
Flashback On
" Mbak Mirna... mending Mbak Mirna ikut dengan Jack saja deh Mbak..., biar Vitalia menggunakan pesawat umum saja... "
" Tapi Vita... Mbak nggak bisa meninggalkanmu sendirian..."
" Sudahlah Mbak... jangan Khawatir... tidak akan terjadi apa-apa kok... " ucap Vitalia berusaha menenangkan Mirna.
" Hmmm... ya sudah... kalau begitu Mbak ikut dengan Jack menggunakan jet pribadi..., kamu hati-hati... jaga dirimu baik-baik..., kalau ada apa-apa hubungi Mbak... ya dek... " ucap Mirna.
" Ok... Mbak... "
Flashback Off
" Begitu Dit ceritanya... dan sekarang Vitalia sudah..." belum sempat Mirna menyelesaikan ucapannya,Aditya menyelanya.
" Katakan padaku Mbak... bahwa Vitalia tidak kenapa-kenapa..." tegas Aditya.
" Dit tenangkan dirimu...,semua penumpang dalam keadaan selamat, mereka hanya mengalami luka berat, tapi anehnya...,
" Anehnya kenapa Mbak..., cepat katakan padaku... " ucap Aditya cemas.
" Vitalia tidak ada di dalam pesawat tersebut,Dit..,padahal jelas-jelas sudah ditemukan barang-barangnya..." terang Mirna.
" Apaaaa... bagaimana bisa, Mbak...??, terus Mbak sama Jack sekarang dimana..??
" Aku tidak tau,Dit...,bahkan sesampainya kami disini,Vitalia sudah tidak ada...,sekarang Mbak sama Jack mendarat darurat di pulau tempat kejadian kecelakaan, Dit.. setelah kami menerima laporan dari salah satu orang suruhan Vitalia... " jelas Mirna.
" Baik Mbak... jika ada sesuatu,kabari kami lagi ya mbak.. " ucap Aditya.
" Ok... dit... " jawab Mirna diseberang sana, lalu telpon pun dimatikan sebelah pihak oleh Aditya. sontak Erlin pun lalu bertanya pada sang Suami.
" Bagaimana Mas...., apakah Vitalia baik-baik saja... " tanya sang Istri.
" Sayang... semua penumpang dinyatakan selamat tapi anehnya Vitalia tidak ada dalam pesawat tersebut... " terang Aditya pada sang Istri.
" Apa... bagaimana bisa, Dit... " tuan Wijaya menyela perkataan dari Aditya.
" Kok bisa sih Mas...?? tanya Erlin kebingungan.
" Iyaa... sayang..., tapi Aditya curiga Pah... kalau Vitalia masih hidup dan dia mungkin hanya terluka... karna kabarnya memang semua penumpang dinyatakan selamat..." jelas Aditya lagi.
" Alhamdulillah...." ucap tuan Wijaya dan Erlin bersamaan, bernafas lega,setelah mendengar kabar para penumpang pesawat selamat.
" Tapi Vitalia dimana Mas...kok bisa hilang...??" tanya Erlin heran.
" Mas juga belum tau Yang...., kita tunggu kabar dari Mbak Mirna saja,ya...." ucap Aditya.
Disisi lain Vanya mengkhawatirkan sahabatnya..., sedari tadi ia hanya mondar-mandir menunggu kejelasan kabar tentang Vitalia.
dreettt dreeettt....
" Dina... " gumam Vanya sambil melihat nama yang tertera di ponselnya, lalu mengangkatnya.
" Halo... Din...
" Bagaimana kabar dari Vitalia Van... hiks.. hikss.." ucap Dina sambil menangis sesegukan.
" Hiks..hiks.. Gue nggak tau..., dan Gue juga baru nunggu kabar lagi dari Erlin..." ucao Vanya sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
" Sumpah Van... gue benar-benar cemas..." ucap Dina berusaha tegar.
" Gue juga Dina..., sudahlah kita nggak bileh cengeng,lebih baik berdoa saja yang terbaik untuk Vitalia, semoga dia baik-baik saja...." ucap Vanya.
" Aamiin...,ya sudah kalau begitu.. sudah malam nih..,ngantuk mau tidur dulu.. "ucap Vanya.
" Lo nggak makan dulu, Din...?? tanya Vanya di luar topik pembahasan.
" Laaahh... , kenapa jadi makan sih...??, sudah kali Van, tadi... Elo kali yang belum makan...ya udah deh kalau gitu... bye...." ucap Dina, Dan sambungan telpon pun terputus.
" Astagaa nih anak... belum selesai ngomong main matiin saja...,gue nggak nafsu makan disuruh makan...,gimana mau makan coba..." gerutu Vanya,, Ferdi yang menguping di depan pintu kamar Vanya, lalu menghampiri Vanya masuk, dan berkata: " Dik... tenangkan pikirmu... , percaya sama Kakak...,sahabatmu tidak akan kenapa-kenapa... " ucap Ferdi, sambil merangkul Vanya dari belakang.
" Kak... Gue benar-benar sedih tau nggak sih..., eh si Dina malah biasa aja tadi... " ucap Vanya.
" Mungkin Dina sudah tahu dik... " ucap Ferdi.
" Maksudnya...??" tanya Vanya tak mengerti dengan ucapan sang Kakak.
" Ya...,kabar terakhir katanya seluruh penumpang selamat tapi hanya luka berat saja...
" Apaaa...??,yang benar Kak...??, syukur Alhamdulillah...kalau selamat semua..." ucap Vanya lega.
" Tapi...
" Tapi apa...,kak..??,sahabatmu Vitalia itu anehnya tidak Ada disana dik..." ucap Ferdi.
" Apa bagaimana bisa...??,terus Kakak tau darimana kabar tentang Vitalia..??" tanya Vanya bingung.
" Kakak barusan tanya sama teman Kakak dari pihak penerbangan,dan katanya ada salah satu pihak keluarga juga mencari Vitalia disana...tapi berdasarkan informasi Vitalia tidak ada di tempat kejadian,dan anehnya barang-barang milik Vitalia itu ada disana..." terang sang Kakak pada Vanya.
" Laahh... kok aneh..., terus dari pihak keluarga Wijaya sudah tau belum ya kak..??" tanya Vanya heran.
" Mereka sudah mengetahuinya dik...,Mirna yang memberi tahu Kakak... " ucap Ferdi.
" Hmm ya... Kakak mengenalnya, dia teman Kakak waktu masih SMA, dan dia satu geng sama Kakak..." terang Ferdi.
" Apaa....??? jadi Kakak Gangster juga..., wahh keren...ternyata Mbak Mirna adalah seorang Gangster juga..... " ucap Vanya takjub dengan seorang dr.Mirna.
" Tapi kamu janji harus simpan rahasia ini ya dik..." ucap Ferdi mengingatkan sang Adik.
" Beresss Kak.. tenang saja..., lagian mau cerita sama siapa juga..." ucap Vanya.
" Ya sudah kalau begitu Kakak mau ke kamar dulu, kamu tidur gih.. sudah malam... " ucap sang Kakak, menasehati Vanya.
" Siap Kak...
****** Oh iya... cerita tentang Vitalia yang lupa ingatan karena tragedi kecelakaan pesawat,dan bertemu dengan keluarga barunya akan Author buat di novel terpisah ya...******
******
Keesokan harinya Keluarga Wijaya masih belum juga mendapatkan kabar dari hilangnya Vitalia, Mamah Ita masih syok dengan kejadian kecelakan pesawat yang menimpa Putrinya, sementara Erlin kini terlihat mondar-mandir ke kamar mandi...memuntahkan isi perutnya, bahkan Aditya keheranan melihat sang Istri yang sedari tadi mondar-mandir ke kamar mandi.
" Sayang kamu sakit...?? tanya Aditya pada sang Istri, tapi belum sampai Erlin menjawab Erlin balik lagi ke kamar mandi, menumpahkan isi perutnya.
Hoeek... hoeekk..
" Sayang kamu kenapa...??, kamu sakit ya... " ucap Aditya yang mengikuti sang Istri dari belakang sambil memijit tengkuk sang Istri.
" Enggak kok Mas...
__ADS_1
" Enggak gimana... jelas-jelas kamu dari tadi muntah-muntah.... " tegas Aditya, tapi di abaikan oleh sang Istri.
" Eh... tunggu-tunggu... apa benar Gue hamil ya...??batin Erlin.
" Mas... sepertinya aku telat datang bulan deh" ucap Erlin pada sang Suami, sontak Aditya sangat aenang mendengarnya.
" Apa...?? kamu serius Yang..?? " tanya Aditya sambil tersenyum senang
" Makanya...aku cuma curiga saja apa aku hamil ya.. " ucap Erlin.
" Ya sudah sayang kalau begitu ayo kita berangkat ke rumah sakit sekarang juga... kita tanyakan ke dokter kandungan... " ucap Aditya pada sang Istri.
" Iya.. Mas..."
Hoekkk Hoekkk...
lagi-lagi Erlin berlari ke kamar mandi menumpahkan isi perutnya.
" Sayang.. hari ini kamu nggak usah masuk kerja saja ya.... " ucap Aditya pada sang Istri.
" Tapi Mas... aku nggak papa mungkin ini efek dari..." ucap Erlin terhenti,lalu berlari ke kamar mandi, untuk memuntahkan isi perutnya.
Hoeekk.. hoekkk...ia lalu berjalan keluar kamar mandi dangan di dampingi sang Suami.
" Tuh kan..., ya sudah Yang... Ayo kita ke RS sekarang juga... " ucap Aditya, sementara Erlin tiba-tiba saja pingsan,dan..
Brukk...
tubuh Erlin terhuyung ke belakang dan berhasil di tangkap oleh Aditya.
" Yang... Sayang... bangun Yang...." ucap Aditya panik..,sambil menepuk-nepuk pipi sang Istri, tapi tak ada respon sama sekali,Aditya pun lalu memegang kening sang Istri,ternyata Erlin demamnya cukup tinggi,seketika Aditya berteriak memanggil seluruh penghuni rumah, untuk menolongnya.
" Pah... Mah...bik Sumi.... tolongin Aditya.. " teriak Aditya lantang,yang kebetulan Kamarnya tidak ditutup oleh Aditya jadi masih terdengar oleh yang lain. sontak membuat seisi rumah panik dan berlari ke arah sumber suara.
" Astaghfirullahalazim....Erlin..." ucap Mamah Ita yang datang melihat Erlin lemah tak berdaya di pangkuan Aditya,lalu menghampirinya.
" Erlin kenapa Dit... " tanya tuan Wijaya pada Aditya.
" Erlin tiba-tiba pingsan Pah... " terang Aditya.
" Astagaa... panas sekali badannya... " ucap Mamah Ita sambil memegang keningnya.
" Bik Sumi... tolong telpon dokter Sarah sekarang juga bik... " titah Aditya pada art nya,ya dokter Sarah adalah Mamah dari suster Dina sahabatmu dari Erlin.
" Baik Den... " jawab bik Sumi.
sementara Aditya lalu membaringkan tubuh sang Istri ke tempat tidur.
" Erlin sadar dong nak..." ucap Mamah Ita pada Anak Menantunya, sambil mengelus-elus kepalanya, dan memberi percikan air agar tersadar
" Mamah jangan panik dong Mah..sebentar lagi dokter Sarah juga datang..." ucap tuan Aditya.
" Pah... Mamah itu khawatir saja... Mamah tahu pasti Erlin juga mikirin Adik Iparnya, makanya dia samapi pingsan, terus maksudmu apa coba, Dit malah manggil dokter Sarah, bukan dokter umum... " ucap Mamah Ita, tak berselang lama Erlin pun tersadar,dan mengerjap-ngerjapkan matanya
" Mah... jangan emosi dong Mah..tenangkan dirimu... " ucap tuan Wijaya.
" Sayang.. kamu sudah sadar... " ucap Aditya yang melihat Istrinya sedang mengerjapkan matanya.
" Syukurlah Nak kalau kamu sudah sadar.." ucap Mamah Ita sambil bernafas lega.
__ADS_1
" Mm Mas.. air.." pinta Erlin pada sang Suami, Aditya pun lalu mengambilkan air yang sudah disiapkan di atas nakasnya,Erlin lalu berusaha bangun mendudukkan dirinya di bantu sang Suami, lalu Ia pun meneguknya dengan cepat.
" Loh...Papah sama Mamah kok disini... ?? tanya Erlin bingung.