
Di cafe ab
"Tuan setelah meeting kita hari ini,?? apakah anda setuju kerjasama dengan perusahaan kami ... ??" tanya sang client kepada Aditya Ceo perusahaan Wijaya group.
"Bagaimana pendapat kalian apakah kalian setuju??" kata Aditya meminta pendapat kepada sang asisten dan sekertaris yang mendampinginya.
"Setuju Tuan..." jawab serempak Aldo dan Maya.
"Hemmm baiklah kalau begitu, Tuan Bram .., kami setuju kerjasama dengan perusahaan anda." kata Aditya dengan muka datarnya.
"Baik tuan... terimakasih atas kerjasamanya.." balas Tuan Bram berdiri mengajak bersalaman pada Aditya, dengan senang hati Aditya menyambutnya dengan baik.
"Sama-sama ..." jawab Aditya dengan muka datarnya.
Setelah meeting selesai, Mereka pun membubarkan diri.
...🥰****************🥰...
Di dalam mobil
Tampak Aditya sedang terbengong teringat dengan seorang gadis yang ia tabrak di cafe tadi.
"Menarik ...." gumam Aditya sambil tersenyum tipis, dan masih terdengar oleh Aldo.
'Ya kini di dalam mobil cuma ada Aditya dan sang Asisten, sedangkan sekertaris Aditya yang bernama Maya, langsung pulang setelah selesai meeting tadi.
"Hehh .., Lo tuh kenapa sin, Dit... ?? gak jelas Lo ..., senyum senyum sendiri ... !!" seru Aldo menyadarkan lamunan Aditya.
Aditya pun lalu menyahutnya dengan berkata, "Do ..., cepat cari tau identitas gadis yang tadi gue tabrak di cafe .." perintah Aditya kepada sang asisten.
"Haaa ..., yang bener sajaaa ..., Lo sadar kan, Dit ... ?!!" tanya Aldo menatap heran tak percaya dengan apa yang diucapkan Sahabat sekaligus atasannya barusan.
"Jangan banyak tanya ... turuti saja perintahku ... !!" jawab Aditya ketus.
"Ishhh ... ck .., Iya.., iya ..," jawab Aldo berdecak kesal menuruti kemauan Sahabatnya itu.
__ADS_1
"Dasar muka tembok ... mudah-mudahan ada wanita yang bisa meluluhkan hati Lo, Dit .. !!" gumam Aldo dalam hati.
Di Apartemen
"Assalamu'alaikum ..., Erlin pulang ..." ucap Erlin menggema di seluruh ruangan.
Mbok Inah yang melihat kedatangan majikannya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Wa'alaikumsalam, Non ..." jawabnya.
"Loh .., kok sepi mbok .. ??, Papih sama mamih kemana??" tanya Erlin pada Art tersebut.
"Tuan sama Nyonya baru saja ke mansion keluarga Sanjaya, Non ..." balasnya menjawab pertanyaan dari Erlin.
"Kok Papih sama Mamih nggak ngasi tau sih Mbok, kan bisa Erlin kesana saja tadi ..," ucap Erlin sambil menekuk mukanya kesal dengan kedua orangtuanya.
Mbok Inah pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Nggak tau Non ..., hanya saja tadi Tuan sama Nyonya berpesan kalau Non Erlin sudah pulang, disuruh ke mansion, karena ada yang mau dibicarakan sama Non Erlin .."
"Oh .., yasudah mbok .., kalau begitu Erlin siap-siap dulu ..., terimakasih ya Mbok..." kata Erlin sambil tersenyum ramah.
"Iya.... Non... Sama-sama..." jawab Mbok Inah, kemudian Erlin segera berlalu menuju ke dalam kamarnya untuk bersiap.
"Ishh ada apa sihh, Papih sama Mamih nyuruh ke mansion ... , apa mungkin bahas perjodohan lagi ya ...??, ck.... apa-apaan sih Mereka, main jodoh jodohin saja ..., kayak nggak ada Pria lain saja .. !!" gerutu Erlin di dalam bathub.
Setelah membersihkan diri di kamar mandi, Erlin segera ganti pakaian lalu bersiap-siap untuk pergi ke mansion Sanjaya.
Dengan berjalan terburu-buru Erlin menuruni tangga, akan tetapi sesampainya di ruang tengah Erlin kaget melihat sang Papih dan sang Mamih sudah berada di ruang tengah.
"Lohhh ..., Pihh .., Mihh .., katanya di mansion .., gimana sih?? tanya Erlin kesal tak menyangka kalau Papih dan Mamihnya datang ke apartemennya.
"Iya nak ..., tapi kan tadi .." kata sang Papih
"Kamu sih Er .., kelamaan, Mamih sama Papih nunggu sedari tadi, Kamunya malah nggak datang-datang ..., sudah begitu Kamu pulang terlambat lagi," sambung sang Mamih kesal dengan Putrinya.
Seketika saja Erlin menjawabnya dengan berkata, "Lahh ... Mamih apa-apaan sih, Mih ..., tadi itu jalan macet ...!!" jawab Erlin penuh penekanan, sambil memanyunkan bibirnya.
"Sudah-sudah kalian itu ya .., Anak sama Mamih sama sajaa, ribut terus ..," seru sang Papih. Sayangnya ucapan dari Tuan Sanjaya sama sekali tak digubris oleh Putri Dan Istrinya. Namun justru sang Mamih malah membuka suaranya dengan bertanya pada Erlin, "Tapi kamu udah makan kan Er....??" tanya sang Mamih menatap Erlin.
__ADS_1
Erlin pun lalu membalasnya dengan berkata, "Udah Miihh ..., sepulang dari RS makan sama temen-temen Er .."
"Alhamdulillah ..., kalau sayangnya Papih sama Mamih sudah makan," sambung Papih Erlin menjawab pernyataan dari Putrinya.
"Er .., Papih sama Mamih mau bicara sama Kamu ..." ucap Tuan Sanjaya pada Putrinya. Erlin pun lalu menjawabnya dengan bertanya, "Memangnya Papih mau bicara apa sih ..??"
"Kamu kan sekarang sudah dewasa, Nak ..., jadi Papih sama Mamih mau menjodohkan mu dengan Anak sahabat Mamih mu ..." tutur Tuan Sanjaya pada Erlin.
"Haaa ..., aapp.., apa Piihh??, Erlin nggak salah denger kan??" tanya Erlin memastikan.
"Enggak sayang Kamu nggak salah denger kok, Nak.." kata Dewi sang Mamih berusaha meyakinkan Erlin dengan tersenyum manis ke arahnya.
"Tapp ..., tapi piihh .., miihh .., Erlin masih pengen fokus dengan profesi ku sekarang ..., lagi pula kan masih ada kak Yudha juga kan pihh ..??, kenapa harus Erlin sih yang dijodohin ?!" jawab Erlin tak terima dengan keputusan kedua orangtuanya.
"Tapi nak, sudah waktunya Kamu menikah ..., lagi pula Kakakmu juga masih di luar negeri untuk menyelesaikan bisnisnya, apalagi Kami juga sudah berjanji dengan sahabat Mamih mu untuk menjodohkanmu dangan anaknya kelak.
"Kenapa Papih sama Mamih nggak bilang dari dulu sih ??, Terserah Papih sama Mamih saja deh kalau gitu ..." kata Erlin pasrah, setelah itu berlalu meninggalkan Papih dan Mamihnya di ruangan tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Orang tua Erlin hanya bisa menghela nafasnya panjang, sambil geleng-geleng kepala menatap kepergian Erlin.
Manis Dewi pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Gimanaa nihh Pih ...?? " tanyanya pada sang Suami.
Sang Suami pun lalu menjawabnya dengan betkata, "Entahlah, Mih.... " balas Papih Sanjaya, sambil memijat pelipisnya terasa pusing.
Di dalam Kamar
Di sela-sela sholatnya, Erlin berdo'a pada Allah SWT, agar ditunjukkan jalannya atas apa yang menimpa dirinya.
'Yaa Allah ..., cobaan apalagi ini ... ??, kenapa orangtua Hamba menjodohkan Hamba dengan orang yang tidak Erlin kenal??, bagaimana kalau dia tidak mencintaiku??, Tunjukkanlah jalan Hamba Yaa Allah ..., Jika Kami berjodoh dekatkanlah Kami.., akan tetapi jika Kami tidak berjodoh, maka berikanlah yang terbaik bagi Kami, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Aamiin Yaa robbal'alamin ...'
Begitulah kira-kira doa dari seorang Erlin.
Setelah sholat, Erlin pun terbayang kejadian di cafe.
"Dasar manusia kutub ..., muka tembok Lo ..., gerutu Erlin tanpa dia sadari.
__ADS_1
"Ehh ..., Astagfirullah ..., belum juga kelar ini masalah, tapi ini kenapa Gue malah jadi kebayang muka Dia sihh ...?? " ucap Erlin sambil mengelus dadanya heran dengan tingkahnya sendiri, lalu Erlin berguling-guling di atas kasur memikirkan perjodohan yang dibahas oleh kedua orangtuanya tadi, dan lama kelamaan Erlin terlelap dalam tidurnya.