
Lagi-lagi Bertemu Reymond
Setelah mengantarkan Vanya dan Aldo, Seluruh anggota keluarga kini menuju ke mansion wijaya untuk membahas satu tahun kepergian Vitalia.
Di dalam mobil.
Kini Aditya dan Erlin tampak diam tak ada yang berbicara sepatah kata pun. Bahkan El dan Neysa yang ikut di mobil Aditya tak berani membuka suaranya, mengingat Bunda Mereka (Erlin) terlihat seperti sedang bertengkar dengan Ayah Mereka (Aditya). Sementara Baby Dafa kini sedang tertidur pulas dalam pangkuan Erlin.
Saat Aditya ingin mendengarkan musik di dalam mobil, tanpa sengaja Aditya memencet tombol radio yang tersiar kabar tentang Adiknya yang Lama menghilang.
Para pendengar radio xx dimanapun berada, sebelum Saya lanjut ke lagu berikutnya, Saya akan menyampaikan berita terbaru mengenai pesawat yang setahun lalu sempat jatuh di sebuah pemukiman warga, tepatnya berada di pulau terpencil dekat dengan Negeri Sakura Jepang, yang mengakibatkan salah seorang dokter Jenius nan Misterius yang berasal dari Indonesia menjadi korban, dan hingga saat ini belum diketemukan.
Namun bersadarkan informasi International doctor mengatakan bahwa dokter Misterius kini selamat dan masih hidup, bahkan dokter Misterius Kita saat ini sangat aktif di sebuah rumah sakit ternama di Jepang. Akan tetapi dari pihak KBRI belum bisa memastikan kebenarannya mengenai hali tersebut. Demikian sekilas info Saya akan lanjut ke lagu berikutnya. {Begitulah kira-kira bunyi dari penyiar radio yang menyampaikan berita}
Erlin dan Aditya yang mendengarkan berita tersebut pun seketika terdiam dan saling pandang satu sama lain.
"Mas, Vitalia .., Dia .. ??" ucap Erlin pada sang Suami.
Dengan cepat Aditya pun menjawabnya dengan berkata, "Sayang, tenangkan Dirimu. Mas akan menghubungi Hans terlebih dahulu untuk mengetahui kebenaran berita tersebut," ucapnya berusaha menenangkan hati sang Istri. Seketika Erlin mengangguk mengiyakannya, dengan berkata, "Baik Mas ..."
...****************...
Tak terasa waktu terus berlalu, kini sampailah Vanya dan Aldo di Australia untuk melakukan bulan madunya di negeri wol tersebut. Di sepanjang perjalanan menuju hotel tempat Mereka menginap, sepasang pengantin baru tersebut disuguhi pemandangan kota yang sangat indah.
Bahkan Vanya sampai menatap kagum dengan apa yang Ia lihat, mengingat Ia sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Australia yang akhirnya kini merasakan udara sejuk Australia, dan kebetulan saat ini Australia sedang mengalami musim semi.
Mereka pun berniat untuk mampir dulu ke sebuah restoran dekat jembatan yang sangat terkenal di Australia maupun Dunia.
"Mas, Kita cari makan yuk, Aku sudah laper nih.." ucap Vanya mengeluh kelaparan sambil memegangi perutnya yang mulai terlihat buncit.
"Hmm, baiklah kalau begitu Kita mampir dulu di restoran terdekat sini, sambil nonton pemandangan di kota Sydney." jawabnya mengiyakan permintaan sang Istri cerewetnya.
"Yee, akhirnya Aku keturutan juga makan di restoran terkenal itu.." ucap Vanya senang karena impiannya terwujud juga bisa makan di restoran ternama di kota Sydney. 'Ya Vanya sendiri sebetulnya sudah dijanjikan oleh Sahabatnya Vitalia untuk pergi ke Australia, namun sayangnya niat Mereka belum kesampaian.'
Saat Mereka akan sampai di restoran, tiba-tiba saja Aldo melihat seseorang yang sangatlah familiar baginya sedang masuk ke dalam mobil, begitu pula dengan Vanya Ia juga melihat seseorang itu dengan tatapan mata terkejut.
"Mas, stop Mas! Wanita itu kenapa mirip sekali dengan Vitalia ya?"
"Sayang, sepertinya Kita nggak salah lihat, tapi bagaimana bisa Nona Muda sampai di sini Yang?
"Mas, bagaimana sih? Memangnya Mas lupa apa, kalau Vitalia itu punya kelebihan yang sangat di luar nalar Kita?" tanya Vanya dengan memanyunkan bibirnya kesal, karena sang Suami melupakan kelebihan dari Sahabatnya Vitalia.
"Astaga Yang, Kau benar juga, Aku melupakannya,"
"Ya udah deh Mas, sebelum Kita kehilangan jejak lebih baik Mas ikutin mobilnya deh,"
"Siaaap Tuan Putri..." ucap Aldo.
__ADS_1
...****************...
Sementara di sisi lain Aditya dan Erlin kini sudah sampai di mansion Wijaya, namun tiba-tiba saja Erlin mendapatkan panggilan telepon mendadak dari RS, jika ada pasien yang membutuhkan Dirinya.
Dreett... dreeett... dreett...
Ponsel milik Erlin pun berbunyi.
"Halo.." ucap Erlin membuka obrolan melalui ponsel.
"Halo dok, ini Aku Suster Yuli. Ada pasien urgent dok, Dia membutuhkanmu," tutur Suster Yuli yang berada di seberang sana.
"Baik Sus, Saya akan segera ke sana..." balas Erlin. Dan Erlin pun lalu ssegera menutup teleponnya.
"Sayang, ada apa??" sahut Aditya bertanya pada sang Istri yang sedang mematikan ponselnya.
"Sayang, maafkan Aku. Barusan Suster Yuli menelponku jika ada pasien urgent," sahut Erlin dengan nada melemah, karena sebenarnya Dirinya juga sudah kelelahan, mau bagaimana lagi Ia tetap harus professional menjalani profesinya.
"Hufftt, baiklah biar pak sopir yang mengantarkanmu.." jawab Aditya dengan mendengus pastah tak bisa membantah perkataan sang Istri, mengingat sang Istri adalah seorang dokter.
"Tidak Mas, Aku bisa sendiri." sahut Erlin.
"Hmm, baiklah, hati-hati...!" ucap Aditya dengan tersenyum manis ke arah sang Istri lalu mengecup kening Erlin.
"Anak-anak, ayo keluar ikut Ayah Aditya! karena Bunda Erlin mau kerja dulu ya ke rumah sakit!" pinta Erlin pada kedua anak angkatnya agar keluar dari mobil mengikuti Aditya.
"Mbok Inah tolong jagain Baby Daffa ya, Erlin ada pasien urgent, nggak lama kok Mbok" Erlin pada Mbok Inah dan Anak-anak angkatnya.
"Siap Nyonya Muda," jawab Mbok Inah mengiyakan perintah dari majikannya, lalu keluar dari mobil beralih menggendong Baby Daffa yang sedang dipangku oleh Erlin yang berada di kursi depan.
Setelah semuanya selesai, Erlin pun segera pindah ke kursi kemudi untuk dikendarai oleh Dirinya sendiri. Dengan kecepatan sedang Erlin menuju ke RS.
Namun tiba-tiba saja mobil milik Suaminya mengalami ban kempes.
"Astaghfirullah, ini kenapa tiba-tiba jalannya nggak enak gini ya??" Erlin bertanya-tanya.
Erlin pun lalu segera turun dari mobil untuk mengecek ban mobilnya.
"Yaa Tuhaann, kempes lagi, ck sial banget sih, Gue!" Erlin berdecak kessl karena melihat ban mobilnya kempes.
"Aduh bagaimana ini?? Ada pasien gawat lagi, duhh, " ucap Erlin kebingungan. Ia pun lalu segera mengeluarkan ponselnya dari saku snelinya yang kebetulan sudah Ia pakai, untuk menghubungi seseorang.
"Aduhhh lowbat, mana nih jalan jauh dari tempat tambal ban, lagi." ucap Erlin kesal sambil memijat pelipisnya bingung.
Tiba-tiba saja ada sebuah mobil lewat di depannya, seketika itu pula Erlin menghentikannya.
"Stop.. stop...!!
__ADS_1
"Ehh, emmh maaf pak, bolehkah Saya numpang ke Rumah Sakit Wijaya?
"Tapi dok, Saya sedang terburu-buru,"
"Tapi Pak, Saya moon sekali saja, ban mobil Saya kempes Pak.., please tolong Saya!!" ucap Erlin dengan wajah memelas memohon-mohon untuk minta tumpangan. Namun tetap saja pengemudi tersebut menolaknya dengan menutup kaca jendela dan melajukan mobilnya kembali.
"Siapa Pak?? tanya seseorang yang berada di kursi belakang mobil tersebut.
"Oh itu tadi ada seorang dokter meminta tumpangan.." jawab sopir tersebut pada Tuannya.
Dengan menggunakan kaca mata hitamnya, Seseorang itu pun lalu sedikit menoleh ke belakang, dilihatnya ternyata seorang wanita berprofesi sebagai seorang dokter yang sangat Ia kenal.
"Stop, Pak..., Kita balik arah, dan suruh Dia masuk ke dalam!!" titah Seseorang itu pada sopirnya.
"Ehh, emmh ba baik Tuan ..." balas sang Sopir mengiyakan perintah dari atasannya. Mobil pun berputar arah menghampiri Erlin yang tampak sedang kebingungan.
Erlin yang melihat mobil tersebut kembali lagi pun, menatapnya heran. Tiba-tiba saja pak sopir itu pun turun dari mobil dan menghampirinya, "Bu dokter, mari silahkan masuk!" titahnya pada Erlin
"Serius nih Pak?? tadi katanya sedang buru-buru??" tanya Erlin menatap heran Pak sopir tersebut karena seketika saja berubah pikiran.
"Iyaaaa serius, mari..." jawab seseorang yang Erlin pikir adalah pemilik mobil itu sendiri.
"Terima kasih ya Pak..., kalau begitu ayo, Pak!" serunya. Tanpa berpikir panjang Erlin pun segera masuk ke dalam mobil melalui pintu belakang.
Ceklek...
Erlin pun lalu mendudukkan pantatnya. Tanpa Erlin sadari jika ada seseorang duduk disebelahnya.
"Jalan, Pak!" titah seseorang itu pada sang Sopir.
"Baik Tuan .." balas Sopir tersebut.
Seketika saja Erlin baru tersadar lalu menoleh ke samping. Betapa terkejutnya Erlin melihat siapa yang berada di sebelahnya.
"Rey ... Reymond??" ucap Erlin dengan membelalakkan matanya lebar-lebar.
"Hmm, ini Aku, Erlin. Apa Kau terkejut??" sahut Reymond yang berada di sebelah Erlin. 'Ya seseorang tersebut adalah Reymond, bahkan Erlin sangat tak menyangka jika orang yang ada di sebelahnya adalah mantan kekasihnya yang sempat membuat keributan antara Dirinya dan sang Suami.
"Astagaaa, kenapa Reymond ada disini?? bukannya tadi masih di RS ya?? aduhhh, kenapa harus bertemu Reymond lagi sih?? bisa perang lagi nih sama Suamiku," batin Erlin sambil memijat pelipisnya terasa pusing.
...----------------...
Hay hay hayyyy....
Jumpa lagi dengan Author sok sibuk...
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komen Ya Guysss...
__ADS_1
Bentar lagi End soalnya.. hehe..