
Dalam perjalanan pulang kerja, di dalam mobil
"Rin... kok senyum bahagia begitu, ada apa?" tanya suamiku dengan wajah heran
"Senyum di depan suami dapat pahala loh mas, jadi aku senyum-senyum terus di depan suamiku biar dapat pahala yang banyak ha ha ha" kataku sambil tersenyum dan tertawa
Mas Arif hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum memandangku kemudian fokus lagi ke depan menyetir mobil
Vano masih asyik dengan buku kainya di kursi tengah
"Mas, langsung pulang ya?" pintaku
"Iya Rin" jawab mas Arif
"Mas... dua minggu begitu cepat ya?" kataku sambil menghela nafas panjang dan merebahkan punggungku di kursi, pandanganku ke depan
"Iya Rin, kangenku kepada kalian belum terobati eh sudah aku tinggal lagi" kata mas Arif dengan wajah murung
"Tapi bagaimana lagi, kondisi yang menjadikan kita begini, tapi mas di sana tak ada perempuan kan?" tanyaku dengan wajah serius
"Rinda... laki-laki itu yang dipegang mulutnya omonganya, perempuan dalam hatiku dalam hidupku itu hanya kamu istriku" kata mas Arif tegas
"Kalau di sana ada perempuan yang menggodamu, masuk ke kamarmu dan bertelanjang bagaimana?" tanyaku lagi
"Hmmm, pikiranmu ini Rin..Rin... sudah buang pikiran negatif itu, terus ngapain ada perempuan masuk ke kamarku dan bertelanjang? kayak gak menghargai tubuhnya saja, ya gak mungkinlah Rin, di sana itu mayoritas laki-laki, makanya kamu ikut denganku ke sana biar kamu tau seperti apa aku di sana" kata mas Arif menjelaskan
Aku diam mencerna setiap kata-katanya, kami tiba di rumah, aku dan Vano turun dari mobil dan aku membuka pintu pagar kemudian masuk ke dalam rumah
"Assalamualaikum" ucapku
"Waalaikum salam" jawab dari dalam rumah, ya.. suara ibu mertua
"Ibu, sudah pulang?" tanyaku sambil bersalaman dan mencium punggung tangan ibu mertua
"Iya Rin, cuma bentar tadi di kantor, kamu gak beli makanan kan?" tanya ibu
"Enggak bu, rencana setelah ini keluar beli makanan" kataku
"Kebetulan, tadi ibu bawa makanan banyak, jadi gak usah beli Rin" kata ibu
"Kalau lapar makan dulu saja" kata ibu kemudian berjalan ke sofa keluarga dan duduk di sana
Aku masuk ke dalam kamar, menaruh tas ku di meja, dan melepas jilbabku, kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk, mas Arif masuk ke kamar menatapku
"Hei... lihat apa?" tanyaku
Mas Arif diam tidak menjawab tapi berjalan ke arahku, kemudian memeluk tubuhku
"Rinda..." bisiknya
"Pingin ya?" godaku
Mas Arif memandangku dan menciumi tubuhku
Tiba-tiba...
"Bunda...." teriak Vano dari luar
"Iya ada apa? bunda habis mandi, sama ayah ya?" teriakku dari dalam kamar
__ADS_1
Aku tersenyum memandang suamiku
"Hmmm Vano ini mengganggu saja" katanya kemudian berjalan ke luar dari kamar
"Mas..." panggilku
Mas Arif menoleh ke arahku dan aku mendekatinya
"Love you mas" bisikku dan mencium bibirnya dengan lembut dan melepaskanya
"Nanti malam, ambilah hak mu" bisikku dengan lembut, tak terasa handuk yang melilit di tubuhku terlepas
Mas Arif memandangku dengan pandangan penuh gairah
"Bunda... ini gimana sih?" teriak Vano lagi
"He he he, nitip Vano dulu ya mas, aku mau ganti baju dulu" kataku dan mengambil handuk melilitkan ke tubuhku kemudian berbalik dari mas Arif menuju almari baju
Mas Arif keluar dari kamar.
Setelah aku berganti baju, aku keluar kamar, kulihat Vano dan mas Arif lagi bermain, dan ibu mertuaku tidak ada di sofa, mungkin naik ke atas batinku
Aku berjalan mendekati suamiku dan duduk di karpet bertiga
"Vano... sudah ayah betulkan, Vano main sendiri ya?" kata mas Arif
"Disini saja, ayah ada perlu sama bunda" kata mas Arif lagi
"Perlu apa sih ayah? disini kan bisa" kata Vano
"Keperluan orang dewasa" kataku
Sampai di kamar, mas Arif memandangku dengan tatapan penuh gairah
"Rin... aku benar-benar sudah tidak bisa menahan" bisiknya
"Pintunya mas, sudah di kunci?" tanyaku
Mas Arif menganggukkan kepalanya, memandangku dan memelukku dengan erat
"Rin... aku minta hak ku sekarang" bisiknya dan merebahkan tubuhku di atas pembaringan
Aku tersenyum dan menggeliat menikmati setiap sentuhanya
"Sakit Rin?" bisiknya
Aku menggelengkan kepala dan tersenyum
"Mas... dikeluarkan di luar ya?" bisikku dengan memeluk erat tubuhnya
"Makasih sayang" bisiknya dan merebahkan tubuhnya di sampingku
Aku tersenyum memandang suamiku dan menciumnya
"Lagi?" tanya mas Arif
"He he he" aku tersenyum dan tertawa
Adzan maghrib berkumandang, aku segera masuk ke kamar mandi, dan mandi besar, demikian juga dengan mas Arif
Keluar kamar mandi mas Arif tersenyum melihatku
__ADS_1
"Nanti malam lagi" bisiknya dan mencubit pipiku
Kami keluar kamar
"Vano... ayo sholat berjamaah" ajakku
"Sebentar bunda" kata Vano
"Ayo sekarang, nanti mainanya di lanjutkan" kataku
Kemudian Vano berdiri menuju tempat wudhu dan aku mengikutinya untuk mengajari tata cara berwudhu.
Ibu turun dari tangga dan kami siap-siap untuk berjamaah sholat maghrib.
Setelah sholat maghrib...
"Ayo makan" ajak ibu
Kami berjalan menuju meja makan untuk makan bersama, seperti biasa setelah makan aku bantu ibu membereskan meja makan dan mencuci piring, sendok dan sebagainya.
Kemudian kami berkumpul di ruang keluarga ngobrol-ngobrol ringan
"Rif... kamu jadi berangkat ke Papua kapan?" tanya ibu
"Nunggu tiketnya bu, sampai hari ini belum ada info dari kantor masalah tiket" kata mas Arif
"Semoga ibu bisa mengantarmu" kata Ibu
"Rin, apa kamu tidak bisa ijin, jika Arif berangkat saat kamu tidak libur?" tanya ibu
"Iya bu, nanti Rinda ijin" kataku
Waktu menunjukkan pukul delapan malam, Vano mulai mengantuk
"Ibu istirahat dulu" pamit ibu
Mas Arif memandangku dan tersenyum
"Mau sekarang?" tanyaku menggoda
"Hehehe" mas Arif tersenyum dan tertawa kemudian melihat Vano sudah tidur di karpet, Mas Arif menggendong Vano ke kamar tamu
Keluar dari kamar tamu, mas Arif menghampiriku, aku berdiri mendekatinya, memeluknya, memandangnya dengan mendongak ke atas dan menjijitkan kaki untuk mencium bibirnya kemudian melepasnya kembali
"Love you my hubby" kataku pelan
Tanpa berkata suamiku menggendongku masuk ke dalam kamar
Sampai kamar aku turun dari gendongan suamiku dan duduk di pinggir ranjang, menatapnya dan memeluknya mesra
"Mas... love you" bisiknya
"Love you too my wife" bisiknya
Lagu Every day i love you milik Boyzone dari hp suamiku, mengalun indah menambah keromantisan kami saat bercinta
"My hubby, I want to be with you, forever" bisikku
"Me too" bisiknya lembut
Malam ini kami menikmati semua rasa, menumpahkan semua kerinduan kami, sebagai sepasang suami istri
__ADS_1