
Kantor Wijaya Group
di perusahaan Wijaya Group, Aldo dan para karyawan dibuat heran dengan tingkah Aditya, sang CEO dari perusahaan Wijaya,yang tak seperti biasanya,
flash back
" Astaghfirullahalazim..... kurang ajar banget tuh orang....Awas... kamu dit.... " maki Erlin pada Aditya yang sudah berhasil menciumnya diam-diam.
" Da sayang..... ucap Aditya lalu berpamitan.
flash back off
Aditya yang masih belum sadar kalau ia sedang senyam senyum sendiri di ruang metting bersama para karyawannya. para karyawan banyak yang bergosip karna tingkah Aditya yang tampak tidak wajar, sang asisten pun lalu berusaha menyadarkannya.
" Tuan....
" Tuan.. Aditya..." panggil sang asisten siapa lagi kalau bukan Aldo. Aditya pun tersentak kaget karena Aldo memanggilnya.
" Eh... ada apa asisten Aldo...?? ucap Aditya tampak terlihat bingung dan canggung.
" Maaf tuan... ini sedang metting..., bisa nggak kita selesaikan mettingnya dulu.... " ucap Aldo.
" Hmmm... its okey... ucapnya dingin.
" Ehemmm... Maaf rekan-rekan.. saya tadi sedang tidak fokus... ,,sekarang lanjutkan mettingnya do...!! " perintah Aditya,kembali dengan mode dinginnya.
Ya Aditya kini sedang menjalani rapat dengan para staf karyawannya membahas tentang pembukaan cabang barunya yang berada di kota Y, yang akan dipimpin oleh Hans sahabat dari Aditya sekaligus orang kepercayaan dari keluarga Wijaya. Hans adalah seorang militer , tapi ia juga sangat mahir dalam bidang bisnis, ia mempunyai inisiatif bekerjasama dengan sahabatnya itu. Hans orang yang sangat di percaya oleh keluarga Wijaya untuk melindungi keluarga Wijaya dari musuh, karena keluarga Wijaya merupakan keluarga pebisnis terbesar se-Asia Tenggara. ia juga merupakan pengagum dari adik seorang Aditya, yaitu Vitalia. ya ia sangat menyukai Vitalia bahkan di manapun ia pergi ia selalu memantaunya, akan tetapi Vitalia tak tau kalau Hans menaruh hati padanya. Vitalia hanya tau kalau Hans hanyalah orang kepercayaan keluarganya saja, nggak lebih dari itu.
Di Rumah Sakit
Erlin dengan telaten memeriksa pasiennya,kini Erlin mendapatkan pasien yang usia seumuran dengannya.ia dengan telaten mengecek suhu tubuh pasien,saturasi dan kondisi jantung pasien... , tanpa ia sadari si pasien memandang Erlin dengan tatapan yang tak dapat diartikan.. ,
" Cantikkk..... "gumam si pasien dalam hati, sambil menyunggingkan senyumnya, mencuri pandangan.
Ketika Erlin selesai memeriksa pria itu, ia baru tersadar jika ia sedari tadi sedang ditatap olehnya. betapa malunya ia, Erlin berusaha menghindari pandangan pria yang kini sedang menjadi pasiennya.
" Emmm... maaf tuan pemeriksaannya sudah selesai... " ucap Erlin, membiarkan lamunan si pasien.
" Hemmm..... yaa...dokter... " ucap si pasien.
" Oh yaa... tuan Alex.... kondisi jantung anda sudah mulai membaik setelah 1 bulan pasca operasi, setelah ini saya sarankan anda istirahat yang cukup, jangan mudah kelelahan...jaga kondisi tubuh anda..., dan ini saya resepkan obatnya nanti bisa di ambil di apotik RS, dan untuk kontrol berikutnya nanti sebulan lagi... " ucap Erlin panjang lebar sambil menyunggingkan senyumnya. yaa pasien Erlin bernama Alex, tuan Alex sangat senang karena akhirnya ia bertemu dengan dokter cantik yang sangat dikenal oleh kalangan masyarakat,karna selama ini ia ditangani oleh dokter jantung yang lain, selain dr.Erlin.
" Baik..... dok... ucap tuan Alex dingin, masih memandang Erlin dengan tatapan aneh. Erlin yang merasa ditatap pun merasa risih.
" Emm.... sudah tuan.. apa ada yang mau ditanyakan...?? ucap Erlin membuyarkan lamunan tuan Alex.
" Tidak ada... ,kalau begitu saya permisi... " ucap tuan Alex dingin, lalu beranjak keluar dari ruangannya Erlin. Erlin dan Dina saling tatap,mereka bergidik ngeri melihat pasiennya yang terlihat menyeramkan itu.
" Huh... jantung guee hampir copot Din... , gegara tuh pasien..." ucap Erlin sambil mengelus-elus dadanya.
" Untung bu dokter cantik nggak di makan sama dia.... , gue nggak bisa bayangin ngeri banget sih tuan Alex...merinding gue ngeliatnya.... hiiii.... ucap Dina bergidik ngeri membayangkannya.
" Enak saja kalau ngomong.... emang gue makanan apaaa...." ucap Erlin tak terima dengan suster Dina sahabat Erlin.
" Ya sudaahh Din.. Ayo ke kantin udah jam istirahat nih....
" Okey.... siaappp....bu dokter syantik.... jawab Dina.
" Issshhhh basaa ajaa kali Din..... " ucap Erlin memutar bola matanya jengah.
Ketika mereka berjalan menyusuri lorong RS, Tiba-tiba Erlin teringat sesuatu
" Eh... tunggu... tunggu....din... ucap Erlin terhenti.
" Kenapa sih Er....?? udah di tunggu nih sama yang lain... " balas Dina.
__ADS_1
" Eh,, Din... maafin guee..,gue ada urusan sebentar....
" Urusan apalagi sih Er.... ribet banget sih hidup Lo....
" Issshh ck.... , udah jangan banyak tanya... ya sudah sono.. ke kantin duluan... kasian Vitalia sama Vanya nungguin... ucap Erlin
" Laahhh... gimana sih...Lo.... ?? Emm.. ya sudah deh kalau gitu... guee duluan...,Assalamualaikum.... " ucap Dina kesal,dan berpamitan pergi meninggalkan Erlin.
" Wa'alaikumsalam..... Dina..... jawab Erlin tersenyum lebar.
Erlin langsung cabut, menuju ruang dokter kandungan.., ia teringat akan kehamilan Clara, yang menurutnya banyak kejanggalan.
sesampainya ia di depan ruang dokter kandungan, ia tampak melihat kesana kemari untuk memastikan orang tak melihatnya, Erlin langsung nyelonong masuk begitu saja, seperti orang yang sedang mencuri.
Ceklekkk....
" Loh... dokter Erlin...., tumben ada apa kemari... ?? tanya dokter kandungan tersebut pada Erlin. Erlin pun terlihat bingung untuk menjawab.
" Emmm.... sebelumnya Maaf dok... ,, mmm... saya boleh nanya nggak..?? tanya Erlin gugup.
" Memang dokter Erlin mau tanya soal apa...??? tanya dokter Mirna,dan ya dokter Mirna adalah salah seorang dokter kandungan yang praktek di RS tempat Erlin bekerja. ia merupakan kakak senior dari Erlin, bedanya adalah Erlin mengambil spesialis jantung sedangkan dokter Mirna mengambil spesialis kandungan (Obsgyn)., dan ya dr.Mirna adalah kakak sepupu dari Aditya.
" Mmm.. dokter Mirna.... punya pasien yang bernama Clara nggak... ??? tanya Erlin gugup.
" Clara...??? tanya dr.Mirna mengerutkan keningnya.
" Yaa dok... jawab Erlin.
" Maksudmu Clara Smith..... ??? tanya dr.Mirna menjelaskan nama Clara.
" Hah.... Clara Smith... ?? kenapa nama belakang Clara pakai nama seorang pria...?? setahuku nama Clara nggak ada Smith nya..... ?? batin Erlin., ia sangat terkejut mendengar nama Clara yang berubah.
" dok.... dokter Erlin.... panggil dokter Mirna, berhasil membuyarkan lamunan Erlin.
" Ehhh.. mmm iy... iyaaa..... dok...
" Sebenarnya Erlin kesini cuma pengen tau, kondisi kehamilan Clara saja sih mbak... "ucap Erlin
" Alhamdulillah Er... kondisi ibu dan janinnya bagus kok... , tapi... tunggu... Er... , kamu kenal wanita itu darimana...??? setahuku kamu tak pernah berteman dengannya.. " ucap dr.Mirna
" Emmm.. itu....., tapi mbak Mirna harus janji ya sama Erlin,, jangan bilangin ke siapa-siapa termasuk ke Aditya... !?? " ucap Erlin tegas.
" Adityaa....??? maksudmu...??? tanya dr.Mirna terkejut. Erlin pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Tunggu Er.... jadi kamu selama ini digosipin dengan Aditya sepupu aku itu benarrr....
" Hmmmmm.... jawab Erlin dingin.
" Astagaaa Er... kenapa kalian nggak cerita sih.... ucap dr.Mirna terkejut.
" Biiasa saja kelesss....,, mending kita bahas ke topik utama lagi deh mbak... jangan nanya-nanya lagi... , pusing akutu... "ucap Erlin kesal, sambil memijat pelipisnya.
" Iyaaa iyaaa.... , tapi lain kali, mbak di ceritain ya Er.... ucap dr.Mirna bersemangat
" Hmm iyaaaa... tenang saja... , tapi... dengan satu syarat...
" Apaaa.....???
" Mbak mirna mau nggak nolong Erlin tentang masalah Clara...??
" Maksudmu...??? tanya dr.Mirna menyelidik.
" Jujur mbak.... ,, Erlin nggak yakin kalau itu bayi yang di kandung anaknya Aditya... ucap Erlin lirih.
" Haahh... Apaaa... ???? " teriak dr.Mirna kaget
__ADS_1
" Sssttttt..... Mbak..... jangan teriak teriak.... " ucap Erlin mengingatkan dr.Mirna.
" Jadi itu benar Er... janin yang di kandung Clara itu.....??? tanya dr.Mirna.
" kan Erlin kesini baru cari tau mbak.... , memang Clara nggak tau siapa embak...??
" Yaa enggak lah... Er... ,, secara embak tuh juga nyembunyiin identitas seperti Vitalia... , kalau mbak nggak nyembunyiin identitas, bisa dalam bahayaaa keluargaku.... ucap dr.mirna menjelaskan.
" Tapi... dia tadi kesini mengatakan kalau bapak dari si bayi dalam kandungannya adalah Aditya.... ucap dr.Mirna sambil bersedekap dada.
" Apaaaa.... ???? nggak... nggak mungkin mbak... karna Erlin yakin.., Aditya bukan orang yang menghamili Clara... , aku yakin mbak... ini semua pasti ada yang sedang mereka rahasiakan...
" Maksudmu mereka...??? tanya dr.Mirna yang tak tau maksud dari Erlin.
" Clara dan dokter Irsyad mbak.... "
" Hah..... tapi..... apa kamu yakin Er... ?? ucap dr.Mirna memastikan.
" Yakin mbak.... karna tadi pagi Dina tau kalau dr.Irsyad dan Clara seperti sedang membicarakan sesuatu yang dirahasiakan.... ,, tapi aku bingung nih mbak.... bagaimana cara membuka kedok mereka... ??
" Sudah.... nggak usah bingung... InshaAllah embak akan bantu kamu.... ucap dr.Mirna meyakinkan Erlin.
" Lantas darimana kamu mengetahui, kalau yang menghamili Clara itu Aditya...?? tanya dr.Mirna dengan penuh serius.
" dari Clara mbak.... , mbak pasti tau kan keributan kemarin... , itu jugaaa penyebabnya Clara mbak...
" Jadi.. kemarin ribut-ribut itu kalian....??? tanya dr.Mirna.
" Iyaa mbak.... jawab Erlin sambil menunduk.
" Tapi Mbak Mirna beneran yakin kan, kalau mau bantu Erlin, bagaimanapun resikonya??? tanya Erlin lagi.
" Hmmm iyaaa Er.... kan mbak sudah bilang sama kamu...,mbak itu.... sudah menganggapmu sebagai adik mbak sendiri..." ucap dr.Mirna sambil tersenyum tulus,lalu memeluk Erlin.
" Trimakasih mbak..... ucap Erlin sambil membalas pelukan dari dr.Mirna. lalu Erlin pun bertanya lagi pada dr.Mirna terkait kehamilan Clara.
" Lantas bagaimana caranya agar mengetahui kalau itu anak dari Aditya atau bukan mbak.... ?? apa harus dengan tes DNA??" tanya Erlin serius.
" Yupsss.... kamu benar Er.... harus dilakukan tes DNA... " jawab dr.Mirna
" Lalu apaa harus menunggu bayinya lahir dulu gitu mbak.... ??? tanya Erlin lagi.
" hmmm... iya dong Er...., kalau untuk sekarang belum bisa... karna masih di dalam kandungan Er.... tunggu sampai bayinya lahir baru bisa tes DNA anak itu dengan Aditya, Er...." jelas dr.Mirna.
" Duhh... terus gimana dong mbak... ?? tanya Erlin khawatir.
" Sudah kamu nggak usah khawatir... masih ada cara lain selain itu....,, kamu harus membuktikan bahwa bukan Aditya yang menghamili Clara... jawab dr.Mirna.
" Tak semudah itu mbak..., itu semua juga harus membutuhkan waktu...sedangkan aku dan Aditya hanya hitungan hari saja kita menikah mbak... " ucap Erlin.
" Apaaa....??? mbak nggak salah denger kan Er...?? bukannya pernikahan kalian satu bulan lagi??? tanya dr.Mirna tak percaya dengan apa yang dikatakan Erlin.
" Pernikahan kita dipercepat kak..... 3 hari lagi...
" Astagaaa...... ucap dr.Mirna terkejut.
" sudah.... kamu, jangan menyerah ya.... , kamu harus yakin bahwa usaha tak menghianati hasil....dan kamu kalau yakin bahwa anak yang di kandung wanita itu bukan dari hasil hubungan dengan Aditya,kamu harus buktikan Er.... ucap dr.Mirna menyemangati Erlin.
" Iyaa mbak.....Erlin akan buktikan kebenarannya mbk.. dan mau nggak mau Erlin harus menikah dengan Aditya... ucap Erlin lirih.
" Tapi.... tunggu dulu mbak... , nama Clara... ?? setahuku nama Clara itu nggak pakai Smith , tapi kenapa ini ada Smith nya... ucap Erlin penuh penegasan.
" Astaga Erlin.. hampir mbak lupa soal itu... , itu tadi yang sebenarnya mau mbak katakan sama kamu... " ucap dr.Mirna.
" Akhirnya sudah menemukan titik terangnya mbak..., tinggal kita cari tau kenapa Clara bisa pakai nama belakang Smith?? ,aku yakin kalau dibalik nama itu pasti ada seseorang yang dicintainya.
__ADS_1
" Nahhh itu dia.....,, sekarang...pokoknya kamu harus buktikan pada wanita ular itu...kalau kamu adalah calon istri seorang Aditya.. dan ya satu lagi kamu harus sabar... tetep strong.... okey... " ucap dr.Mirna menasehati Erlin dengan tersenyum ramah, dan dibalas anggukan dan senyuman Erlin.
mereka pun akhirnya menyudahi obrolan, dan melanjutkan makan siangnya di ruangan dr.Mirna, karna dr.Mirna menyuruh Erlin tetap berada di ruangannya, untuk makan siang bersama, yang kebetulan dr.Mirna membawa bekal banyak dari rumah.