
" Ada apa ini...??? " ucap seseorang itu membuyarkan lamunan mereka yang sedang berkelahi.
Ya suara itu adalah suara Aditya Bramasta Wijaya, dia datang bersama Aldo sedangkan Alex ia berjaga di depan RS untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
" Aditya....akhirnya kau datang kemari... mana Erlin ku...." ucap dr.Irsyad melihat ke arah sumber suara yang berusaha menghentikan perkelahiannya.
" Tidak usah banyak bicara kau... dokter bre*gs*k....!!!, katakan dimana dr.Vanya... " ucap Aldo tiba-tiba tersulut emosi melihat dr.Irsyad, berniat menghajarnya tapi di cegah oleh Aditya.
" Aldo.. tenangkan dirimu...!! sepertinya ia tak semudah dikalahkan begitu saja Do... " gumam Aditya lirih tapi masih bisa di dengar oleh dr.Irsyad.
" Cih... akhirnya kau tau juga Aditya.... kalau aku tak semudah itu kalian kalahkan... " ucap dr.Irsyad tersenyum smirk.
" Oh yaaa.... tadi Lo bertanya kan dimana dokter Vanya berada... ?? dia sekarang sedang sekarat di ruangan kosong,dan tak akan ada yang bisa menyelamatkannya... " ucap dr.Irayad tersenyum kemenangan.
" Apaaaa....? ucap Aditya dan Aldo tersentak kaget mendengar ucapan dari dr.Irsyad.
" Tuan...teman dokter Vitalia dalam bahaya tuan sepertinya dia melukai teman dari dokter Vitalia..." ucap Jack menjelaskan.
" Kau... berani beraninyaaaa... menyakiti dokter Vanya..sahabat dari Istriku...!! ucap Aditya yang tersulut emosi, sedangkan Aldo berlari ke arah ruangan kosong itu bersama Jack.
Sedangkan Vitalia dan Hans, kini sedang kebingungan membuka pintu serta jendela yanga ada di ruangan kosong tersebut karena ruangan kosong itu nampak terkunci,rapi dalam keadaan di gembok, mereka berusaha mencari cara agar bisa segera mendobrak pintu ruangan kosong tersebut.
" Hans... ayo kita dobrak... bersama..!!
" Baik Nona.... " ucap Hans, mereka pun akhirnya mendobraknya, akan tetapi pintunya tak kunjung terbuka..., sedangkan di dalam ruangan itu Vanya sudah tak sadarkan diri.
" Ck.. sial.... dia sudah mengunci pintunya sangat rapi..., bagaimana ini...?? tanya Vitalia bingung..., sedangkan Hans berfikir seketika ia mempunyai ide...
" Nona..., kita pecahin kaca jendela belakang saja...!!! ucap Hans, lalu tiba-tiba Aldo datang dari arah belakang diikuti Jack.
__ADS_1
" Dimana dokter Vanya....Hans...?? tanya Aldo pada Hans, tapi di jawab oleh Vitalia.
" Dia di dalam Do... dan dia sekarang dalam bahaya... ucap Vitalia panik..
" Hans cepat pecahkan kaca jendela belakang....!! titah Vitalia pada Hans, dan Hans pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan Vitalia.
" Hans..guee ikutt...., dan Elo juga ikut kita....,dan Nona Vitalia,tunggu disini saja..." ucap Aldo pada Jack dan Vitalia, lalu mereka bergegas pergi ke arah belakang ruangan itu, karena memang jendalanya hanya terletak disitu.
Sedangkan Hans kini telah berhasil memecah kaca jendela ruangan kosong itu,tanpa aba-aba Aldo langsung merangsek masuk melewati jendela,seketika membuat Vanya berusaha mengerjap ngerjapkan matanya karena ia mendengar pecahan kaca dari arah jendela, dilihatnya seseorang yang sedang berusaha masuk ke dalam ruangan tersebut...
" Astaga.... dokter Vanya.... hey... dok... bangun..." ucap Aldo sambil mengguncang-ngguncang tubuh Vanya tapi tak ada respon, akhirnya Aldo memangku kepala dr.Vanya di atas pahanya, berusaha membangunkannya, Vanya yang merasa ada seseorang yang telah menolongnya, ia hanya bisa meneteskan air matanya saja melihat ke arah Aldo. sedangkan Hans dan Jack juga sudah merangsek masuk ke dalam ruangan kosong itu, berusaha membuka pintu depan, ternyata pintu depan sudah di kunci rapi oleh dr.Irsyad dengan mengganjal sebilah kayu di bagian dalam. sementara Vanya kini berusaha untuk berbicara pada Aldo...
" Tu... tu..an Al.. do..., tolong saya..., sa ya... sudah ti... dak... kuuu... at... lagi... " ucap Vanya terbata sambil mengeluarkan air matanya, lalu tiba-tiba saja ia memejamkan matanya,tak sadarkan diri.
" dokter.. Vanya.. jangan berkata seperti itu...bangun dok....bangun...!!! ucap Aldo lantang..,sambil mengguncang-ngguncang tubuh Vanya,entah mengapa hatinya merasa tercabik-cabik melihat Vanya terbaring tak berdaya.
" Hans....cepat tolongin gue dr.Vanya tak sadarkan diri... !!! teriak Aldo, membuat Vitalia yang menunggu di depan pun terkejut mendengar teriakan Aldo, tak berselang lama Jack sudah berhasil membuka pintunya, Vitalia pun langsung merangsek masuk ke dalam ruangan itu, sontak membuatnya terkejut melihat sahabatnya yang tak berdaya...
" Vanya... bangun Van...ini gue Vitalia hiks.. hiks.., please Van Lo kuat....Vanya bangun....tolong Van please...hiks..hiks...!! ucap Vitalia histeris melihat kondisi sahabatnya yang sangat memprihatinkan.
" Nggak....,nggak... Lo pokoknya harus bertahan Van... " ucap Vitalia sambil memhapus air matanya, membuat mereka yang melihat pun merasa iba.
" Aldo cepat bawa Vanya ke ruang operasi sekarang juga....,dia sudah kehabisan banyak darah..!!" titah Vitalia berusaha tetap tegar, karena melihat sahabatnya yang tak sadarkan diri. Aldo pun lalu segera membopong keluar dari dalam ruangan kosong itu di ikuti Vitalia, Hans,dan Jack.
Sementara itu Aditya dan dr.Irsyad sedari tadi masih berseteru, keadaan semakin memanas Aditya kini melawan dr.Irsyad dengan keadaan tangan kosong tanpa menggunakan senjata, sementara itu dr.Irsyad kini sudah banyak luka lebam di bagian wajah sedangkan Aditya hanya luka mengalami luka goresan saja.
Buk... buk.... " pukulan bogem mentah dilayangkan Aditya ke arah dr.Irsyad.
" Masih mau melawanku..., katanya kau kuat...ternyata kau lemah juga dokter bre**s*k cih.... " ucap Aditya.
__ADS_1
" Sialan.... Lo Dit....!!! ucap dr.Irsyad,lalu terbangun dan...
Buk....buk..... tendangan dr.Irsyad ia arahkan ke arah Aditya.
" Aaaarrghh " erang Aditya kesakitan
" Boleh saja kau menghajarku... tapi ingat aku tidak akan menyerah begitu saja Aditya... " ucap dr.Irsyad tapi tak di dengar oleh Aditya, ia tidak tinggal diam begitu saja, dan ia berusaha berdiri dan menjegal kaki dr.Irsyad.
Sreett....
Bukk...... , seketika dr.Irsyad tersungkur ke lantai,dan membuatkan geram dengan perlakuan Aditya..., Aditya hanya tersenyum menyeringai melihat dr.Irsyad yang sedang tersungkur di lantai.., lalu ia menarik krah dr.Irsyad dan..
Buk...... buk...
" Itu akibat kalau kau melawanku...!!! ,oh yaa... apa kau pikir dengan gue datang kemari, kau bisa mengalahkanku begitu saja.... , cihh tidak semudah itu... " ucap Aditya tersenyum sinis.
" Dan ya satu lagi kalau kau ingin tau, Gue dan Erlin sudah sah menjadi suami istri dan asal Lo tau... , jangan sekali-kali mengganggu hubungan di antara kami..,dan jangan sesekali menjadikan umpan para sahabat Istri gue untuk dijadikan korban kekerasan Lo,ingat itu.... " ucap Aditya sambil meraih kerah kemeja milik dr.Irsyad, lalu setelah itu ia hempaskan. Aditya pun lalu mengeluarkan borgol yang ia bawa dalam saku celananya.
" K*rang aj*r kau....!!! teriak dr.Irsyad sambil berusaha bangun.
" Kau...., mau apa lagi... ha...!!? masih belum nyerah...?? tanya Aditya menatap tajam drIrsyad.
" Lebih baik menyerahlah sebelum polisi kesini menjemputmu... ucap Aditya dingin sambil membuka borgol ke arah dr.Irsyad..., akan tetapi tak membuat dr.Irsyad menyerah begitu saja, seketika ia pun kabur meninggalkan Aditya.
* Ck...Dasar bre**sek dia berhasil kabur..., tak akan ku biarkan dia kabur begitu saja " ucap Aditya lalu mengejar dr.Irsyad yang kabur.
Sementara disisi lain Vanya terlihat sedang di bopong Aldo masuk ke dalam ruang operasi, ya mereka memang sengaja tidak melewati tempat perkelahian antara Aditya dan dr.Irsyad,selain itu mereka sengaja memilih jalan pintas menuju ke ruang operasi dan jalannya tergolong sepi dari lalu lalang pasien, sedangkan Vitalia bersiap untuk mengoperasi sahabatnya itu, walaupun ia sebenarnya tak sanggup untuk melakukannya, tapi ia sendiri sudah memantapkan hatinya sebisa mungkin untuk menangani Vanya, karena sudah tugasnya untuk menyelamatkan sahabatnya.
" Do... cepat kamu keluar dari ruangan, operasi akan segera di mulai... titah Vitalia pada Aldo yang masih berada di dalam ruang operasi.
__ADS_1
" Tapi Nona.... " ucap Aldo terhenti karena ia benar-benar tak tega meninggalkan dr.Vanya.
" Do... please... demi keselamatan Vanya... " ucap Vitalia memberi pengertian, Aldo pun lalu keluar dari ruangan operasi, setelah itu operasi pun segera di mulai...