
Di Rumah Sakit Wijaya
Sepulangnya Ibu Irma dari RS, kini Vanya masih setia menunggu tuan Aldo yang sedang terbaring di RS..,, ia tak sempat pulang ke rumah, karna dia sudah berjanji pada Ibu Irma untuk menjaga tuan Aldo. Entah kenapa hati Vanya merasa iba melihat tuan Aldo yang sedang terbaring lemah tak berdaya.
" Kasian juga ya tuan Aldo...?? huh....
" Tapi... kenapa ada yang aneh ya sama Bu Irma, kenapa Bu Irma berpenampilan sangat sederhana..., sedangkan tuan Aldo...dia... " ucap Vanya terhenti karena melihat tangan Aldo yang mulai bergerak.
" A.... aaa... ir... " ucap Aldo lirih.
" Tuan Aldo... anda sudah sadar.... " ucap Vanya terkejut.
" A.... aaa... ir... "ucap Aldo lagi seraya meminta air pada Vanya. Vanya pun segera mengambilkan air minum yang sudah disiapkan di atas nakas.
" Tuan.. ini diminum dulu... " ucap Vanya sambil memberikan gelas yang berisi air putih kepada Aldo. Aldo pun langsung bangun dari tidurnya, tapi dicegah oleh dr.Vanya.
" Eh... pelan-pelan.... tuan... " ucap Vanya sambil membenarkan posisi duduk Aldo. setelah itu Vanya barulah memberikan minum pada Aldo, dan Aldo pun langsung meminumnya.
" Trimakasih... " ucap Aldo dingin, sambil menatap ke arah Vanya dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Vanya yang merasa ditatap pun merasa risih, dan akhirnya ia memberanikan diri untuk memulai obrolan,dan mengalihkan perhatian.
" Emm.... maaf tuan Aldo... ,saya akan periksa dulu kondisi Anda..." ucap Vanya membuyarkan lamunan Aldo yang sedari tadi menatap Vanya.
" Hmmm... baiklah... " ucap Aldo dingin. lalu Vanya pun mulai memeriksa kondisi Aldo..,di saat Vanya sedang memeriksa, Aldo pun menatap Vanya dengan intens.
" Cantik juga.... " gumam Aldo dalam hati. Vanya yang merasa ditatap pun lalu berusaha mengalihkan pandangannya.
" Eh..emm.... maaf tuan Aldo.... kondisi anda sudah mulai stabil... jadi sekarang beristirahatlah...
" Oh yaa..., kalau boleh tau anda dengan dokter siapa?? kok sepertinya tidak asing... ??" tanya Aldo penasaran.
" Hah... Astagaaa.... bisa-bisanya dia nggak tau siapa gue...?? masa' iya sih dia lupa kalau gue temennya si Erlin...,dasar manusia dingin.... " batin Vanya.
" Perkenalkan nama saya dokter Vanya, saya dokter spesialis bedah,sekaligus dokter yang merawat anda tuan Aldo.. " ucap Vanya ramah.
" Hemmm... saya Aldo.... " ucap Aldo sambil menjulurkan tangannya ke arah Vanya, tapi tidak dibalas oleh Vanya, dan berkata..
" Saya sudah tau tuan..." ucap Vanya.
" Baguslah kalau sudah tau.... " ucap Aldo datar.
__ADS_1
" Tapi sepertinya saya pernah melihatmu yaa dok..., tapi dimana ya.... ?? ucap Aldo sambil berfikir
" Mungkin dibawah langit, diatas bumi...." jawab Vanya asal.Aldo langsung menatap Vanya tajam Vanya.
" Tuan Aldo...daripada anda bertanya yang nggak jelas, mending anda istirahat dulu deh..." ucap Vanya tersenyum ramah.
" Hmmm.. its ok... " ucap Aldo pasrah.
" Ya sudah kalau begitu.., karena kondisi anda mulai membaik... saya permisi dulu tuan... " ucap Vanya langsung beranjak dari dekat ranjang Aldo,tapi di tarik tangannya oleh Aldo.
" Mau kemana kamu....???" tanya Aldo dengan nada tinggi. seketika Vanya berusaha melepaskan cekalan tangan Aldo.
" Sudah waktunya saya pulang tuan....,Lepas... tuan... !! ucap Vanya, tapi tak dilepaskan oleh Aldo.
" Tuan... bisa tolong lepasin tangan anda..." ucap Vanya tak kalah dinginnya dengan Aldo. bukannya melepaskan Aldo malah semakin mencengkram kuat tangan Vanya.
" Kalau bukan karena Ibu Irma, saya nggak bakalan jagain anda tau nggak... " ketus Vanya penuh penekanan sambil berusaha melepas tangan Aldo, Entah kenapa hati Vanya kesal sekali terhadap Aldo,tapi disisi lain dia sebenarnya juga menatap iba Aldo karena kondisi tubuhnya. Aldo yang merasa Vanya telah ketus dengannya, Aldo pun menatap tajam Vanya masih mencengkram kuat tangan Vanya, dan seketika Aldo menariknya..
Bruukkk...
Tubuh Vanya pun seketika jatuh diatas tubuh Aldo. Vanya pun terpekik kaget.. sambil membekap mulutnya..., jarak diantara mereka sangatlah dekat, pandangan mata keduanya tak dapat diartikan lagi..
" Sudah berani sama saya.... " ucap Aldo lirih... berhasil mebuyarkan lamunan Vanya, seketika ia tersentak, menjauhkan dirinya dari Aldo, bersiap pergi dari kamar Aldo.
" Heyy... tunggu...dok.. !!! Aw....isshh... " teriak Aldo, terpekik kesakitan. Vanya yang mendengar Aldo terpekik kesakitan langsung berbalik masuk ke ruangan Aldo lagi.
" Tu...tuan.... anda nggak papa kan..,mana yang sakit....?? " ucap Vanya khawatir. Aldo pun langsung menatap Vanya penuh arti.
" Hemm... disini yang sakit... " ucap Aldo dingin sambil menunjuk kepalanya yang sakit.
" Hmmm..., makanya tuan jangan kebanyakan gerak dulu.. " ucap Vanya lembut, memberi pengertian pada Aldo sambil membenarkan perban yang melingkar di kepala Aldo.
" Kamu mengkhawatirkanku...?? ucap Aldo, berhasil membuat Vanya gugup.
" Emm.... eng.. enggak... kata siapa...?? saya hanya berperan sebagai dokter saja... nggak lebih.. " ucap Vanya gugup. Aldo seketika menyunggingkan senyumnya,melihat kegugupan Vanya.
" Ya sudah... tuan mending istirahat dulu jangan banyak gerak... ok... ucap Vanya lagi.
" Baiklah.... tapi kamu jangan pergi dari sini dok... " ucap Aldo penuh harap, sambil membaringkan tubuhnya, karena tadi Aldo menyenderkan kepalanya di ranjang.
__ADS_1
" Iyaaa.... " ucap Vanya pasrah, sambil membantu Aldo untuk membaringkan tubuhnya.., Entah kenapa hati Vanya tiba-tiba tak tega melihat Aldo jika ditinggalkan sendirian. Aldo pun yang sudah berbaring sudah terlelap dalam tidurnya, sedangkan Vanya duduk di kursi samping ranjang Aldo, untuk menemaninya. Disisi lain..
" Eh... Vit... " panggil suster Dina pada Vitalia. Ya... kali ini mereka sedang sepi pasien, dan kini mereka sedang berada di ruangan khusus tenaga medis.
" Hemmm..." jawab Vitalia.
" Gue tadi kok liat Vanya ya...? bukannya dia masuk malam??? tanya Dina pada Vitalia. Vitalia pun malah berbalik tanya..
" Lo liat dimana..???
" Ya di RS kali Vit.... masa' iya... di pasar... " ucap Dina asal.
" Astagaaa... gue tanya serius tauk..,Din.... "kesal Vitalia.
" Yaa habisnya Lo tanya juga nggak jelas.. gitu..." ucap Dina memutar bola matanya jengah.
" Iyaa deh... iyaaa.... ,, Ehh tunggu-tunggu Din... gue baru ingat sesuatu....ucap Vitalia.
" Apaaa??? " tanya Dina
" Ayoo ikut gueee.... " ucap Vitalia langsung berdiri dari kursi tempat ia duduk.
" Enggak ah... gue banyak kerjaan.. " tolak Dina.
" Ck... sok sibuk banget sih Lo.... Din....,!! ya sudah kalau gitu gue duluan.. "
" Byeee.... Assalamu'alaikum... " pamit Vitalia.
" Wa'alaikumsalam.... jawab Dina.
Sedangkan di negara X terlihat dua sejoli sedang menunggang kuda dengan penuh keceriaan, canda tawa yang menghiasi bibir mereka... jika orang melihat, mungkin akan banyak yang merasa iri dengan sepasang kekasih tersebut. Pasangan yang sangat serasi...., yang Pria terlihat sangat tampan,dan yang Wanita terlihat sangat cantik. mereka juga sangat menikmati suasana yang tadinya hanya canda tawa saja, kini berubah menjadi sangat romantis, seperti di film-film telenovela.
" Sayang... gimana...?? senang nggak... "bisik Aditya lirih ditelinga sang Istri, seketika Erlin bergidik dengan tingkah suaminya
" Mas... jangan gitu..ih...., malu diliatin banyak orang..." ucap Erlin tersipu malu.
" Nggak papa Yang... kan kita sudah sah...
" Tapi Mas.....
__ADS_1
" Hehehehe iyaaa sayangku.... " ucap Aditya.
setelah lama mereka menunggang kuda..., akhirnya kedua sejoli itu memutuskan untuk mampir di sebuah restoran terdekat untuk makan siang, dan berencana akan bertemu dengan Clara dan Alex.