.... nggak usah banyak tanya, ayo buruan masuk, cepetan... " kata Vanya.
Erlin dan Dina hanya saling landing, sedetik dua detik Ia pun menganggukkan kepala saja mengiyakan permintaan Vanya, dan bergegas masuk ke mobil milik Vanya.
"Tumben Lo Van, mau ngajak kita makan, ya .. ??" tanya Erlin pada Vanya yang sedang menyetir mobil.
"Mumpung gue lagi baik hati ..." ucap Vanya menyombongkan dirinya. Dina pun lalu menimpalinya dengan berkata, "Sering-sering saja Lo begini, Van.... "jawab Dina.
"Elo Din .... ya nggak harus tiap hari kali ahhh... gantian napa ... !!" sarkas Vanya.
"Sudah-sudah kalian ini selalu saja .., kalau sudah jumpa saja ribut mulu..., tuh Van .., fokus jalan .., awas Lo ya kalau sampai nabrak !!" seru Erlin memperingatkan Sahabatnya.
"Ishhh ck.... iyaa Tuan Putri..." jawab Vanya lalu memanyunkan bibirnya terlihat kesal.
"Nggak usah di manyun-manyunin napa sih, Van?, jelek tau.. !!"sindir Erlin.
"Hahahahaha...." disambut gelak tawa mereka bertiga di dalam mobil
setelah perdebatan panjang, mobil Vanya tak lama pun sampai di sebuah cafe yang mereka tuju.
Di Cafe Ab
Dengan langkah terburu-buru Aditya memasuki cafe bersama sang sekertaris, tanpa melihat jalan di depan. Tiba-tiba saja,
Bruukkkk.....
"Maaf Nona saya tidak sengaja, Anda nggak kenapa-napa kan?? tanyanya dingin.
Setelah beberapa detik kemudian Erlin mendongakkan kepalanya, dan betapa terkejutnya Erlin ketika melihat siapa yang telah Ia tabrak.
"Hahh.... kamuuu..... "ucap Aditya dan Erlin bersamaan.
Mata mereka kini saling beradu pandang , dengan pemikiran masing-masing.
Deg.....
"Cantik ..."batin Aditya.
"Duhhh Jantung Gue .." batin Erlin.
Tak lama, Mereka pun tersadar dalam lamunannya ketika Sekretaris Aditya melihat atasannya sedang melamun di depan wanita, " Tuan Aditya.. maaf client sudah menunggu Anda." kata sekertarisnya. Seketika saja Aditya hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
Dina yang melihat Sahabatnya melamun, segera menyenggol tubuh Erlin dengan berkata, "Er.... Ayo.... ngelamun aja sih lo..." ucap Dina.
"Ehh... iy... iyaaa..." balas Erlin.
setelah kejadian tadi Aditya segera pergi meninggalkan Erlin yang masih diam di tempatnya menatap punggung Aditya dengan tatapan tajamnya.
"Dasaarrr cowok dingin, manusia kutub.... minta maaf kek ..., heran deh sama tuh orang..." gerutu Erlin masih terdengar oleh sahabatnya.
"Ehh, Err .., Elo tuhh kenapa sih, dari tadi berdiri disitu....??, sini... !!" sanggah Vanya dan menyuruh Erlin untuk segera duduk di kursi yang mereka pesan.
"Iyaaa, iyaaa..., nyebelin dehhh ..." jawab Erlin sambil menggerutu tak jelas.
__ADS_1
Sednagkan kedua Sahabatnya pun hanya saling tatap dan bertanya, "Whaattt...??" tanya kedua Sahabatnya.
"Ehhh enggak.... " jawab Erlin lagi sambil tersenyum semanis mungkin untuk mencairkan suasana.
"Ya udah buruan pesen .. !!" suruh Erlin kepada kedua sahabatnya. Kedua sahabatnya pun saling pandang lagi, Merely merasa bahwa ada yang aneh dari tingkah laku Erlin Sahabatnya.
"Sudahhh dari tadi pesen, depan Lo apaan kalau bukan makanan sama minuman ..!!" sarkas Dina.
"Lagian Elo juga dari tadi ngalamun melulu... makanya kalau jalan itu lihat-lihat ... !!"celoteh Vanya memperingatkan Sahabatnya yang sangat ceroboh itu.
"Dasar manusia kutub ..." gerutu Erlin sambil menatap tajam ke arah Aditya di seberang sana. Begitu juga dengan sebaliknya, Aditya juga menatap tajam Erlin yang sedang menatapnya tajam.
"Hey... Er..., buruan di makan ..., keburu dingin ..!!" tegur Dina pada Sahabatnya yang sejak tadi menggerutu saja.
Vanya yang merasa Erlin sedang melihat ke arah lain pun lalu berkata, "Elo liatin siapa sih, Er .., suruh makan jugaa..., isshhh, jangan bilang lo liatin..... ??" tanya Vanya menyelidik pada sahabatnya itu, sambil memandang Erlin dan Aditya yang sedang berada di meja sebelah secara bergantian.
"Jangan bilang liatin siapa haaa...??, Gueee naksir sama manusia kutub itu... cihhh amit-amit...." kesal Erlin pada sahabatnya, yang menduga bahwa Vanya sedang melirik ke arah Dirinya dan Aditya.
"Siapa juga yang tanya situ naksir siapa??" kesal Vanya pada Erlin yang dari tadi marah-marah nggak jelas.
"Terus manusia kutub itu??, yang Lo maksud manusia kutub itu siapa sihhh ... ??" tanya Dina penasaran kepada Erlin dengan tatapan menyelidik, kedua sahabatnya pun kini saling pandang.
Vanya pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, "Iyaaa manusia kutub ..., perasaan kemaren juga pas di taman elo juga bilang manusia kutub baik hati, eehh sekarang Lo malah keliatan jengkel ..., siapa sih manusia kutub yang Lo maksud itu, Er...??" Vanya ikut mengintrogasi Erlin.
Erlin yang merasa diintrogasi oleh kedua Sahabatnya pun lalu menjawabnya dengan berkata, " Emmmh adaa deh pokoknya, udahhh ahhh maless gueee bahas Dia ..., yuk balik ke RS bikin mood gue ilang saja .. !!" kata Erlin kesal lalu berdiri mengajak kedua sahabatnya kembali ke RS, sambil menatap tajam Aditya. Sedangkan Aditya yang merasa ditatap pun ikut berdiri.
"Ehhh apaan sih lo Er, belom juga selesai," kesal Vanya.
"Tau nihh Erlin juga, belom juga kenyang," sambung Dina.
"Sudah ahh nanti gampang, Gue bakal traktir kalian di kantin RS." kata Erlin sambil berjalan keluar.
Dan..
sreeettt...
"Awwsh, ehh... Tuan... apa apan sihh pegang-pegang bukan muhrim ya... !!" seru Erlin marah sambil berusaha menghempaskan tangan Aditya yang mencekalnya, tapi sayangnya cengkeraman tangan Aditya lebih kuat hingga Erlin pun tak bisa melepaskannya.
"Kau sekarang milikku ... !!" jawab Aditya lirih masih terdengar oleh Erlin dan kawan-kawannya, Aditya kini masih mencekal tangan Erlin sambil menatap Erlin tajam.
"Haaa ... yang bener saja... batin Erlin
"Tolong lepasin tangan saya, Tuan ... !!, bukan muhrim ... !!" bentak Erlin sambil memelototkan matanya ,dan masih berusaha melepaskan tangan Aditya, akan tetapi kali ini tangan Aditya mengalah untuk melepaskan.
Kedua sahabatnya hanya bisa melongo melihat adegan sahabatnya dengan seorang pria tampan nan dingin yang mereka kenal sebagai direktur RS tempat mereka bekerja dan seorang CEO Wijaya group. Selain mereka berdua, Sahabat sekaligus asisten dari Aditya yang bernama Aldo juga di buat melongo adegan mereka, begitu juga dengan Sekretaris maya yang terlihat kesal dengan kejadian itu.
Dengan terburu-buru Erlin pergi meninggalkan Aditya yang masih menatapnya dingin..
" Er...ehh... tung tungguin kita napa ... !!" seru kedua Sahabat Erlin berteriak memanggilnya.
"Maafin teman kita ya, Pak..." kata Vanya.
"Kita permisi dulu, Pak..," sambung Dina, lalu mereka buru-buru mengejar sahabatnya itu.
Namun tak ada jawaban dari seorang Aditya, yang hanya menatap kepergian Mereka, dan tampak Aditya tersenyum tipis mengingat wanita yang ia tabrak tadi.
"Maaf Tuan meeting dengan client nya belum selesai mari diselesaikan sekarang juga, karena waktu sudah terbatas." ucap sekertaris Maya. Dan hanya mendapatkan anggukan dari sang Ceo, lalu melanjutkan meeting yang sempat tertunda tadi.
***Jangan terlalu membenci seseorang, karna orang yang anda benci,bisa tumbuh menjadi cinta.
FYI*
__ADS_1
maaf Autoor baru sempet up, banyak urusan yang harus diselesaikan. 🙏🙏***