Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 158


__ADS_3

Kebrutalan Aditya


Sementara Aditya dan Aldo kini sedang menuju ke sebuah tempat dimana Risa dan kedua orang tuanya disekap. Ya tempat tersebut sangatlah jauh dari sebuah pemukiman warga bahkan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, dimana lagi kalau bukan di tengah hutan belantara yang di dalamnya ada sebuah rumah tua yang mempunyai ruang bawah tanah yang khas menunjukkan bahwa itu adalah markas besar geng Kalajengking milik Adik dari Aditya Bramansta Wijaya yaitu Vitalia Putri Wijaya. Memang banyak orang tak mengetahuinya bahwa Vitalia adik dari Aditya merupakan dokter yang sangat misterius dengan mempunyai banyak anak buah geng Kalajengking yang tersebar di seluruh belahan dunia.


Bahkan meskipun Aditya dan seluruh keluarganya tahu bahwa Vitalia sudah meninggal, Aditya tak ada niatan untuk mencari pengganti yang tepat untuk menggantikan Adiknya itu. Lain hal dengan para anggota geng Kalajengking sudah mengetahui tentang kebenaran jika Bos mereka yang sebenarnya hingga saat ini masih hidup, dan mereka memang dengan sengaja menyembunyikan berita itu dari keluarga Bosnya.


Di dalam mobil


“Aldo..., bagaimana dengan Chandra??, apa Dia sudah sampai di sana??” tanya Aditya membuka obrolan. Dan Aldo pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Setahuku.. Dia masih berada di RS, Dit... katanya sih mau menemui dokter yang penuh misteri itu loh...” ucap Aldo mendramalisir keadaan membuat Aditya menggelengkan kepalanya pelan lalu berkata, “Dasar... Kau ini Do.., yang terpenting Dia nanti datang ke markas sore ini juga..” ucap Aditya sangat mengharapkan kedatangan temannya yang berasal dari Jepang. Ya teman Aditya itu bernama Chandra Zhu seorang mafia kejam yang terkenal di seluruh dunia.


“Tenang saja... Dia sudah bilang padaku jika Dia akan datang kesini dengan dokter mengerikan itu.” Seloroh Aldo. Seketika saja membuat Aditya tersenyum menahan tawa lalu berkata, “Ada-ada saja kau ini Do.., bisa-bisanya Kau memberi julukan pada dokter Amelia seperti itu.” ucapnya sambil beusaha menahan tawa.


“Kalau tertawa nggak usah ditahan kali Dit, karena bagiku itu adalah julukan yang sangat pas buat Dia yang tak ada senyumnya sama sekali.” ucap Aldo bergidik ngeri ketika melihat Vitalia yang sedang berperan sebagai dokter Amelia Hirata. “Itu karena Kau belum melihatnya saja, Do..” balas Aditya terkikik geli dengan tingkah Aldo yang terlalu lebay pikirnya.


*****


Sementara di lain tempat Vanya, El, dan juga Neysa tampak sedang bermain bersama Babby Daffa, karena memang Babby Daffa sengaja dititipkan pada Vanya. Dan meskipun hari mulai menjelang malam, tak menyurutkan

__ADS_1


niat mereka untuk bermain bersama. Ya karena memang hanya di waktu sore lah mereka bisa bermain bersama, apalagi Vanya yang baru saja pulang dari RS lalu membersihkan diri dan segera merawat Babby Daffa yang sedang membutuhkan perhatian lebih, mengingat kedua orang tua dari Babby Daffa yang tidak bisa mendampinginya“Uluh... uluh... uluh... sayangku.. cintaku.. Kamu belum bobok ya.., Kita makan yuk...” ucap Vanya menggoda Babby Daffa. Seketika saja membuat Babby Daffa tertawa terpingkal-pingkal melihat Vanya yang sedang menggodanya di atas pangkuannya. Sedangkan El yang mendengar Babby Daffa yang tertawa di goda Bundanya pun lalu bertanya, “Bunda.. Bunda... memangnya dedek Daffa tahu jika Bunda berkata seperti itu.. ??, apalagi setahu El kan Babby Daffa belum boleh makan..” tuturnya. Setekita saja membuat Vanya tersenyum dan berkata, “Belum tahu Sayang.., dan memang Babby Daffa belum dibolehkan untuk makan, Bunda berbicara dengan dedek Daffa karena biar dedek Daffa senang jika ada yang menemaninya.” Jawab Vanya dengan tersenyum manis. Ya El dan Neysa kini semakin bertambah usia justru tumbuh menjadi anak yang cerdas, cantik dan juga tampan.


Bahkan Vanya saja sering kalah telak jika berdebat dengan anak-anak angkatnya tersebut. “Bunda.. Bunda... kalau dedek Daffa saja kesepian hanya karena Bunda Erlin sakit dan Ayah Aditya sibuk, lalu bagaimana dengan dedek El yang masih di dalam perut Bunda..,??, kasihan sekali Dia Bunda, Dia belum sempat bertemu dengan Ayah Edward..” uncapan El pun sontak membuat Vanya terdiam seketika dengan apa yang diutarakan Anak angkatnya tersebut.


“Apa yang dinyatakan oleh El itu benar Bunda..., bagaimana dengan dedek jika lahir nanti..??” sambung Neysa yang tiba-tiba saja datang ditengah perbincangan Vanya dan El. Dan Vanya pun lalu mengarahkan pandangannya ke arah Ney yang baru saja datang menjawab pertanyaan dari anak angkatnya, “Kak El, Kak Ney... kenapa kalian berkata seperti itu.. ??, Bunda tidak ingin kalian berpikiran yang tidak-tidak pada Adik kalian nantinya, meskipun dedek yang ada di dalam perut Bunda belum pernah melihat Ayah Edward, setidaknya kalian sebagai kakaknya bisa menghiburnya nanti” ucap Vanya sambil tersenyum semanis mungkin untuk menutupi kesedihannya di dengan anak-anaknya.


“Baik Bunda... kalau begitu El sama kak Ney akan selalu ada buat dedek yang ada di dalam perut Bunda untuk menggantikan Ayah Edward..” balas El yang cara berpikirnya justru seperti orang dewasa. “Iya Bunda, pokoknya Bunda tenang saja Kita akan selalu ada buat Bunda dan juga dedek kecil pastinya.” sambung Neysa sambil tersenyum menatap Bundanya. Vanya pun lalu berkata, “Justru Bunda sangat bersyukur mempunyai kalian, apalagi dedek belum lahir saja kalian sudah memikirnya, kalian benar-benar anak Bunda yang sangat perngertian..” ucap Vanya terharu melihat kedua Anak angkatnya yang sangat perhatian terhadapnya dan calon adik mereka nanti.


“Sini... kalian peluk Bunda...” ucap Vanya pada keddua Anak angkatnya tersebut lalu meletakkan Babby Daffa di kereta dorong, dan merentangkan tangannya untuk memeluk El dan Neysa.


Greepp...


*****


Sementara di sisi lain Aditya dan Aldo kini sudah sampai di sebuah tempat yang mereka tuju, dimana lagi kalau bukan di markas geng Kalajengking. Tanpa permisi Aditya dan Aldo memasuki markas tersebut dengan begitu saja, karena memang yang berkuasa saat ini adalah Aditya kakak dari ketua atau pemimpin geng Kalajengking.


Kedatangan Aditya pun gternyata disambut gembira oleh Risa, yang berlari menghampirinya dan akan memeluknya. Tapi aksinya terhenti karena sedikit terlambat dengan tangan Aditya yang melayang di pipi sisi kiri Risa.

__ADS_1


Plakkk...


Tamparan keras dilayangkan oleh Aditya pada Risa yang hendak memeluknya ketika Ia datang.


“Beraninya Kau mendekatiku..”ucap Aditya dingin.


“Tapi Dit..., Aku hanya...” ucapan Risa terhenti karena dipotong oleh perkatan Aditya.


“Hanya apa ha... ??!! seru Aditya bertanya, sedangkan Risa tidak berani menatap Aditya lagi. Tak lama ada dua orang yang tiba-tiba saja datang menghampiri Aditya yang sedang.


Ctasss... Ctasss...


Sebuah pecutan tali dilontarkan oleh Aditya pada Risa.


“Aaaawww..” Risa merintih kesakitan karena pecutan tersebut.


“Aditya... apa yang telah kau lakukan... sakit Dit..., hiks.. hiks..” ucap Risa sambil menangis sesegukan karena tak terima dengan perlakuan kasar Aditya. Dan Aditya pun lalu berkata, “Jangan berteriak lagi atau Kau akan...” seketika ucapan Aditya terhenti karena aksinya di hentikan oleh Aldo. “Aditya Chandra sudah datang dan dia kesini bersama dokter Amelia, dan Dia sudah menunggumu di ruang tengah.” Ucap Aldo memberi tahu Aditya jika Sahabatnya yang berasal dari Jepang sudah datang.

__ADS_1


“Baiklah Aku akan kesana..., Dan Kau bersiaplah untuk menerima hukuman dariku Risa, begitu pula dengan Ayah dan Ibu mu itu.” Ucap Aditya lalu pergi meninggalkan Risa yang sudah tersungkur dilantai dengan penampilan yang acak-acakan.


__ADS_2