Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 77


__ADS_3

 “ Bawa saya ke kantor polisi pak...,saya pantas untuk di hukum...” ucap dr.Irsyad,dan akhirnya ia di tahan dan di bawa ke kantor polisi.Tapi di saat akan melangkah keluar RS tiba-tiba Dina datang menghentikan langkah polisi yang membawa dr.Irsyad ke kantor polisi.


 “ Berhenti....!!! “teriak Dina kencang di arah yang berlawanan,seketika semua mata mengarah ke arah Dina,dan dr.Irsyad yang hendak dibawa polisi pun menghentikan langkahnya,lalu menoleh ke belakang.


 “ Dina....” gumam dr.Irsyad..,sedangkan Dina berusaha menghampiri dr.Irsyad dengan menggunakan kursi roda,sedangkan yang lain pun tercengang dengan kehadiran Dina,padahal kodisi Dina belum sembuh total.


 “ Dina...kondisimu belum sembuh total kenapa kamu keluar,Nak...??” ucap Dev,papah dari Dina. Sayangnya ucapan sang Papah tak digubris,ia hanya menatap tajam dr.Irsyad,yang kini sudah ada di depannya,dan Dina pun  berusaha berdiri dari kursi rodanya,dan


 Plaakkkk.....


tamparan keras dari Dina mengarah ke pipi sisi kiri dr.Irsyad.


 “ Kau...harus bertanggung jawab atas semua perbuatanmu Irsyad...” ucap Dina dingin..,sontak membuat yang lainnya terkejut dengan apa yang sudah dikatakan Dina.


 “ Maafkan aku....Dina aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi...,aku menyesal telah menyakitimu,dan menyakiti para sahabatmu” ucap dr.Irsyad sambil menundukkan kepalanya dengan posisi bersimpuh di hadapan Dina,dengan menyatukan kedua tangannya seraya meminta maaf.


 “ Aku tak akan memaafkanmu, jika kamu belum menyembuhkan Vanya sahabatku...karena obat penawar racunnya ada padamu bukan...??!!” ucap Dina ,sontak membuat semuanya terkejut dengan apa yang dikatakan Dina,dan Erlin pun akhirnya ikut bertanya pada sahabatnya.


 “ Apa maksudmu..,Din..???” tanya dr.Erlin menyela pembicaraan.


 “ Yaa... Irsyad telah menggunakan ramuan beracun itu, aku tau ramuan itu dulu akan digunakan untuk membunuhku,karena dia tidak menyetujui perjodohan diantara kami.."


 “ Dina...,apa yang kau katakan aku bahkan tidak berniat membunuhmu..” ucap dr.Irsyad.


 “ Lantas untuk apa kalau bukan untuk membunuhku? Kalau kau tidak berniat membunuhku, maka berarti kau juga telah menyusun rencana jauh-jauh hari untuk membunuh sahabatku dengan racun itu bukan...?? jawab Irsyad jawab...!!!! “ bentak Dina sambil menangis sesenggukan, dan ia kembali duduk di kursi roda.


 “Asal kau tau Irsyad,aku sudah mengetahui rencana busukmu itu...,jangan menganggapku remeh,bahkan aku bisa membuka semua kedokmu itu..” ucap Dina lagi.


 “ Dina...kau....” ucap dr.Irsyad pun terhenti.


 “ Pak polisi lepaskan dia sekarang juga,biar dia mempertanggung jawabkan apa yang telah ia perbuat...”ucap Dina dingin..,sontak membuat semua terkejut dengan apa yang dikatakan Dina.

__ADS_1


 “ Dina...,apa yang Lo lakukan...?? tanya Erlin heran dengan sikap konyol sahabatnya.


 “ Biarkan dia bertanggung jawab atas perbuatannya Er...,demi sahabat kita..” ucap Dina pada Erlin.


 “ Benar yang dikatakan Dina..,Er...,biarkan dr.Irsyad mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Vanya,karena memang hanya dia lah yang bisa mengeluarkan racunnya....” terang Vitalia.


 “ Baiklah aku setuju...,tapi bukan berarti,Lo bisa bebas...,dr.Irsyad... ,setelah Lo bisa mengeluarkan racun dari tubuh Vanya,Lo tetap harus ditahan...” ucap Erlin dingin.


 “ Bagaimana Din,apa Lo setuju...??” tanya Vitalia pada Dina sahabatnya.


 “ Gue setuju...,karena itu merupakan hukuman yang pantas untuk orang seperti Irsyad...” ucap Dina sambil menatap Irsyad dengan tatapan dingin.


 “ Lepaskan dia pak...biarkan dia menjalankan tugasnya dari sekarang ...” titah Dev pada Polisi,yang menahan dr.Irsyad,ya walaupun sebenarnya Dev juga tak menginginkan Irsyad menjadi menantunya,karena memang perjodohan itu merupakan wasiat dari kakek Dina dan kakek Irsyad.


 “ Kenapa kau melepaskannya begitu saja tuan...?? bahkan ia telah membuat orang yang tak bersalah menjadi korbannya...” ucap Aldo yang mulai tersulut emosi.


 “ Tenang...Do...itu bukan seperti yang Lo pikirkan...,bukannya tadi Dina sudah bilang,bahwa obat penawar racunnya ada di dr.Irsyad...” ucap Aditya berusaha menenangkan Aldo.


Tiba-tiba saja Dina meringis menahan rasa sakit..


 Aww.....shhhh...” rintih Dina,sontak membuat semua panik,termasuk dr.Irsyad.


  “ Dina....


  “ Jangan menyentuhku....!!! ucap Dina lantang,menolak untuk disentuh oleh dr.Irsyad.


 “ Lo nggak papa kan Din...?? ucap Erlin pada sahabatnya.


 “ Erlin...Vitalia...aku.....aw....” ucap Dina terhenti, sontak Erlin berteriak meminta tenaga medis lainnya untuk menolong,sedangkan yang lain ikut panik, melihat luka jahitan Dina yang terbuka lagi, dan berdarah.


 “ Suster....!! cepat bawakan bad kemari....” titah Erlin berteriak meminta tolong tenaga medis

__ADS_1


lainnya.


 “ Bawa suster Dina ke ruang tindakan sekarang juga,ya...,aku akan  menyusul kalian...” ucap Vitalia,pada teman sejawat,dan perawat yang lainnya,lalu mereka pun menuruti perintah dari Vitalia,sedangkan dr.Irsyad pun mengikuti Dina dari belakang,bersama dengan yang lainnya,tapi langkah dr.Irsyad terhenti ketika seseorang memanggilnya.


 “ Tunggu dokter Irsyad...mau kemana,Lo...??” ucap Erlin, yang sedang berada di samping Aditya, menatap dr.Irsyad dengan tatapan dingin,sambil bersedekap dada, seketika dokter Irsyad pun menghentikan langkahnya.,dan berbalik arah..., semetara yang lain sudah membubarkan diri mengikuti Dina yang sedang di gledek ke ruang tindakan, kini yang ada hanyalah Aditya, Erlin, dan dr.Irsyad.


 “ Aaa...kuu...mau...“ ucap dr.Irsyad tergagap,dan terhenti. entah kenapa ia kali ini kalah,karena ia benar-benar ketakutan menatap Aditya,dan Erlin karena merasa bersalah.


 “ Lo tau bukan tugasmu sekarang apa?? Elo boleh menemui Dina jika Lo sudah berhasil mengeluarkan racun dari tubuh dokter Vanya...,dan jika Elo belum berhasil mengeluarkan racunnya, jangan berharap buat bertemu dengan Dina, dan jangan berharap Gue, dan yang lainnya akan memaafkanmu, ingat itu....!!!” ucap Erlin dengan penuh penekanan, sambil menatap tajam dr.Irsyad


 " Ayo Mas...kita pergi dari sini...biarkan dia berfikir lagi,dengan apa yang aku ucapkan..." ucap Erlin pada suaminya,dan Aditya hanya menganggukkan kepalanya saja sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya,lalu beranjak pergi meninggalkan dr.Irsyad yang hanya diam mematung di tempat.


 “ Arrrgghhh...,Oh Tuhan...aku sangat menyesali perbuatanku...ini semua salahku...,maafkanlah aku...” ucap dr.Irsyad penuh penyesalan,sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri, lalu menundukkan kepalanya,sambil menahan tangis.


Ya, sekarang ia sadar bahwa yang ia lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan,bahkan sudah banyak hati yang ia sakiti. Sementara Erlin seketika berbalik badan menatap dr.Irsyad yang sedang menyesali perbuatannya.


 " Kenapa berhenti sih Yang...?hemmm.." tanya Aditya pada sang Istri,yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.


 " Hemmm sebentar, Mas..." ucap Erlin lalu menghampiri dr.Irsyad,dan berkata..


 “ Untuk apa Lo menyesali perbuatanmu...., buktikan kalau Lo bukan orang yang pantang menyerah seperti Lo sangat terobsesi mengejarku dulu...,dan Ya... satu lagi daripada Elo mengulur waktu untuk menyalahkan diri sendiri, lebih baik Lo ke ruangan tempat Vanya di rawat,untuk mengeluarkan racunnya...” ucap Erlin lantang, seketika dr.Irsyad mendongakkan kepalanya menatap Erlin, sementara Aditya hanya diam menyimak pembicaraan Istrinya yang sedang tersulut emosi.


 “ dokter Erlin...Kau...??” ucap dr.Irsyad terhenti sambil menatap Erlin,tapi Erlin tak membalas menatapnya,dan


ia membuang mukanya,lalu berkata..


 “ Ayo... cepat... aku tak punya banyak waktu lagi untuk meladenimu...,kalau Lo masih seperti ini.. bisa saja Lo telah membunuh sahabat kami, bahkan Lo sendiri akan menyesal seumur hidupmu...” ucap Erlin,seketika ia meninggalkan dr.Irsyad sontak membuat dokter Irsyad tersadar,dan berkata..


 “Tunggu... saya ikut....” ucap dr.Irsyad lalu mengikuti Erlin dan Aditya dari arah belakang, menuju ruangan tempat dokter Vanya dirawat.


...***Mohon Maaf teman-teman..., Author baru up lagi... karena akhir-akhir ini Author galau, teringat dengan anak author yang dua bulan yang lalu telah berpulang ke Rahmatullah jadi harap maklum ya...karena memang tak semudah itu untuk move on.. 🙏🙏...

__ADS_1


...jangan lupa Like Komennya ya.... Trimakasih... 🙏🙏***...


__ADS_2