
" Nak Vanya sebetulnya Aldo jarang kesini..., dan jika Ibu tidak memintanya kesini, dia tak akan datang..., karna Aldo sekarang berubah tak seperti dulu..., semenjak kekasihnya pulang..." terang Ibu Irma. sontak Vanya pun terkejut dengan ucapannya.
" Kekasih..., tuan Aldo punya kekasih...???" tanya Vanya.
" Iyaa Nak...," jawab Ibu Irma.
" Entah mengapa hatiku begitu sakit sekali mendengarnya... " batin Vanya.
" Ya sudah Bu... Ibu makan dulu yaa.. biar Vanya suapi..." dan Vanya pun lalu menyuapkan nasi untuk Ibu Irma yang dibelinya tadi, Ia dengan sangat telaten menyuapinya, sedangkan Neysa menyuapi El, yang sedari tadi mengeluh sakit perut, ternyata berusaha menahan lapar. Setelah selesai suap-menyuap, kini Vanya pun membuka obrolan: “ Bu.., misalkan Ibu mau.., bagaimana kalau Ibu saya bawa ke RS saja..??, biar nanti Vanya bisa jagain Ibu, dan Ibu juga bisa mendapatkan perawatan yang insentif disana..” saran Vanya pada Ibu Irma. Dan Ibu Irma pun lalu menjawab: “ Tapi Nak..., bagaimana nanti dengan anak anak...??” tanya Ibu Irma bingung karena memikirkan kedua cucunya, meskipun mereka adalah cucu angkatnya, Ibu Irma tetaplah menyayangi kedua Cucunya, seperti menyayangi Cucunya sendiri.
“ Ibu..., pokoknya Ibu tenang saja..., kan ada Vanya.., Vanya bisa jagain Ibu, dan anak-anak sekaligus..., karna Vanya sudah menganggap kalian seperti keluarga Saya sendiri, Bu...” ucap Vanya berusaha menjelaskan pada Ibu Irma, akan tetapi Ibu Irma pun justru keberatan dengan saran yang diucapkan oleh Vanya, Ibu Irma pun lalu berkata: “ Nak..., tidak usah saja..., Ibu sangat takut merepotkanmu..” ucapnya sambil memegang telapak tangan Vanya, lalu menggenggamnya erat-erat.
“ Nggak Bu..., pokoknya mau nggak mau Ibu harus ikut dengan Vanya sekarang juga.., ini semua demi kebaikan bersama Bu...” ucap Vanya lagi, berusaha membujuk Ibu Irma. Dan Ibu Irma pun lalu menjawab: “ Tapi Nak...”
belum sampai Ibu Irma menyelesaikan ucapannya, Vanya pun berkata: “ Ibu... tolong Bu.., kali ini saja please.., turuti permintaan Vanya, Bu..., kasian anak-anak..” ucap Vanya sambil mengatupkan kedua tangannya dengan memegang tangan Bu Irma, seraya memohon. Ibu Irma yang melihat Vanya memohon kepadanya pun lalu berkata: “ Nak Vanya...apa yang Kau lakukan...??, hmm ya sudah Ibu akan menuruti permintaanmu...” ucapnya sambil mengelus rambut Vanya.
“ Nah... gitu dong Bu..., Ibu pokoknya jangan khawatir.., mengenai anak-anak biar Vanya yang merawat mereka untuk sementara waktu, Bu..., lagi pula di rumah Saya juga banyak orang.., jadi Ibu tenang saja ya...” ucap Vanya memberi pengertian pada Ibu Irma, dan Ibu Irma pun lantas memeluk Vanya, dengan berkata: “ Nak..., Ibu sangat berterimakasih padamu.., karna Nak Vanya selama ini sudah sangat perhatian sekali dengan Kami...” ucapnya sambil memeluk Vanya.
“ Iyaa Bu.. sama-sama..., kalau begitu lebih baik kita bersip-siap ya..., Kita ke RS sekarang, biar Ibu Irma cepat sembuh.., nanti biar anak-anak ikut Saya pulang ke rumah. Dan Ibu Irma pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
****
Sementara di sisi lain Aldo terlihat sedang mengendarai mobil menuju ke kantor perusahaan cabang Wijaya Group yang dipimpin olehnya. Di tengah perjalanan Aldo pun menerima telpun dari seseorang.
Dreettt... Dreett..Dreett...
Aldo pun lalu mengangkatnya, dan berkata: “ Hmm ada apa..??
__ADS_1
“ .... “
“ Ok baiklah..., nanti sehabis meeting..., Aku segera kesana menemuimu..” ucap Aldo pada orang yang di telpun tersebut, lalu mematikan telpunnya.
Sedangkan Edward yang baru saja keluar dari RS.Wijaya Group dengan mengendarai mobil.., kini melihat mobil yang dikendarai Aldo dilihatnya mengikuti Aldo yang sedang menuju ke perusahaan cabang.
“ Hmm..., jadi ternyata dia namanya Aldo..., bahkan Dia sangat tergila-gila pada dokter Vanya..., kalau begitu Gue akan mengikutinya diam-diam...” gumamnya, sambil menyetir mobil mengikuti mobil Aldo yang saat ini berada di depannya.
****
Di lain tempat Vanya kini sudah sampai RS, Ia pun langsung membawa Ibu Irma menuju ruang IGD, sedangkan El,dan Neysa tetap berada di dalam mobil, karena Vanya menyuruhnya agar mereka tetap berada di dalam mobil.
Seketika Vanya pun segera masuk ke ruang IGD bersama Ibu Irma yang menggunakan kursi roda. Vanya pun lalu mengedarkan pandangannya, dan dilihatnya Dina sedang bertugas mendampingi Erlin di ruang IGD menangani pasien, Vanya pun lalu memanggiil salah satu teman sejawat yang lainnya untuk menangani Ibu Irma.
“ dokter Irwan..., tolongin Ibu Saya ya dok..., beliau membutuhkan perawatan khusus...” ucap Vanya pada salah satu teman sejawatnya, sontak membuat Erlin dan Dina yang sudah selesai menangani pasien pun menengok ke arah Vanya, dan salah satu teman sejawatnya tersebut, lalu menghampirinya.
“ Loh..., Vanya..., Ibu Irma..??
“ Ya sudah mari Bu..., Ibu Irma berbaring ya di bed...” titah Erlin pada Ibu Irma, dan Vanya pun lalu memapah Ibu Irma untuk membaringkan tubuhnya di bed. lalu Erlin pun memeriksanya dengan sangat telaten, Ia pun dibantu oleh teman sejawatnya yang sedang bertugas di IGD. Setelah menyelesaikan tahap pemeriksaan, Ibu Irma segera di pindahkan ke kamar perawatan.
“ Er.., Gue minta sama Elo jagain Ibu Irma sebentar yaa.., nanti Gue kembali lagi soalnya masih ada urusan.., kasian anak-anak nunggu di dalam mobil...” ucap Vanya pada Erlin, yang akan bersiap untuk ikut ke ruangan peawatan Ibu Irma. Dan Erlin pun menjawab: “ Ya sudah..., sudah deh, tapi jangan lama-lama...” ucap Erlin memperingatkan.
“ Iya Gue janji nggak lama kok...” terang Vanya.
“ Ya sudah gih..., buruan pergi..., kasian anak-anak.. sudah nungguin..” ucap Erlin
“ Siaapp bos.., Da....” ucap Vanya berpamitan sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
Vanya pun lalu menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya, dilihatnya ternyata El dan Neysa tidak ada di tempat.., setelah mengedarkan pandangan ternyata El dan Neysa menunggunya ditaman dekat tempat parkir.
“ Loh..., El sama Neysa kok nggak ada..” ucap Vanya sambil membuka pintu mobil, Ia pun lalu mengedarkan pandangannya di sekitar parkiran, dilihatnya ternyata El dan Neysa sedang di bangku taman dekat parkiran RS,
sedang mengobrol dengan Dina Sahabat dari Vanya. Dan Vanya pun memanggilnya.
“ Anak-anak..” teriak Vanya, seketika pun mereka melihat ke arah sumber suara, termasuk Vanya. El dan Neysa pun langsung berlari ke arah Vanya, lalu berkata: “ Maafkan kami Bunda..., Kami menunggu Bunda terlalu lama jadi kami kesini deh...” terang Neysa.
“ Sudah ngga apa-apa..., lain kali kalau Bunda suruh di dalam mobil di dalam mobil saja yaa..., nggak usah keluar..” ucap Vanya memperingatkan. Dina pun lalu menyela obrolan dari Vanya dan anak-anak, dengan berkata: “ Lagian Van..., udah tau bakal agak lama, kasian tauk di dalam mobil.., untung tadi sehabis dari IGD Gue liat mereka.., lagian ngapain sih Lo bawa-bawa anak orang...” ucapnya.
“ Enak saja kalau ngomong..., mereka juga anak-anakku kali Din..," ucap Vanya tak terima dengan ucapan Dina.
" Bunda minta ma’af yaa.., kalian sudah nunggu Bunda terlalu lama..” ucap Vanya. Dan ucapan Vanya pun mendapatkan anggukan dari El dan Neysa. Setelah itu mereka lalu berpamitan dengan Dina.
“ Din.., kau gitu Gue langsung cabut ya.., Gue ada perlu..” ucap Vanya berpamitan pada Dina.
“ Sok sibuk baget sih Lo..., emag mau kemana..??” ucap Dina, dan Vanya pun menjawab: “ Kepooo...” ucanya. “ Ya sudah anak-anak salaman dulu sama tante Dina...” titah Vanya pada El dan Neysa, dan mereka pun menuruti perkataan Bunda dokternya.
“ Hati-hati ya sayang.. “ ucap Dina pada kedua anak tersebut, setelah mereka berpamitan Vanya pun segera masuk ke dalam mobil, dan menancapkan gasnya untuk ke suatu tempat, akan tetapi sebelum ke tempat tersebut, Vanya pulang terlebih dahulu ke rumahnya mengatar anak-anak. Dan tak berselag lama akhirnya Vanya pun sampai di Kediaman Keluarga Ferari, mereka pun lalu menuruni mobil, dan Vanya pun mengedarkan pandangan, yang kebetulan saja.., rumah keluarga Ferari tidak di kunci, dilihatnya mbak Yati yang sedang membersihkan taman depan rumah, Vanya pun menghampirinya,dan berkata:” Mbak Yati..., ma’af jika Vanya mengganggu sebentar, bisakah Kau antar anak-anak masuk ke dalam rumah??” tanyanya. Dan art itu pun menjawab: “ Loh..Nona Vanya sudah pulang...??” jawabnya malah berbalik tanya.
“ Sudah Mbak.., mbak Yati tolong bawa anak-anak masuk ya...”titah Vanya pada artnya, seketika mendapatkan anggukan dari mbak Yati. Dan mbak Yati pun lalu mengajak mereka masuk “ Ayoo anak-anak..kita masuk...” ucapnya, Dan El dan Neysa pun menurutinya.
“ Eh mbak tungguin sebentar jangan lupa bilang sama Mommy ya.., jika anak-anak untuk sementara waktu nginep disini, dan nanti tolong bilang ke Mommy ya, mbak.., jika Vanya pulangnya terlambat....” ucap Vanya pada art tersebut. Dan mendapatkan anggukan dari at tersebut lalu berkata: “ baik Nona...”
" Oh iyaa.., El sama Kak Neysa di rumah ya.., jangan nakal..." ucap Vanya pada El dan Neysa, seketika dapat jawaban dari mereka: " Baik Bunda..."
Dan Vanya pun langsung menancapkan gas segera menuju ke suatu tempat untuk menemui seseorang.
__ADS_1
Selamat Membaca*****
"Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa...., Terimakasih..."