Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Bermanja


__ADS_3

"Di campur mas, susu sama rotinya" kataku


"Bentar ya, aku ambilkan mangkok" kata mas Arif kemudian berlalu meninggalkan kamar ini, tak lama kemudian mas Arif kembali membawa mangkok


"Begini sayang?" tanya mas Arif dengan menyobek roti dimasukkan ke mangkok kemudian baru menuangkan susu coklat dicampur dengan roti, aku menganggukkan kepala


"Aku suapi ya" kata mas Arif, aku tersenyum kemudian membuka mulut ketika ujung sendok menyentuh bibirku


"Terimakasih mas" ucapku


"Rin... kamu suka?" tanya mas Arif


"Iya mas, enak banget" kataku


"Mau nambah?" tanya mas Arif


"Satu lembar roti lagi ya" kataku


Kemudian mas Arif mengambil roti satu lembar dan menyobek menaruh di mangkok dan menuangkan susu coklat ke dalam mangkok dan menyuapi aku lagi sampai habis, entah kenapa setelah makan roti, perutku terasa mual, tapi aku tahan


"Rin... istirahatlah, minum obat dulu ya" kata suamiku


"Iya mas, makasih ya" jawabku, kemudian aku diambilkan obat oleh mas Arif, aku meminumnya.


Beberapa menit kemudian rasa kantuk sudah tidak tertahankan, aku kemudian tidur, ketika aku bangun lampu sudah menyala, mungkin sudah sore, mas Arif tidak di kamar, aku turun dari pembaringan, badanku sudah lumayan enak, kemudian berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya, kulihat mas Arif sedang duduk di kursi sofa ruang keluarga, aku berlahan berjalan ke arah mas Arif, sudah tidak pusing lagi kepalaku, dan aku sudah lumayan kuat untuk berjalan, aku duduk di samping suamiku, dia memegang pundakku aku menyandarkan kepalaku di pundaknya


"Mas... maafkan Rinda ya? karena sakit Rinda merepotkanmu, Rinda tidak bisa melaksanakan kewajiban Rinda" kataku, mataku sudah berkaca-kaca


"Sayang... jangan ngomong begitu, aku suka merawatmu saat sakit" kata mas Arif


"Kamu harus sembuh dulu, badanmu harus kuat, nanti bercinta lagi he he he" kata mas Arif lagi dan tertawa kemudian mencium keningku, akupun iku tertawa "He he he"


"Nah begitu tertawa, gembira" kata mas Arif


"Rin... mau makan apa?" tanya mas Arif kemudian


"Masih kenyang mas" kataku


"Sudah jam delapan malam ini, kamu harus makan kemudian minum obat, mau roti sama susu lagi? kata mas Arif


"Iya mas" kataku, mas Arif berdiri dari sofa melangkah menuju dapur, aku merebahkan tubuhku di sofa sambil melihat tv.


Beberapa menit kemudian, mas Arif datang membawa mangkuk berisi susu coklat dan roti


"Masih gak enak badanya?" tanya mas Arif


"Sudah lumayan mas, sudah tidak seberapa pusing" kataku, mulailah mas Arif menyuapi bubur roti sedikit demi sedikit sampai habis


"Enak mas, makasih ya" ucapku


"Mau nambah lagi?" tanya mas Arif


"Sudah mas" kataku


"Mas... ayo ke kamar cerita-cerita sambil rebahan" pintaku


"Iya, aku mencuci ini dulu ya" kata mas Arif sambil menunjukkan mangkok sisa bubur roti tadi.


Tak lama kemudian mas Arif kembali lagi ke ruang keluarga

__ADS_1


"Mas... gendong" kataku manja, mas Arif tersenyum memandangku


"Eh... bisa manja juga kamu" kata mas Arif


"He he he, gak suka?" tanyaku


"Suka sekali kalau kamu manja" kata mas Arif, kemudian menggendongku


Aku melingkarkan tanganku ke lehernya, mas Arif berjalan masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku di pembaringan, kemudian mas Arif merebahkan dirinya berada di sampingku, memandangku dan memelukku, aku membenamkan kepalaku dalam pelukanya


"Sayang...segera sembuh ya" kata mas Arif pelan


"Iya sayang" kataku kemudian mencium lembut bibir suamiku


"Hei... nanti tegang, jangan begini Rin jangan bangunkan adikku" kata mas Arif


"He he he" aku tertawa mendengar perkataan suamiku


"Coba lihat, sudah tegang belum" kataku


"Rinda... jangan menggodaku" bisik mas Arif


"Aku berusaha menahanya sampai kamu sembuh" katanya kemudian


"Terimakasih suamiku" kataku kemudian masuk ke dalam pelukanya dan tertidur sampai pagi.


****


Mentari pagi bersinar menambah kehangatan pagi ini


"Rin... mau sarapan apa? bubur ayam mau?" tanya mas Arif


Tak lama kemudian pintu pagar diketuk orang, mas Arif keluar kamar, tak lama kemudian masuk ke kamar membawa bubur ayam yang dipesan online tadi


"Minta disuapi lagi?" tanya mas Arif, aku menganggukkan kepalaku, dan tersenyum, kemudian mas Arif menyuapiku sedikit demi sedikit


"Gimana rasanya? enak?" tanya mas Arif


"Iya enak mas" kataku


"Lah kemarin katanya tidak enak, pahit gitu" kata mas Arif


"He he he kan lagi sakit mas" jawabku


"Mas... aku besok kerja ya? tanyaku kemudian


"Kamu betul-betul sudah baikan, sudah kuat?" tanya mas Arif


"Insyaallah mas, tapi antar Rinda kerja ya" pintaku


"Iya, apa ditunggui" kata mas Arif


"Malu lah Rinda" kataku


"Ya barangkali minta gendong untuk ke atas ke kantormu" kata mas Arif menggoda


"Ah... mas" kataku malu


"Mas...aku kangen sama Vano" kataku kemudian

__ADS_1


"Vano di jemput sekarang?" tanya mas Arif


"Aku ikut mas, kan naik mobil saja" kataku


"Ayo, sekarang kamu siap-siap" kata mas Arif


Aku bersiap-siap berganti baju dan memakai jilbab kemudian keluar dari kamar


"Mau ke mana Rin?" tanya ibu waktu duduk di ruang tamu


"Mau ke Vano bu" jawabku kemudian bersalaman kepada ibu


"Sudah sehat benar?" tanya ibu


"Sudah baikan bu, kalau di kamar terus bosan Rinda" jawabku


"Hati-hati ya, salam untuk orang tuamu" kata ibu


"Iua bu, Rinda pamit dulu, kemudian aku berjalan ke arah mobil dan membuka pintu kemudian duduk di depan menoleh ke suamiku


"Ayo..." kataku


"Iya bidadariku" jawabnya tersenyum


Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi, mobil meninggalkan kawasan perumahan menuju jalan provinsi


"Mas... lama juga ya aku tidak pulang" kataku


"Iya ya, mau nginap di sana?" tanya mas Arif


"Enggak mas, besok kan aku mau kerja" kataku


"Oh iya mas, undanganya bagaimana? lima hari lagi kan kita merayakan pernikahan kita" kataku


"Sudah tersebar Rin, kamu santai saja, biar aku yang menangani" kata mas Arif membuatku tenang


"Terus... make up ku bagaimana? baju kita?" tanyaku


"Kamu katanya punya teman sekolah, yang bisa rias juga sewa baju, coba kamu hubungi" kata mas Arif


Kemudian aku mengambil hp dari dalam tas ku, kucari nomer temanku, dan aku menelponnya


"Halo... hera..." sapaku


"Ada apa Rinda sayang" katanya lemah gemulai


"Tanggal lima belas bulan ini kamu bisa rias aku, acara resepsi pernikahanku?" kataku


"Dimana acaranya? aku bisa" katanya bersemangat


"Oke... setelah ini aku kirim alamatnya ya" kataku kemudian menutup telpon


"Bisa mas temanku, sebentar aku kirim alamat rumah ya" kataku kemudian menulis alamat di whats up untuk aku kirim Hera


Tak lama kemudian mobil sampai di rumah orang tuaku, aku turun dari mobil digandeng mas Arif masuk ke dalam rumah


"Assalamualaikum" ucapku


"Waalaikumsalam" dijawab sama ibu

__ADS_1


__ADS_2