Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Kalau Bisa Memilih Jangan Tinggalkan


__ADS_3

Tiba waktu pulang, seperti biasa aku di jemput oleh Mas Arif.


Dalam perjalanan pulang, Mas Arif melirikku, dan tersenyum


"Kenapa melirik-lirik gitu?" tanyaku


"He he he" mas Arif tertawa


"Malah tertawa" kataku


"Rin... nanti lagi ya" katanya


"Gak lelah mas?" tanyaku


"Denganmu tidak ada kata lelah, katamu kemarin, kalau senyum dapat pahala, sama juga bercinta dengan istri juga dapat pahala" jawab mas Arif dan tersenyum melirikku


Mobil berhenti di depan rumah, aku turun dari mobil bersama Vano kemudian membuka pagar dan melepas sepatuku juga sepatu Vano aku taruh di rak tempat sepatu baru membuka pintu rumah kemudian masuk ke dalam kamarnya Vano untuk menaruh tas nya, dan masuk ke kamarku, aku lepas jilbabku dan berganti baju kemudian merebahkan diri di pembaringan


Mas Arif masuk ke dalam kamar mendekatiku dan mencium pipiku


"Lelah Rin?" tanya mas Arif


Aku menganggukkan kepala memandang suamiku


"Istirahat dulu, nanti malam dilanjut lagi" bisiknya


"Aku mau mandi mas" kataku kemudian duduk dan melangkah ke kamar mandi


"Rin..." panggil mas Arif, dan memelukku


"Aku masih ingin bersamamu Rin, entahlah kok berat sekali aku kembali ke Papua" kata Mas Arif


"Mas...kalau bisa memilih jangan tinggalkan Rinda" kataku


"Aku juga ingin bertemu terus denganmu" kataku


Kami masih saling berdiri berpelukan, aku jinjitkan kakiku mencium lembut bibir suamiku


Kemudian aku lepaskan lagi, mendongak ke atas memandang suamiku dan menyandarkan kepalaku di dadanya


"Mas... masih kangen" bisikku


"Aku juga Rin" bisik mas Arif


"Rin aku..." bisik mas Arif belum sampai meneruskan perkataanya aku cium lembut bibirnya


Kami duduk di pembaringan saling berciuman mesra


Memandangnya serasa damai hatiku, aku memeluknya dan kami sudah di atas pembaringan saling menindih


Kami saling pandang dan tersenyum kami setelah puas bercinta


"Terima kasih bidadariku" bisik mas Arif


"Terima kasih juga" kataku kemudian aku turun dari pembaringan dengan telanjang masuk ke dalam kamar mandi


Mas Arif pun mengikutiku dan aku digendongnya masuk ke kamar mandi


Di dalam kamar mandi


"Hei mas, jangan pegang-pegang begini lah" kataku

__ADS_1


"He he he, kamu aja yang pegang ini" katanya dengan senyuman menggoda


"Ah mas Arif, malu Rinda" kataku


"Sudahlah mas, ayo segera mandi, nanti Vano mencari kita" kataku mengingatkan


Bukanya segera menyelesaikan mandi malah menyalakan shower dan memelukku juga menciumku


"Rin... i love you, I'm still miss you, honey" bisiknya


Aku tersenyum mendengarnya


Selesai mandi bersama kami keluar kamar berbalut handuk, kali ini mas Arif tidak menggendongku


Kami berganti baju bersama


"Hei... jangan lihat-lihat gitu ah" kataku


"Sungguh cantik kamu istriku" katanya sambil menatapku


"Iya, tapi jangan menatap seperti itu, nanti malam lagi, lelah Rinda ini" kataku kemudian berjalan keluar dari kamar, ketika melewati suamiku aku cium pipinya


"Gak boleh menatapnya tapi menggoda terus" katanya


"He he he" aku tertawa sambil memanyunkan bibirku


Menemui Vano yang sedang bermain lego di ruang keluarga


"Bunda... ayah jadi pergi kapan?" tanya Vano


"Kok pergi sih Vano, Ayah itu tidak pergi, tapi mencari uang" kataku


"Iya, kapan?" tanyanya lagi


"Iya ada apa? bentar aku ke sana" jawab mas Arif dari dalam kamar tidur


Mas Arif keluar dari kamarnya berjalan menuju ke kami


"Mas... sudah dapat tiketnya?" tanyaku


"Kenapa tanya itu? aku ingin tiketnya terlambat saja" kata mas Arif


"Kita juga maunya begitu mas" Kataku


"Tapi mana mungkin perusahaanmu mau menganggurkan karyawannya tapi tetap menggajinya" kataku lagi


"He he he, kamu bisa saja Rin, ya pastilah tidak mau, tadi aku dapat kabar, dan tiket pesawat hari minggu siang" kata mas Arif menjelaskan


"lumayan dapat tambahan sehari cutimu" kataku dan tersenyum


"Vano, Ayah berangkat hari minggu, nanti kita antar ke bandara ya" kataku


"Iya bunda" jawab Vano sambil bermain


"Mas, ibu ke mana ya? apa di atas?' tanyaku


"Sepertinya di atas ibu, sepeda motornya juga sudah ada di garasi kok" jawab mas Arif


Tak lama kemudian ibu terlihat turun dari tangga dan menghampiri kami


"Panjang umur bu, baru saja kita membicarakanmu" kataku

__ADS_1


"Loh membicarakan apa?" tanya ibu penasaran


"Ibu kok tidak terlihat, begitu bu tadi" jawabku


"He he he, tadi di atas, membaca-baca buku psikolog Rin sebagai referensi" jawab ibu


"Ngiri Rinda bu, di usia ibu yang sudah tidak muda lagi, tapi semangat membaca luar biasa" kataku


"Membaca itu membuka jendela dunia" kata ibu


"Kamu mau keluar RIf?" tanya ibu


"Rencananya bu, ibu ikut? kita rencana mau keluar makan malam" kata mas Arif bertanya kepada ibu


"Ayo, sudah lama ibu tidak makan di luar" jawab ibu semangat


"Habis sholat maghrib ya bu" kataku


"Iya Rin, oh ya Rif, jadi berangkat kapan ke Papua?" tanya ibu


"Hari minggu bu" jawab Mas Arif


"Ibu sibuk apa tidak hari minggu ini?" tanya mas Arif


"belum tau Rif, lihat besok saja, ada kerjaan mendadak apa tidak hari minggunya" jawab ibu


Adzan berkumandang menandakan waktunya sholat maghrib, kami segera mengambil wudhu bergantian, demikian juga dengan Vano, setelah wudhu kami menuju musholla rumah melaksanakan sholat berjamaah diimami oleh mas Arif


Dalam hati, betapa bahagianya hati ini setiap saat bisa selalu melaksanakan sholat berjamaah di rumah bersama dengan keluarga


Selesai sholat maghrib, kami keluar menaiki mobil di kemudikan suamiku menuju rumah makan lesehan yang biasa kami kesana, saat ini ada ibu yang ikut bersama kami, membuat suasana semakin menyenangkan, karena sangat jarang moment seperti ini.


Tiba di rumah makan kami turun dari mobil berjalan beriringan menuju tempat duduk lesehan, mas Arif berjalan di depanku menggandeng tangan mungil Vano, aku berjalan di belakang mas Arif beriringan dengan ibu mertua


"Bu... duduk disini, ibu mau pesan apa? tanyaku setelah kami tiba di tempat duduk lesehan dan pelayan memberikan daftar menunya


Kulihat ibu sedang asyik melihat-lihat daftar menu makanan yang ditawarkan oleh rumah makan tersebut


"Aku ini ya Rin" kata ibu sambil menunjuk tulisan menu dan aku menulisnya, kemudian menulis pesananku dan untuk Vano


"Mas Arif mau pesan apa?" tanyaku kepada suamiku


"Terserah kamu saja Rin, sama juga boleh" kata suamiku setelah melirik menu yang aku tulis


Kemudian, aku berdiri dan berjalan menuju pelayan yang berdiri tidak jauh dari tempat kami


"Mbak... pesan yang ini ya, kalau ini bisa gak yang tidak pedas?" tanyaku sambil menunjukkan buku pesanan


"Oh... bisa bu, silahkan di tunggu ya" kata pelayan tersebut


Aku berjalan menuju lesehan di mana suami, anak dan ibu mertua duduk


Kami menunggu makanan sambil ngobrol-ngobrol ringan, betapa bahagianya suasana seperti ini, meluangkan waktu di sela-sela kesibukan masing-masing, menjalin sebuah keakraban


Selang beberapa waktu kemudian, pelayan berjalan menuju ke arah kami sambil membawa baki berisi makanan yang kami pesan, setelah sampai, pelayan tersebut menaruh satu persatu piring berisi makanan dan menghidangkan di meja kami


"Terima kasih" ucapku, pelayan tersebut menganggukkan kepalanya kemudian berbalik meninggalkan kami


Kami menikmati makanan yang tersaji di depan kami


"Sepertinya ini rasanya sama dengan yang sering kamu bawa pulang Rif, apa beli disini kamu?" tanya ibu

__ADS_1


"Iya bu, memang Arif beli disini" jawab suamiku


Selesai makan, suamiku menuju kasir membayar semua makanan tadi, kemudian berjalan mendekati kami dan kami bersama-sama berjalan menuju mobil untuk pulang ke rumah.


__ADS_2